Artamus leucorhynchos. Nama yang dipakai GBIF berbeda ejaan dari nama pada BirdLife Australia untuk kapinis dada-putih; ciri lapangannya ialah dada putih yang kontras dengan kepala abu-abu gelap.
PANDUANHEWAN · INDONESIA
Hewan di Jawa
145 hewan yang tercatat di Jawa menurut panduan ini, termasuk badak Jawa, kukang Jawa dan owa Jawa. Dengan nama ilmiah, status IUCN (20 terancam), dan sumber.
PanduanHewan memuat 145 panduan hewan yang tercatat di Jawa: 64 burung, 31 mamalia, 27 reptil, 10 amfibi, 10 serangga dan invertebrata dan 3 satwa laut. 20 di antaranya berstatus terancam dalam Daftar Merah IUCN.
Daftar ini memakai wilayah yang disebut dalam panduan dan label lokasi pada cuplikan catatan pengamatan GBIF. Artinya hewan tercatat di Jawa; ini bukan bukti endemik atau peta sebaran lengkap.
Ayam hutan hijau (Gallus varius). Ayam hutan hijau adalah burung Phasianidae asal Jawa dan pulau sekitarnya; jantan lebih mencolok daripada betina dan perjumpaan dengan ayam domestik perlu dibedakan.
Babi Hutan (Sus scrofa). Babi hutan memiliki sebaran asli dan sebaran hasil pemindahan manusia yang berbeda; populasi liar, ternak, dan babi feral tidak boleh dicampur dalam satu angka.
Badak bercula satu dengan satu populasi liar yang tersisa di Ujung Kulon. Perlindungan ketat dan pemeliharaan habitat menjadi penopang masa depannya.
Bajing Kelabu (Callosciurus nigrovittatus). Bajing garis-hitam terdapat di Jawa, Sumatra, dan Semenanjung Malaya; garis gelap pada sisi tubuh dapat membantu pengenalan bila terlihat jelas.
Bajing Kelapa (Callosciurus notatus). Bajing kelapa menggunakan pepohonan di hutan, kebun, dan permukiman Asia Tenggara; warna tubuh beberapa jalur perlu dibedakan dari bajing lain.
Bangkong Kolong (Duttaphrynus melanostictus). Kodok buduk Asia memakai banyak habitat yang diubah manusia; penelitian genetik menunjukkan nama ini mungkin mencakup garis keturunan yang lebih rumit.
Sapi liar Asia yang berkerabat dengan sapi Bali. Status globalnya berubah menjadi Kritis pada 2024, menegaskan pentingnya perlindungan populasi liar.
Belentuk-pohon jawa (Kaloula baleata). Belentuk Jawa adalah katak bermulut sempit dari keluarga Microhylidae; bentuk tubuh membulat membantu pengenalan, tetapi kondisi kulit dan umur dapat mengubah tampilan.
Bengkarung (Eutropis multifasciata). Bengkarung matahari umum memakai tempat terbuka untuk berjemur; tubuh bersisik halus dan garis memanjang perlu dibandingkan dengan skink lain.
Bengkarung Terbang Biasa (Draco volans). Cicak terbang Jawa meluncur dengan lipatan kulit yang ditopang rusuk memanjang; ia tidak memiliki sayap seperti burung atau kelelawar.
Bengkawat (Kalimantan) (Pteropus vampyrus). Kalong besar adalah kelelawar buah Asia Tenggara; tubuh besar dan kebiasaan makan buah membedakannya dari kelelawar pemakan serangga yang lebih kecil.
Beo atau tiong emas (Gracula religiosa) adalah burung jalak hitam mengilap bergelambir kuning yang terkenal pandai menirukan suara manusia.
Berang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus) adalah berang-berang terkecil di dunia yang hidup berkelompok di sungai, sawah, dan mangrove di Indonesia.
Berang-berang wregul (Lutrogale perspicillata) adalah berang-berang terbesar di Indonesia, berbulu pendek licin, hidup berkelompok di sungai, rawa, dan bakau.
Kadal besar semiakuatik yang hidup dekat sungai, rawa, mangrove, dan sejumlah kawasan manusia. Sebagai pemangsa sekaligus pemakan bangkai, biawak air berperan dalam jaring makanan perairan dan daratan.
Bintang laut mahkota duri (Acanthaster) adalah bintang laut pemakan karang berduri berbisa yang ledakan populasinya bisa merusak terumbu karang.
Binturong (Arctictis binturong) adalah musang terbesar, berekor pemegang dan hidup di pohon di hutan Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
Blekok (Ardeola speciosa). Blekok Jawa mencari makan di lahan basah dangkal, baik air tawar maupun payau; ikan kecil, serangga, dan kepiting termasuk mangsanya.
Bondol haji (Lonchura maja). Bondol haji terkait lahan basah dan rerumputan; kepala putih pada burung dewasa membantu identifikasi, tetapi burung muda lebih sulit dipisahkan.
Bondol jawa (Lonchura leucogastroides). Bondol Jawa ditemukan di Sumatra selatan, Jawa, Bali, dan Lombok; beberapa populasi di luar kawasan itu berasal dari introduksi manusia.
Bondol peking (Lonchura punctulata). Bondol peking dewasa bercorak seperti sisik di dada dan perut, dengan punggung cokelat serta paruh gelap yang tebal; burung muda lebih polos.
Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) adalah buaya bermoncong ramping penghuni rawa gambut Sumatera dan Kalimantan, berstatus Genting menurut IUCN.
Bubut alang-alang (Centropus bengalensis). Bubut alang-alang sering memakai vegetasi rendah yang rapat, termasuk tepi rawa; pengamatan singkat dari jauh mudah tertukar dengan bubut lain.
Bunglon Surai (Bronchocela jubata). Bunglon surai Jawa adalah kadal pohon bertubuh ramping dengan jambul di sepanjang leher dan punggung; nama daerah 'bunglon' tidak menjadikannya chameleon sejati.
Burung kecil bermahkota cokelat dan bercak hitam pada pipi putih. Kehadirannya dekat manusia membuatnya mudah terlihat, tetapi catatan pengamatan bukan ukuran jumlah populasi.
Burung takur tukang besi (Psilopogon haemacephalus). Takur ungkut-ungkut memiliki dahi dan tenggorokan merah; suaranya yang berulang seperti ketukan dapat lebih mudah terdengar daripada burung yang bertengger.
Merpati kecil berekor panjang dengan bercak putih pada bidang hitam di tengkuk. Burung ini memanfaatkan lahan terbuka, taman, dan tepi hutan untuk mencari biji.
Burung-madu kelapa (Anthreptes malacensis). Burung-madu kelapa memakai habitat semi-terbuka di Asia Tenggara; bunga dan struktur paruhnya relevan untuk diamati tanpa menyimpulkan bahwa setiap kunjungan bunga menghasilkan penyerbukan.
Cabai jawa (Dicaeum trochileum). Cabai Jawa adalah burung kecil famili Dicaeidae yang endemik Indonesia; warna kepala merah adalah petunjuk jantan, sehingga jenis kelamin dan umur perlu dicatat.
Caladi ulam (Dendrocopos analis). Caladi Jawa termasuk famili pelatuk Picidae; catatan di Indonesia perlu membedakannya dari pelatuk lain melalui pola kepala, sayap, dan lokasi.
Calotes versicolor. Bunglon taman oriental dapat berubah warna menurut kondisi serta perilaku; perubahan warna tidak berarti ia satu kelompok dekat dengan bunglon sejati.
Cangak besar (Ardea alba). Kuntul besar adalah kuntul putih yang luas sebarannya; bandingkan ukuran tubuh, bentuk paruh, serta warna kaki dengan kuntul kecil dan kuntul lainnya.
Cangak merah (Ardea purpurea). Cangak merah merupakan kuntul-kerabat berleher panjang yang berasosiasi dengan rawa dan vegetasi tinggi; warna kecokelatan tidak cukup untuk identifikasi tanpa bentuk tubuh.
Capung-Jala Lekuk (Neurothemis ramburii). Capung Neurothemis ramburii tergolong Libellulidae; identifikasi spesies memerlukan pola sayap dan tubuh, bukan warna merah secara umum.
Capung-Jala Lurus (Neurothemis terminata). Capung merah bersayap tepi-lurus dapat memakai lahan basah buatan dan tercatat luas dari Asia Tenggara sampai kawasan Nusa Tenggara.
Capung-Sambar Garis-Hitam (Crocothemis servilia). Capung sambar merah berasal dari Asia timur dan tenggara, dengan populasi introduksi di tempat lain; jantan merah tidak mewakili warna semua umur.
Capung-Sambar Hijau (Orthetrum sabina). Capung sambar hijau tersebar luas dari Asia sampai Australia; pola hijau-hitam pada tubuh dan perilaku bertengger membantu pengenalan.
Cecak Gula (Gehyra mutilata). Cicak empat-jari adalah gecko bersebaran luas; nama umumnya menunjuk bentuk kaki, tetapi identifikasi spesies tetap memerlukan rincian jari dan lokasi.
Cecak tembok (Hemidactylus platyurus). Cicak tembok berekor gepeng; bentuk ekor dan tubuh membantu memisahkannya dari cicak rumah lain yang sering terlihat di bangunan.
Cecurut rumah (Suncus murinus) adalah mamalia kecil pemakan serangga bermoncong runcing dan berbau musk; mirip tikus, tetapi bukan hewan pengerat.
Cekakak biru kehijauan dengan kerah putih yang sering terlihat di mangrove dan pesisir. Keragaman subspesies menuntut kehati-hatian saat memakai nama dari sumber lama.
Celepuk reban (Otus lempiji) adalah burung hantu kecil berjumbai telinga pendek penghuni hutan, kebun, dan taman kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Cici padi (Cisticola juncidis). Cici padi memakai vegetasi rumput terbuka; suara pendek yang berulang saat terbang sering membantu menemukannya sebelum detail bulu terlihat.
Cikalang kecil (Fregata ariel). Cikalang kecil merupakan cikalang berukuran lebih kecil di antara anggota familinya; ia menghabiskan banyak waktu terbang di atas laut tropis.
Cinenen jawa (Orthotomus sepium). Cinenen Jawa kini ditempatkan dalam famili Cisticolidae, bukan kelompok warbler Dunia Lama yang dahulu dipakai; penamaan dan identifikasi perlu mengikuti taksonomi mutakhir.
Cipoh kacat (Aegithina tiphia). Cipoh kacat menghuni semak dan tepi hutan; corak bulunya berubah antarpopulasi sehingga foto dari satu wilayah tidak selalu cocok dengan burung dari wilayah lain.
Codot krawar (Cynopterus brachyotis) adalah kelelawar buah kecil yang umum di kota, kebun, dan hutan Indonesia, penyebar biji sekaligus penyerbuk bunga.
Cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) adalah cucak besar berkepala kuning jerami yang kini berstatus Kritis akibat penangkapan untuk perdagangan burung.
Cyrtodactylus marmoratus. Cicak jari-bengkok marmer adalah gecko dari Jawa dan wilayah Asia Tenggara; pola bercak perlu dibaca bersama bentuk jari dan asal foto.
Dara-laut jambul (Thalasseus bergii). Dara-laut jambul besar mencari makan di laut pesisir dan bersarang dalam koloni di pantai atau pulau; gangguan di lokasi koloni dapat memengaruhi banyak sarang sekaligus.
Dendrelaphis pictus. Ular tambang merupakan ular ramping yang aktif di vegetasi dan dikenal dari Asia Selatan sampai Asia Tenggara; garis samping perlu dilihat bersama bentuk kepala.
Elang berjambul endemik Jawa yang kehidupannya bergantung pada hutan. Pohon sarang, masa pengasuhan, dan ruang jelajah membuat perlindungannya memerlukan perhatian jangka panjang.
Elang ular bido (Spilornis cheela) adalah elang berjambul pemangsa ular di tepi hutan Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Jenis ini dilindungi di Indonesia.
Haliaeetus leucogaster. Elang laut perut-putih memiliki kepala, tungging, dan bagian bawah putih, serta punggung abu-abu gelap; ia memakai pesisir dan sungai besar.
Hemidactylus frenatus. Cicak rumah Asia sering hidup pada bangunan dan berburu serangga di sekitar lampu; identifikasi perlu membedakannya dari cicak berekor gepeng.
Hipposideros cervinus. Kelelawar daun fawn termasuk Hipposideridae dan tersebar di beberapa negara Asia Tenggara serta Australia; warna saja tidak aman untuk membedakan spesies mirip.
Hipposideros diadema. Kelelawar ladam-daun diadem termasuk Hipposideridae, berbeda dari keluarga Rhinolophidae; bentuk hidung penting tetapi foto tunggal jarang cukup untuk identifikasi pasti.
Hiu martil (Sphyrna lewini) adalah hiu berkepala seperti palu dengan lekukan di tengah, tersebar di laut Indonesia dan berstatus Kritis menurut IUCN.
Hylarana erythraea. Katak hijau sawah dikenal dari Asia Tenggara dan pernah ditempatkan dalam genus Rana; habitat basahnya harus dibedakan dari bukti populasi atau status lokal.
Hypolimnas bolina. Kupu-kupu eggfly besar memiliki perbedaan corak antara jantan dan betina; satu foto tidak selalu mewakili seluruh variasi populasi.
Isap-madu australia (Lichmera indistincta). Burung-madu cokelat merupakan anggota Meliphagidae dengan lidah khusus untuk mengambil nektar; hubungan dengan bunga dapat diamati tanpa menganggap semua kunjungan sebagai penyerbukan.
Jalak putih (Acridotheres melanopterus) adalah jalak putih bersayap hitam endemik Jawa dan Bali yang nyaris punah di alam akibat perdagangan burung.
Jalak suren (Gracupica jalla) adalah jalak belang hitam-putih endemik Jawa dan Bali yang kemungkinan sudah punah di alam akibat perdagangan burung sangkar.
Jelarang Hitam (Ratufa bicolor). Jelarang hitam adalah bajing pohon berukuran besar dari hutan Asia; ukuran tubuh dan ekor berbulu membantu membedakannya dari bajing kelapa.
Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus). Jingjing batu tergolong kelompok flycatcher-shrike; penempatan familinya pernah diperdebatkan sehingga nama ilmiah dan sumber taksonomi harus dicantumkan.
Junonia orithya. Kupu-kupu Junonia orithya memiliki nama umum berbeda antarkawasan dan banyak subspesies; pola mata sayap dan lokasi perlu dicatat bersama.
Kacer atau kucica kampung (Copsychus saularis) adalah burung kicau hitam-putih yang dulu umum di Jawa, tetapi kini jarang di alam akibat penangkapan.
Kadal Rumput (Takydromus sexlineatus). Kadal rumput berekor sangat panjang, sering beberapa kali panjang badan; amati tanpa menarik ekornya karena kadal dapat melepaskannya.
Kancil jawa (Tragulus javanicus) adalah pelanduk mungil tanpa tanduk yang hanya hidup di hutan Pulau Jawa dan dilindungi di Indonesia.
Kapasan sayap-putih (Lalage sueurii). Kapasan sayap-putih adalah burung Campephagidae dari Indonesia dan Timor-Leste; bercak putih di sayap perlu dilihat bersama bentuk tubuh untuk membedakannya dari kerabat.
Kapinis rumah (Apus nipalensis). Kapinis rumah termasuk Apodidae dan banyak beraktivitas di udara; bentuk sayap serta lokasi sarang lebih dapat diandalkan daripada klaim perilaku terbang yang belum diverifikasi.
Kareo padi (Amaurornis phoenicurus). Kareo padi adalah anggota Rallidae dengan tubuh gelap dan wajah serta dada putih mencolok; habitat dekat air dan vegetasi rapat perlu diperiksa saat mencatatnya.
Katak terbang Jawa (Rhacophorus reinwardtii) adalah katak pohon hijau berselaput lebar dari hutan Jawa dan Sumatera yang bertelur di sarang busa.
Katak-serasah mata-bara (Leptobrachium hasseltii). Katak-serasah Hasselt pernah menjadi nama luas bagi beberapa populasi Asia Tenggara; sumber takson terkini membatasi identifikasi pasti dan perlu dibandingkan dengan kerabat.
Kehicap ranting (Hypothymis azurea). Kehicap ranting adalah burung kecil yang lincah; jantan dan betina berbeda warna, dan nama 'black-naped monarch' menunjuk pita gelap pada tengkuk.
Kepodang (Oriolus chinensis). Kepudang kuduk-hitam memakai berbagai kawasan berhutan di Asia; pola tengkuk gelap dan suara dapat membantu membedakannya dari burung kuning lain.
Kerbau (Bubalus bubalis). Kerbau air adalah hewan domestik hasil sejarah pemeliharaan manusia di Asia; catatan Indonesia tidak boleh ditafsirkan sebagai sebaran kerbau liar asli.
Kijang muncak (Muntiacus muntjak) adalah rusa kecil bertanduk pendek dan bertaring yang hidup di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok.
King kobra Sunda (Ophiophagus bungarus) adalah ular berbisa pemakan ular di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dipisahkan dari O. hannah pada 2024.
Kipasan belang (Rhipidura javanica). Kipasan belang adalah anggota Rhipiduridae; ekor yang membuka seperti kipas dan corak hitam-putih membantu pengenalan di tepi hutan atau kebun.
Kirik-kirik laut (Merops philippinus). Kirik-kirik laut memiliki ekor kebiruan dan merupakan pemakan serangga terbang; sejumlah populasi berpindah musim sehingga tanggal pengamatan membantu interpretasi.
Kodok Sawah (Fejervarya cancrivora). Katak pemakan kepiting dapat memakai habitat payau; studi salinitas menunjukkan toleransi berudu, tetapi batas uji laboratorium bukan izin memindahkannya ke air asin.
Kokokan laut (Butorides striata). Kokokan laut adalah kuntul kecil yang sering memakai tepi mangrove dan perairan dangkal; nama 'striated heron' membedakannya dari green heron Amerika.
Kongkang kolam (Chalcorana chalconota). Kongkang Schlegel pernah dipakai sebagai nama bagi beberapa populasi katak sungai yang kemudian dipisah; identifikasi Sumatra dan Jawa memerlukan rujukan takson mutakhir.
Kongkang racun (Odorrana hosii). Kongkang racun dikenal sebagai katak batu atau katak aliran di Asia Tenggara; nama umum tidak membenarkan penanganan tanpa pengetahuan spesies.
Kubung Sunda (Galeopterus variegatus). Kubung Sunda bukan lemur dan bukan kelelawar; lipatan kulit di antara anggota tubuh memungkinkannya meluncur dari pohon ke pohon.
Primata nokturnal Jawa yang hidup di pepohonan dan menghadapi ancaman perdagangan. Memahami perilakunya membantu membedakan rasa ingin tahu dari gangguan pada satwa.
Kuntul kecil (Egretta garzetta). Kuntul kecil adalah kuntul putih berukuran lebih kecil daripada kuntul besar; pengamatan di lahan basah perlu mencatat ukuran, paruh, dan warna kaki bersama-sama.
Kupu kupu pastur (Papilio memnon). Kupu-kupu pastur besar memiliki betina dengan beberapa bentuk warna, termasuk bentuk yang meniru spesies lain; jangan mengira semua bentuk adalah takson berbeda.
Kupu-kupu jeruk (Papilio demoleus). Kupu-kupu jeruk memakai tumbuhan jeruk sebagai salah satu inang ulat; catatan di kebun sebaiknya membedakan telur, ulat, dan kupu-kupu dewasa.
Kutilang (Pycnonotus aurigaster) adalah burung cucak berkepala hitam asli Jawa dan Bali yang umum di kebun dan kota, tetapi banyak ditangkap untuk dijual.
Landak Jawa (Hystrix javanica). Landak Jawa adalah pengerat berduri asli Indonesia yang dilaporkan di Jawa dan beberapa pulau sekitar; penelitian di Jawa Barat menemukan penggunaan hutan sekunder dan area dekat kebun.
Layang-layang Asia (Hirundo rustica). Layang-layang api memiliki punggung biru, sayap runcing, dan ekor bercabang dalam; di Indonesia sebagian burung dapat merupakan pengunjung musiman.
Layang-layang kecil yang menangkap serangga di udara dan membangun sarang dari lumpur. Nama ilmiahnya penting karena klasifikasi kelompok layang-layang Pasifik pernah berubah.
Lebah madu Asia (Apis cerana) adalah lebah madu asli Indonesia yang bersarang di rongga, menyerbuki tanaman, dan dibudidayakan untuk madu.
Lutung Budeng (Trachypithecus auratus). Lutung Jawa umumnya berbulu hitam mengilap, tetapi individu muda dapat berwarna jingga; perubahan warna usia jangan dianggap sebagai spesies lain.
Kucing besar endemik Jawa dengan bentuk berbintik maupun hitam. Hutan yang terhubung dan pengelolaan perjumpaan manusia penting bagi kelangsungannya.
Macroglossus minimus. Kelelawar nektar lidah-panjang memakai bunga sebagai sumber pakan; tubuhnya kecil dibanding kalong besar, tetapi identifikasi spesies memerlukan lebih dari ukuran.
Burung besar dengan leher hijau berkilau yang memerlukan kawasan berhutan dan ruang terbuka. Merak hijau memiliki identitas berbeda dari merak biru yang sering dipelihara.
Burung penyanyi dengan tungging kuning mencolok yang sering memakai taman, kebun, dan tepi hutan. Penelitian setempat menunjukkan perannya sebagai pemakan buah dan serangga.
Merpati batu (Columba livia). Merpati batu mencakup burung liar serta keturunan domestik yang hidup bebas; pengamatan perkotaan tidak otomatis mencerminkan populasi liar asal.
Primata sosial yang menggunakan hutan, tepian sungai, mangrove, dan batas permukiman. Makanan serta interaksi dengan manusia berubah menurut tempat; banyaknya penampakan tidak menunjukkan keadaan seluruh populasi.
Murai batu (Copsychus malabaricus) adalah burung kicau hutan bersuara merdu yang populasinya di Indonesia merosot akibat penangkapan untuk perdagangan.
Musang (Paradoxurus hermaphroditus). Musang luwak adalah Viverridae yang dapat memakai beragam habitat; perdagangan dan produksi kopi luwak harus dibedakan dari perilaku satwa liar.
Kera kecil berwarna keperakan yang bergantung pada tajuk hutan Jawa. Suara, hubungan keluarga, dan jalur antarpepohonan membentuk kehidupannya.
Penyu tempayan (Caretta caretta) adalah penyu laut berkepala besar yang sangat jarang dijumpai di Indonesia dan dilindungi penuh.
Pergam hijau (Ducula aenea). Pergam hijau adalah merpati hutan bertubuh besar; ukuran dan warna hijau pada sayap membantu membedakannya dari punai yang lebih kecil.
Perkutut (Geopelia striata). Perkutut berukuran kecil, berekor relatif panjang, dan bercorak garis hitam-putih pada tubuh cokelat keabu-abuan; suaranya berupa deretan dengkur lembut.
Phrynoidis asper. Kodok sungai besar adalah Bufonidae Asia Tenggara; sebutan 'kodok raksasa' relatif terhadap kodok lokal lain, bukan ukuran baku semua individu.
Polypedates leucomystax. Katak pohon Asia Tenggara membuat sarang busa di dekat air untuk telur; lokasi sarang perlu dibiarkan utuh saat pengamatan.
Punai gading (Treron vernans). Punai gading termasuk merpati hijau yang sering terlihat di pepohonan berbuah; nama Inggris yang tepat mengacu pada leher merah muda, bukan burung-buah nuri.
Punai penganten (Treron griseicauda). Punai penganten adalah merpati hijau endemik Indonesia; warna pipi dan tengkuk membantu memisahkannya dari punai lain di pohon berbuah.
Raja-udang biru (Alcedo coerulescens). Raja-udang biru kecil adalah spesies Indonesia berwarna biru metalik dan putih; ukuran serta pola tubuh perlu diperiksa karena raja-udang lain juga biru.
Rangkong badak (Buceros rhinoceros) adalah rangkong besar bercula merah-jingga dari hutan Sumatera, Jawa, dan Kalimantan; berstatus Rentan.
Rangrang (Oecophylla smaragdina). Semut rangrang merajut daun menjadi sarang menggunakan sutra yang dihasilkan larva; satu pohon dapat menampung beberapa sarang dari satu koloni.
Remetuk laut (Gerygone sulphurea). Remetuk laut adalah burung kecil Acanthizidae yang tercatat di Indonesia dan negara Asia Tenggara lain; nama 'perut kuning' lebih tepat daripada terjemahan yang menyebut pemakan lalat.
Sanca Kembang (Malayopython reticulatus). Sanca kembang dapat menjadi ular yang sangat panjang dan menangkap mangsa dengan lilitan; ia tidak berbisa, tetapi hewan besar tetap berbahaya bila didekati.
Serak Jawa (Tyto alba) adalah burung hantu berwajah putih berbentuk hati yang memangsa tikus di sawah, kebun sawit, dan permukiman.
Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus). Srigunting kelabu memiliki beberapa populasi dengan tingkat keabuan dan pola perpindahan berbeda; foto serta tanggal membantu identifikasi subpopulasi.
Surili jawa (Presbytis comata). Surili Jawa adalah primata endemik Jawa bagian barat; nama umum 'Javan' tidak berarti seluruh Pulau Jawa memiliki populasi yang sama.
Tepekong jambul (Hemiprocne longipennis). Tepekong rangkang termasuk famili treeswift yang berbeda dari walet sejati; burung ini dapat bertengger tampak jelas, tidak hanya dilihat saat terbang.
Tikus got (Rattus norvegicus) adalah tikus besar penggali liang yang hidup di selokan, permukiman, dan pelabuhan serta dapat menularkan leptospirosis.
Tikus rumah (Rattus rattus) adalah tikus pemanjat berekor panjang yang bersarang di plafon dan dinding rumah serta dapat menularkan leptospirosis.
Tokek rumah (Gekko gecko). Tokek adalah cecak pohon besar yang aktif terutama malam hari; panggilannya mudah dikenali, tetapi suara saja tidak selalu menunjukkan lokasi persis individu.
Mamalia bersisik pemakan semut dan rayap yang terancam perdagangan ilegal. Kebiasaan memanjat dan bersembunyi membuat pengamatan langsungnya sulit.
Trinil pantai (Actitis hypoleucos). Trinil pantai kecil ini menggunakan tepi perairan dan termasuk burung perancah yang berpindah antarkawasan; catatan Indonesia tidak selalu berarti burung bersarang di lokasi itu.
Tupai Kekes (Tupaia javanica). Tupai Jawa adalah anggota Tupaiidae, bukan bajing keluarga Sciuridae; sumber menempatkannya di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nias.
Ular Air Belang (Homalopsis buccata). Ular air muka-gembung hidup di perairan tropis Asia Selatan dan Tenggara; bentuk kepala dan habitat basah perlu dicatat, bukan warna saja.
Ular Bangkai Laut (Trimeresurus albolabris). Viper bibir-putih berbisa dan memiliki beberapa kerabat serupa; fotografi dari jarak aman serta lokasi lebih tepat daripada mencoba memegang ular untuk memastikan nama.
Ular Bangkai Laut (Trimeresurus insularis). Ular viper pulau Sunda berbisa; sebagian sumber lama memperlakukannya sebagai subspesies viper bibir-putih, sehingga nama takson harus diperiksa sebelum memakai data.
Ular cabai kecil (Calliophis intestinalis) adalah ular karang kecil berbisa berekor merah dengan perut belang hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Ular Cicak (Lycodon capucinus). Ular serigala rumah memperoleh nama dari gigi depan yang membesar, bukan hubungan dengan mamalia serigala; ia sering disalahartikan ketika terlihat di bangunan.
Ular gadung (Ahaetulla prasina). Ular pucuk bertubuh sangat ramping dan sering berada di vegetasi; warna hijau saja tidak cukup untuk membedakannya dari ular pohon lain.
Ular Jali (Ptyas korros). Ular jali adalah ular tikus Indo-Cina dari Asia Tenggara; nama 'tikus' menunjukkan kelompok umum, bukan bukti bahwa setiap individu hanya memakan tikus.
Ular kobra Jawa (Naja sputatrix) adalah kobra penyembur berbisa dari Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang sering masuk ke permukiman.
Ular siput (Pareas carinatus). Ular siput berlunas termasuk Pareidae dan dikenal sebagai pemakan siput; nama kelompoknya tidak boleh dipakai untuk menyimpulkan semua mangsa pada setiap lokasi.
Ular tanah (Calloselasma rhodostoma) adalah viper berbisa hemotoksik dari Jawa yang bersembunyi di serasah dan cenderung diam saat didekati.
Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah krait berbisa neurotoksik dengan belang hitam-kuning melingkar penuh, di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Ular weling (Bungarus candidus) adalah krait sangat berbisa bergaris hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Bali yang aktif pada malam hari.
Walet Linchi (Collocalia linchi). Walet gua ini tercatat di Sumatra, Jawa, dan Bali; sumber spesies menyebut hutan sebagai tempat mencari makan dan gua sebagai lokasi bersarang.
Walet sarang-putih (Aerodramus fuciphagus). Walet sarang-putih membangun sarang terutama dari air liur yang mengeras; praktik pemanenan sarang harus dibedakan dari kebutuhan hidup burungnya.
Walik kembang (Ptilinopus melanospilus). Walik kepala-hitam jantan berkepala abu-abu pucat dengan tengkuk hitam dan tubuh dominan hijau; betina dapat tampak berbeda.
Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus). Wiwik kelabu adalah anggota Cuculidae yang tersebar luas di Asia; pengamatan perlu mencatat suara serta tempat karena beberapa wiwik tampak serupa.
Wiwik rimba (Cacomantis variolosus). Wiwik rimba termasuk Cuculidae; suara, corak tubuh, dan lokasi lebih membantu identifikasi daripada nama umum yang dapat berubah ketika taksonomi kelompok ini direvisi.
Daftar hewan di Jawa dan status IUCN
| Nama | Nama ilmiah | Kelompok | Status konservasi |
|---|---|---|---|
| Artamus leucorhynchos | Artamus leucorhynchos | Burung | Belum tercatat |
| Ayam hutan hijau | Gallus varius | Burung | Risiko rendah |
| Babi Hutan | Sus scrofa | Mamalia | Risiko rendah |
| Badak Jawa | Rhinoceros sondaicus | Mamalia | Kritis |
| Bajing Kelabu | Callosciurus nigrovittatus | Mamalia | Risiko rendah |
| Bajing Kelapa | Callosciurus notatus | Mamalia | Risiko rendah |
| Bangkong Kolong | Duttaphrynus melanostictus | Amfibi | Risiko rendah |
| Banteng | Bos javanicus | Mamalia | Kritis |
| Belentuk-pohon jawa | Kaloula baleata | Amfibi | Risiko rendah |
| Bengkarung | Eutropis multifasciata | Reptil | Risiko rendah |
| Bengkarung Terbang Biasa | Draco volans | Reptil | Risiko rendah |
| Bengkawat (Kalimantan) | Pteropus vampyrus | Mamalia | Genting |
| Beo | Gracula religiosa | Burung | Risiko rendah |
| Berang-berang cakar kecil | Aonyx cinereus | Mamalia | Belum tercatat |
| Berang-berang wregul | Lutrogale perspicillata | Mamalia | Rentan |
| Biawak air | Varanus salvator | Reptil | Risiko rendah |
| Bintang laut mahkota duri | Acanthaster planci | Laut | Belum tercatat |
| Binturong | Arctictis binturong | Mamalia | Rentan |
| Blekok | Ardeola speciosa | Burung | Risiko rendah |
| Bondol haji | Lonchura maja | Burung | Risiko rendah |
| Bondol jawa | Lonchura leucogastroides | Burung | Risiko rendah |
| Bondol peking | Lonchura punctulata | Burung | Risiko rendah |
| Buaya senyulong | Tomistoma schlegelii | Reptil | Genting |
| Bubut alang-alang | Centropus bengalensis | Burung | Risiko rendah |
| Bunglon Surai | Bronchocela jubata | Reptil | Risiko rendah |
| Burung gereja | Passer montanus | Burung | Risiko rendah |
| Burung takur tukang besi | Psilopogon haemacephalus | Burung | Risiko rendah |
| Burung tekukur | Spilopelia chinensis | Burung | Risiko rendah |
| Burung-madu kelapa | Anthreptes malacensis | Burung | Risiko rendah |
| Cabai jawa | Dicaeum trochileum | Burung | Risiko rendah |
| Caladi ulam | Dendrocopos analis | Burung | Risiko rendah |
| Calotes versicolor | Calotes versicolor | Reptil | Risiko rendah |
| Cangak besar | Ardea alba | Burung | Risiko rendah |
| Cangak merah | Ardea purpurea | Burung | Risiko rendah |
| Capung-Jala Lekuk | Neurothemis ramburii | Invertebrata | Belum tercatat |
| Capung-Jala Lurus | Neurothemis terminata | Invertebrata | Risiko rendah |
| Capung-Sambar Garis-Hitam | Crocothemis servilia | Invertebrata | Risiko rendah |
| Capung-Sambar Hijau | Orthetrum sabina | Invertebrata | Risiko rendah |
| Cecak Gula | Gehyra mutilata | Reptil | Risiko rendah |
| Cecak tembok | Hemidactylus platyurus | Reptil | Risiko rendah |
| Cecurut rumah | Suncus murinus | Mamalia | Risiko rendah |
| Cekakak sungai | Todiramphus chloris | Burung | Risiko rendah |
| Celepuk reban | Otus lempiji | Burung | Risiko rendah |
| Cici padi | Cisticola juncidis | Burung | Risiko rendah |
| Cikalang kecil | Fregata ariel | Burung | Risiko rendah |
| Cinenen jawa | Orthotomus sepium | Burung | Risiko rendah |
| Cipoh kacat | Aegithina tiphia | Burung | Risiko rendah |
| Codot krawar | Cynopterus brachyotis | Mamalia | Risiko rendah |
| Cucak rawa | Pycnonotus zeylanicus | Burung | Kritis |
| Cyrtodactylus marmoratus | Cyrtodactylus marmoratus | Reptil | Risiko rendah |
| Dara-laut jambul | Thalasseus bergii | Burung | Risiko rendah |
| Dendrelaphis pictus | Dendrelaphis pictus | Reptil | Risiko rendah |
| Elang Jawa | Nisaetus bartelsi | Burung | Genting |
| Elang ular bido | Spilornis cheela | Burung | Risiko rendah |
| Haliaeetus leucogaster | Haliaeetus leucogaster | Burung | Risiko rendah |
| Hemidactylus frenatus | Hemidactylus frenatus | Reptil | Belum tercatat |
| Hipposideros cervinus | Hipposideros cervinus | Mamalia | Risiko rendah |
| Hipposideros diadema | Hipposideros diadema | Mamalia | Risiko rendah |
| Hiu martil | Sphyrna lewini | Laut | Kritis |
| Hylarana erythraea | Hylarana erythraea | Amfibi | Risiko rendah |
| Hypolimnas bolina | Hypolimnas bolina | Invertebrata | Belum tercatat |
| Isap-madu australia | Lichmera indistincta | Burung | Risiko rendah |
| Jalak putih | Acridotheres melanopterus | Burung | Genting |
| Jalak suren | Gracupica jalla | Burung | Belum tercatat |
| Jelarang Hitam | Ratufa bicolor | Mamalia | Hampir terancam |
| Jingjing batu | Hemipus hirundinaceus | Burung | Risiko rendah |
| Junonia orithya | Junonia orithya | Invertebrata | Risiko rendah |
| Kacer | Copsychus saularis | Burung | Risiko rendah |
| Kadal Rumput | Takydromus sexlineatus | Reptil | Risiko rendah |
| Kancil jawa | Tragulus javanicus | Mamalia | Kurang data |
| Kapasan sayap-putih | Lalage sueurii | Burung | Risiko rendah |
| Kapinis rumah | Apus nipalensis | Burung | Risiko rendah |
| Kareo padi | Amaurornis phoenicurus | Burung | Risiko rendah |
| Katak terbang Jawa | Rhacophorus reinwardtii | Amfibi | Risiko rendah |
| Katak-serasah mata-bara | Leptobrachium hasseltii | Amfibi | Risiko rendah |
| Kehicap ranting | Hypothymis azurea | Burung | Risiko rendah |
| Kepodang | Oriolus chinensis | Burung | Risiko rendah |
| Kerbau | Bubalus bubalis | Mamalia | Belum tercatat |
| Kijang muncak | Muntiacus muntjak | Mamalia | Risiko rendah |
| King kobra | Ophiophagus bungarus | Reptil | Belum tercatat |
| Kipasan belang | Rhipidura javanica | Burung | Risiko rendah |
| Kirik-kirik laut | Merops philippinus | Burung | Risiko rendah |
| Kodok Sawah | Fejervarya cancrivora | Amfibi | Risiko rendah |
| Kokokan laut | Butorides striata | Burung | Risiko rendah |
| Kongkang kolam | Chalcorana chalconota | Amfibi | Risiko rendah |
| Kongkang racun | Odorrana hosii | Amfibi | Risiko rendah |
| Kubung Sunda | Galeopterus variegatus | Mamalia | Risiko rendah |
| Kukang Jawa | Nycticebus javanicus | Mamalia | Kritis |
| Kuntul kecil | Egretta garzetta | Burung | Risiko rendah |
| Kupu kupu pastur | Papilio memnon | Invertebrata | Belum tercatat |
| Kupu-kupu jeruk | Papilio demoleus | Invertebrata | Belum tercatat |
| Kutilang | Pycnonotus aurigaster | Burung | Risiko rendah |
| Landak Jawa | Hystrix javanica | Mamalia | Risiko rendah |
| Layang-layang Asia | Hirundo rustica | Burung | Risiko rendah |
| Layang-layang batu | Hirundo javanica | Burung | Risiko rendah |
| Lebah madu Asia | Apis cerana | Invertebrata | Belum tercatat |
| Lutung Budeng | Trachypithecus auratus | Mamalia | Rentan |
| Macan tutul Jawa | Panthera pardus melas | Mamalia | Genting |
| Macroglossus minimus | Macroglossus minimus | Mamalia | Risiko rendah |
| Merak hijau | Pavo muticus | Burung | Genting |
| Merbah cerucuk | Pycnonotus goiavier | Burung | Risiko rendah |
| Merpati batu | Columba livia | Burung | Risiko rendah |
| Monyet ekor panjang | Macaca fascicularis | Mamalia | Genting |
| Murai batu | Copsychus malabaricus | Burung | Risiko rendah |
| Musang | Paradoxurus hermaphroditus | Mamalia | Risiko rendah |
| Owa Jawa | Hylobates moloch | Mamalia | Genting |
| Penyu tempayan | Caretta caretta | Laut | Rentan |
| Pergam hijau | Ducula aenea | Burung | Hampir terancam |
| Perkutut | Geopelia striata | Burung | Risiko rendah |
| Phrynoidis asper | Phrynoidis asper | Amfibi | Risiko rendah |
| Polypedates leucomystax | Polypedates leucomystax | Amfibi | Risiko rendah |
| Punai gading | Treron vernans | Burung | Risiko rendah |
| Punai penganten | Treron griseicauda | Burung | Belum tercatat |
| Raja-udang biru | Alcedo coerulescens | Burung | Risiko rendah |
| Rangkong badak | Buceros rhinoceros | Burung | Rentan |
| Rangrang | Oecophylla smaragdina | Invertebrata | Belum tercatat |
| Remetuk laut | Gerygone sulphurea | Burung | Risiko rendah |
| Sanca Kembang | Malayopython reticulatus | Reptil | Risiko rendah |
| Serak Jawa | Tyto alba | Burung | Risiko rendah |
| Srigunting kelabu | Dicrurus leucophaeus | Burung | Risiko rendah |
| Surili jawa | Presbytis comata | Mamalia | Rentan |
| Tepekong jambul | Hemiprocne longipennis | Burung | Risiko rendah |
| Tikus got | Rattus norvegicus | Mamalia | Risiko rendah |
| Tikus rumah | Rattus rattus | Mamalia | Risiko rendah |
| Tokek rumah | Gekko gecko | Reptil | Risiko rendah |
| Trenggiling Sunda | Manis javanica | Mamalia | Kritis |
| Trinil pantai | Actitis hypoleucos | Burung | Risiko rendah |
| Tupai Kekes | Tupaia javanica | Mamalia | Risiko rendah |
| Ular Air Belang | Homalopsis buccata | Reptil | Risiko rendah |
| Ular Bangkai Laut (Trimeresurus albolabris) | Trimeresurus albolabris | Reptil | Risiko rendah |
| Ular Bangkai Laut (Trimeresurus insularis) | Trimeresurus insularis | Reptil | Risiko rendah |
| Ular cabai kecil | Calliophis intestinalis | Reptil | Risiko rendah |
| Ular Cicak | Lycodon capucinus | Reptil | Risiko rendah |
| Ular gadung | Ahaetulla prasina | Reptil | Risiko rendah |
| Ular Jali | Ptyas korros | Reptil | Hampir terancam |
| Ular kobra Jawa | Naja sputatrix | Reptil | Risiko rendah |
| Ular siput | Pareas carinatus | Reptil | Risiko rendah |
| Ular tanah | Calloselasma rhodostoma | Reptil | Risiko rendah |
| Ular welang | Bungarus fasciatus | Reptil | Risiko rendah |
| Ular weling | Bungarus candidus | Reptil | Risiko rendah |
| Walet Linchi | Collocalia linchi | Burung | Risiko rendah |
| Walet sarang-putih | Aerodramus fuciphagus | Burung | Risiko rendah |
| Walik kembang | Ptilinopus melanospilus | Burung | Risiko rendah |
| Wiwik kelabu | Cacomantis merulinus | Burung | Risiko rendah |
| Wiwik rimba | Cacomantis variolosus | Burung | Risiko rendah |
Ingin melihat semua hewan?
Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.
















































































































































