Kenali kebutuhan kucing di rumah dan lingkungan sekitar: ruang yang aman, makanan yang sesuai, perilaku alami, dan tanggung jawab perawatan sepanjang hidup.
PANDUANHEWAN · INDONESIA
Daftar hewan Indonesia: 280 panduan satwa
Fauna Indonesia dari hutan hingga laut: mamalia, burung, reptil, satwa laut, amfibi, dan serangga, lengkap dengan nama latin, habitat, makanan, klasifikasi, status IUCN, dan status dilindungi.
Filter habitat hanya menampilkan hubungan yang sudah didukung sumber spesies. Tidak semua panduan telah dipetakan. Filter pulau memakai label lokasi yang sering muncul pada cuplikan catatan GBIF; bukan peta sebaran asli, dan belum mencakup semua panduan. Jelajahi panduan habitat · Cara mengamati dan mengenali satwa
282 panduan hewan
Anjing membutuhkan hubungan sosial, ruang untuk beristirahat, latihan yang sesuai, dan perawatan terencana. Kenali kebutuhan individu sebelum memilih untuk mengadopsi.
Kera besar penghuni tajuk hutan Sumatera bagian utara. Kelangsungan hidupnya bergantung pada hutan yang terhubung, regenerasi pohon, dan hubungan aman dengan manusia.
Kadal terbesar yang masih hidup, berasal dari sejumlah pulau di Nusa Tenggara Timur. Kenali hubungan komodo dengan mangsa, habitat kering, dan konservasi tiap pulau.
Populasi harimau terakhir di Kepulauan Sunda bertahan di Sumatera. Perlindungan hutan, satwa mangsa, dan jalur jelajahnya mendukung kelangsungan seluruh bentang alam.
Herbivora besar yang memindahkan biji dan membentuk hutan. Konservasinya memerlukan ruang jelajah yang terhubung serta solusi bersama masyarakat di sekitar habitat.
Badak bercula satu dengan satu populasi liar yang tersisa di Ujung Kulon. Perlindungan ketat dan pemeliharaan habitat menjadi penopang masa depannya.
Primata endemik Borneo dengan hubungan erat pada hutan tepi sungai, mangrove, dan rawa. Hidung besar jantan hanyalah satu bagian dari adaptasinya yang khas.
Primata nokturnal Jawa yang hidup di pepohonan dan menghadapi ancaman perdagangan. Memahami perilakunya membantu membedakan rasa ingin tahu dari gangguan pada satwa.
Burung penghuni hutan Raja Ampat dengan bulu merah dan dua pita ekor panjang pada jantan. Keindahannya menghubungkan pengamatan burung dengan perlindungan hutan.
Reptil laut yang menghubungkan padang lamun, perairan pesisir, dan pantai peneluran. Pemulihan global tidak menghapus ancaman yang dihadapi penyu di setiap lokasi.
Burung putih khas Bali dengan kulit biru di sekitar mata. Kisahnya memperlihatkan hubungan antara perdagangan burung, habitat, penangkaran konservasi, dan peran masyarakat.
Kera besar penghuni hutan Borneo, termasuk rawa gambut Kalimantan. Keragaman populasi dan hubungan antarhabitat penting untuk memahami konservasinya.
Spesies orangutan yang dideskripsikan pada 2017 dari Batang Toru. Sebarannya yang sangat terbatas membuat perlindungan hutan yang tersisa menjadi penting.
Badak Asia bercula dua yang ukurannya paling kecil di antara badak hidup. Populasi yang terpisah membuat pertemuan pasangan dan perlindungan habitat menjadi tantangan.
Kerabat kerbau bertubuh kecil dari Sulawesi dan Buton. Kehidupan hutan, sumber air, dan perburuan menjadi bagian penting kisah konservasi anoa.
Babi liar Sulawesi dengan taring atas jantan yang melengkung melalui kulit moncong. Profil ini memisahkan spesies Sulawesi dari babirusa pulau lain.
Kera kecil berwarna keperakan yang bergantung pada tajuk hutan Jawa. Suara, hubungan keluarga, dan jalur antarpepohonan membentuk kehidupannya.
Owa terbesar dengan kantong tenggorokan yang menguatkan suara. Kehidupan kelompoknya menghubungkan komunikasi, perawatan anak, dan hutan yang terhubung.
Tapir hitam-putih yang merupakan satu-satunya tapir Asia. Hutan, air, dan ruang bergerak yang aman menopang hidupnya di Sumatera.
Sapi liar Asia yang berkerabat dengan sapi Bali. Status globalnya berubah menjadi Kritis pada 2024, menegaskan pentingnya perlindungan populasi liar.
Rusa pemakan tumbuhan yang menggunakan padang rumput dan kawasan berpohon. Memahami asal populasi penting karena spesies ini dipindahkan ke banyak lokasi.
Kucing besar endemik Jawa dengan bentuk berbintik maupun hitam. Hutan yang terhubung dan pengelolaan perjumpaan manusia penting bagi kelangsungannya.
Kucing hutan bercorak awan dari Sumatera dan Borneo. Penelitian jangka panjang membantu mengungkap satwa yang jarang terlihat ini.
Beruang terkecil di dunia yang mampu memanjat dan memakan beragam sumber makanan hutan. Namanya tidak berarti madu adalah seluruh makanannya.
Mamalia bersisik pemakan semut dan rayap yang terancam perdagangan ilegal. Kebiasaan memanjat dan bersembunyi membuat pengamatan langsungnya sulit.
Mamalia laut pemakan lamun yang membutuhkan perairan pesisir sehat. Kehidupan dugong menghubungkan padang lamun, teluk terlindung, dan kegiatan manusia di laut dangkal.
Profil populasi pesut di Sungai Mahakam, bukan seluruh pesut dunia. Kelangsungannya berkaitan dengan ikan, lahan basah, lalu lintas sungai, dan mata pencaharian warga.
Ikan terbesar yang masih hidup, dengan pola totol khas dan cara makan menyaring. Perlindungannya memerlukan perhatian pada perjalanan laut, kapal, perikanan, dan wisata.
Pari besar yang menyaring zooplankton dan menggunakan kawasan pesisir serta terumbu. Kenali spesiesnya, perilaku makan, dan pentingnya memberi ruang saat mengamati.
Penyu berparuh runcing yang erat terkait terumbu karang. Perdagangan karapas, tangkapan sampingan, dan hilangnya habitat menghubungkan pilihan manusia dengan masa depannya.
Penyu berukuran relatif kecil yang menjelajah laut lepas dan kembali ke pantai untuk bertelur. Tidak semua populasi melakukan peneluran massal yang terkenal itu.
Reptil besar yang dapat memakai perairan asin maupun tawar. Pemahaman habitat dan penghormatan terhadap ruang satwa penting untuk keselamatan warga serta konservasi.
Elang berjambul endemik Indonesia yang hidup di hutan Jawa dan, menurut catatan terbaru, juga Bali. Pohon sarang, masa pengasuhan, dan ruang jelajah membuat perlindungannya memerlukan perhatian jangka panjang.
Burung Sulawesi yang memakai panas lingkungan untuk menetaskan telur. Kelangsungannya menghubungkan hutan tempat hidup dengan lokasi peneluran yang sangat khusus.
Kakatua putih berjambul kuning dengan populasi pulau yang perlu dibedakan secara cermat. Pohon pakan, sarang, tempat tidur, dan pencegahan perdagangan saling melengkapi perlindungannya.
Burung besar yang tidak terbang dan menyebarkan biji melalui makanannya. Profil ini membahas Casuarius casuarius, salah satu spesies kasuari di kawasan Nugini.
Burung besar dengan leher hijau berkilau yang memerlukan kawasan berhutan dan ruang terbuka. Merak hijau memiliki identitas berbeda dari merak biru yang sering dipelihara.
Rangkong hutan dengan bulu ekor tengah panjang dan balung padat. Perburuan untuk perdagangan balung membuat perlindungan habitat serta pengurangan permintaan sangat penting.
Mamalia berkantung penghuni pepohonan Sulawesi. Daun, tajuk yang tersambung, dan rendahnya gangguan manusia penting bagi satwa yang sering bergerak tenang ini.
Yaki adalah monyet berjambul khas Sulawesi Utara. Penelitian lapangan di Tangkoko menunjukkan kaitan antara buah, ruang jelajah, dan keberlangsungan habitat hutannya.
Primata kecil dari hutan pegunungan Sulawesi Tengah. Penemuan kembali individu hidup pada 2008 membuka penelitian baru, tetapi banyak rincian ekologi dan populasinya masih terbatas.
Populasi gajah Asia di Kalimantan bagian utara dan Sabah. Perlindungannya bergantung pada bentang hutan lintas batas, jalur pergerakan, dan pengurangan konflik dengan manusia.
Primata sosial yang menggunakan hutan, tepian sungai, mangrove, dan batas permukiman. Makanan serta interaksi dengan manusia berubah menurut tempat; banyaknya penampakan tidak menunjukkan keadaan seluruh populasi.
Kadal besar semiakuatik yang hidup dekat sungai, rawa, mangrove, dan sejumlah kawasan manusia. Sebagai pemangsa sekaligus pemakan bangkai, biawak air berperan dalam jaring makanan perairan dan daratan.
Burung kecil bermahkota cokelat dan bercak hitam pada pipi putih. Kehadirannya dekat manusia membuatnya mudah terlihat, tetapi catatan pengamatan bukan ukuran jumlah populasi.
Burung penyanyi dengan tungging kuning mencolok yang sering memakai taman, kebun, dan tepi hutan. Penelitian setempat menunjukkan perannya sebagai pemakan buah dan serangga.
Merpati kecil berekor panjang dengan bercak putih pada bidang hitam di tengkuk. Burung ini memanfaatkan lahan terbuka, taman, dan tepi hutan untuk mencari biji.
Layang-layang kecil yang menangkap serangga di udara dan membangun sarang dari lumpur. Nama ilmiahnya penting karena klasifikasi kelompok layang-layang Pasifik pernah berubah.
Cekakak biru kehijauan dengan kerah putih yang sering terlihat di mangrove dan pesisir. Keragaman subspesies menuntut kehati-hatian saat memakai nama dari sumber lama.
Walet linci (Collocalia linchi). Walet gua ini tercatat di Jawa, Bali, dan Lombok (termasuk pulau sekitar seperti Madura, Bawean, Kangean, dan Nusa Penida) serta sebagian Sumatra; sumber spesies menyebut hutan sebagai tempat mencari makan dan gua sebagai lokasi bersarang.
Bondol peking (Lonchura punctulata). Bondol peking dewasa bercorak seperti sisik di dada dan perut, dengan punggung cokelat serta paruh gelap yang tebal; burung muda lebih polos.
Perkutut (Geopelia striata). Perkutut berukuran kecil, berekor relatif panjang, dan bercorak garis hitam-putih pada tubuh cokelat keabu-abuan; suaranya berupa deretan dengkur lembut.
Blekok (Ardeola speciosa). Blekok Jawa mencari makan di lahan basah dangkal, baik air tawar maupun payau; ikan kecil, serangga, dan kepiting termasuk mangsanya.
Walet sapi (Collocalia esculenta). Walet sapi adalah anggota Apodidae yang mencari pakan di udara; dalam batasan taksonomi terkini, sebarannya mulai dari Sulawesi dan Maluku ke timur hingga Papua dan pulau-pulau di seberangnya.
Kekep babi (Artamus leucorhynchos). Nama ilmiah yang berlaku adalah Artamus leucorynchus (dipakai BirdLife Australia dan eBird), sedangkan GBIF memakai varian ejaan leucorhynchos. Kekep babi bercirikan dada putih yang kontras dengan kepala abu-abu gelap.
Bondol jawa (Lonchura leucogastroides). Bondol Jawa ditemukan di Sumatra selatan, Jawa, Bali, dan Lombok; beberapa populasi di luar kawasan itu berasal dari introduksi manusia.
Kuntul kecil (Egretta garzetta). Kuntul kecil adalah kuntul putih berukuran lebih kecil daripada kuntul besar; pengamatan di lahan basah perlu mencatat ukuran, paruh, dan warna kaki bersama-sama.
Elang bondol (Haliastur indus). Elang bondol termasuk burung pemangsa Accipitridae dan sering terlihat di bentang pesisir; kepala dan dadanya pucat berkontras dengan tubuh cokelat kemerahan.
Trinil pantai (Actitis hypoleucos). Trinil pantai kecil ini menggunakan tepi perairan dan termasuk burung perancah yang berpindah antarkawasan; catatan Indonesia tidak selalu berarti burung bersarang di lokasi itu.
Cinenen jawa (Orthotomus sepium). Cinenen Jawa kini ditempatkan dalam famili Cisticolidae, bukan kelompok warbler Dunia Lama yang dahulu dipakai; penamaan dan identifikasi perlu mengikuti taksonomi mutakhir.
Burung-madu kelapa (Anthreptes malacensis). Burung-madu kelapa memakai habitat semi-terbuka di Asia Tenggara; bunga dan struktur paruhnya relevan untuk diamati tanpa menyimpulkan bahwa setiap kunjungan bunga menghasilkan penyerbukan.
Wiwik rimba (Cacomantis variolosus). Wiwik rimba termasuk Cuculidae; suara, corak tubuh, dan lokasi lebih membantu identifikasi daripada nama umum yang dapat berubah ketika taksonomi kelompok ini direvisi.
Cipoh kacat (Aegithina tiphia). Cipoh kacat menghuni semak dan tepi hutan; corak bulunya berubah antarpopulasi sehingga foto dari satu wilayah tidak selalu cocok dengan burung dari wilayah lain.
Nuri pipi-merah (Geoffroyus geoffroyi). Nuri pipi-merah merupakan paruh-bengkok berbadan kekar yang tersebar di Indonesia timur dan Nugini; nama subspesies tidak boleh dipakai sebagai bukti sebaran semua populasi.
Kareo padi (Amaurornis phoenicurus). Kareo padi adalah anggota Rallidae dengan tubuh gelap dan wajah serta dada putih mencolok; habitat dekat air dan vegetasi rapat perlu diperiksa saat mencatatnya.
Burung-madu hitam (Leptocoma sericea). Burung-madu hitam adalah anggota Nectariniidae; daftar burung terkini (BirdLife/IUCN, eBird, dan IOC) memakai nama ilmiah Leptocoma aspasia, sedangkan GBIF masih memakai sinonim Leptocoma sericea.
Julang Irian (Rhyticeros plicatus). Julang Irian adalah rangkong besar yang bergerak di tajuk hutan kawasan Wallacea dan Melanesia; pengamatan dari tanah mungkin hanya menunjukkan siluet atau suara.
Walet sarang-putih (Aerodramus fuciphagus). Walet sarang-putih membangun sarang terutama dari air liur yang mengeras; praktik pemanenan sarang harus dibedakan dari kebutuhan hidup burungnya.
Cikukua tanduk (Philemon buceroides). Cikukua tanduk adalah anggota Meliphagidae, keluarga burung pengisap nektar; tonjolan pada paruhnya tidak menunjukkan hubungan kekerabatan dengan rangkong.
Punai gading (Treron vernans). Punai gading termasuk merpati hijau yang sering terlihat di pepohonan berbuah; nama Inggris yang tepat mengacu pada leher merah muda, bukan burung-buah nuri.
Kipasan kebun (Rhipidura leucophrys). Kipasan kebun menggerakkan ekornya ketika aktif mencari makan; rekaman lokasi penting karena spesies ini mencakup Australia, Nugini, dan Indonesia timur.
Kipasan belang (Rhipidura javanica). Kipasan belang adalah anggota Rhipiduridae; ekor yang membuka seperti kipas dan corak hitam-putih membantu pengenalan di tepi hutan atau kebun.
Kirik-kirik laut (Merops philippinus). Kirik-kirik laut memiliki ekor kebiruan dan merupakan pemakan serangga terbang; sejumlah populasi berpindah musim sehingga tanggal pengamatan membantu interpretasi.
Kepodang (Oriolus chinensis). Kepudang kuduk-hitam memakai berbagai kawasan berhutan di Asia; pola tengkuk gelap dan suara dapat membantu membedakannya dari burung kuning lain.
Cangak merah (Ardea purpurea). Cangak merah merupakan kuntul-kerabat berleher panjang yang berasosiasi dengan rawa dan vegetasi tinggi; warna kecokelatan tidak cukup untuk identifikasi tanpa bentuk tubuh.
Walet polos (Aerodramus vanikorensis). Walet polos berbadan abu-abu kecokelatan dengan bagian atas lebih gelap dan ekor bercelah dangkal; penampilan walet serupa menuntut foto dan lokasi yang jelas.
Remetuk laut (Gerygone sulphurea). Remetuk laut adalah burung kecil Acanthizidae yang tercatat di Indonesia dan negara Asia Tenggara lain; nama 'perut kuning' lebih tepat daripada terjemahan yang menyebut pemakan lalat.
Kokokan laut (Butorides striata). Kokokan laut adalah kuntul kecil yang sering memakai tepi mangrove dan perairan dangkal; nama 'striated heron' membedakannya dari green heron Amerika.
Nuri bayan-maluku (Eclectus roratus). Nuri bayan memiliki perbedaan warna mencolok antara jantan dan betina; identifikasi juga memerlukan pulau asal karena batas takson di kompleks eklektus berubah.
Cangak besar (Ardea alba). Kuntul besar adalah kuntul putih yang luas sebarannya; bandingkan ukuran tubuh, bentuk paruh, serta warna kaki dengan kuntul kecil dan kuntul lainnya.
Dara-laut jambul (Thalasseus bergii). Dara-laut jambul besar mencari makan di laut pesisir dan bersarang dalam koloni di pantai atau pulau; gangguan di lokasi koloni dapat memengaruhi banyak sarang sekaligus.
Kapasan sayap-putih (Lalage sueurii). Kapasan sayap-putih adalah burung Campephagidae dari Indonesia dan Timor-Leste; bercak putih di sayap perlu dilihat bersama bentuk tubuh untuk membedakannya dari kerabat.
Takur ungkut-ungkut (Psilopogon haemacephalus). Takur ungkut-ungkut memiliki dahi dan tenggorokan merah; suaranya yang berulang seperti ketukan dapat lebih mudah terdengar daripada burung yang bertengger.
Cabai jawa (Dicaeum trochileum). Cabai Jawa adalah burung kecil famili Dicaeidae yang endemik Indonesia; warna kepala merah adalah petunjuk jantan, sehingga jenis kelamin dan umur perlu dicatat.
Uncal Sultan (Macropygia doreya). Uncal sultan tersebar dari Maluku utara dan Sulawesi sampai Nugini; batas taksonnya terkait pemisahan dari kompleks merpati-ekor panjang yang dahulu digabung.
Cici padi (Cisticola juncidis). Cici padi memakai vegetasi rumput terbuka; suara pendek yang berulang saat terbang sering membantu menemukannya sebelum detail bulu terlihat.
Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus). Wiwik kelabu adalah anggota Cuculidae yang tersebar luas di Asia; pengamatan perlu mencatat suara serta tempat karena beberapa wiwik tampak serupa.
Perling ungu (Aplonis metallica). Perling ungu adalah anggota jalak yang berasal dari Maluku dan Nugini hingga Australia utara; kilau bulu dapat berubah menurut cahaya pengamatan.
Cikalang kecil (Fregata ariel). Cikalang kecil merupakan cikalang berukuran lebih kecil di antara anggota familinya; ia menghabiskan banyak waktu terbang di atas laut tropis.
Kuntul karang (Egretta sacra). Kuntul karang menggunakan pesisir berbatu dan terumbu; individu dapat berwarna terang atau gelap sehingga lokasi dan bentuk tubuh penting untuk identifikasi.
Pergam hijau (Ducula aenea). Pergam hijau adalah merpati hutan bertubuh besar; ukuran dan warna hijau pada sayap membantu membedakannya dari punai yang lebih kecil.
Tepekong jambul (Hemiprocne longipennis). Tepekong jambul termasuk famili treeswift yang berbeda dari walet sejati; burung ini dapat bertengger tampak jelas, tidak hanya dilihat saat terbang.
Raja-udang biru (Alcedo coerulescens). Raja-udang biru adalah spesies Indonesia berwarna biru metalik dan putih; ukuran serta pola tubuh perlu diperiksa karena raja-udang lain juga biru.
Decu belang (Saxicola caprata). Decu belang adalah burung kecil area terbuka; jantan dan betina tidak selalu tampak sama, sehingga warna hitam-putih saja tidak cukup untuk seluruh umur.
Tiong-lampu biasa (Eurystomus orientalis). Tiong-lampu biasa memiliki bercak biru bundar pada sayap yang tampak saat terbang; ciri ini menjelaskan nama Inggris 'dollarbird'.
Kehicap ranting (Hypothymis azurea). Kehicap ranting adalah burung kecil yang lincah; jantan dan betina berbeda warna, dan nama 'black-naped monarch' menunjuk pita gelap pada tengkuk.
Caladi ulam (Dendrocopos analis). Caladi ulam termasuk famili pelatuk Picidae; catatan di Indonesia perlu membedakannya dari pelatuk lain melalui pola kepala, sayap, dan lokasi.
Walik kembang (Ptilinopus melanospilus). Walik kembang jantan berkepala abu-abu pucat dengan tengkuk hitam dan tubuh dominan hijau; betina dapat tampak berbeda.
Cekakak Suci (Todiramphus sanctus). Cekakak suci menggunakan mangrove, hutan terbuka, dan lembah sungai; sejumlah populasi berpindah sehingga tanggal serta lokasi penting.
Kipasan dada-lurik (Rhipidura rufiventris). Menurut taksonomi BirdLife/IUCN dan Burung Indonesia, Rhipidura rufiventris adalah kipasan dada-lurik (Timor fantail) dari Timor dan pulau sekitarnya di Nusa Tenggara; kipasan di Maluku dan Papua yang dulu digabung dengannya (misalnya kipasan utara, R. isura) kini dianggap spesies terpisah, meski daftar IOC masih menggabungkannya sebagai northern fantail. Bentuk ekor kipas membantu mengenali familinya, bukan memastikan spesies sendirian.
Punai penganten (Treron griseicauda). Punai penganten adalah merpati hijau endemik Indonesia; warna pipi dan tengkuk membantu memisahkannya dari punai lain di pohon berbuah.
Bubut alang-alang (Centropus bengalensis). Bubut alang-alang sering memakai vegetasi rendah yang rapat, termasuk tepi rawa; pengamatan singkat dari jauh mudah tertukar dengan bubut lain.
Bondol haji (Lonchura maja). Bondol haji terkait lahan basah dan rerumputan; kepala putih pada burung dewasa membantu identifikasi, tetapi burung muda lebih sulit dipisahkan.
Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus). Srigunting kelabu memiliki beberapa populasi dengan tingkat keabuan dan pola perpindahan berbeda; foto serta tanggal membantu identifikasi subpopulasi.
Layang-layang api (Hirundo rustica). Layang-layang api memiliki punggung biru, sayap runcing, dan ekor bercabang dalam; di Indonesia sebagian burung dapat merupakan pengunjung musiman.
Elang-laut perut-putih (Haliaeetus leucogaster). Elang laut perut-putih memiliki kepala, tungging, dan bagian bawah putih, serta punggung abu-abu gelap; ia memakai pesisir dan sungai besar.
Isap-madu australia (Lichmera indistincta). Isap-madu australia merupakan anggota Meliphagidae dengan lidah khusus untuk mengambil nektar; hubungan dengan bunga dapat diamati tanpa menganggap semua kunjungan sebagai penyerbukan.
Delimukan zamrud (Chalcophaps indica). Delimukan zamrud adalah merpati penghuni lantai hutan dan tepi vegetasi tropis; sayap hijau metalik lebih mudah terlihat dalam cahaya baik.
Kapinis rumah (Apus nipalensis). Kapinis rumah termasuk Apodidae dan banyak beraktivitas di udara; bentuk sayap serta lokasi sarang lebih dapat diandalkan daripada klaim perilaku terbang yang belum diverifikasi.
Srigunting jambul-rambut (Dicrurus hottentottus). Srigunting jambul-rambut adalah anggota Dicruridae; taksonominya pernah digabung dengan srigunting lain sehingga rujukan nama dan wilayah harus dicatat.
Merpati batu (Columba livia). Merpati batu mencakup burung liar serta keturunan domestik yang hidup bebas; pengamatan perkotaan tidak otomatis mencerminkan populasi liar asal.
Kirik-kirik australia (Merops ornatus). Kirik-kirik australia adalah pemakan serangga terbang yang dikenal dari Australia dan kawasan sekitarnya; catatan Indonesia harus dibaca bersama lokasi serta kemungkinan pergerakan.
Ayam hutan hijau (Gallus varius). Ayam hutan hijau adalah burung Phasianidae asal Jawa dan pulau sekitarnya; jantan lebih mencolok daripada betina dan perjumpaan dengan ayam domestik perlu dibedakan.
Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus). Jingjing batu tergolong kelompok flycatcher-shrike; penempatan familinya pernah diperdebatkan sehingga nama ilmiah dan sumber taksonomi harus dicantumkan.
Bajing Kelapa (Callosciurus notatus). Bajing kelapa menggunakan pepohonan di hutan, kebun, dan permukiman Asia Tenggara; warna tubuh beberapa jalur perlu dibedakan dari bajing lain.
Lutung Budeng (Trachypithecus auratus). Lutung Jawa umumnya berbulu hitam mengilap, tetapi individu muda dapat berwarna jingga; perubahan warna usia jangan dianggap sebagai spesies lain.
Rhinolophus tatar. Kelelawar tapal-kuda Tatar diketahui dari Sulawesi; ringkasan publik spesies ini sangat terbatas sehingga identifikasi lapang memerlukan ahli dan data akustik.
Kedih (Presbytis thomasi). Kedih adalah lutung daun endemik Sumatra utara; kerusakan habitat disebut sebagai tekanan, tetapi kondisi tiap kelompok lokal perlu survei tersendiri.
Beruk (Macaca nemestrina). Beruk memiliki ekor pendek yang mengingatkan pada ekor babi; ia bukan monyet ekor panjang, dan jangkauannya mencakup Semenanjung Malaya (Thailand selatan dan Semenanjung Malaysia), Sumatera, Bangka, dan Borneo.
Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus). Lutung kelabu banyak memakai hutan pesisir, mangrove, dan tepi sungai; keberadaan di satu kawasan tidak memastikan populasi di seluruh Borneo atau Sumatra.
Tarsius spectrumgurskyae. Tarsius Gursky adalah jenis Sulawesi yang dipisahkan dari konsep tarsius spektral lebih luas; catatan lama dapat memakai nama yang berbeda.
Jelarang Hitam (Ratufa bicolor). Jelarang hitam adalah bajing pohon berukuran besar dari hutan Asia; ukuran tubuh dan ekor berbulu membantu membedakannya dari bajing kelapa.
Kuskus Waigeo (Spilocuscus papuensis). Kuskus Waigeo adalah marsupial yang hanya diketahui secara asli dari Pulau Waigeo; catatan di luar pulau harus dikaji sebelum disebut sebaran alamiah.
Tupai Kekes (Tupaia javanica). Tupai Jawa adalah anggota Tupaiidae, bukan bajing keluarga Sciuridae; sumber menempatkannya di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nias.
Babi Hutan (Sus scrofa). Babi hutan memiliki sebaran asli dan sebaran hasil pemindahan manusia yang berbeda; populasi liar, ternak, dan babi feral tidak boleh dicampur dalam satu angka.
Simpai (Presbytis melalophos). Simpai adalah primata endemik Sumatra yang menggunakan hutan; penebangan dan fragmentasi disebut sebagai tekanan pada sebagian populasinya.
Musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Musang luwak adalah Viverridae yang dapat memakai beragam habitat; perdagangan dan produksi kopi luwak harus dibedakan dari perilaku satwa liar.
Barong besar (Hipposideros diadema). Barong besar termasuk Hipposideridae (kelompok barong), berbeda dari keluarga Rhinolophidae; bentuk hidung penting tetapi foto tunggal jarang cukup untuk identifikasi pasti.
Kerbau (Bubalus bubalis). Kerbau air adalah hewan domestik hasil sejarah pemeliharaan manusia di Asia; catatan Indonesia tidak boleh ditafsirkan sebagai sebaran kerbau liar asli.
Lumba-Lumba Moncong Panjang (Stenella longirostris). Lumba-lumba pemintal dikenal karena putaran tubuh saat meloncat, tetapi tidak setiap lompatan memiliki fungsi yang sama; pengamatan laut perlu menjaga jarak.
Hipposideros cervinus. Kelelawar daun fawn termasuk Hipposideridae dan tersebar di beberapa negara Asia Tenggara serta Australia; warna saja tidak aman untuk membedakan spesies mirip.
Megaderma spasma. Kelelawar vampir-palsu kecil bukan peminum darah; sumber menyebut tempat bertengger di gua dan lubang pohon serta makanan serangga.
Monyet dare (Macaca maura). Monyet hitam Sulawesi selatan memiliki bulu cokelat gelap hingga hitam dan bercak lebih pucat di pantat; ia berbeda dari yaki Sulawesi utara.
Bajing Kelabu (Callosciurus nigrovittatus). Bajing garis-hitam terdapat di Jawa, Sumatra, dan Semenanjung Malaya; garis gelap pada sisi tubuh dapat membantu pengenalan bila terlihat jelas.
Landak Jawa (Hystrix javanica). Landak Jawa adalah pengerat berduri asli Indonesia yang dilaporkan di Jawa dan beberapa pulau sekitar; hewan ini endemik Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta terutama hidup di dataran rendah, termasuk habitat sekunder dan terdegradasi.
Kalong besar (Pteropus vampyrus). Kalong besar adalah kelelawar buah Asia Tenggara; tubuh besar dan kebiasaan makan buah membedakannya dari kelelawar pemakan serangga yang lebih kecil.
Kubung Sunda (Galeopterus variegatus). Kubung Sunda bukan lemur dan bukan kelelawar; lipatan kulit di antara anggota tubuh memungkinkannya meluncur dari pohon ke pohon.
Kuskus Coklat (Phalanger orientalis). Kuskus umum utara adalah marsupial dari Nugini dan pulau sekitarnya; sebagian populasi pulau mungkin terkait pemindahan manusia.
Prosciurillus leucomus. Bajing kerdil keputihan adalah bajing endemik Sulawesi dan pulau dekatnya; nama ilmiah penting untuk membedakannya dari bajing bergaris yang lebih luas sebarannya.
Surili jawa (Presbytis comata). Surili Jawa adalah primata endemik Jawa bagian barat; nama umum 'Javan' tidak berarti seluruh Pulau Jawa memiliki populasi yang sama.
Callosciurus prevostii. Bajing Prevost dikenal dengan warna tubuh kontras yang berbeda antarwilayah; ia menghuni hutan di Sumatra, Borneo, dan Semenanjung Malaya.
Owa Lengan Putih (Hylobates lar). Owa tangan-putih adalah primata tanpa ekor dengan lengan panjang untuk bergerak di tajuk; catatan Sumatra perlu memperhatikan batas dengan spesies owa lain.
Macroglossus minimus. Kelelawar nektar lidah-panjang memakai bunga sebagai sumber pakan; tubuhnya kecil dibanding kalong besar, tetapi identifikasi spesies memerlukan lebih dari ukuran.
Owa jenggot putih (Hylobates albibarbis). Owa berjanggut putih Borneo hidup di Borneo selatan dan dipisahkan dari owa lincah dalam beberapa taksonomi; hutan antara Kapuas dan Barito penting dalam sumber sebaran.
Kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis). Kucing kuwuk merupakan kompleks taksonomi yang pernah mencakup populasi Sunda; catatan Indonesia dengan nama ini perlu diperiksa terhadap pemisahan kucing kuwuk Sunda.
Tokek rumah (Gekko gecko). Tokek adalah cecak pohon besar yang aktif terutama malam hari; panggilannya mudah dikenali, tetapi suara saja tidak selalu menunjukkan lokasi persis individu.
Cecak tembok (Hemidactylus platyurus). Cicak tembok berekor gepeng; bentuk ekor dan tubuh membantu memisahkannya dari cicak rumah lain yang sering terlihat di bangunan.
Bengkarung (Eutropis multifasciata). Bengkarung matahari umum memakai tempat terbuka untuk berjemur; tubuh bersisik halus dan garis memanjang perlu dibandingkan dengan skink lain.
Calotes versicolor. Bunglon taman oriental dapat berubah warna menurut kondisi serta perilaku; perubahan warna tidak berarti ia satu kelompok dekat dengan bunglon sejati.
Cicak rumah (Hemidactylus frenatus). Cicak rumah Asia sering hidup pada bangunan dan berburu serangga di sekitar lampu; identifikasi perlu membedakannya dari cicak berekor gepeng.
Bunglon Surai (Bronchocela jubata). Bunglon surai Jawa adalah kadal pohon bertubuh ramping dengan jambul di sepanjang leher dan punggung; nama daerah 'bunglon' tidak menjadikannya chameleon sejati.
Ular gadung (Ahaetulla prasina). Ular pucuk bertubuh sangat ramping dan sering berada di vegetasi; warna hijau saja tidak cukup untuk membedakannya dari ular pohon lain.
Dendrelaphis pictus. Ular tambang merupakan ular ramping yang aktif di vegetasi dan dikenal dari Asia Tenggara dan Tiongkok selatan; garis samping perlu dilihat bersama bentuk kepala.
Kadal Rumput (Takydromus sexlineatus). Kadal rumput berekor sangat panjang, sering beberapa kali panjang badan; amati tanpa menarik ekornya karena kadal dapat melepaskannya.
Bengkarung Terbang Biasa (Draco volans). Cicak terbang Jawa meluncur dengan lipatan kulit yang ditopang rusuk memanjang; ia tidak memiliki sayap seperti burung atau kelelawar.
Cecak Gula (Gehyra mutilata). Cicak empat-jari adalah gecko bersebaran luas; nama umumnya menunjuk bentuk kaki, tetapi identifikasi spesies tetap memerlukan rincian jari dan lokasi.
Ular Bangkai Laut (Trimeresurus insularis). Ular viper pulau Sunda berbisa; sebagian sumber lama memperlakukannya sebagai subspesies viper bibir-putih, sehingga nama takson harus diperiksa sebelum memakai data.
Sanca Kembang (Malayopython reticulatus). Sanca kembang dapat menjadi ular yang sangat panjang dan menangkap mangsa dengan lilitan; ia tidak berbisa, tetapi hewan besar tetap berbahaya bila didekati.
Ular siput (Pareas carinatus). Ular siput berlunas termasuk Pareidae dan dikenal sebagai pemakan siput; nama kelompoknya tidak boleh dipakai untuk menyimpulkan semua mangsa pada setiap lokasi.
Cyrtodactylus marmoratus. Cicak jari-bengkok marmer adalah gecko Indonesia yang terutama dikenal dari Jawa; pola bercak perlu dibaca bersama bentuk jari dan asal foto.
Emoia caeruleocauda. Skink ekor-biru Pasifik memiliki ekor kebiruan yang paling mudah terlihat pada beberapa umur; warna tubuh dapat berubah dan spesies lain juga berekor biru.
Laticauda colubrina. Ular laut bibir-kuning memiliki belang gelap-terang dan memakai laut serta daratan untuk sebagian siklus hidupnya; ia berbisa dan harus dibiarkan tanpa disentuh.
Ular Air Belang (Homalopsis buccata). Ular air muka-gembung hidup di perairan tropis Asia Tenggara; bentuk kepala dan habitat basah perlu dicatat, bukan warna saja.
Tokek berbintik (Gekko monarchus). Tokek berbintik dua tercatat dari Thailand selatan dan Semenanjung Malaya hingga Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Filipina; motif bintik perlu diperiksa bersama bentuk tubuh dan lokasi.
Ular Cicak (Lycodon capucinus). Ular serigala rumah memperoleh nama dari gigi depan yang membesar, bukan hubungan dengan mamalia serigala; ia sering disalahartikan ketika terlihat di bangunan.
Ular Jali (Ptyas korros). Ular jali adalah ular tikus Indo-Cina dari Asia Tenggara; nama 'tikus' menunjukkan kelompok umum, bukan bukti bahwa setiap individu hanya memakan tikus.
Tropidolaemus wagleri. Viper Wagler adalah ular berbisa Asia Tenggara; nama 'viper kuil' berasal dari satu lokasi terkenal dan tidak berarti setiap populasi hidup di kuil.
Ular Bangkai Laut (Trimeresurus albolabris). Viper bibir-putih berbisa dan memiliki beberapa kerabat serupa; fotografi dari jarak aman serta lokasi lebih tepat daripada mencoba memegang ular untuk memastikan nama.
Lamprolepis smaragdina. Skink pohon zamrud berwarna hijau terang dan hidup di pepohonan; nama umum 'hijau' tidak cukup untuk membedakannya dari kadal hijau lain.
Hiu karang sirip hitam (Carcharhinus melanopterus). Hiu karang sirip-hitam memiliki ujung gelap pada beberapa sirip, terutama sirip punggung pertama; ia berbeda dari hiu sirip-putih karang.
Taeniura lymma. Pari ekor-pita berbintik biru hidup di kawasan terumbu Indo-Pasifik; pola bintik harus dibaca bersama bentuk cakram dan ekor untuk menghindari kekeliruan dengan maskray.
Eucrossorhinus dasypogon. Hiu karpet berjumbai berkamuflase di terumbu dangkal dekat Papua dan Australia utara; rumbai di sekitar kepala membantunya menyatu dengan dasar laut.
Triaenodon obesus. Hiu sirip-putih karang sering beristirahat dekat dasar terumbu; ujung putih pada sirip punggung dan ekor membantu membedakannya dari hiu sirip-hitam.
Neotrygon caeruleopunctata. Pari topeng berbintik biru tergolong kompleks Neotrygon yang dipisahkan secara taksonomi; warna titik saja tidak memastikan spesies tanpa bentuk serta lokasi.
Hiu berjalan Raja Ampat (Hemiscyllium freycineti). Hiu karpet berbintik Indonesia diketahui dari perairan dangkal Raja Ampat; publikasi lama pernah memasukkan populasi yang kini dipisah menjadi spesies lain.
Neotrygon orientale. Pari topeng biru oriental tercatat di Indonesia dan beberapa negara Asia; sumber berbeda memakai bentuk nama orientale atau orientalis, sehingga rujukan takson perlu disebut.
Neotrygon moluccensis. Pari topeng biru Maluku adalah anggota Neotrygon dengan cakupan takson yang sempit; catatan bintik biru umum tidak otomatis termasuk spesies ini.
Chiloscyllium punctatum. Hiu bambu belang-cokelat adalah hiu dasar Indo-Pasifik; pola gelang lebih menonjol pada hewan muda dan dapat berubah saat bertambah umur.
Pari manta oseanik (Mobula birostris). Pari manta samudra raksasa berbeda dari manta karang yang juga ada di Indonesia; ukuran, habitat, dan ciri tubuh harus dipakai bersama, bukan label 'manta' saja.
Bangkong Kolong (Duttaphrynus melanostictus). Kodok buduk Asia memakai banyak habitat yang diubah manusia; penelitian genetik menunjukkan nama ini mungkin mencakup garis keturunan yang lebih rumit.
Polypedates leucomystax. Katak pohon Asia Tenggara membuat sarang busa di dekat air untuk telur; lokasi sarang perlu dibiarkan utuh saat pengamatan.
Kongkang kolam (Chalcorana chalconota). Kongkang Schlegel pernah dipakai sebagai nama bagi beberapa populasi katak sungai yang kemudian dipisah; identifikasi Sumatra dan Jawa memerlukan rujukan takson mutakhir.
Katak Tegalan (Fejervarya limnocharis). Katak sawah ini termasuk kompleks yang pernah ditata ulang melalui studi molekuler; catatan lama dengan nama sama tidak selalu merujuk batas spesies kini.
Phrynoidis asper. Kodok sungai besar adalah Bufonidae Asia Tenggara; sebutan 'kodok raksasa' relatif terhadap kodok lokal lain, bukan ukuran baku semua individu.
Hylarana erythraea. Katak hijau sawah dikenal dari Asia Tenggara dan pernah ditempatkan dalam genus Rana; habitat basahnya harus dibedakan dari bukti populasi atau status lokal.
Kongkang racun (Odorrana hosii). Kongkang racun dikenal sebagai katak batu atau katak aliran di Asia Tenggara; nama umum tidak membenarkan penanganan tanpa pengetahuan spesies.
Kodok Sawah (Fejervarya cancrivora). Katak pemakan kepiting dapat memakai habitat payau; studi salinitas menunjukkan toleransi berudu, tetapi batas uji laboratorium bukan izin memindahkannya ke air asin.
Belentuk-pohon jawa (Kaloula baleata). Belentuk Jawa adalah katak bermulut sempit dari keluarga Microhylidae; bentuk tubuh membulat membantu pengenalan, tetapi kondisi kulit dan umur dapat mengubah tampilan.
Katak-serasah mata-bara (Leptobrachium hasseltii). Katak-serasah Hasselt pernah menjadi nama luas bagi beberapa populasi Asia Tenggara; sumber takson terkini membatasi identifikasi pasti dan perlu dibandingkan dengan kerabat.
Capung-Sambar Hijau (Orthetrum sabina). Capung sambar hijau tersebar luas dari Asia sampai Australia; pola hijau-hitam pada tubuh dan perilaku bertengger membantu pengenalan.
Hypolimnas bolina. Kupu-kupu eggfly besar memiliki perbedaan corak antara jantan dan betina; satu foto tidak selalu mewakili seluruh variasi populasi.
Rangrang (Oecophylla smaragdina). Semut rangrang merajut daun menjadi sarang menggunakan sutra yang dihasilkan larva; satu pohon dapat menampung beberapa sarang dari satu koloni.
Capung-Jala Lurus (Neurothemis terminata). Capung merah bersayap tepi-lurus dapat memakai lahan basah buatan dan tercatat luas dari Asia Tenggara sampai kawasan Nusa Tenggara.
Capung-Jala Lekuk (Neurothemis ramburii). Capung Neurothemis ramburii tergolong Libellulidae; identifikasi spesies memerlukan pola sayap dan tubuh, bukan warna merah secara umum.
Capung-Tengger biru (Diplacodes trivialis). Capung tengger biru sering terlihat bertengger rendah; jantan dewasa dapat berwarna berbeda dari betina dan individu muda.
Junonia orithya. Kupu-kupu Junonia orithya memiliki nama umum berbeda antarkawasan dan banyak subspesies; pola mata sayap dan lokasi perlu dicatat bersama.
Kupu kupu pastur (Papilio memnon). Kupu-kupu pastur besar memiliki betina dengan beberapa bentuk warna, termasuk bentuk yang meniru spesies lain; jangan mengira semua bentuk adalah takson berbeda.
Capung-Sambar Garis-Hitam (Crocothemis servilia). Capung sambar merah berasal dari Asia timur dan tenggara, dengan populasi introduksi di tempat lain; jantan merah tidak mewakili warna semua umur.
Kupu-kupu jeruk (Papilio demoleus). Kupu-kupu jeruk memakai tumbuhan jeruk sebagai salah satu inang ulat; catatan di kebun sebaiknya membedakan telur, ulat, dan kupu-kupu dewasa.
Ular tanah (Calloselasma rhodostoma) adalah viper berbisa hemotoksik dari Jawa yang bersembunyi di serasah dan cenderung diam saat didekati.
Murai batu (Copsychus malabaricus) adalah burung kicau hutan bersuara merdu yang populasinya di Indonesia merosot akibat penangkapan untuk perdagangan.
Cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) adalah cucak besar berkepala kuning jerami yang kini berstatus Kritis akibat penangkapan untuk perdagangan burung.
Kutilang (Pycnonotus aurigaster) adalah burung cucak berkepala hitam asli Jawa dan Bali yang umum di kebun dan kota, tetapi banyak ditangkap untuk dijual.
Kacer atau kucica kampung (Copsychus saularis) adalah burung kicau hitam-putih yang dulu umum di Jawa, tetapi kini jarang di alam akibat penangkapan.
Beo atau tiong emas (Gracula religiosa) adalah burung jalak hitam mengilap bergelambir kuning yang terkenal pandai menirukan suara manusia.
Jalak putih (Acridotheres melanopterus) adalah jalak putih bersayap hitam endemik Jawa dan Bali yang nyaris punah di alam akibat perdagangan burung.
Rangkong badak (Buceros rhinoceros) adalah rangkong besar bercula merah-jingga dari hutan Sumatera, Jawa, dan Kalimantan; berstatus Rentan.
Cenderawasih besar (Paradisaea apoda) adalah cenderawasih berbulu hias kuning dari Kepulauan Aru dan dataran rendah selatan Papua.
Mambruk Victoria (Goura victoria) adalah merpati raksasa berjambul renda biru dari hutan dataran rendah Papua utara, Yapen, dan Biak.
Kakatua raja (Probosciger aterrimus) adalah kakatua hitam besar berpipi merah dari Papua dan Kepulauan Aru yang dikenal menabuh ‘drum’.
Elang Flores (Nisaetus floris) adalah elang hutan berkepala putih yang endemik Nusa Tenggara, dari Lombok hingga Alor, dan berstatus Genting.
Serak Jawa (Tyto alba) adalah burung hantu berwajah putih berbentuk hati yang memangsa tikus di sawah, kebun sawit, dan permukiman.
Kancil jawa (Tragulus javanicus) adalah pelanduk mungil tanpa tanduk yang hanya hidup di hutan Pulau Jawa dan dilindungi di Indonesia.
Kijang muncak (Muntiacus muntjak) adalah rusa kecil bertanduk pendek dan bertaring yang hidup di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok.
Rusa sambar (Rusa unicolor) adalah rusa terbesar di Indonesia, hidup di hutan Sumatera dan Kalimantan, berstatus Rentan, dan dilindungi.
Binturong (Arctictis binturong) adalah musang terbesar, berekor pemegang dan hidup di pohon di hutan Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
Berang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus) adalah berang-berang terkecil di dunia yang hidup berkelompok di sungai, sawah, dan mangrove di Indonesia.
Kukang sunda (Nycticebus coucang) adalah primata malam yang lambat dan berbisa di Sumatera, terancam perdagangan hewan peliharaan, dan dilindungi.
Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) adalah kerbau liar kerdil endemik Sulawesi dan Buton, lebih kecil dan berbulu lebih lebat daripada anoa dataran rendah.
Kucing batu (Pardofelis marmorata) adalah kucing liar kecil bercorak marmer dengan ekor lebat yang sangat panjang, penghuni hutan Sumatera dan Kalimantan.
Owa ungko (Hylobates agilis) adalah kera kecil tanpa ekor penghuni tajuk hutan Sumatera, dikenal dari pita alis putih dan nyanyian pagi harinya.
Babi berjenggot (Sus barbatus) adalah babi liar berjanggut lebat dari hutan Kalimantan dan Sumatera, terkenal dengan migrasi massal mengikuti musim buah.
Berang-berang wregul (Lutrogale perspicillata) adalah berang-berang terbesar di Indonesia, berbulu pendek licin, hidup berkelompok di sungai, rawa, dan bakau.
Musang tenggalung (Viverra tangalunga) adalah musang darat bertotol hitam dengan ekor belang hitam-putih, umum di hutan Sumatera dan Kalimantan.
Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) adalah penyu terbesar di dunia, bercangkang kulit, dan bertelur terutama di Tambrauw, Papua Barat Daya.
Ikan raja laut (Latimeria menadoensis) adalah coelacanth Indonesia, ikan purba bersirip lobus dari laut dalam Sulawesi hingga Papua.
Hiu martil (Sphyrna lewini) adalah hiu berkepala seperti palu dengan lekukan di tengah, tersebar di laut Indonesia dan berstatus Kritis menurut IUCN.
Ikan napoleon (Cheilinus undulatus) adalah wrasse terbesar di dunia, ikan karang berdahi menonjol yang terancam perdagangan ikan karang hidup.
Kima raksasa (Tridacna gigas) adalah kerang terbesar di dunia, hidup di terumbu karang dangkal, dan kini sangat langka di sebagian besar Indonesia.
Kuda laut (Hippocampus kuda) adalah ikan kecil berkepala mirip kuda yang jantannya mengandung anak; hidup di lamun dan muara, dan banyak diperdagangkan.
Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) adalah buaya bermoncong ramping penghuni rawa gambut Sumatera dan Kalimantan, berstatus Genting menurut IUCN.
Kura-kura leher ular Rote (Chelodina mccordi) adalah kura-kura air tawar dari Pulau Rote, NTT, yang Kritis setelah diburu untuk perdagangan satwa peliharaan.
Tuntong laut (Batagur borneoensis) adalah kura-kura muara dan mangrove yang Kritis; saat musim kawin kepala jantannya putih dengan garis merah.
Labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) adalah kura-kura air tawar bermoncong mirip babi dari selatan Papua, terancam perdagangan tukik ilegal.
Biawak Papua (Varanus salvadorii) adalah biawak pohon besar yang hanya hidup di Pulau Papua (Nugini), dengan ekor sangat panjang dan gigi bergerigi.
Kupu-kupu sayap burung Wallace (Ornithoptera croesus) adalah kupu-kupu besar yang jantannya jingga keemasan dan hanya hidup di Maluku Utara.
King kobra Sunda (Ophiophagus bungarus) adalah ular berbisa pemakan ular di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dipisahkan dari O. hannah pada 2024.
Ular kobra Jawa (Naja sputatrix) adalah kobra penyembur berbisa dari Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang sering masuk ke permukiman.
Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah krait berbisa neurotoksik dengan belang hitam-kuning melingkar penuh, di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Ular weling (Bungarus candidus) adalah krait sangat berbisa bergaris hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Bali yang aktif pada malam hari.
Penyu tempayan (Caretta caretta) adalah penyu laut berkepala besar yang sangat jarang dijumpai di Indonesia dan dilindungi penuh.
Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) adalah lumba-lumba pesisir berperut bertotol yang dilindungi penuh di Indonesia.
Bintang laut mahkota duri (Acanthaster) adalah bintang laut pemakan karang berduri berbisa yang ledakan populasinya bisa merusak terumbu karang.
Gurita cincin biru (Hapalochlaena lunulata) adalah gurita kecil bercincin biru yang gigitannya mengandung tetrodotoksin dan bisa mematikan manusia.
Hiu macan (Galeocerdo cuvier) adalah hiu besar bercorak loreng yang memangsa hampir apa saja dan termasuk hiu yang paling sering menggigit manusia.
Nyamuk Aedes aegypti adalah nyamuk hitam belang putih yang aktif siang hari dan menjadi penular utama virus dengue penyebab DBD di Indonesia.
Tikus rumah (Rattus rattus) adalah tikus pemanjat berekor panjang yang bersarang di plafon dan dinding rumah serta dapat menularkan leptospirosis.
Tikus got (Rattus norvegicus) adalah tikus besar penggali liang yang hidup di selokan, permukiman, dan pelabuhan serta dapat menularkan leptospirosis.
Cecurut rumah (Suncus murinus) adalah mamalia kecil pemakan serangga bermoncong runcing dan berbau musk; mirip tikus, tetapi bukan hewan pengerat.
Kecoa Amerika (Periplaneta americana) adalah kecoa besar cokelat kemerahan penghuni selokan dan bangunan yang dapat membawa bakteri penyebab penyakit.
Lebah madu Asia (Apis cerana) adalah lebah madu asli Indonesia yang bersarang di rongga, menyerbuki tanaman, dan dibudidayakan untuk madu.
Celepuk reban (Otus lempiji) adalah burung hantu kecil berjumbai telinga pendek penghuni hutan, kebun, dan taman kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Elang ular bido (Spilornis cheela) adalah elang berjambul pemangsa ular di tepi hutan Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Jenis ini dilindungi di Indonesia.
Jalak suren (Gracupica jalla) adalah jalak belang hitam-putih endemik Jawa dan Bali yang kemungkinan sudah punah di alam akibat perdagangan burung sangkar.
Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) adalah kakatua besar berjambul salem, endemik Seram dan Ambon, yang berstatus Genting akibat perburuan untuk perdagangan.
Nuri kepala hitam (Lorius lory) adalah nuri merah bertopi hitam dari hutan Papua. Burung dilindungi ini termasuk yang paling banyak diburu untuk perdagangan.
Codot krawar (Cynopterus brachyotis) adalah kelelawar buah kecil yang umum di kota, kebun, dan hutan Indonesia, penyebar biji sekaligus penyerbuk bunga.
Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis) adalah primata malam kecil berbisa dari pesisir timur Kalimantan yang terancam perdagangan satwa peliharaan.
Tarsius Selayar (Tarsius tarsier) adalah primata malam mungil yang hanya hidup di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, dan sering tidur di rumpun bambu berduri.
Landak raya (Hystrix brachyura) adalah hewan pengerat besar berduri dari Sumatera dan Kalimantan yang aktif malam hari dan banyak diburu untuk diperdagangkan.
Katak terbang Jawa (Rhacophorus reinwardtii) adalah katak pohon hijau berselaput lebar dari hutan Jawa dan Sumatera yang bertelur di sarang busa.
Ular cabai kecil (Calliophis intestinalis) adalah ular karang kecil berbisa berekor merah dengan perut belang hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Ikan belida (Chitala lopis) adalah ikan air tawar predator berpunggung pisau dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, fauna identitas Sumatera Selatan.
Pari jawa (Urolophus javanicus) adalah pari kecil yang hanya dikenal dari satu spesimen dari Jakarta tahun 1862 dan dinyatakan punah oleh IUCN pada 2023.
Rusa bawean (Axis kuhlii) adalah rusa kecil yang hanya hidup di Pulau Bawean, Jawa Timur. Statusnya Kritis, dengan populasi diperkirakan beberapa ratus ekor.
Dingiso (Dendrolagus mbaiso) adalah kanguru pohon hitam-putih yang lebih banyak hidup di tanah, endemik hutan lumut Pegunungan Sudirman, Papua.
Landak semut moncong panjang barat (Zaglossus bruijnii) adalah mamalia bertelur berduri dari Kepala Burung, Papua, yang berstatus Kritis akibat perburuan.
Kucing merah (Catopuma badia) adalah kucing liar kecil endemik Kalimantan berbulu merah karat atau abu-abu, salah satu kucing paling misterius di dunia.
Arwana asia (Scleropages formosus) adalah ikan air tawar bersisik besar dari Sumatera dan Kalimantan, ikan hias mahal yang populasi liarnya terancam.
Ketam kenari (Birgus latro) adalah artropoda darat terbesar di dunia, kelomang raksasa pemakan buah dan bangkai yang terancam perburuan untuk restoran.
Buaya irian (Crocodylus novaeguineae) adalah buaya air tawar berukuran sedang yang hanya hidup di Pulau Papua, lebih kecil daripada buaya muara.
Mentilin (Cephalopachus bancanus) adalah tarsius bermata besar pemangsa serangga, fauna identitas Kepulauan Bangka Belitung yang terancam hilangnya hutan.
Kuau raja (Argusianus argus) adalah kuau besar berbulu sayap bermotif mata dari hutan Sumatera dan Kalimantan, fauna identitas Sumatera Barat.
Beo nias atau tiong nias (Gracula robusta) adalah beo terbesar, endemik Nias, fauna identitas Sumatera Utara, dan kini Kritis akibat perburuan.
Serindit melayu (Loriculus galgulus) adalah burung paruh bengkok mungil berwarna hijau yang tidur bergantung terbalik, fauna identitas Provinsi Riau.
Kucica ekor-kuning atau ceumpala kuneng (Copsychus pyrropygus) adalah burung kicau hutan Sumatera dan Kalimantan, fauna identitas Aceh.
Julang sulawesi (Rhyticeros cassidix) adalah rangkong besar endemik Sulawesi bertanduk merah, pemakan buah ara, dan fauna identitas Sulawesi Selatan.
Mandar dengkur (Aramidopsis plateni) adalah mandar endemik Sulawesi yang tak bisa terbang dan bersuara seperti dengkuran, fauna identitas Sulawesi Barat.
Bidadari halmahera (Semioptera wallacii) adalah cenderawasih endemik Maluku Utara yang jantannya menari dengan bulu putih panjang; fauna identitas Maluku Utara.
Cenderawasih mati-kawat atau cenderawasih dua belas kawat (Seleucidis melanoleucus) adalah cenderawasih hutan rawa Papua, fauna identitas Provinsi Papua.
Nuri-raja ambon (Alisterus amboinensis) adalah burung paruh bengkok merah-biru-hijau dari hutan Maluku dan Papua, fauna identitas Provinsi Maluku.
Belum ada hasil yang cocok. Coba kata lain atau hapus filter.















































































































































































































































































