
Apa itu Babi Hutan?
Babi Hutan merujuk pada Sus scrofa, anggota genus Sus, famili Suidae, dan ordo Artiodactyla. Penamaan ilmiah mengikuti catatan takson yang diterima dalam GBIF Backbone Taxonomy. Nama umum dapat berbeda antarwilayah; nama ilmiah dipakai untuk membedakan spesies ini dari kerabatnya.
Dasar informasi: GBIF Backbone Taxonomy — accepted taxon ↗
Apa yang diketahui tentang Babi Hutan?
Babi hutan memiliki sebaran asli dan sebaran hasil pemindahan manusia yang berbeda; populasi liar, ternak, dan babi feral tidak boleh dicampur dalam satu angka.
Baca ciri atau informasi tersebut bersama nama ilmiah dan sumber spesies, bukan sebagai kepastian dari foto yang kurang jelas. Populasi, umur, dan batas takson dapat berbeda; jika identifikasi diragukan, catat kelompok yang lebih luas.
Dasar informasi: Species account — background reading ↗
Habitat dan pengamatan Babi Hutan
Babi hutan beradaptasi pada hutan, semak, dan bentang pertanian yang menyediakan perlindungan. Makanannya omnivor, meliputi bahan tumbuhan, serangga, dan hewan kecil; komposisinya bergantung pada tempat.
Dasar informasi: GBIF species treatments — natural-history accounts ↗
Berapa catatan Babi Hutan di Indonesia?
Saat data diambil pada 2026-09-23, pencarian GBIF mencatat 160 catatan pengamatan manusia di Indonesia dengan nama spesies ini dalam periode 2016–2026. Jumlah tersebut adalah banyaknya catatan dalam indeks, bukan perkiraan populasi, tingkat kelimpahan, atau jumlah individu unik. Pengamatan dapat tidak merata antarwilayah dan dapat berubah ketika data baru diterbitkan atau identifikasi diperbaiki.
Dasar informasi: GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗
Di wilayah mana pengamatan tercatat?
Label tempat yang sering muncul dalam hasil mencakup Nusa Tenggara Timur, Bali, Lampung. Ini adalah label wilayah pada catatan, bukan peta persebaran lengkap atau bukti bahwa spesies hanya hidup di sana. Beberapa label dapat luas atau tidak seragam. Periksa catatan asli sebelum menggunakan informasi lokasi untuk keputusan lapangan.
Dasar informasi: GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗
Bagaimana mengamati Babi Hutan?
Amati dari jauh, jangan memberi makan, dan hindari membagikan koordinat tepat sarang atau tempat istirahat satwa yang rentan. Jangan mencoba menangkap atau menyentuh mamalia liar. Temuan yang terdokumentasi baik membantu pembaca lain memeriksa nama spesies tanpa mengubah satu penampakan menjadi klaim status konservasi.
Bandingkan dengan kerabat
Untuk mengenali kelompok ini lebih jauh, bandingkan Babi Hutan dengan Kerbau, Simpai, Musang. Tautan tersebut dipilih dari kesamaan genus, famili, ordo, kelas, atau kelompok dalam katalog; hubungan taksonomi tidak berarti kebutuhan habitat dan status perlindungannya sama.
Sumber & referensi
- GBIF Backbone Taxonomy — accepted taxon ↗
- GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗
- GBIF species treatments — natural-history accounts ↗
- iNaturalist — exact species taxon and community observations ↗
- Species account — background reading ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.