Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Jalak putih

Jalak putih (Acridotheres melanopterus) adalah jalak putih bersayap hitam endemik Jawa dan Bali yang nyaris punah di alam akibat perdagangan burung.

Jawaban singkat

Status IUCN: Genting

Sekilas tentang jalak putih

Jalak putih (Acridotheres melanopterus) adalah burung dari famili Sturnidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Genting (Endangered).

Fakta singkat: Jalak putih
Nama ilmiahAcridotheres melanopterus
Nama InggrisBlack-winged myna
KelompokBurung
FamiliSturnidae
Wilayah di IndonesiaJawa, Bali, Madura, dan Nusa Penida (endemik Indonesia)
Habitat terkaitSabana
MakananSerangga di sabana; juga kutu di punggung rusa
Sebaran di IndonesiaEndemik Jawa, Bali, Madura, dan Nusa Penida
Ciri utamaTubuh putih, sayap dan ekor hitam, paruh kuning
Nama lainJalak putih-sayap hitam
Status perlindungan di IndonesiaDilindungi (Permen LHK P.106/2018)
Status IUCNGenting (Endangered), penilaian 2021
Status IUCNGenting (Endangered) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026
Dalam panduan ini (10)
Foto Jalak putih (Acridotheres melanopterus).
(c) Forest Botial-Jarvis, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Foto dipotong untuk tata letak.
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu jalak putih?

Jalak putih adalah burung jalak kekar berukuran sekitar 23 cm yang seluruh tubuhnya putih, kecuali sayap dan ekor yang hitam. Menurut BirdLife, burung dewasa berjambul putih pendek, memiliki kulit tanpa bulu berwarna kekuningan atau merah muda di sekitar mata, serta paruh dan kaki kuning. Jalak bali berbeda karena hitamnya hanya di ujung sayap dan ekor, jambulnya jauh lebih panjang, dan kulit matanya biru. Jalak putih memiliki tiga subspesies. Studi genom Sadanandan dkk. (2020) menunjukkan ketiganya sangat mirip secara genetik, sehingga BirdLife kembali menggabungkannya dalam satu spesies.

Dasar informasi: BirdLife International DataZone — Black-winged Myna Acridotheres melanopterus species factsheet ↗ · Sadanandan et al. (2020), Scientific Reports — The conservation value of admixed phenotypes in a critically endangered species complex (PMC) ↗

Di mana jalak putih hidup?

Jalak putih adalah burung endemik Jawa dan Bali, juga tercatat di Madura dan Nusa Penida. Subspesies melanopterus hidup di sebagian besar Jawa, tricolor di Jawa bagian tenggara, dan tertius di Bali. Menurut BirdLife, habitatnya berupa lahan terbuka di dataran rendah, seperti lahan pertanian, padang penggembalaan, sabana, hutan musim termasuk hutan jati, dan tepi hutan. Penilaian BirdLife 2021 menyebut subspesies melanopterus mungkin sudah punah di alam. Populasi liar terbesar, sekitar 180 ekor, berada di Taman Nasional Baluran, sedangkan di Taman Nasional Bali Barat diperkirakan tersisa 35–100 ekor.

Dasar informasi: BirdLife International DataZone — Black-winged Myna Acridotheres melanopterus species factsheet ↗ · Shepherd et al. (2016), Bird Conservation International — Illegal trade pushing the Critically Endangered Black-winged Myna Acridotheres melanopterus towards imminent extinction ↗

Jalak putih makan apa?

Jalak putih mencari makan di tanah terbuka seperti sabana dan padang rumput, antara lain memakan serangga. Penelitian Brillianti (2019) di Taman Nasional Bali Barat menemukan jalak putih memakai sabana sebagai tempat mencari makan dan minum. Pada musim hujan, sabana menyediakan banyak serangga di tumbuhan bawah dan pepohonan sekitarnya. Peneliti juga melihat jalak putih memakan kutu di punggung rusa, sementara rusa yang merumput membuat serangga beterbangan sehingga mudah ditangkap. BirdLife menambahkan bahwa sebagian kelompok di Bali diduga berpindah mengikuti pohon yang sedang berbunga dan berbuah.

Dasar informasi: Brillianti (2019), Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (IPB) — Black-winged Starling Populations and Habitats in West Bali National Park ↗ · BirdLife International DataZone — Black-winged Myna Acridotheres melanopterus species factsheet ↗

Bagaimana perilaku jalak putih?

Jalak putih biasanya hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil dan mencari makan di lapangan rumput. Menurut Shepherd dkk. (2016), dulu burung ini kadang bertengger di pohon dan atap rumah di perkotaan. Jalak putih bersarang di rongga alami maupun kotak sarang buatan. BirdLife mencatat burung yang dilepasliarkan di kawasan Taman Safari Bogor berbiak di rongga alami dan buatan. Cikananga Wildlife Center melaporkan perkembangbiakan pertama di alam dari burung lepasan mereka di Taman Nasional Gunung Halimun Salak pada April 2014.

Dasar informasi: Shepherd et al. (2016), Bird Conservation International — Illegal trade pushing the Critically Endangered Black-winged Myna Acridotheres melanopterus towards imminent extinction ↗ · BirdLife International DataZone — Black-winged Myna Acridotheres melanopterus species factsheet ↗ · Cikananga Wildlife Center — Black-winged Myna ↗

Mengapa jalak putih terancam punah?

Jalak putih terancam punah terutama karena ditangkap untuk perdagangan burung. BirdLife menyebutnya salah satu burung peliharaan terpopuler di Jawa. Penilaian IUCN 2021 memperkirakan populasi globalnya hanya 220–285 ekor, setara sekitar 150–190 individu dewasa, dan menetapkan status Genting. Harganya melonjak dari sekitar USD 12,50 pada 1987 menjadi rata-rata USD 270 di pasar Jakarta pada 2014 menurut TRAFFIC. Perburuan masih terjadi, bahkan di kawasan lindung: tiga anakan diambil dari Taman Nasional Bali Barat pada Mei 2021.

Dasar informasi: BirdLife International DataZone — Black-winged Myna Acridotheres melanopterus species factsheet ↗ · TRAFFIC — In the Market for Extinction: An inventory of Jakarta's bird markets (Chng et al., 2015) ↗

Bagaimana melindungi jalak putih?

Jalak putih dilindungi di Indonesia: Acridotheres melanopterus tercantum dalam lampiran Permen LHK P.106/2018, begitu pula A. tricolor dan A. tertius. Menurut BirdLife, aturan perlindungan membuat penangkapan, pengangkutan, dan perdagangannya ilegal, tetapi penegakannya masih lemah. BirdLife merekomendasikan penegakan hukum di pasar burung dan kawasan lindung serta kampanye agar orang tidak membeli satwa dilindungi. Masyarakat dapat membantu dengan melaporkan penjualan jalak putih kepada BKSDA atau polisi. Jangan melepas burung peliharaan ke alam sendiri, karena pelepasan tanpa kajian dapat mencampur subspesies. Sadanandan dkk. menyarankan program penangkaran terpisah untuk tiap subspesies.

Dasar informasi: JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (teks dan lampiran) ↗ · BirdLife International DataZone — Black-winged Myna Acridotheres melanopterus species factsheet ↗ · Sadanandan et al. (2020), Scientific Reports — The conservation value of admixed phenotypes in a critically endangered species complex (PMC) ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Pertanyaan umum tentang jalak putih

Apa nama latin jalak putih?

Nama latin atau nama ilmiah jalak putih adalah Acridotheres melanopterus, dari famili Sturnidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Black-winged myna.

Di mana jalak putih dapat ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, panduan ini mencatat jalak putih di wilayah berikut: Jawa, Bali, Madura, dan Nusa Penida (endemik Indonesia).

Habitat terkait yang didukung sumber: Sabana.

Jalak putih makan apa?

Pola makan jalak putih: serangga di sabana; juga kutu di punggung rusa.

Apa status konservasi jalak putih?

Dalam Daftar Merah IUCN, jalak putih masuk kategori Genting (Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.

Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah jalak putih termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.

Sumber & referensi

  1. BirdLife International DataZone — Black-winged Myna Acridotheres melanopterus species factsheet ↗
  2. Shepherd et al. (2016), Bird Conservation International — Illegal trade pushing the Critically Endangered Black-winged Myna Acridotheres melanopterus towards imminent extinction ↗
  3. Sadanandan et al. (2020), Scientific Reports — The conservation value of admixed phenotypes in a critically endangered species complex (PMC) ↗
  4. Brillianti (2019), Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (IPB) — Black-winged Starling Populations and Habitats in West Bali National Park ↗
  5. JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (teks dan lampiran) ↗
  6. Cikananga Wildlife Center — Black-winged Myna ↗
  7. TRAFFIC — In the Market for Extinction: An inventory of Jakarta's bird markets (Chng et al., 2015) ↗
  8. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 25 September). Jalak putih (Acridotheres melanopterus). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/jalak-putih/