Babi berjenggot (Sus barbatus) adalah babi liar berjanggut lebat dari hutan Kalimantan dan Sumatera, terkenal dengan migrasi massal mengikuti musim buah.
PANDUANHEWAN · INDONESIA
Hewan di Sumatera
104 hewan yang tercatat di Sumatera menurut panduan ini, termasuk orangutan Sumatera, harimau Sumatera dan gajah Sumatera. Dengan nama ilmiah, status IUCN (29 terancam), dan sumber.
PanduanHewan memuat 104 panduan hewan yang tercatat di Sumatera: 45 burung, 36 mamalia, 10 reptil, 5 satwa laut, 5 amfibi dan 3 serangga dan invertebrata. 29 di antaranya berstatus terancam dalam Daftar Merah IUCN.
Daftar ini memakai wilayah yang disebut dalam panduan dan label lokasi pada cuplikan catatan pengamatan GBIF. Artinya hewan tercatat di Sumatera; ini bukan bukti endemik atau peta sebaran lengkap.
Babi Hutan (Sus scrofa). Babi hutan memiliki sebaran asli dan sebaran hasil pemindahan manusia yang berbeda; populasi liar, ternak, dan babi feral tidak boleh dicampur dalam satu angka.
Badak Asia bercula dua yang ukurannya paling kecil di antara badak hidup. Populasi yang terpisah membuat pertemuan pasangan dan perlindungan habitat menjadi tantangan.
Bajing Kelabu (Callosciurus nigrovittatus). Bajing garis-hitam terdapat di Jawa, Sumatra, dan Semenanjung Malaya; garis gelap pada sisi tubuh dapat membantu pengenalan bila terlihat jelas.
Bengkawat (Kalimantan) (Pteropus vampyrus). Kalong besar adalah kelelawar buah Asia Tenggara; tubuh besar dan kebiasaan makan buah membedakannya dari kelelawar pemakan serangga yang lebih kecil.
Beo atau tiong emas (Gracula religiosa) adalah burung jalak hitam mengilap bergelambir kuning yang terkenal pandai menirukan suara manusia.
Berang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus) adalah berang-berang terkecil di dunia yang hidup berkelompok di sungai, sawah, dan mangrove di Indonesia.
Berang-berang wregul (Lutrogale perspicillata) adalah berang-berang terbesar di Indonesia, berbulu pendek licin, hidup berkelompok di sungai, rawa, dan bakau.
Beruang terkecil di dunia yang mampu memanjat dan memakan beragam sumber makanan hutan. Namanya tidak berarti madu adalah seluruh makanannya.
Beruk (Macaca nemestrina). Beruk memiliki ekor pendek yang mengingatkan pada ekor babi; ia bukan monyet ekor panjang, dan jangkauannya mencakup Asia Tenggara daratan serta Indonesia.
Binturong (Arctictis binturong) adalah musang terbesar, berekor pemegang dan hidup di pohon di hutan Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
Bondol haji (Lonchura maja). Bondol haji terkait lahan basah dan rerumputan; kepala putih pada burung dewasa membantu identifikasi, tetapi burung muda lebih sulit dipisahkan.
Bondol peking (Lonchura punctulata). Bondol peking dewasa bercorak seperti sisik di dada dan perut, dengan punggung cokelat serta paruh gelap yang tebal; burung muda lebih polos.
Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) adalah buaya bermoncong ramping penghuni rawa gambut Sumatera dan Kalimantan, berstatus Genting menurut IUCN.
Burung kecil bermahkota cokelat dan bercak hitam pada pipi putih. Kehadirannya dekat manusia membuatnya mudah terlihat, tetapi catatan pengamatan bukan ukuran jumlah populasi.
Burung takur tukang besi (Psilopogon haemacephalus). Takur ungkut-ungkut memiliki dahi dan tenggorokan merah; suaranya yang berulang seperti ketukan dapat lebih mudah terdengar daripada burung yang bertengger.
Merpati kecil berekor panjang dengan bercak putih pada bidang hitam di tengkuk. Burung ini memanfaatkan lahan terbuka, taman, dan tepi hutan untuk mencari biji.
Burung-madu kelapa (Anthreptes malacensis). Burung-madu kelapa memakai habitat semi-terbuka di Asia Tenggara; bunga dan struktur paruhnya relevan untuk diamati tanpa menyimpulkan bahwa setiap kunjungan bunga menghasilkan penyerbukan.
Cabai jawa (Dicaeum trochileum). Cabai Jawa adalah burung kecil famili Dicaeidae yang endemik Indonesia; warna kepala merah adalah petunjuk jantan, sehingga jenis kelamin dan umur perlu dicatat.
Callosciurus prevostii. Bajing Prevost dikenal dengan warna tubuh kontras yang berbeda antarwilayah; ia menghuni hutan di Sumatra, Borneo, dan Semenanjung Malaya.
Cangak besar (Ardea alba). Kuntul besar adalah kuntul putih yang luas sebarannya; bandingkan ukuran tubuh, bentuk paruh, serta warna kaki dengan kuntul kecil dan kuntul lainnya.
Cangak merah (Ardea purpurea). Cangak merah merupakan kuntul-kerabat berleher panjang yang berasosiasi dengan rawa dan vegetasi tinggi; warna kecokelatan tidak cukup untuk identifikasi tanpa bentuk tubuh.
Cekakak biru kehijauan dengan kerah putih yang sering terlihat di mangrove dan pesisir. Keragaman subspesies menuntut kehati-hatian saat memakai nama dari sumber lama.
Celepuk reban (Otus lempiji) adalah burung hantu kecil berjumbai telinga pendek penghuni hutan, kebun, dan taman kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Cici padi (Cisticola juncidis). Cici padi memakai vegetasi rumput terbuka; suara pendek yang berulang saat terbang sering membantu menemukannya sebelum detail bulu terlihat.
Cipoh kacat (Aegithina tiphia). Cipoh kacat menghuni semak dan tepi hutan; corak bulunya berubah antarpopulasi sehingga foto dari satu wilayah tidak selalu cocok dengan burung dari wilayah lain.
Codot krawar (Cynopterus brachyotis) adalah kelelawar buah kecil yang umum di kota, kebun, dan hutan Indonesia, penyebar biji sekaligus penyerbuk bunga.
Cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) adalah cucak besar berkepala kuning jerami yang kini berstatus Kritis akibat penangkapan untuk perdagangan burung.
Delimukan zamrud (Chalcophaps indica). Delimukan zamrud adalah merpati penghuni lantai hutan dan tepi vegetasi tropis; sayap hijau metalik lebih mudah terlihat dalam cahaya baik.
Elang ular bido (Spilornis cheela) adalah elang berjambul pemangsa ular di tepi hutan Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Jenis ini dilindungi di Indonesia.
Herbivora besar yang memindahkan biji dan membentuk hutan. Konservasinya memerlukan ruang jelajah yang terhubung serta solusi bersama masyarakat di sekitar habitat.
Populasi harimau terakhir di Kepulauan Sunda bertahan di Sumatera. Perlindungan hutan, satwa mangsa, dan jalur jelajahnya mendukung kelangsungan seluruh bentang alam.
Hipposideros cervinus. Kelelawar daun fawn termasuk Hipposideridae dan tersebar di beberapa negara Asia Tenggara serta Australia; warna saja tidak aman untuk membedakan spesies mirip.
Hipposideros diadema. Kelelawar ladam-daun diadem termasuk Hipposideridae, berbeda dari keluarga Rhinolophidae; bentuk hidung penting tetapi foto tunggal jarang cukup untuk identifikasi pasti.
Hiu macan (Galeocerdo cuvier) adalah hiu besar bercorak loreng yang memangsa hampir apa saja dan termasuk hiu yang paling sering menggigit manusia.
Hylarana erythraea. Katak hijau sawah dikenal dari Asia Tenggara dan pernah ditempatkan dalam genus Rana; habitat basahnya harus dibedakan dari bukti populasi atau status lokal.
Ikan napoleon (Cheilinus undulatus) adalah wrasse terbesar di dunia, ikan karang berdahi menonjol yang terancam perdagangan ikan karang hidup.
Jelarang Hitam (Ratufa bicolor). Jelarang hitam adalah bajing pohon berukuran besar dari hutan Asia; ukuran tubuh dan ekor berbulu membantu membedakannya dari bajing kelapa.
Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus). Jingjing batu tergolong kelompok flycatcher-shrike; penempatan familinya pernah diperdebatkan sehingga nama ilmiah dan sumber taksonomi harus dicantumkan.
Junonia orithya. Kupu-kupu Junonia orithya memiliki nama umum berbeda antarkawasan dan banyak subspesies; pola mata sayap dan lokasi perlu dicatat bersama.
Kacer atau kucica kampung (Copsychus saularis) adalah burung kicau hitam-putih yang dulu umum di Jawa, tetapi kini jarang di alam akibat penangkapan.
Kapinis rumah (Apus nipalensis). Kapinis rumah termasuk Apodidae dan banyak beraktivitas di udara; bentuk sayap serta lokasi sarang lebih dapat diandalkan daripada klaim perilaku terbang yang belum diverifikasi.
Kareo padi (Amaurornis phoenicurus). Kareo padi adalah anggota Rallidae dengan tubuh gelap dan wajah serta dada putih mencolok; habitat dekat air dan vegetasi rapat perlu diperiksa saat mencatatnya.
Katak terbang Jawa (Rhacophorus reinwardtii) adalah katak pohon hijau berselaput lebar dari hutan Jawa dan Sumatera yang bertelur di sarang busa.
Kedih (Presbytis thomasi). Kedih adalah lutung daun endemik Sumatra utara; kerusakan habitat disebut sebagai tekanan, tetapi kondisi tiap kelompok lokal perlu survei tersendiri.
Kehicap ranting (Hypothymis azurea). Kehicap ranting adalah burung kecil yang lincah; jantan dan betina berbeda warna, dan nama 'black-naped monarch' menunjuk pita gelap pada tengkuk.
Kepodang (Oriolus chinensis). Kepudang kuduk-hitam memakai berbagai kawasan berhutan di Asia; pola tengkuk gelap dan suara dapat membantu membedakannya dari burung kuning lain.
Kijang muncak (Muntiacus muntjak) adalah rusa kecil bertanduk pendek dan bertaring yang hidup di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok.
King kobra Sunda (Ophiophagus bungarus) adalah ular berbisa pemakan ular di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dipisahkan dari O. hannah pada 2024.
Kipasan belang (Rhipidura javanica). Kipasan belang adalah anggota Rhipiduridae; ekor yang membuka seperti kipas dan corak hitam-putih membantu pengenalan di tepi hutan atau kebun.
Kirik-kirik laut (Merops philippinus). Kirik-kirik laut memiliki ekor kebiruan dan merupakan pemakan serangga terbang; sejumlah populasi berpindah musim sehingga tanggal pengamatan membantu interpretasi.
Kodok Sawah (Fejervarya cancrivora). Katak pemakan kepiting dapat memakai habitat payau; studi salinitas menunjukkan toleransi berudu, tetapi batas uji laboratorium bukan izin memindahkannya ke air asin.
Kongkang racun (Odorrana hosii). Kongkang racun dikenal sebagai katak batu atau katak aliran di Asia Tenggara; nama umum tidak membenarkan penanganan tanpa pengetahuan spesies.
Kubung Sunda (Galeopterus variegatus). Kubung Sunda bukan lemur dan bukan kelelawar; lipatan kulit di antara anggota tubuh memungkinkannya meluncur dari pohon ke pohon.
Kucing batu (Pardofelis marmorata) adalah kucing liar kecil bercorak marmer dengan ekor lebat yang sangat panjang, penghuni hutan Sumatera dan Kalimantan.
Kuda laut (Hippocampus kuda) adalah ikan kecil berkepala mirip kuda yang jantannya mengandung anak; hidup di lamun dan muara, dan banyak diperdagangkan.
Kukang sunda (Nycticebus coucang) adalah primata malam yang lambat dan berbisa di Sumatera, terancam perdagangan hewan peliharaan, dan dilindungi.
Kuntul kecil (Egretta garzetta). Kuntul kecil adalah kuntul putih berukuran lebih kecil daripada kuntul besar; pengamatan di lahan basah perlu mencatat ukuran, paruh, dan warna kaki bersama-sama.
Kutilang (Pycnonotus aurigaster) adalah burung cucak berkepala hitam asli Jawa dan Bali yang umum di kebun dan kota, tetapi banyak ditangkap untuk dijual.
Landak raya (Hystrix brachyura) adalah hewan pengerat besar berduri dari Sumatera dan Kalimantan yang aktif malam hari dan banyak diburu untuk diperdagangkan.
Layang-layang Asia (Hirundo rustica). Layang-layang api memiliki punggung biru, sayap runcing, dan ekor bercabang dalam; di Indonesia sebagian burung dapat merupakan pengunjung musiman.
Lebah madu Asia (Apis cerana) adalah lebah madu asli Indonesia yang bersarang di rongga, menyerbuki tanaman, dan dibudidayakan untuk madu.
Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) adalah lumba-lumba pesisir berperut bertotol yang dilindungi penuh di Indonesia.
Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus). Lutung kelabu banyak memakai hutan pesisir, mangrove, dan tepi sungai; keberadaan di satu kawasan tidak memastikan populasi di seluruh Borneo atau Sumatra.
Kucing hutan bercorak awan dari Sumatera dan Borneo. Penelitian jangka panjang membantu mengungkap satwa yang jarang terlihat ini.
Burung penyanyi dengan tungging kuning mencolok yang sering memakai taman, kebun, dan tepi hutan. Penelitian setempat menunjukkan perannya sebagai pemakan buah dan serangga.
Merpati batu (Columba livia). Merpati batu mencakup burung liar serta keturunan domestik yang hidup bebas; pengamatan perkotaan tidak otomatis mencerminkan populasi liar asal.
Primata sosial yang menggunakan hutan, tepian sungai, mangrove, dan batas permukiman. Makanan serta interaksi dengan manusia berubah menurut tempat; banyaknya penampakan tidak menunjukkan keadaan seluruh populasi.
Murai batu (Copsychus malabaricus) adalah burung kicau hutan bersuara merdu yang populasinya di Indonesia merosot akibat penangkapan untuk perdagangan.
Musang tenggalung (Viverra tangalunga) adalah musang darat bertotol hitam dengan ekor belang hitam-putih, umum di hutan Sumatera dan Kalimantan.
Neotrygon caeruleopunctata. Pari topeng berbintik biru tergolong kompleks Neotrygon yang dipisahkan secara taksonomi; warna titik saja tidak memastikan spesies tanpa bentuk serta lokasi.
Nyamuk Aedes aegypti adalah nyamuk hitam belang putih yang aktif siang hari dan menjadi penular utama virus dengue penyebab DBD di Indonesia.
Kera besar penghuni tajuk hutan Sumatera bagian utara. Kelangsungan hidupnya bergantung pada hutan yang terhubung, regenerasi pohon, dan hubungan aman dengan manusia.
Spesies orangutan yang dideskripsikan pada 2017 dari Batang Toru. Sebarannya yang sangat terbatas membuat perlindungan hutan yang tersisa menjadi penting.
Owa Lengan Putih (Hylobates lar). Owa tangan-putih adalah primata tanpa ekor dengan lengan panjang untuk bergerak di tajuk; catatan Sumatra perlu memperhatikan batas dengan spesies owa lain.
Owa ungko (Hylobates agilis) adalah kera kecil tanpa ekor penghuni tajuk hutan Sumatera, dikenal dari pita alis putih dan nyanyian pagi harinya.
Pergam hijau (Ducula aenea). Pergam hijau adalah merpati hutan bertubuh besar; ukuran dan warna hijau pada sayap membantu membedakannya dari punai yang lebih kecil.
Perkutut (Geopelia striata). Perkutut berukuran kecil, berekor relatif panjang, dan bercorak garis hitam-putih pada tubuh cokelat keabu-abuan; suaranya berupa deretan dengkur lembut.
Phrynoidis asper. Kodok sungai besar adalah Bufonidae Asia Tenggara; sebutan 'kodok raksasa' relatif terhadap kodok lokal lain, bukan ukuran baku semua individu.
Punai gading (Treron vernans). Punai gading termasuk merpati hijau yang sering terlihat di pepohonan berbuah; nama Inggris yang tepat mengacu pada leher merah muda, bukan burung-buah nuri.
Raja-udang biru (Alcedo coerulescens). Raja-udang biru kecil adalah spesies Indonesia berwarna biru metalik dan putih; ukuran serta pola tubuh perlu diperiksa karena raja-udang lain juga biru.
Rangkong badak (Buceros rhinoceros) adalah rangkong besar bercula merah-jingga dari hutan Sumatera, Jawa, dan Kalimantan; berstatus Rentan.
Rangkong hutan dengan bulu ekor tengah panjang dan balung padat. Perburuan untuk perdagangan balung membuat perlindungan habitat serta pengurangan permintaan sangat penting.
Remetuk laut (Gerygone sulphurea). Remetuk laut adalah burung kecil Acanthizidae yang tercatat di Indonesia dan negara Asia Tenggara lain; nama 'perut kuning' lebih tepat daripada terjemahan yang menyebut pemakan lalat.
Rusa sambar (Rusa unicolor) adalah rusa terbesar di Indonesia, hidup di hutan Sumatera dan Kalimantan, berstatus Rentan, dan dilindungi.
Serak Jawa (Tyto alba) adalah burung hantu berwajah putih berbentuk hati yang memangsa tikus di sawah, kebun sawit, dan permukiman.
Owa terbesar dengan kantong tenggorokan yang menguatkan suara. Kehidupan kelompoknya menghubungkan komunikasi, perawatan anak, dan hutan yang terhubung.
Simpai (Presbytis melalophos). Simpai adalah primata endemik Sumatra yang menggunakan hutan; penebangan dan fragmentasi disebut sebagai tekanan pada sebagian populasinya.
Srigunting jambul-rambut (Dicrurus hottentottus). Srigunting jambul-rambut adalah anggota Dicruridae; taksonominya pernah digabung dengan srigunting lain sehingga rujukan nama dan wilayah harus dicatat.
Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus). Srigunting kelabu memiliki beberapa populasi dengan tingkat keabuan dan pola perpindahan berbeda; foto serta tanggal membantu identifikasi subpopulasi.
Tapir hitam-putih yang merupakan satu-satunya tapir Asia. Hutan, air, dan ruang bergerak yang aman menopang hidupnya di Sumatera.
Tepekong jambul (Hemiprocne longipennis). Tepekong rangkang termasuk famili treeswift yang berbeda dari walet sejati; burung ini dapat bertengger tampak jelas, tidak hanya dilihat saat terbang.
Tiong-lampu biasa (Eurystomus orientalis). Tiong-lampu biasa memiliki bercak biru bundar pada sayap yang tampak saat terbang; ciri ini menjelaskan nama Inggris 'dollarbird'.
Tokek berbintik (Gekko monarchus). Tokek berbintik dua tercatat dari Semenanjung Malaya, Borneo, dan sejumlah pulau; motif bintik perlu diperiksa bersama bentuk tubuh dan lokasi.
Mamalia bersisik pemakan semut dan rayap yang terancam perdagangan ilegal. Kebiasaan memanjat dan bersembunyi membuat pengamatan langsungnya sulit.
Tropidolaemus wagleri. Viper Wagler adalah ular berbisa Asia Tenggara; nama 'viper kuil' berasal dari satu lokasi terkenal dan tidak berarti setiap populasi hidup di kuil.
Tuntong laut (Batagur borneoensis) adalah kura-kura muara dan mangrove yang Kritis; saat musim kawin kepala jantannya putih dengan garis merah.
Ular Air Belang (Homalopsis buccata). Ular air muka-gembung hidup di perairan tropis Asia Selatan dan Tenggara; bentuk kepala dan habitat basah perlu dicatat, bukan warna saja.
Ular cabai kecil (Calliophis intestinalis) adalah ular karang kecil berbisa berekor merah dengan perut belang hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Ular siput (Pareas carinatus). Ular siput berlunas termasuk Pareidae dan dikenal sebagai pemakan siput; nama kelompoknya tidak boleh dipakai untuk menyimpulkan semua mangsa pada setiap lokasi.
Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah krait berbisa neurotoksik dengan belang hitam-kuning melingkar penuh, di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Ular weling (Bungarus candidus) adalah krait sangat berbisa bergaris hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Bali yang aktif pada malam hari.
Walet sarang-putih (Aerodramus fuciphagus). Walet sarang-putih membangun sarang terutama dari air liur yang mengeras; praktik pemanenan sarang harus dibedakan dari kebutuhan hidup burungnya.
Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus). Wiwik kelabu adalah anggota Cuculidae yang tersebar luas di Asia; pengamatan perlu mencatat suara serta tempat karena beberapa wiwik tampak serupa.
Daftar hewan di Sumatera dan status IUCN
| Nama | Nama ilmiah | Kelompok | Status konservasi |
|---|---|---|---|
| Babi berjenggot | Sus barbatus | Mamalia | Rentan |
| Babi Hutan | Sus scrofa | Mamalia | Risiko rendah |
| Badak Sumatera | Dicerorhinus sumatrensis | Mamalia | Kritis |
| Bajing Kelabu | Callosciurus nigrovittatus | Mamalia | Risiko rendah |
| Bengkawat (Kalimantan) | Pteropus vampyrus | Mamalia | Genting |
| Beo | Gracula religiosa | Burung | Risiko rendah |
| Berang-berang cakar kecil | Aonyx cinereus | Mamalia | Belum tercatat |
| Berang-berang wregul | Lutrogale perspicillata | Mamalia | Rentan |
| Beruang madu | Helarctos malayanus | Mamalia | Rentan |
| Beruk | Macaca nemestrina | Mamalia | Genting |
| Binturong | Arctictis binturong | Mamalia | Rentan |
| Bondol haji | Lonchura maja | Burung | Risiko rendah |
| Bondol peking | Lonchura punctulata | Burung | Risiko rendah |
| Buaya senyulong | Tomistoma schlegelii | Reptil | Genting |
| Burung gereja | Passer montanus | Burung | Risiko rendah |
| Burung takur tukang besi | Psilopogon haemacephalus | Burung | Risiko rendah |
| Burung tekukur | Spilopelia chinensis | Burung | Risiko rendah |
| Burung-madu kelapa | Anthreptes malacensis | Burung | Risiko rendah |
| Cabai jawa | Dicaeum trochileum | Burung | Risiko rendah |
| Callosciurus prevostii | Callosciurus prevostii | Mamalia | Risiko rendah |
| Cangak besar | Ardea alba | Burung | Risiko rendah |
| Cangak merah | Ardea purpurea | Burung | Risiko rendah |
| Cekakak sungai | Todiramphus chloris | Burung | Risiko rendah |
| Celepuk reban | Otus lempiji | Burung | Risiko rendah |
| Cici padi | Cisticola juncidis | Burung | Risiko rendah |
| Cipoh kacat | Aegithina tiphia | Burung | Risiko rendah |
| Codot krawar | Cynopterus brachyotis | Mamalia | Risiko rendah |
| Cucak rawa | Pycnonotus zeylanicus | Burung | Kritis |
| Delimukan zamrud | Chalcophaps indica | Burung | Risiko rendah |
| Elang ular bido | Spilornis cheela | Burung | Risiko rendah |
| Gajah Sumatera | Elephas maximus sumatranus | Mamalia | Kritis |
| Harimau Sumatera | Panthera tigris sondaica | Mamalia | Kritis |
| Hipposideros cervinus | Hipposideros cervinus | Mamalia | Risiko rendah |
| Hipposideros diadema | Hipposideros diadema | Mamalia | Risiko rendah |
| Hiu macan | Galeocerdo cuvier | Laut | Hampir terancam |
| Hylarana erythraea | Hylarana erythraea | Amfibi | Risiko rendah |
| Ikan napoleon | Cheilinus undulatus | Laut | Genting |
| Jelarang Hitam | Ratufa bicolor | Mamalia | Hampir terancam |
| Jingjing batu | Hemipus hirundinaceus | Burung | Risiko rendah |
| Junonia orithya | Junonia orithya | Invertebrata | Risiko rendah |
| Kacer | Copsychus saularis | Burung | Risiko rendah |
| Kapinis rumah | Apus nipalensis | Burung | Risiko rendah |
| Kareo padi | Amaurornis phoenicurus | Burung | Risiko rendah |
| Katak terbang Jawa | Rhacophorus reinwardtii | Amfibi | Risiko rendah |
| Kedih | Presbytis thomasi | Mamalia | Rentan |
| Kehicap ranting | Hypothymis azurea | Burung | Risiko rendah |
| Kepodang | Oriolus chinensis | Burung | Risiko rendah |
| Kijang muncak | Muntiacus muntjak | Mamalia | Risiko rendah |
| King kobra | Ophiophagus bungarus | Reptil | Belum tercatat |
| Kipasan belang | Rhipidura javanica | Burung | Risiko rendah |
| Kirik-kirik laut | Merops philippinus | Burung | Risiko rendah |
| Kodok Sawah | Fejervarya cancrivora | Amfibi | Risiko rendah |
| Kongkang racun | Odorrana hosii | Amfibi | Risiko rendah |
| Kubung Sunda | Galeopterus variegatus | Mamalia | Risiko rendah |
| Kucing batu | Pardofelis marmorata | Mamalia | Hampir terancam |
| Kuda laut | Hippocampus kuda | Laut | Rentan |
| Kukang sunda | Nycticebus coucang | Mamalia | Genting |
| Kuntul kecil | Egretta garzetta | Burung | Risiko rendah |
| Kutilang | Pycnonotus aurigaster | Burung | Risiko rendah |
| Landak raya | Hystrix brachyura | Mamalia | Risiko rendah |
| Layang-layang Asia | Hirundo rustica | Burung | Risiko rendah |
| Lebah madu Asia | Apis cerana | Invertebrata | Belum tercatat |
| Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik | Tursiops aduncus | Laut | Hampir terancam |
| Lutung Kelabu | Trachypithecus cristatus | Mamalia | Rentan |
| Macan dahan Sunda | Neofelis diardi | Mamalia | Rentan |
| Merbah cerucuk | Pycnonotus goiavier | Burung | Risiko rendah |
| Merpati batu | Columba livia | Burung | Risiko rendah |
| Monyet ekor panjang | Macaca fascicularis | Mamalia | Genting |
| Murai batu | Copsychus malabaricus | Burung | Risiko rendah |
| Musang tenggalung | Viverra tangalunga | Mamalia | Risiko rendah |
| Neotrygon caeruleopunctata | Neotrygon caeruleopunctata | Laut | Risiko rendah |
| Nyamuk Aedes aegypti | Aedes aegypti | Invertebrata | Belum tercatat |
| Orangutan Sumatera | Pongo abelii | Mamalia | Kritis |
| Orangutan Tapanuli | Pongo tapanuliensis | Mamalia | Kritis |
| Owa Lengan Putih | Hylobates lar | Mamalia | Genting |
| Owa ungko | Hylobates agilis | Mamalia | Genting |
| Pergam hijau | Ducula aenea | Burung | Hampir terancam |
| Perkutut | Geopelia striata | Burung | Risiko rendah |
| Phrynoidis asper | Phrynoidis asper | Amfibi | Risiko rendah |
| Punai gading | Treron vernans | Burung | Risiko rendah |
| Raja-udang biru | Alcedo coerulescens | Burung | Risiko rendah |
| Rangkong badak | Buceros rhinoceros | Burung | Rentan |
| Rangkong gading | Rhinoplax vigil | Burung | Belum tercatat |
| Remetuk laut | Gerygone sulphurea | Burung | Risiko rendah |
| Rusa sambar | Rusa unicolor | Mamalia | Rentan |
| Serak Jawa | Tyto alba | Burung | Risiko rendah |
| Siamang | Symphalangus syndactylus | Mamalia | Genting |
| Simpai | Presbytis melalophos | Mamalia | Genting |
| Srigunting jambul-rambut | Dicrurus hottentottus | Burung | Risiko rendah |
| Srigunting kelabu | Dicrurus leucophaeus | Burung | Risiko rendah |
| Tapir Asia | Tapirus indicus | Mamalia | Genting |
| Tepekong jambul | Hemiprocne longipennis | Burung | Risiko rendah |
| Tiong-lampu biasa | Eurystomus orientalis | Burung | Risiko rendah |
| Tokek berbintik | Gekko monarchus | Reptil | Risiko rendah |
| Trenggiling Sunda | Manis javanica | Mamalia | Kritis |
| Tropidolaemus wagleri | Tropidolaemus wagleri | Reptil | Risiko rendah |
| Tuntong laut | Batagur borneoensis | Reptil | Kritis |
| Ular Air Belang | Homalopsis buccata | Reptil | Risiko rendah |
| Ular cabai kecil | Calliophis intestinalis | Reptil | Risiko rendah |
| Ular siput | Pareas carinatus | Reptil | Risiko rendah |
| Ular welang | Bungarus fasciatus | Reptil | Risiko rendah |
| Ular weling | Bungarus candidus | Reptil | Risiko rendah |
| Walet sarang-putih | Aerodramus fuciphagus | Burung | Risiko rendah |
| Wiwik kelabu | Cacomantis merulinus | Burung | Risiko rendah |
Ingin melihat semua hewan?
Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.







































































































