Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Daftar hewan Indonesia: 280 panduan satwa

Fauna Indonesia dari hutan hingga laut: mamalia, burung, reptil, satwa laut, amfibi, dan serangga, lengkap dengan nama latin, habitat, makanan, klasifikasi, status IUCN, dan status dilindungi.

280 panduan hewan mendalam Setiap panduan memisahkan ciri spesies, sumber, dan catatan pengamatan. Angka pengamatan bukan ukuran populasi atau bukti sebaran asli.

Filter habitat hanya menampilkan hubungan yang sudah didukung sumber spesies. Tidak semua panduan telah dipetakan. Filter pulau memakai label lokasi yang sering muncul pada cuplikan catatan GBIF; bukan peta sebaran asli, dan belum mencakup semua panduan. Jelajahi panduan habitat · Cara mengamati dan mengenali satwa

282 panduan hewan

Rumah dan permukiman di seluruh Indonesia
Felis catus

Kenali kebutuhan kucing di rumah dan lingkungan sekitar: ruang yang aman, makanan yang sesuai, perilaku alami, dan tanggung jawab perawatan sepanjang hidup.

Rumah, desa, dan perkotaan di Indonesia
Canis lupus familiaris

Anjing membutuhkan hubungan sosial, ruang untuk beristirahat, latihan yang sesuai, dan perawatan terencana. Kenali kebutuhan individu sebelum memilih untuk mengadopsi.

Sumatera bagian utara
Pongo abelii

Kera besar penghuni tajuk hutan Sumatera bagian utara. Kelangsungan hidupnya bergantung pada hutan yang terhubung, regenerasi pohon, dan hubungan aman dengan manusia.

Nusa Tenggara Timur: Flores dan pulau-pulau sekitarnya
Varanus komodoensis

Kadal terbesar yang masih hidup, berasal dari sejumlah pulau di Nusa Tenggara Timur. Kenali hubungan komodo dengan mangsa, habitat kering, dan konservasi tiap pulau.

Sumatera
Panthera tigris sondaica

Populasi harimau terakhir di Kepulauan Sunda bertahan di Sumatera. Perlindungan hutan, satwa mangsa, dan jalur jelajahnya mendukung kelangsungan seluruh bentang alam.

Bentang alam berhutan di Sumatera
Elephas maximus sumatranus

Herbivora besar yang memindahkan biji dan membentuk hutan. Konservasinya memerlukan ruang jelajah yang terhubung serta solusi bersama masyarakat di sekitar habitat.

Taman Nasional Ujung Kulon, Banten
Rhinoceros sondaicus

Badak bercula satu dengan satu populasi liar yang tersisa di Ujung Kulon. Perlindungan ketat dan pemeliharaan habitat menjadi penopang masa depannya.

Kalimantan
Nasalis larvatus

Primata endemik Borneo dengan hubungan erat pada hutan tepi sungai, mangrove, dan rawa. Hidung besar jantan hanyalah satu bagian dari adaptasinya yang khas.

Jawa, Indonesia
Nycticebus javanicus

Primata nokturnal Jawa yang hidup di pepohonan dan menghadapi ancaman perdagangan. Memahami perilakunya membantu membedakan rasa ingin tahu dari gangguan pada satwa.

Pulau-pulau Raja Ampat, termasuk Waigeo dan Batanta
Paradisaea rubra

Burung penghuni hutan Raja Ampat dengan bulu merah dan dua pita ekor panjang pada jantan. Keindahannya menghubungkan pengamatan burung dengan perlindungan hutan.

Tersebar luas di perairan Indonesia, dari Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat hingga Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua; pantai peneluran antara lain Jamursba Medi (Papua), Sangalaki (Berau), Paloh (Sambas), Pangumbahan (Jawa Barat), Sukamade (Meru Betiri), dan Perancak (Bali)
Chelonia mydas

Reptil laut yang menghubungkan padang lamun, perairan pesisir, dan pantai peneluran. Pemulihan global tidak menghapus ancaman yang dihadapi penyu di setiap lokasi.

Bali; populasi pelepasliaran juga perlu dibedakan dari sebaran asli
Leucopsar rothschildi

Burung putih khas Bali dengan kulit biru di sekitar mata. Kisahnya memperlihatkan hubungan antara perdagangan burung, habitat, penangkaran konservasi, dan peran masyarakat.

Kalimantan
Pongo pygmaeus

Kera besar penghuni hutan Borneo, termasuk rawa gambut Kalimantan. Keragaman populasi dan hubungan antarhabitat penting untuk memahami konservasinya.

Bentang alam Batang Toru, Sumatera Utara
Pongo tapanuliensis

Spesies orangutan yang dideskripsikan pada 2017 dari Batang Toru. Sebarannya yang sangat terbatas membuat perlindungan hutan yang tersisa menjadi penting.

Kantong habitat tersisa di Indonesia: Sumatera dan Kalimantan
Dicerorhinus sumatrensis

Badak Asia bercula dua yang ukurannya paling kecil di antara badak hidup. Populasi yang terpisah membuat pertemuan pasangan dan perlindungan habitat menjadi tantangan.

Sulawesi dan Buton
Bubalus depressicornis

Kerabat kerbau bertubuh kecil dari Sulawesi dan Buton. Kehidupan hutan, sumber air, dan perburuan menjadi bagian penting kisah konservasi anoa.

Sulawesi; cakupan taksonomi mengikuti kelompok spesialis
Babyrousa celebensis

Babi liar Sulawesi dengan taring atas jantan yang melengkung melalui kulit moncong. Profil ini memisahkan spesies Sulawesi dari babirusa pulau lain.

Hutan di Pulau Jawa
Hylobates moloch

Kera kecil berwarna keperakan yang bergantung pada tajuk hutan Jawa. Suara, hubungan keluarga, dan jalur antarpepohonan membentuk kehidupannya.

Sumatera
Symphalangus syndactylus

Owa terbesar dengan kantong tenggorokan yang menguatkan suara. Kehidupan kelompoknya menghubungkan komunikasi, perawatan anak, dan hutan yang terhubung.

Sumatera, di selatan Danau Toba
Tapirus indicus

Tapir hitam-putih yang merupakan satu-satunya tapir Asia. Hutan, air, dan ruang bergerak yang aman menopang hidupnya di Sumatera.

Jawa, Bali, dan Kalimantan
Bos javanicus

Sapi liar Asia yang berkerabat dengan sapi Bali. Status globalnya berubah menjadi Kritis pada 2024, menegaskan pentingnya perlindungan populasi liar.

Asli Jawa dan Bali; sejak lama diintroduksi ke Nusa Tenggara (termasuk Timor), Sulawesi, dan Maluku, kemudian ke Papua dan pulau lain
Rusa timorensis

Rusa pemakan tumbuhan yang menggunakan padang rumput dan kawasan berpohon. Memahami asal populasi penting karena spesies ini dipindahkan ke banyak lokasi.

Jawa
Panthera pardus melas

Kucing besar endemik Jawa dengan bentuk berbintik maupun hitam. Hutan yang terhubung dan pengelolaan perjumpaan manusia penting bagi kelangsungannya.

Sumatera dan Kalimantan
Neofelis diardi

Kucing hutan bercorak awan dari Sumatera dan Borneo. Penelitian jangka panjang membantu mengungkap satwa yang jarang terlihat ini.

Sumatera dan Kalimantan
Helarctos malayanus

Beruang terkecil di dunia yang mampu memanjat dan memakan beragam sumber makanan hutan. Namanya tidak berarti madu adalah seluruh makanannya.

Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
Manis javanica

Mamalia bersisik pemakan semut dan rayap yang terancam perdagangan ilegal. Kebiasaan memanjat dan bersembunyi membuat pengamatan langsungnya sulit.

Perairan pesisir berlamun di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua
Dugong dugon

Mamalia laut pemakan lamun yang membutuhkan perairan pesisir sehat. Kehidupan dugong menghubungkan padang lamun, teluk terlindung, dan kegiatan manusia di laut dangkal.

Populasi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur
Orcaella brevirostris

Profil populasi pesut di Sungai Mahakam, bukan seluruh pesut dunia. Kelangsungannya berkaitan dengan ikan, lahan basah, lalu lintas sungai, dan mata pencaharian warga.

Perairan Indonesia; lokasi kemunculan rutin antara lain Teluk Cenderawasih, Kaimana, Teluk Saleh (Sumbawa), Gorontalo, Probolinggo, dan Kepulauan Derawan
Rhincodon typus

Ikan terbesar yang masih hidup, dengan pola totol khas dan cara makan menyaring. Perlindungannya memerlukan perhatian pada perjalanan laut, kapal, perikanan, dan wisata.

Populasi utama di Berau (Kalimantan Timur), Nusa Penida (Bali), Komodo (Nusa Tenggara Timur), dan Raja Ampat (Papua Barat Daya)
Mobula alfredi

Pari besar yang menyaring zooplankton dan menggunakan kawasan pesisir serta terumbu. Kenali spesiesnya, perilaku makan, dan pentingnya memberi ruang saat mengamati.

Perairan karang di Indonesia, terutama di sekitar pulau-pulau kecil di Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, dan Selat Karimata
Eretmochelys imbricata

Penyu berparuh runcing yang erat terkait terumbu karang. Perdagangan karapas, tangkapan sampingan, dan hilangnya habitat menghubungkan pilihan manusia dengan masa depannya.

Perairan Indonesia; lokasi peneluran antara lain pantai selatan Bali; kasus terdampar tercatat di Nusa Tenggara Barat (Gili Air)
Lepidochelys olivacea

Penyu berukuran relatif kecil yang menjelajah laut lepas dan kembali ke pantai untuk bertelur. Tidak semua populasi melakukan peneluran massal yang terkenal itu.

Pesisir, muara, dan sungai di banyak wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga Papua
Crocodylus porosus

Reptil besar yang dapat memakai perairan asin maupun tawar. Pemahaman habitat dan penghormatan terhadap ruang satwa penting untuk keselamatan warga serta konservasi.

Jawa dan Bali
Nisaetus bartelsi

Elang berjambul endemik Indonesia yang hidup di hutan Jawa dan, menurut catatan terbaru, juga Bali. Pohon sarang, masa pengasuhan, dan ruang jelajah membuat perlindungannya memerlukan perhatian jangka panjang.

Sulawesi dan pulau satelit tertentu
Macrocephalon maleo

Burung Sulawesi yang memakai panas lingkungan untuk menetaskan telur. Kelangsungannya menghubungkan hutan tempat hidup dengan lokasi peneluran yang sangat khusus.

Pulau-pulau tertentu di Indonesia, termasuk Sulawesi dan Nusa Tenggara
Cacatua sulphurea

Kakatua putih berjambul kuning dengan populasi pulau yang perlu dibedakan secara cermat. Pohon pakan, sarang, tempat tidur, dan pencegahan perdagangan saling melengkapi perlindungannya.

Dataran rendah Papua (kecuali sisi aliran utara), Kepulauan Aru, dan Seram (kemungkinan hasil introduksi)
Casuarius casuarius

Burung besar yang tidak terbang dan menyebarkan biji melalui makanannya. Profil ini membahas Casuarius casuarius, salah satu spesies kasuari di kawasan Nugini.

Jawa
Pavo muticus

Burung besar dengan leher hijau berkilau yang memerlukan kawasan berhutan dan ruang terbuka. Merak hijau memiliki identitas berbeda dari merak biru yang sering dipelihara.

Sumatera dan Kalimantan
Rhinoplax vigil

Rangkong hutan dengan bulu ekor tengah panjang dan balung padat. Perburuan untuk perdagangan balung membuat perlindungan habitat serta pengurangan permintaan sangat penting.

Sulawesi dan sejumlah pulau di sekitarnya
Ailurops ursinus

Mamalia berkantung penghuni pepohonan Sulawesi. Daun, tajuk yang tersambung, dan rendahnya gangguan manusia penting bagi satwa yang sering bergerak tenang ini.

Sulawesi Utara
Macaca nigra

Yaki adalah monyet berjambul khas Sulawesi Utara. Penelitian lapangan di Tangkoko menunjukkan kaitan antara buah, ruang jelajah, dan keberlangsungan habitat hutannya.

Pegunungan Sulawesi Tengah
Tarsius pumilus

Primata kecil dari hutan pegunungan Sulawesi Tengah. Penemuan kembali individu hidup pada 2008 membuka penelitian baru, tetapi banyak rincian ekologi dan populasinya masih terbatas.

Kalimantan Utara (Nunukan, dekat perbatasan Sabah)
Elephas maximus borneensis

Populasi gajah Asia di Kalimantan bagian utara dan Sabah. Perlindungannya bergantung pada bentang hutan lintas batas, jalur pergerakan, dan pengurangan konflik dengan manusia.

Tersebar luas dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan hingga Nusa Tenggara (Timor)
Macaca fascicularis

Primata sosial yang menggunakan hutan, tepian sungai, mangrove, dan batas permukiman. Makanan serta interaksi dengan manusia berubah menurut tempat; banyaknya penampakan tidak menunjukkan keadaan seluruh populasi.

Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian Nusa Tenggara
Varanus salvator

Kadal besar semiakuatik yang hidup dekat sungai, rawa, mangrove, dan sejumlah kawasan manusia. Sebagai pemangsa sekaligus pemakan bangkai, biawak air berperan dalam jaring makanan perairan dan daratan.

Berbagai permukiman dan lahan terbuka di Indonesia
Passer montanus

Burung kecil bermahkota cokelat dan bercak hitam pada pipi putih. Kehadirannya dekat manusia membuatnya mudah terlihat, tetapi catatan pengamatan bukan ukuran jumlah populasi.

Tersebar luas di Indonesia bagian barat, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan
Pycnonotus goiavier

Burung penyanyi dengan tungging kuning mencolok yang sering memakai taman, kebun, dan tepi hutan. Penelitian setempat menunjukkan perannya sebagai pemakan buah dan serangga.

Tersebar luas di Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara
Spilopelia chinensis

Merpati kecil berekor panjang dengan bercak putih pada bidang hitam di tengkuk. Burung ini memanfaatkan lahan terbuka, taman, dan tepi hutan untuk mencari biji.

Tersebar luas di seluruh Indonesia
Hirundo javanica

Layang-layang kecil yang menangkap serangga di udara dan membangun sarang dari lumpur. Nama ilmiahnya penting karena klasifikasi kelompok layang-layang Pasifik pernah berubah.

Pesisir dan mangrove di seluruh Indonesia
Todiramphus chloris

Cekakak biru kehijauan dengan kerah putih yang sering terlihat di mangrove dan pesisir. Keragaman subspesies menuntut kehati-hatian saat memakai nama dari sumber lama.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Bali
Collocalia linchi

Walet linci (Collocalia linchi). Walet gua ini tercatat di Jawa, Bali, dan Lombok (termasuk pulau sekitar seperti Madura, Bawean, Kangean, dan Nusa Penida) serta sebagian Sumatra; sumber spesies menyebut hutan sebagai tempat mencari makan dan gua sebagai lokasi bersarang.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sulawesi
Lonchura punctulata

Bondol peking (Lonchura punctulata). Bondol peking dewasa bercorak seperti sisik di dada dan perut, dengan punggung cokelat serta paruh gelap yang tebal; burung muda lebih polos.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera
Geopelia striata

Perkutut (Geopelia striata). Perkutut berukuran kecil, berekor relatif panjang, dan bercorak garis hitam-putih pada tubuh cokelat keabu-abuan; suaranya berupa deretan dengkur lembut.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sulawesi
Ardeola speciosa

Blekok (Ardeola speciosa). Blekok Jawa mencari makan di lahan basah dangkal, baik air tawar maupun payau; ikan kecil, serangga, dan kepiting termasuk mangsanya.

Catatan: Papua, Sulawesi, Maluku
Collocalia esculenta

Walet sapi (Collocalia esculenta). Walet sapi adalah anggota Apodidae yang mencari pakan di udara; dalam batasan taksonomi terkini, sebarannya mulai dari Sulawesi dan Maluku ke timur hingga Papua dan pulau-pulau di seberangnya.

Catatan: Nusa Tenggara, Sulawesi, Jawa
Artamus leucorhynchos

Kekep babi (Artamus leucorhynchos). Nama ilmiah yang berlaku adalah Artamus leucorynchus (dipakai BirdLife Australia dan eBird), sedangkan GBIF memakai varian ejaan leucorhynchos. Kekep babi bercirikan dada putih yang kontras dengan kepala abu-abu gelap.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Bali
Lonchura leucogastroides

Bondol jawa (Lonchura leucogastroides). Bondol Jawa ditemukan di Sumatra selatan, Jawa, Bali, dan Lombok; beberapa populasi di luar kawasan itu berasal dari introduksi manusia.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sulawesi
Egretta garzetta

Kuntul kecil (Egretta garzetta). Kuntul kecil adalah kuntul putih berukuran lebih kecil daripada kuntul besar; pengamatan di lahan basah perlu mencatat ukuran, paruh, dan warna kaki bersama-sama.

Catatan: Papua, Maluku, Nusa Tenggara
Haliastur indus

Elang bondol (Haliastur indus). Elang bondol termasuk burung pemangsa Accipitridae dan sering terlihat di bentang pesisir; kepala dan dadanya pucat berkontras dengan tubuh cokelat kemerahan.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Papua
Actitis hypoleucos

Trinil pantai (Actitis hypoleucos). Trinil pantai kecil ini menggunakan tepi perairan dan termasuk burung perancah yang berpindah antarkawasan; catatan Indonesia tidak selalu berarti burung bersarang di lokasi itu.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Bali
Orthotomus sepium

Cinenen jawa (Orthotomus sepium). Cinenen Jawa kini ditempatkan dalam famili Cisticolidae, bukan kelompok warbler Dunia Lama yang dahulu dipakai; penamaan dan identifikasi perlu mengikuti taksonomi mutakhir.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera
Anthreptes malacensis

Burung-madu kelapa (Anthreptes malacensis). Burung-madu kelapa memakai habitat semi-terbuka di Asia Tenggara; bunga dan struktur paruhnya relevan untuk diamati tanpa menyimpulkan bahwa setiap kunjungan bunga menghasilkan penyerbukan.

Catatan: Nusa Tenggara, Papua, Jawa
Cacomantis variolosus

Wiwik rimba (Cacomantis variolosus). Wiwik rimba termasuk Cuculidae; suara, corak tubuh, dan lokasi lebih membantu identifikasi daripada nama umum yang dapat berubah ketika taksonomi kelompok ini direvisi.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera
Aegithina tiphia

Cipoh kacat (Aegithina tiphia). Cipoh kacat menghuni semak dan tepi hutan; corak bulunya berubah antarpopulasi sehingga foto dari satu wilayah tidak selalu cocok dengan burung dari wilayah lain.

Catatan: Papua, Maluku, Nusa Tenggara
Geoffroyus geoffroyi

Nuri pipi-merah (Geoffroyus geoffroyi). Nuri pipi-merah merupakan paruh-bengkok berbadan kekar yang tersebar di Indonesia timur dan Nugini; nama subspesies tidak boleh dipakai sebagai bukti sebaran semua populasi.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera
Amaurornis phoenicurus

Kareo padi (Amaurornis phoenicurus). Kareo padi adalah anggota Rallidae dengan tubuh gelap dan wajah serta dada putih mencolok; habitat dekat air dan vegetasi rapat perlu diperiksa saat mencatatnya.

Catatan: Maluku, Papua, Sulawesi
Leptocoma sericea

Burung-madu hitam (Leptocoma sericea). Burung-madu hitam adalah anggota Nectariniidae; daftar burung terkini (BirdLife/IUCN, eBird, dan IOC) memakai nama ilmiah Leptocoma aspasia, sedangkan GBIF masih memakai sinonim Leptocoma sericea.

Catatan: Papua, Maluku, Papua Barat
Rhyticeros plicatus

Julang Irian (Rhyticeros plicatus). Julang Irian adalah rangkong besar yang bergerak di tajuk hutan kawasan Wallacea dan Melanesia; pengamatan dari tanah mungkin hanya menunjukkan siluet atau suara.

Catatan: Nusa Tenggara, Sumatera, Jawa
Aerodramus fuciphagus

Walet sarang-putih (Aerodramus fuciphagus). Walet sarang-putih membangun sarang terutama dari air liur yang mengeras; praktik pemanenan sarang harus dibedakan dari kebutuhan hidup burungnya.

Catatan: Papua, Nusa Tenggara, Maluku
Philemon buceroides

Cikukua tanduk (Philemon buceroides). Cikukua tanduk adalah anggota Meliphagidae, keluarga burung pengisap nektar; tonjolan pada paruhnya tidak menunjukkan hubungan kekerabatan dengan rangkong.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera
Treron vernans

Punai gading (Treron vernans). Punai gading termasuk merpati hijau yang sering terlihat di pepohonan berbuah; nama Inggris yang tepat mengacu pada leher merah muda, bukan burung-buah nuri.

Catatan: Papua, Maluku, Papua Barat
Rhipidura leucophrys

Kipasan kebun (Rhipidura leucophrys). Kipasan kebun menggerakkan ekornya ketika aktif mencari makan; rekaman lokasi penting karena spesies ini mencakup Australia, Nugini, dan Indonesia timur.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera
Rhipidura javanica

Kipasan belang (Rhipidura javanica). Kipasan belang adalah anggota Rhipiduridae; ekor yang membuka seperti kipas dan corak hitam-putih membantu pengenalan di tepi hutan atau kebun.

Catatan: Nusa Tenggara, Sulawesi, Jawa
Merops philippinus

Kirik-kirik laut (Merops philippinus). Kirik-kirik laut memiliki ekor kebiruan dan merupakan pemakan serangga terbang; sejumlah populasi berpindah musim sehingga tanggal pengamatan membantu interpretasi.

Catatan: Nusa Tenggara, Sulawesi, Jawa
Oriolus chinensis

Kepodang (Oriolus chinensis). Kepudang kuduk-hitam memakai berbagai kawasan berhutan di Asia; pola tengkuk gelap dan suara dapat membantu membedakannya dari burung kuning lain.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sulawesi
Ardea purpurea

Cangak merah (Ardea purpurea). Cangak merah merupakan kuntul-kerabat berleher panjang yang berasosiasi dengan rawa dan vegetasi tinggi; warna kecokelatan tidak cukup untuk identifikasi tanpa bentuk tubuh.

Catatan: Papua, Sulawesi, Maluku
Aerodramus vanikorensis

Walet polos (Aerodramus vanikorensis). Walet polos berbadan abu-abu kecokelatan dengan bagian atas lebih gelap dan ekor bercelah dangkal; penampilan walet serupa menuntut foto dan lokasi yang jelas.

Catatan: Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi
Gerygone sulphurea

Remetuk laut (Gerygone sulphurea). Remetuk laut adalah burung kecil Acanthizidae yang tercatat di Indonesia dan negara Asia Tenggara lain; nama 'perut kuning' lebih tepat daripada terjemahan yang menyebut pemakan lalat.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sulawesi
Butorides striata

Kokokan laut (Butorides striata). Kokokan laut adalah kuntul kecil yang sering memakai tepi mangrove dan perairan dangkal; nama 'striated heron' membedakannya dari green heron Amerika.

Catatan: Papua, Maluku, Papua Barat
Eclectus roratus

Nuri bayan-maluku (Eclectus roratus). Nuri bayan memiliki perbedaan warna mencolok antara jantan dan betina; identifikasi juga memerlukan pulau asal karena batas takson di kompleks eklektus berubah.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Papua
Ardea alba

Cangak besar (Ardea alba). Kuntul besar adalah kuntul putih yang luas sebarannya; bandingkan ukuran tubuh, bentuk paruh, serta warna kaki dengan kuntul kecil dan kuntul lainnya.

Catatan: Nusa Tenggara, Papua, Jawa
Thalasseus bergii

Dara-laut jambul (Thalasseus bergii). Dara-laut jambul besar mencari makan di laut pesisir dan bersarang dalam koloni di pantai atau pulau; gangguan di lokasi koloni dapat memengaruhi banyak sarang sekaligus.

Catatan: Nusa Tenggara, Sulawesi, Jawa
Lalage sueurii

Kapasan sayap-putih (Lalage sueurii). Kapasan sayap-putih adalah burung Campephagidae dari Indonesia dan Timor-Leste; bercak putih di sayap perlu dilihat bersama bentuk tubuh untuk membedakannya dari kerabat.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera
Psilopogon haemacephalus

Takur ungkut-ungkut (Psilopogon haemacephalus). Takur ungkut-ungkut memiliki dahi dan tenggorokan merah; suaranya yang berulang seperti ketukan dapat lebih mudah terdengar daripada burung yang bertengger.

Catatan: Jawa, Nusa Tenggara, Sumatera
Dicaeum trochileum

Cabai jawa (Dicaeum trochileum). Cabai Jawa adalah burung kecil famili Dicaeidae yang endemik Indonesia; warna kepala merah adalah petunjuk jantan, sehingga jenis kelamin dan umur perlu dicatat.

Catatan: Sulawesi, Papua, Maluku
Macropygia doreya

Uncal Sultan (Macropygia doreya). Uncal sultan tersebar dari Maluku utara dan Sulawesi sampai Nugini; batas taksonnya terkait pemisahan dari kompleks merpati-ekor panjang yang dahulu digabung.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sulawesi
Cisticola juncidis

Cici padi (Cisticola juncidis). Cici padi memakai vegetasi rumput terbuka; suara pendek yang berulang saat terbang sering membantu menemukannya sebelum detail bulu terlihat.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera
Cacomantis merulinus

Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus). Wiwik kelabu adalah anggota Cuculidae yang tersebar luas di Asia; pengamatan perlu mencatat suara serta tempat karena beberapa wiwik tampak serupa.

Catatan: Maluku, Papua, Papua Barat
Aplonis metallica

Perling ungu (Aplonis metallica). Perling ungu adalah anggota jalak yang berasal dari Maluku dan Nugini hingga Australia utara; kilau bulu dapat berubah menurut cahaya pengamatan.

Catatan: Papua, Maluku, Nusa Tenggara
Fregata ariel

Cikalang kecil (Fregata ariel). Cikalang kecil merupakan cikalang berukuran lebih kecil di antara anggota familinya; ia menghabiskan banyak waktu terbang di atas laut tropis.

Catatan: Nusa Tenggara, Papua, Maluku
Egretta sacra

Kuntul karang (Egretta sacra). Kuntul karang menggunakan pesisir berbatu dan terumbu; individu dapat berwarna terang atau gelap sehingga lokasi dan bentuk tubuh penting untuk identifikasi.

Catatan: Sulawesi, Nusa Tenggara, Sumatera
Ducula aenea

Pergam hijau (Ducula aenea). Pergam hijau adalah merpati hutan bertubuh besar; ukuran dan warna hijau pada sayap membantu membedakannya dari punai yang lebih kecil.

Catatan: Sulawesi, Sumatera, Jawa
Hemiprocne longipennis

Tepekong jambul (Hemiprocne longipennis). Tepekong jambul termasuk famili treeswift yang berbeda dari walet sejati; burung ini dapat bertengger tampak jelas, tidak hanya dilihat saat terbang.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Bali
Alcedo coerulescens

Raja-udang biru (Alcedo coerulescens). Raja-udang biru adalah spesies Indonesia berwarna biru metalik dan putih; ukuran serta pola tubuh perlu diperiksa karena raja-udang lain juga biru.

Catatan: Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku
Saxicola caprata

Decu belang (Saxicola caprata). Decu belang adalah burung kecil area terbuka; jantan dan betina tidak selalu tampak sama, sehingga warna hitam-putih saja tidak cukup untuk seluruh umur.

Catatan: Papua, Maluku, Sumatera
Eurystomus orientalis

Tiong-lampu biasa (Eurystomus orientalis). Tiong-lampu biasa memiliki bercak biru bundar pada sayap yang tampak saat terbang; ciri ini menjelaskan nama Inggris 'dollarbird'.

Catatan: Sulawesi, Nusa Tenggara, Sumatera
Hypothymis azurea

Kehicap ranting (Hypothymis azurea). Kehicap ranting adalah burung kecil yang lincah; jantan dan betina berbeda warna, dan nama 'black-naped monarch' menunjuk pita gelap pada tengkuk.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Bali
Dendrocopos analis

Caladi ulam (Dendrocopos analis). Caladi ulam termasuk famili pelatuk Picidae; catatan di Indonesia perlu membedakannya dari pelatuk lain melalui pola kepala, sayap, dan lokasi.

Catatan: Nusa Tenggara, Sulawesi, Jawa
Ptilinopus melanospilus

Walik kembang (Ptilinopus melanospilus). Walik kembang jantan berkepala abu-abu pucat dengan tengkuk hitam dan tubuh dominan hijau; betina dapat tampak berbeda.

Catatan: Nusa Tenggara, Papua, Maluku
Todiramphus sanctus

Cekakak Suci (Todiramphus sanctus). Cekakak suci menggunakan mangrove, hutan terbuka, dan lembah sungai; sejumlah populasi berpindah sehingga tanggal serta lokasi penting.

Catatan: Papua, Maluku, Nusa Tenggara
Rhipidura rufiventris

Kipasan dada-lurik (Rhipidura rufiventris). Menurut taksonomi BirdLife/IUCN dan Burung Indonesia, Rhipidura rufiventris adalah kipasan dada-lurik (Timor fantail) dari Timor dan pulau sekitarnya di Nusa Tenggara; kipasan di Maluku dan Papua yang dulu digabung dengannya (misalnya kipasan utara, R. isura) kini dianggap spesies terpisah, meski daftar IOC masih menggabungkannya sebagai northern fantail. Bentuk ekor kipas membantu mengenali familinya, bukan memastikan spesies sendirian.

Catatan: Nusa Tenggara, Sulawesi, Jawa
Treron griseicauda

Punai penganten (Treron griseicauda). Punai penganten adalah merpati hijau endemik Indonesia; warna pipi dan tengkuk membantu memisahkannya dari punai lain di pohon berbuah.

Catatan: Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku
Centropus bengalensis

Bubut alang-alang (Centropus bengalensis). Bubut alang-alang sering memakai vegetasi rendah yang rapat, termasuk tepi rawa; pengamatan singkat dari jauh mudah tertukar dengan bubut lain.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sumatera
Lonchura maja

Bondol haji (Lonchura maja). Bondol haji terkait lahan basah dan rerumputan; kepala putih pada burung dewasa membantu identifikasi, tetapi burung muda lebih sulit dipisahkan.

Catatan: Jawa, Nusa Tenggara, Sumatera
Dicrurus leucophaeus

Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus). Srigunting kelabu memiliki beberapa populasi dengan tingkat keabuan dan pola perpindahan berbeda; foto serta tanggal membantu identifikasi subpopulasi.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sulawesi
Hirundo rustica

Layang-layang api (Hirundo rustica). Layang-layang api memiliki punggung biru, sayap runcing, dan ekor bercabang dalam; di Indonesia sebagian burung dapat merupakan pengunjung musiman.

Catatan: Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi
Haliaeetus leucogaster

Elang-laut perut-putih (Haliaeetus leucogaster). Elang laut perut-putih memiliki kepala, tungging, dan bagian bawah putih, serta punggung abu-abu gelap; ia memakai pesisir dan sungai besar.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Bali
Lichmera indistincta

Isap-madu australia (Lichmera indistincta). Isap-madu australia merupakan anggota Meliphagidae dengan lidah khusus untuk mengambil nektar; hubungan dengan bunga dapat diamati tanpa menganggap semua kunjungan sebagai penyerbukan.

Catatan: Nusa Tenggara, Sumatera, Maluku
Chalcophaps indica

Delimukan zamrud (Chalcophaps indica). Delimukan zamrud adalah merpati penghuni lantai hutan dan tepi vegetasi tropis; sayap hijau metalik lebih mudah terlihat dalam cahaya baik.

Catatan: Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi
Apus nipalensis

Kapinis rumah (Apus nipalensis). Kapinis rumah termasuk Apodidae dan banyak beraktivitas di udara; bentuk sayap serta lokasi sarang lebih dapat diandalkan daripada klaim perilaku terbang yang belum diverifikasi.

Catatan: Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku
Dicrurus hottentottus

Srigunting jambul-rambut (Dicrurus hottentottus). Srigunting jambul-rambut adalah anggota Dicruridae; taksonominya pernah digabung dengan srigunting lain sehingga rujukan nama dan wilayah harus dicatat.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Sulawesi
Columba livia

Merpati batu (Columba livia). Merpati batu mencakup burung liar serta keturunan domestik yang hidup bebas; pengamatan perkotaan tidak otomatis mencerminkan populasi liar asal.

Catatan: Nusa Tenggara, Papua, Maluku
Merops ornatus

Kirik-kirik australia (Merops ornatus). Kirik-kirik australia adalah pemakan serangga terbang yang dikenal dari Australia dan kawasan sekitarnya; catatan Indonesia harus dibaca bersama lokasi serta kemungkinan pergerakan.

Catatan: Nusa Tenggara, Jawa, Bali
Gallus varius

Ayam hutan hijau (Gallus varius). Ayam hutan hijau adalah burung Phasianidae asal Jawa dan pulau sekitarnya; jantan lebih mencolok daripada betina dan perjumpaan dengan ayam domestik perlu dibedakan.

Catatan: Jawa, Nusa Tenggara, Sumatera
Hemipus hirundinaceus

Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus). Jingjing batu tergolong kelompok flycatcher-shrike; penempatan familinya pernah diperdebatkan sehingga nama ilmiah dan sumber taksonomi harus dicantumkan.

Catatan: Bali, Jawa Barat, Jawa Timur
Callosciurus notatus

Bajing Kelapa (Callosciurus notatus). Bajing kelapa menggunakan pepohonan di hutan, kebun, dan permukiman Asia Tenggara; warna tubuh beberapa jalur perlu dibedakan dari bajing lain.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Timur, Bali
Trachypithecus auratus

Lutung Budeng (Trachypithecus auratus). Lutung Jawa umumnya berbulu hitam mengilap, tetapi individu muda dapat berwarna jingga; perubahan warna usia jangan dianggap sebagai spesies lain.

Catatan: Sulawesi Tenggara
Rhinolophus tatar

Rhinolophus tatar. Kelelawar tapal-kuda Tatar diketahui dari Sulawesi; ringkasan publik spesies ini sangat terbatas sehingga identifikasi lapang memerlukan ahli dan data akustik.

Catatan: Sumatera Utara, Aceh
Presbytis thomasi

Kedih (Presbytis thomasi). Kedih adalah lutung daun endemik Sumatra utara; kerusakan habitat disebut sebagai tekanan, tetapi kondisi tiap kelompok lokal perlu survei tersendiri.

Catatan: Sumatera Utara, Riau, Aceh
Macaca nemestrina

Beruk (Macaca nemestrina). Beruk memiliki ekor pendek yang mengingatkan pada ekor babi; ia bukan monyet ekor panjang, dan jangkauannya mencakup Semenanjung Malaya (Thailand selatan dan Semenanjung Malaysia), Sumatera, Bangka, dan Borneo.

Catatan: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah
Trachypithecus cristatus

Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus). Lutung kelabu banyak memakai hutan pesisir, mangrove, dan tepi sungai; keberadaan di satu kawasan tidak memastikan populasi di seluruh Borneo atau Sumatra.

Catatan: Sulawesi Utara, Gorontalo
Tarsius spectrumgurskyae

Tarsius spectrumgurskyae. Tarsius Gursky adalah jenis Sulawesi yang dipisahkan dari konsep tarsius spektral lebih luas; catatan lama dapat memakai nama yang berbeda.

Catatan: Bali, Jawa Barat, Aceh
Ratufa bicolor

Jelarang Hitam (Ratufa bicolor). Jelarang hitam adalah bajing pohon berukuran besar dari hutan Asia; ukuran tubuh dan ekor berbulu membantu membedakannya dari bajing kelapa.

Catatan: Papua Barat
Spilocuscus papuensis

Kuskus Waigeo (Spilocuscus papuensis). Kuskus Waigeo adalah marsupial yang hanya diketahui secara asli dari Pulau Waigeo; catatan di luar pulau harus dikaji sebelum disebut sebaran alamiah.

Catatan: Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah
Tupaia javanica

Tupai Kekes (Tupaia javanica). Tupai Jawa adalah anggota Tupaiidae, bukan bajing keluarga Sciuridae; sumber menempatkannya di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nias.

Catatan: Nusa Tenggara Timur, Bali, Lampung
Sus scrofa

Babi Hutan (Sus scrofa). Babi hutan memiliki sebaran asli dan sebaran hasil pemindahan manusia yang berbeda; populasi liar, ternak, dan babi feral tidak boleh dicampur dalam satu angka.

Catatan: Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan
Presbytis melalophos

Simpai (Presbytis melalophos). Simpai adalah primata endemik Sumatra yang menggunakan hutan; penebangan dan fragmentasi disebut sebagai tekanan pada sebagian populasinya.

Catatan: Jawa Barat, Banten, Bali
Paradoxurus hermaphroditus

Musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Musang luwak adalah Viverridae yang dapat memakai beragam habitat; perdagangan dan produksi kopi luwak harus dibedakan dari perilaku satwa liar.

Catatan: Jawa Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur
Hipposideros diadema

Barong besar (Hipposideros diadema). Barong besar termasuk Hipposideridae (kelompok barong), berbeda dari keluarga Rhinolophidae; bentuk hidung penting tetapi foto tunggal jarang cukup untuk identifikasi pasti.

Catatan: Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat
Bubalus bubalis

Kerbau (Bubalus bubalis). Kerbau air adalah hewan domestik hasil sejarah pemeliharaan manusia di Asia; catatan Indonesia tidak boleh ditafsirkan sebagai sebaran kerbau liar asli.

Catatan: Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku
Stenella longirostris

Lumba-Lumba Moncong Panjang (Stenella longirostris). Lumba-lumba pemintal dikenal karena putaran tubuh saat meloncat, tetapi tidak setiap lompatan memiliki fungsi yang sama; pengamatan laut perlu menjaga jarak.

Catatan: Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, Central Java
Hipposideros cervinus

Hipposideros cervinus. Kelelawar daun fawn termasuk Hipposideridae dan tersebar di beberapa negara Asia Tenggara serta Australia; warna saja tidak aman untuk membedakan spesies mirip.

Catatan: Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah
Megaderma spasma

Megaderma spasma. Kelelawar vampir-palsu kecil bukan peminum darah; sumber menyebut tempat bertengger di gua dan lubang pohon serta makanan serangga.

Catatan: Sulawesi Selatan
Macaca maura

Monyet dare (Macaca maura). Monyet hitam Sulawesi selatan memiliki bulu cokelat gelap hingga hitam dan bercak lebih pucat di pantat; ia berbeda dari yaki Sulawesi utara.

Catatan: Jawa Barat, Jambi, Jawa Timur
Callosciurus nigrovittatus

Bajing Kelabu (Callosciurus nigrovittatus). Bajing garis-hitam terdapat di Jawa, Sumatra, dan Semenanjung Malaya; garis gelap pada sisi tubuh dapat membantu pengenalan bila terlihat jelas.

Catatan: Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat
Hystrix javanica

Landak Jawa (Hystrix javanica). Landak Jawa adalah pengerat berduri asli Indonesia yang dilaporkan di Jawa dan beberapa pulau sekitar; hewan ini endemik Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta terutama hidup di dataran rendah, termasuk habitat sekunder dan terdegradasi.

Catatan: Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Timur
Pteropus vampyrus

Kalong besar (Pteropus vampyrus). Kalong besar adalah kelelawar buah Asia Tenggara; tubuh besar dan kebiasaan makan buah membedakannya dari kelelawar pemakan serangga yang lebih kecil.

Catatan: Banten, Jawa Barat, Aceh
Galeopterus variegatus

Kubung Sunda (Galeopterus variegatus). Kubung Sunda bukan lemur dan bukan kelelawar; lipatan kulit di antara anggota tubuh memungkinkannya meluncur dari pohon ke pohon.

Catatan: Papua Barat, Maluku, Papua
Phalanger orientalis

Kuskus Coklat (Phalanger orientalis). Kuskus umum utara adalah marsupial dari Nugini dan pulau sekitarnya; sebagian populasi pulau mungkin terkait pemindahan manusia.

Catatan: Sulawesi Utara, Sulawesi, Gorontalo
Prosciurillus leucomus

Prosciurillus leucomus. Bajing kerdil keputihan adalah bajing endemik Sulawesi dan pulau dekatnya; nama ilmiah penting untuk membedakannya dari bajing bergaris yang lebih luas sebarannya.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten
Presbytis comata

Surili jawa (Presbytis comata). Surili Jawa adalah primata endemik Jawa bagian barat; nama umum 'Javan' tidak berarti seluruh Pulau Jawa memiliki populasi yang sama.

Catatan: Riau, Sumatera Utara, Lampung
Callosciurus prevostii

Callosciurus prevostii. Bajing Prevost dikenal dengan warna tubuh kontras yang berbeda antarwilayah; ia menghuni hutan di Sumatra, Borneo, dan Semenanjung Malaya.

Catatan: Sumatera Utara, Aceh
Hylobates lar

Owa Lengan Putih (Hylobates lar). Owa tangan-putih adalah primata tanpa ekor dengan lengan panjang untuk bergerak di tajuk; catatan Sumatra perlu memperhatikan batas dengan spesies owa lain.

Catatan: Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Jawa Barat
Macroglossus minimus

Macroglossus minimus. Kelelawar nektar lidah-panjang memakai bunga sebagai sumber pakan; tubuhnya kecil dibanding kalong besar, tetapi identifikasi spesies memerlukan lebih dari ukuran.

Catatan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan
Hylobates albibarbis

Owa jenggot putih (Hylobates albibarbis). Owa berjanggut putih Borneo hidup di Borneo selatan dan dipisahkan dari owa lincah dalam beberapa taksonomi; hutan antara Kapuas dan Barito penting dalam sumber sebaran.

Catatan: Jawa Barat, Banten, JambiProfil data
Prionailurus bengalensis

Kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis). Kucing kuwuk merupakan kompleks taksonomi yang pernah mencakup populasi Sunda; catatan Indonesia dengan nama ini perlu diperiksa terhadap pemisahan kucing kuwuk Sunda.

Catatan: Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah
Gekko gecko

Tokek rumah (Gekko gecko). Tokek adalah cecak pohon besar yang aktif terutama malam hari; panggilannya mudah dikenali, tetapi suara saja tidak selalu menunjukkan lokasi persis individu.

Catatan: Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah
Hemidactylus platyurus

Cecak tembok (Hemidactylus platyurus). Cicak tembok berekor gepeng; bentuk ekor dan tubuh membantu memisahkannya dari cicak rumah lain yang sering terlihat di bangunan.

Catatan: Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah
Eutropis multifasciata

Bengkarung (Eutropis multifasciata). Bengkarung matahari umum memakai tempat terbuka untuk berjemur; tubuh bersisik halus dan garis memanjang perlu dibandingkan dengan skink lain.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur
Calotes versicolor

Calotes versicolor. Bunglon taman oriental dapat berubah warna menurut kondisi serta perilaku; perubahan warna tidak berarti ia satu kelompok dekat dengan bunglon sejati.

Catatan: Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali
Hemidactylus frenatus

Cicak rumah (Hemidactylus frenatus). Cicak rumah Asia sering hidup pada bangunan dan berburu serangga di sekitar lampu; identifikasi perlu membedakannya dari cicak berekor gepeng.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta
Bronchocela jubata

Bunglon Surai (Bronchocela jubata). Bunglon surai Jawa adalah kadal pohon bertubuh ramping dengan jambul di sepanjang leher dan punggung; nama daerah 'bunglon' tidak menjadikannya chameleon sejati.

Catatan: Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah
Ahaetulla prasina

Ular gadung (Ahaetulla prasina). Ular pucuk bertubuh sangat ramping dan sering berada di vegetasi; warna hijau saja tidak cukup untuk membedakannya dari ular pohon lain.

Catatan: Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah
Dendrelaphis pictus

Dendrelaphis pictus. Ular tambang merupakan ular ramping yang aktif di vegetasi dan dikenal dari Asia Tenggara dan Tiongkok selatan; garis samping perlu dilihat bersama bentuk kepala.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten
Takydromus sexlineatus

Kadal Rumput (Takydromus sexlineatus). Kadal rumput berekor sangat panjang, sering beberapa kali panjang badan; amati tanpa menarik ekornya karena kadal dapat melepaskannya.

Catatan: Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah
Draco volans

Bengkarung Terbang Biasa (Draco volans). Cicak terbang Jawa meluncur dengan lipatan kulit yang ditopang rusuk memanjang; ia tidak memiliki sayap seperti burung atau kelelawar.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali
Gehyra mutilata

Cecak Gula (Gehyra mutilata). Cicak empat-jari adalah gecko bersebaran luas; nama umumnya menunjuk bentuk kaki, tetapi identifikasi spesies tetap memerlukan rincian jari dan lokasi.

Catatan: Nusa Tenggara Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat
Trimeresurus insularis

Ular Bangkai Laut (Trimeresurus insularis). Ular viper pulau Sunda berbisa; sebagian sumber lama memperlakukannya sebagai subspesies viper bibir-putih, sehingga nama takson harus diperiksa sebelum memakai data.

Catatan: Bali, Jawa Barat, DKI Jakarta
Malayopython reticulatus

Sanca Kembang (Malayopython reticulatus). Sanca kembang dapat menjadi ular yang sangat panjang dan menangkap mangsa dengan lilitan; ia tidak berbisa, tetapi hewan besar tetap berbahaya bila didekati.

Catatan: Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah
Pareas carinatus

Ular siput (Pareas carinatus). Ular siput berlunas termasuk Pareidae dan dikenal sebagai pemakan siput; nama kelompoknya tidak boleh dipakai untuk menyimpulkan semua mangsa pada setiap lokasi.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta
Cyrtodactylus marmoratus

Cyrtodactylus marmoratus. Cicak jari-bengkok marmer adalah gecko Indonesia yang terutama dikenal dari Jawa; pola bercak perlu dibaca bersama bentuk jari dan asal foto.

Catatan: Papua Barat, Papua, Sulawesi Tengah
Emoia caeruleocauda

Emoia caeruleocauda. Skink ekor-biru Pasifik memiliki ekor kebiruan yang paling mudah terlihat pada beberapa umur; warna tubuh dapat berubah dan spesies lain juga berekor biru.

Catatan: Bali, Sulawesi Utara, Papua Barat
Laticauda colubrina

Laticauda colubrina. Ular laut bibir-kuning memiliki belang gelap-terang dan memakai laut serta daratan untuk sebagian siklus hidupnya; ia berbisa dan harus dibiarkan tanpa disentuh.

Catatan: Jawa Barat, Riau, Jawa Tengah
Homalopsis buccata

Ular Air Belang (Homalopsis buccata). Ular air muka-gembung hidup di perairan tropis Asia Tenggara; bentuk kepala dan habitat basah perlu dicatat, bukan warna saja.

Catatan: Bengkulu, Jambi, Sumatera Utara
Gekko monarchus

Tokek berbintik (Gekko monarchus). Tokek berbintik dua tercatat dari Thailand selatan dan Semenanjung Malaya hingga Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Filipina; motif bintik perlu diperiksa bersama bentuk tubuh dan lokasi.

Catatan: Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur
Lycodon capucinus

Ular Cicak (Lycodon capucinus). Ular serigala rumah memperoleh nama dari gigi depan yang membesar, bukan hubungan dengan mamalia serigala; ia sering disalahartikan ketika terlihat di bangunan.

Catatan: Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah
Ptyas korros

Ular Jali (Ptyas korros). Ular jali adalah ular tikus Indo-Cina dari Asia Tenggara; nama 'tikus' menunjukkan kelompok umum, bukan bukti bahwa setiap individu hanya memakan tikus.

Catatan: Sumatera Utara, Jambi, Riau
Tropidolaemus wagleri

Tropidolaemus wagleri. Viper Wagler adalah ular berbisa Asia Tenggara; nama 'viper kuil' berasal dari satu lokasi terkenal dan tidak berarti setiap populasi hidup di kuil.

Catatan: Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah
Trimeresurus albolabris

Ular Bangkai Laut (Trimeresurus albolabris). Viper bibir-putih berbisa dan memiliki beberapa kerabat serupa; fotografi dari jarak aman serta lokasi lebih tepat daripada mencoba memegang ular untuk memastikan nama.

Catatan: Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah
Lamprolepis smaragdina

Lamprolepis smaragdina. Skink pohon zamrud berwarna hijau terang dan hidup di pepohonan; nama umum 'hijau' tidak cukup untuk membedakannya dari kadal hijau lain.

Catatan: Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali
Carcharhinus melanopterus

Hiu karang sirip hitam (Carcharhinus melanopterus). Hiu karang sirip-hitam memiliki ujung gelap pada beberapa sirip, terutama sirip punggung pertama; ia berbeda dari hiu sirip-putih karang.

Catatan: Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat
Taeniura lymma

Taeniura lymma. Pari ekor-pita berbintik biru hidup di kawasan terumbu Indo-Pasifik; pola bintik harus dibaca bersama bentuk cakram dan ekor untuk menghindari kekeliruan dengan maskray.

Catatan: Papua Barat
Eucrossorhinus dasypogon

Eucrossorhinus dasypogon. Hiu karpet berjumbai berkamuflase di terumbu dangkal dekat Papua dan Australia utara; rumbai di sekitar kepala membantunya menyatu dengan dasar laut.

Catatan: Nusa Tenggara Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat
Triaenodon obesus

Triaenodon obesus. Hiu sirip-putih karang sering beristirahat dekat dasar terumbu; ujung putih pada sirip punggung dan ekor membantu membedakannya dari hiu sirip-hitam.

Catatan: Bali, Lampung, Bengkulu
Neotrygon caeruleopunctata

Neotrygon caeruleopunctata. Pari topeng berbintik biru tergolong kompleks Neotrygon yang dipisahkan secara taksonomi; warna titik saja tidak memastikan spesies tanpa bentuk serta lokasi.

Catatan: Papua Barat
Hemiscyllium freycineti

Hiu berjalan Raja Ampat (Hemiscyllium freycineti). Hiu karpet berbintik Indonesia diketahui dari perairan dangkal Raja Ampat; publikasi lama pernah memasukkan populasi yang kini dipisah menjadi spesies lain.

Catatan: Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan
Neotrygon orientale

Neotrygon orientale. Pari topeng biru oriental tercatat di Indonesia dan beberapa negara Asia; sumber berbeda memakai bentuk nama orientale atau orientalis, sehingga rujukan takson perlu disebut.

Catatan: Papua Barat, Maluku, Maluku Utara
Neotrygon moluccensis

Neotrygon moluccensis. Pari topeng biru Maluku adalah anggota Neotrygon dengan cakupan takson yang sempit; catatan bintik biru umum tidak otomatis termasuk spesies ini.

Catatan: Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua Barat
Chiloscyllium punctatum

Chiloscyllium punctatum. Hiu bambu belang-cokelat adalah hiu dasar Indo-Pasifik; pola gelang lebih menonjol pada hewan muda dan dapat berubah saat bertambah umur.

Catatan: Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali
Mobula birostris

Pari manta oseanik (Mobula birostris). Pari manta samudra raksasa berbeda dari manta karang yang juga ada di Indonesia; ukuran, habitat, dan ciri tubuh harus dipakai bersama, bukan label 'manta' saja.

Catatan: Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah
Duttaphrynus melanostictus

Bangkong Kolong (Duttaphrynus melanostictus). Kodok buduk Asia memakai banyak habitat yang diubah manusia; penelitian genetik menunjukkan nama ini mungkin mencakup garis keturunan yang lebih rumit.

Catatan: Jawa Barat, Bali, DI Yogyakarta
Polypedates leucomystax

Polypedates leucomystax. Katak pohon Asia Tenggara membuat sarang busa di dekat air untuk telur; lokasi sarang perlu dibiarkan utuh saat pengamatan.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta
Chalcorana chalconota

Kongkang kolam (Chalcorana chalconota). Kongkang Schlegel pernah dipakai sebagai nama bagi beberapa populasi katak sungai yang kemudian dipisah; identifikasi Sumatra dan Jawa memerlukan rujukan takson mutakhir.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, BantenProfil data
Fejervarya limnocharis

Katak Tegalan (Fejervarya limnocharis). Katak sawah ini termasuk kompleks yang pernah ditata ulang melalui studi molekuler; catatan lama dengan nama sama tidak selalu merujuk batas spesies kini.

Catatan: Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah
Phrynoidis asper

Phrynoidis asper. Kodok sungai besar adalah Bufonidae Asia Tenggara; sebutan 'kodok raksasa' relatif terhadap kodok lokal lain, bukan ukuran baku semua individu.

Catatan: Jawa Barat, Riau, Kalimantan Timur
Hylarana erythraea

Hylarana erythraea. Katak hijau sawah dikenal dari Asia Tenggara dan pernah ditempatkan dalam genus Rana; habitat basahnya harus dibedakan dari bukti populasi atau status lokal.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara
Odorrana hosii

Kongkang racun (Odorrana hosii). Kongkang racun dikenal sebagai katak batu atau katak aliran di Asia Tenggara; nama umum tidak membenarkan penanganan tanpa pengetahuan spesies.

Catatan: Jawa Barat, Riau, Jawa Tengah
Fejervarya cancrivora

Kodok Sawah (Fejervarya cancrivora). Katak pemakan kepiting dapat memakai habitat payau; studi salinitas menunjukkan toleransi berudu, tetapi batas uji laboratorium bukan izin memindahkannya ke air asin.

Catatan: Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali
Kaloula baleata

Belentuk-pohon jawa (Kaloula baleata). Belentuk Jawa adalah katak bermulut sempit dari keluarga Microhylidae; bentuk tubuh membulat membantu pengenalan, tetapi kondisi kulit dan umur dapat mengubah tampilan.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta
Leptobrachium hasseltii

Katak-serasah mata-bara (Leptobrachium hasseltii). Katak-serasah Hasselt pernah menjadi nama luas bagi beberapa populasi Asia Tenggara; sumber takson terkini membatasi identifikasi pasti dan perlu dibandingkan dengan kerabat.

Catatan: Jawa Barat, Bali, DI Yogyakarta
Orthetrum sabina

Capung-Sambar Hijau (Orthetrum sabina). Capung sambar hijau tersebar luas dari Asia sampai Australia; pola hijau-hitam pada tubuh dan perilaku bertengger membantu pengenalan.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali
Hypolimnas bolina

Hypolimnas bolina. Kupu-kupu eggfly besar memiliki perbedaan corak antara jantan dan betina; satu foto tidak selalu mewakili seluruh variasi populasi.

Catatan: Bali, Jawa Barat, DI Yogyakarta
Oecophylla smaragdina

Rangrang (Oecophylla smaragdina). Semut rangrang merajut daun menjadi sarang menggunakan sutra yang dihasilkan larva; satu pohon dapat menampung beberapa sarang dari satu koloni.

Catatan: Bali, Jawa Barat, DI Yogyakarta
Neurothemis terminata

Capung-Jala Lurus (Neurothemis terminata). Capung merah bersayap tepi-lurus dapat memakai lahan basah buatan dan tercatat luas dari Asia Tenggara sampai kawasan Nusa Tenggara.

Catatan: Bali, Jawa Barat, DI Yogyakarta
Neurothemis ramburii

Capung-Jala Lekuk (Neurothemis ramburii). Capung Neurothemis ramburii tergolong Libellulidae; identifikasi spesies memerlukan pola sayap dan tubuh, bukan warna merah secara umum.

Catatan: Nusa Tenggara Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur
Diplacodes trivialis

Capung-Tengger biru (Diplacodes trivialis). Capung tengger biru sering terlihat bertengger rendah; jantan dewasa dapat berwarna berbeda dari betina dan individu muda.

Catatan: Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh
Junonia orithya

Junonia orithya. Kupu-kupu Junonia orithya memiliki nama umum berbeda antarkawasan dan banyak subspesies; pola mata sayap dan lokasi perlu dicatat bersama.

Catatan: Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah
Papilio memnon

Kupu kupu pastur (Papilio memnon). Kupu-kupu pastur besar memiliki betina dengan beberapa bentuk warna, termasuk bentuk yang meniru spesies lain; jangan mengira semua bentuk adalah takson berbeda.

Catatan: Nusa Tenggara Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah
Crocothemis servilia

Capung-Sambar Garis-Hitam (Crocothemis servilia). Capung sambar merah berasal dari Asia timur dan tenggara, dengan populasi introduksi di tempat lain; jantan merah tidak mewakili warna semua umur.

Catatan: Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah
Papilio demoleus

Kupu-kupu jeruk (Papilio demoleus). Kupu-kupu jeruk memakai tumbuhan jeruk sebagai salah satu inang ulat; catatan di kebun sebaiknya membedakan telur, ulat, dan kupu-kupu dewasa.

Jawa, Karimunjawa, dan Kangean
Calloselasma rhodostoma

Ular tanah (Calloselasma rhodostoma) adalah viper berbisa hemotoksik dari Jawa yang bersembunyi di serasah dan cenderung diam saat didekati.

Sumatera dan pulau-pulau di sekitarnya, Kalimantan, dan Jawa (di Jawa kini sangat langka di alam)
Copsychus malabaricus

Murai batu (Copsychus malabaricus) adalah burung kicau hutan bersuara merdu yang populasinya di Indonesia merosot akibat penangkapan untuk perdagangan.

Kalimantan (sisa populasi di daerah terpencil) dan mungkin Sumatera; sudah punah di Jawa
Pycnonotus zeylanicus

Cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) adalah cucak besar berkepala kuning jerami yang kini berstatus Kritis akibat penangkapan untuk perdagangan burung.

Jawa dan Bali (asli); hasil introduksi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi
Pycnonotus aurigaster

Kutilang (Pycnonotus aurigaster) adalah burung cucak berkepala hitam asli Jawa dan Bali yang umum di kebun dan kota, tetapi banyak ditangkap untuk dijual.

Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan (di Jawa dan Bali kini jarang di alam)
Copsychus saularis

Kacer atau kucica kampung (Copsychus saularis) adalah burung kicau hitam-putih yang dulu umum di Jawa, tetapi kini jarang di alam akibat penangkapan.

Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali, termasuk Pulau Enggano (di Jawa dan Bali kini sulit ditemui di alam)
Gracula religiosa

Beo atau tiong emas (Gracula religiosa) adalah burung jalak hitam mengilap bergelambir kuning yang terkenal pandai menirukan suara manusia.

Jawa, Bali, Madura, dan Nusa Penida (endemik Indonesia)
Acridotheres melanopterus

Jalak putih (Acridotheres melanopterus) adalah jalak putih bersayap hitam endemik Jawa dan Bali yang nyaris punah di alam akibat perdagangan burung.

Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
Buceros rhinoceros

Rangkong badak (Buceros rhinoceros) adalah rangkong besar bercula merah-jingga dari hutan Sumatera, Jawa, dan Kalimantan; berstatus Rentan.

Kepulauan Aru (Maluku) dan dataran rendah selatan Papua
Paradisaea apoda

Cenderawasih besar (Paradisaea apoda) adalah cenderawasih berbulu hias kuning dari Kepulauan Aru dan dataran rendah selatan Papua.

Papua bagian utara, Pulau Yapen, dan Biak-Supiori
Goura victoria

Mambruk Victoria (Goura victoria) adalah merpati raksasa berjambul renda biru dari hutan dataran rendah Papua utara, Yapen, dan Biak.

Papua (termasuk Misool) dan Kepulauan Aru
Probosciger aterrimus

Kakatua raja (Probosciger aterrimus) adalah kakatua hitam besar berpipi merah dari Papua dan Kepulauan Aru yang dikenal menabuh ‘drum’.

Lombok, Sumbawa, Komodo, Rinca, Flores, dan Alor (Nusa Tenggara)
Nisaetus floris

Elang Flores (Nisaetus floris) adalah elang hutan berkepala putih yang endemik Nusa Tenggara, dari Lombok hingga Alor, dan berstatus Genting.

Tersebar luas di Indonesia, termasuk Sumatera dan Jawa
Tyto alba

Serak Jawa (Tyto alba) adalah burung hantu berwajah putih berbentuk hati yang memangsa tikus di sawah, kebun sawit, dan permukiman.

Jawa dan beberapa pulau kecil di sekitarnya
Tragulus javanicus

Kancil jawa (Tragulus javanicus) adalah pelanduk mungil tanpa tanduk yang hanya hidup di hutan Pulau Jawa dan dilindungi di Indonesia.

Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Lombok, dan banyak pulau kecil
Muntiacus muntjak

Kijang muncak (Muntiacus muntjak) adalah rusa kecil bertanduk pendek dan bertaring yang hidup di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok.

Sumatera, Kalimantan, Bangka, Nias, dan Kepulauan Mentawai
Rusa unicolor

Rusa sambar (Rusa unicolor) adalah rusa terbesar di Indonesia, hidup di hutan Sumatera dan Kalimantan, berstatus Rentan, dan dilindungi.

Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bangka, dan Nias
Arctictis binturong

Binturong (Arctictis binturong) adalah musang terbesar, berekor pemegang dan hidup di pohon di hutan Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
Aonyx cinereus

Berang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus) adalah berang-berang terkecil di dunia yang hidup berkelompok di sungai, sawah, dan mangrove di Indonesia.

Sumatera, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Natuna
Nycticebus coucang

Kukang sunda (Nycticebus coucang) adalah primata malam yang lambat dan berbisa di Sumatera, terancam perdagangan hewan peliharaan, dan dilindungi.

Sulawesi dan Pulau Buton
Bubalus quarlesi

Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) adalah kerbau liar kerdil endemik Sulawesi dan Buton, lebih kecil dan berbulu lebih lebat daripada anoa dataran rendah.

Sumatera dan Kalimantan
Pardofelis marmorata

Kucing batu (Pardofelis marmorata) adalah kucing liar kecil bercorak marmer dengan ekor lebat yang sangat panjang, penghuni hutan Sumatera dan Kalimantan.

Sumatera, di selatan Danau Toba
Hylobates agilis

Owa ungko (Hylobates agilis) adalah kera kecil tanpa ekor penghuni tajuk hutan Sumatera, dikenal dari pita alis putih dan nyanyian pagi harinya.

Kalimantan dan Sumatera
Sus barbatus

Babi berjenggot (Sus barbatus) adalah babi liar berjanggut lebat dari hutan Kalimantan dan Sumatera, terkenal dengan migrasi massal mengikuti musim buah.

Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
Lutrogale perspicillata

Berang-berang wregul (Lutrogale perspicillata) adalah berang-berang terbesar di Indonesia, berbulu pendek licin, hidup berkelompok di sungai, rawa, dan bakau.

Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau sekitarnya; introduksi di Sulawesi dan Maluku
Viverra tangalunga

Musang tenggalung (Viverra tangalunga) adalah musang darat bertotol hitam dengan ekor belang hitam-putih, umum di hutan Sumatera dan Kalimantan.

Papua Barat Daya (Tambrauw) dan Maluku (Kepulauan Kei dan Pulau Buru)
Dermochelys coriacea

Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) adalah penyu terbesar di dunia, bercangkang kulit, dan bertelur terutama di Tambrauw, Papua Barat Daya.

Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Raja Ampat, dan Biak (Papua)
Latimeria menadoensis

Ikan raja laut (Latimeria menadoensis) adalah coelacanth Indonesia, ikan purba bersirip lobus dari laut dalam Sulawesi hingga Papua.

Samudra Hindia, Selat Sunda, Laut Jawa, perairan Kalimantan, Laut Cina Selatan, Sulawesi, Maluku, dan Papua
Sphyrna lewini

Hiu martil (Sphyrna lewini) adalah hiu berkepala seperti palu dengan lekukan di tengah, tersebar di laut Indonesia dan berstatus Kritis menurut IUCN.

Kepulauan Riau (Natuna, Anambas), Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Bangka Belitung, Derawan, Nunukan, Sulawesi, dan Wakatobi
Cheilinus undulatus

Ikan napoleon (Cheilinus undulatus) adalah wrasse terbesar di dunia, ikan karang berdahi menonjol yang terancam perdagangan ikan karang hidup.

Raja Ampat, Teluk Cenderawasih, Sulawesi Utara (Manado), dan Kepulauan Kei; kini sangat langka
Tridacna gigas

Kima raksasa (Tridacna gigas) adalah kerang terbesar di dunia, hidup di terumbu karang dangkal, dan kini sangat langka di sebagian besar Indonesia.

Perairan pesisir Indonesia, antara lain Bintan (Kepulauan Riau) dan Teluk Lampung
Hippocampus kuda

Kuda laut (Hippocampus kuda) adalah ikan kecil berkepala mirip kuda yang jantannya mengandung anak; hidup di lamun dan muara, dan banyak diperdagangkan.

Sumatera dan Kalimantan, dengan catatan lama dari Jawa
Tomistoma schlegelii

Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) adalah buaya bermoncong ramping penghuni rawa gambut Sumatera dan Kalimantan, berstatus Genting menurut IUCN.

Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur
Chelodina mccordi

Kura-kura leher ular Rote (Chelodina mccordi) adalah kura-kura air tawar dari Pulau Rote, NTT, yang Kritis setelah diburu untuk perdagangan satwa peliharaan.

Sumatera (Aceh dan Sumatera Utara) dan Kalimantan
Batagur borneoensis

Tuntong laut (Batagur borneoensis) adalah kura-kura muara dan mangrove yang Kritis; saat musim kawin kepala jantannya putih dengan garis merah.

Papua bagian selatan
Carettochelys insculpta

Labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) adalah kura-kura air tawar bermoncong mirip babi dari selatan Papua, terancam perdagangan tukik ilegal.

Papua
Varanus salvadorii

Biawak Papua (Varanus salvadorii) adalah biawak pohon besar yang hanya hidup di Pulau Papua (Nugini), dengan ekor sangat panjang dan gigi bergerigi.

Maluku Utara (Bacan, Halmahera, dan Morotai)
Ornithoptera croesus

Kupu-kupu sayap burung Wallace (Ornithoptera croesus) adalah kupu-kupu besar yang jantannya jingga keemasan dan hanya hidup di Maluku Utara.

Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan pulau-pulau sekitarnya
Ophiophagus bungarus

King kobra Sunda (Ophiophagus bungarus) adalah ular berbisa pemakan ular di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dipisahkan dari O. hannah pada 2024.

Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Lombok hingga Alor)
Naja sputatrix

Ular kobra Jawa (Naja sputatrix) adalah kobra penyembur berbisa dari Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang sering masuk ke permukiman.

Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali
Bungarus fasciatus

Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah krait berbisa neurotoksik dengan belang hitam-kuning melingkar penuh, di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Sumatera, Jawa, dan Bali
Bungarus candidus

Ular weling (Bungarus candidus) adalah krait sangat berbisa bergaris hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Bali yang aktif pada malam hari.

Pulau Komodo, Kepulauan Seribu, Laut Jawa, dan perairan Indonesia timur
Caretta caretta

Penyu tempayan (Caretta caretta) adalah penyu laut berkepala besar yang sangat jarang dijumpai di Indonesia dan dilindungi penuh.

Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Bali, dan Papua Barat
Tursiops aduncus

Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) adalah lumba-lumba pesisir berperut bertotol yang dilindungi penuh di Indonesia.

Terumbu karang di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua; ledakan populasi tercatat di Sulawesi (antara lain Togean dan Sombori) dan Kalimantan
Acanthaster planci

Bintang laut mahkota duri (Acanthaster) adalah bintang laut pemakan karang berduri berbisa yang ledakan populasinya bisa merusak terumbu karang.

Perairan dangkal Indonesia
Hapalochlaena lunulata

Gurita cincin biru (Hapalochlaena lunulata) adalah gurita kecil bercincin biru yang gigitannya mengandung tetrodotoksin dan bisa mematikan manusia.

Perairan pesisir dan lepas pantai Indonesia secara umum; rutin didaratkan di Lampulo (Aceh) dan Tanjung Luar (Nusa Tenggara Barat)
Galeocerdo cuvier

Hiu macan (Galeocerdo cuvier) adalah hiu besar bercorak loreng yang memangsa hampir apa saja dan termasuk hiu yang paling sering menggigit manusia.

Seluruh Nusantara, dari Aceh hingga Papua
Aedes aegypti

Nyamuk Aedes aegypti adalah nyamuk hitam belang putih yang aktif siang hari dan menjadi penular utama virus dengue penyebab DBD di Indonesia.

Permukiman, antara lain di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi
Rattus rattus

Tikus rumah (Rattus rattus) adalah tikus pemanjat berekor panjang yang bersarang di plafon dan dinding rumah serta dapat menularkan leptospirosis.

Kota dan pelabuhan, antara lain di Jawa dan Sulawesi
Rattus norvegicus

Tikus got (Rattus norvegicus) adalah tikus besar penggali liang yang hidup di selokan, permukiman, dan pelabuhan serta dapat menularkan leptospirosis.

Permukiman di Indonesia, antara lain di Jawa
Suncus murinus

Cecurut rumah (Suncus murinus) adalah mamalia kecil pemakan serangga bermoncong runcing dan berbau musk; mirip tikus, tetapi bukan hewan pengerat.

Permukiman, antara lain di Sulawesi Tengah dan Kalimantan Tengah
Periplaneta americana

Kecoa Amerika (Periplaneta americana) adalah kecoa besar cokelat kemerahan penghuni selokan dan bangunan yang dapat membawa bakteri penyebab penyakit.

Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi; diintroduksi ke Papua
Apis cerana

Lebah madu Asia (Apis cerana) adalah lebah madu asli Indonesia yang bersarang di rongga, menyerbuki tanaman, dan dibudidayakan untuk madu.

Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali
Otus lempiji

Celepuk reban (Otus lempiji) adalah burung hantu kecil berjumbai telinga pendek penghuni hutan, kebun, dan taman kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.

Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan
Spilornis cheela

Elang ular bido (Spilornis cheela) adalah elang berjambul pemangsa ular di tepi hutan Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Jenis ini dilindungi di Indonesia.

Jawa dan Bali (kini kemungkinan punah di alam)
Gracupica jalla

Jalak suren (Gracupica jalla) adalah jalak belang hitam-putih endemik Jawa dan Bali yang kemungkinan sudah punah di alam akibat perdagangan burung sangkar.

Pulau Seram dan Ambon, Maluku
Cacatua moluccensis

Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) adalah kakatua besar berjambul salem, endemik Seram dan Ambon, yang berstatus Genting akibat perburuan untuk perdagangan.

Tanah Papua, termasuk Raja Ampat, Biak, dan Yapen
Lorius lory

Nuri kepala hitam (Lorius lory) adalah nuri merah bertopi hitam dari hutan Papua. Burung dilindungi ini termasuk yang paling banyak diburu untuk perdagangan.

Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi
Cynopterus brachyotis

Codot krawar (Cynopterus brachyotis) adalah kelelawar buah kecil yang umum di kota, kebun, dan hutan Indonesia, penyebar biji sekaligus penyerbuk bunga.

Kalimantan, terutama pesisir utara dan timur (Kalimantan Timur)
Nycticebus menagensis

Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis) adalah primata malam kecil berbisa dari pesisir timur Kalimantan yang terancam perdagangan satwa peliharaan.

Pulau Selayar, Sulawesi Selatan
Tarsius tarsier

Tarsius Selayar (Tarsius tarsier) adalah primata malam mungil yang hanya hidup di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, dan sering tidur di rumpun bambu berduri.

Sumatera dan Kalimantan
Hystrix brachyura

Landak raya (Hystrix brachyura) adalah hewan pengerat besar berduri dari Sumatera dan Kalimantan yang aktif malam hari dan banyak diburu untuk diperdagangkan.

Jawa dan Sumatera bagian utara
Rhacophorus reinwardtii

Katak terbang Jawa (Rhacophorus reinwardtii) adalah katak pohon hijau berselaput lebar dari hutan Jawa dan Sumatera yang bertelur di sarang busa.

Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Kepulauan Riau
Calliophis intestinalis

Ular cabai kecil (Calliophis intestinalis) adalah ular karang kecil berbisa berekor merah dengan perut belang hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Jawa, Sumatera, dan Kalimantan
Chitala lopis

Ikan belida (Chitala lopis) adalah ikan air tawar predator berpunggung pisau dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, fauna identitas Sumatera Selatan.

Perairan sekitar Jakarta, pesisir utara Jawa (hanya diketahui dari satu spesimen tahun 1862)
Urolophus javanicus

Pari jawa (Urolophus javanicus) adalah pari kecil yang hanya dikenal dari satu spesimen dari Jakarta tahun 1862 dan dinyatakan punah oleh IUCN pada 2023.

Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Axis kuhlii

Rusa bawean (Axis kuhlii) adalah rusa kecil yang hanya hidup di Pulau Bawean, Jawa Timur. Statusnya Kritis, dengan populasi diperkirakan beberapa ratus ekor.

Pegunungan Sudirman, Papua
Dendrolagus mbaiso

Dingiso (Dendrolagus mbaiso) adalah kanguru pohon hitam-putih yang lebih banyak hidup di tanah, endemik hutan lumut Pegunungan Sudirman, Papua.

Kepala Burung (Vogelkop) dan Semenanjung Bomberai di Papua Barat dan Papua Barat Daya
Zaglossus bruijnii

Landak semut moncong panjang barat (Zaglossus bruijnii) adalah mamalia bertelur berduri dari Kepala Burung, Papua, yang berstatus Kritis akibat perburuan.

Kalimantan (endemik Pulau Kalimantan)
Catopuma badia

Kucing merah (Catopuma badia) adalah kucing liar kecil endemik Kalimantan berbulu merah karat atau abu-abu, salah satu kucing paling misterius di dunia.

Sumatera dan Kalimantan, terutama Kalimantan Barat
Scleropages formosus

Arwana asia (Scleropages formosus) adalah ikan air tawar bersisik besar dari Sumatera dan Kalimantan, ikan hias mahal yang populasi liarnya terancam.

Pulau-pulau kecil di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua
Birgus latro

Ketam kenari (Birgus latro) adalah artropoda darat terbesar di dunia, kelomang raksasa pemakan buah dan bangkai yang terancam perburuan untuk restoran.

Papua, terutama sungai, danau, dan rawa air tawar seperti DAS Mamberamo
Crocodylus novaeguineae

Buaya irian (Crocodylus novaeguineae) adalah buaya air tawar berukuran sedang yang hanya hidup di Pulau Papua, lebih kecil daripada buaya muara.

Bangka, Belitung, Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Karimata, dan Natuna
Cephalopachus bancanus

Mentilin (Cephalopachus bancanus) adalah tarsius bermata besar pemangsa serangga, fauna identitas Kepulauan Bangka Belitung yang terancam hilangnya hutan.

Sumatera dan Kalimantan
Argusianus argus

Kuau raja (Argusianus argus) adalah kuau besar berbulu sayap bermotif mata dari hutan Sumatera dan Kalimantan, fauna identitas Sumatera Barat.

Pulau Nias dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, termasuk Kepulauan Banyak (Sumatera Utara dan Aceh)
Gracula robusta

Beo nias atau tiong nias (Gracula robusta) adalah beo terbesar, endemik Nias, fauna identitas Sumatera Utara, dan kini Kritis akibat perburuan.

Sumatera dan Kalimantan
Loriculus galgulus

Serindit melayu (Loriculus galgulus) adalah burung paruh bengkok mungil berwarna hijau yang tidur bergantung terbalik, fauna identitas Provinsi Riau.

Sumatera (termasuk Aceh) dan Kalimantan
Copsychus pyrropygus

Kucica ekor-kuning atau ceumpala kuneng (Copsychus pyrropygus) adalah burung kicau hutan Sumatera dan Kalimantan, fauna identitas Aceh.

Sulawesi serta Pulau Lembeh, Kepulauan Togean, Muna, dan Buton
Rhyticeros cassidix

Julang sulawesi (Rhyticeros cassidix) adalah rangkong besar endemik Sulawesi bertanduk merah, pemakan buah ara, dan fauna identitas Sulawesi Selatan.

Sulawesi, termasuk Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara
Aramidopsis plateni

Mandar dengkur (Aramidopsis plateni) adalah mandar endemik Sulawesi yang tak bisa terbang dan bersuara seperti dengkuran, fauna identitas Sulawesi Barat.

Halmahera, Bacan, dan Kasiruta, Maluku Utara
Semioptera wallacii

Bidadari halmahera (Semioptera wallacii) adalah cenderawasih endemik Maluku Utara yang jantannya menari dengan bulu putih panjang; fauna identitas Maluku Utara.

Papua dan Pulau Salawati
Seleucidis melanoleucus

Cenderawasih mati-kawat atau cenderawasih dua belas kawat (Seleucidis melanoleucus) adalah cenderawasih hutan rawa Papua, fauna identitas Provinsi Papua.

Maluku, Maluku Utara, Pulau Peleng (Sulawesi Tengah), Kepulauan Sula, pulau-pulau Papua Barat, dan barat laut Papua
Alisterus amboinensis

Nuri-raja ambon (Alisterus amboinensis) adalah burung paruh bengkok merah-biru-hijau dari hutan Maluku dan Papua, fauna identitas Provinsi Maluku.