Jawaban singkat
Status IUCN: Risiko rendahSekilas tentang elang ular bido
Elang ular bido (Spilornis cheela) adalah burung dari famili Accipitridae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Risiko rendah (Least Concern).
| Nama ilmiah | Spilornis cheela |
|---|---|
| Nama Inggris | Crested serpent eagle |
| Kelompok | Burung |
| Famili | Accipitridae |
| Wilayah di Indonesia | Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan |
| Habitat terkait | Hutan Hujan Tropis, Mangrove, Sabana |
| Makanan | Ular (termasuk berbisa), kadal, katak, mamalia kecil, burung |
| Sebaran di Indonesia | Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan |
| Ciri utama | Jambul hitam; pita pucat lebar di sayap dan ekor saat terbang |
| Nama lain | Elangular bido, elang bido, crested serpent-eagle |
| Status perlindungan di Indonesia | Dilindungi menurut Permen LHK P.106/2018 |
| Status IUCN | Risiko rendah (Least Concern) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026 |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu elang ular bido?
Elang ular bido (Spilornis cheela) adalah elang berukuran sedang yang terkenal sebagai pemangsa ular. Menurut Animal Diversity Web, panjangnya 55–76 cm dengan rentang sayap 109–169 cm. Burung dewasa berwarna cokelat gelap dengan kepala seperti bertudung hitam, perut berbintik putih, serta kulit kuning tanpa bulu di sekitar mata dan paruh.
Saat terbang, tampak pita pucat lebar di sayap dan ekornya, dan sayapnya membentuk huruf V dangkal. Jambul hitamnya ditegakkan ketika terkejut. Di Sulawesi hidup kerabatnya, elang ular sulawesi (Spilornis rufipectus), spesies berbeda yang juga tercantum dalam daftar satwa dilindungi.
Dasar informasi: Animal Diversity Web — Spilornis cheela (crested serpent eagle) ↗ · JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗
Di mana elang ular bido hidup?
Di Indonesia, elang ular bido hidup di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan, dengan anak jenis yang berbeda di tiap wilayah; misalnya S. c. bido di Jawa dan Bali. Di luar Indonesia, sebarannya membentang dari India dan Tiongkok selatan hingga Filipina.
Elang ini menyukai tepi hutan, tempat ia bisa melayang dan berburu. Menurut Animal Diversity Web, habitatnya meliputi hutan kering hingga basah, perkebunan, sabana berpohon, dan mangrove, sampai ketinggian 1.900 m. BirdLife menyebut jenis ini mudah memakai perkebunan dan area terbuka, tetapi ADW mencatat ia tetap membutuhkan area berhutan untuk berburu dan bersarang.
Dasar informasi: The Eagle Directory — Crested Serpent Eagle (Spilornis cheela) (salinan arsip Wayback Machine) ↗ · Animal Diversity Web — Spilornis cheela (crested serpent eagle) ↗ · BirdLife International (DataZone) — Crested Serpent-eagle Spilornis cheela species factsheet ↗
Elang ular bido makan apa?
Elang ular bido terutama memangsa ular, termasuk ular berbisa, menurut Animal Diversity Web. Ia juga memakan kadal, katak, mamalia kecil, dan burung. Balai KSDA Bali menyebutnya pemangsa ular, reptil, katak, dan mamalia kecil yang menempati puncak rantai makanan.
Elang ini biasanya berburu dari tempat bertengger: ia menunggu lama di dahan dekat tempat terbuka atau sungai, lalu turun menyambar mangsa di tanah. Ia juga bisa berburu sambil melayang. Karena banyak memakan ular dan hewan pengerat, elang ini diduga berperan mengendalikan jumlah hewan-hewan tersebut.
Dasar informasi: Animal Diversity Web — Spilornis cheela (crested serpent eagle) ↗ · The Eagle Directory — Crested Serpent Eagle (Spilornis cheela) (salinan arsip Wayback Machine) ↗ · Balai KSDA Bali — Evakuasi elang ular bido di Desa Pemuteran dan pelepasliaran burung hasil sitaan (2026) ↗
Bagaimana elang ular bido berkembang biak?
Elang ular bido hidup berpasangan sepanjang tahun, dan pasangan sering terlihat melayang sambil bersuara di atas wilayahnya. Suaranya nyaring dan sering terdiri atas tiga nada. Jantan dan betina bersama-sama membangun sarang dari ranting yang dilapisi daun segar, biasanya di pohon tinggi dekat sumber air seperti sungai.
Biasanya hanya satu telur yang tercatat dalam satu sarang. Menurut Animal Diversity Web, betina mengerami telur sekitar 35 hari, dan anak mulai terbang sekitar dua bulan setelah menetas. Pengelola Pusat Konservasi Elang Kamojang, dikutip Mongabay Indonesia, menilai perdagangan sangat mengancam elang karena elang hanya bertelur 1–2 butir.
Dasar informasi: Animal Diversity Web — Spilornis cheela (crested serpent eagle) ↗ · The Eagle Directory — Crested Serpent Eagle (Spilornis cheela) (salinan arsip Wayback Machine) ↗ · Mongabay Indonesia — Meski Mulai Ada Penyerahan, Elang Masih Terancam Perburuan (2017) ↗
Bolehkah elang ular bido dipelihara?
Tidak, elang ular bido adalah satwa dilindungi di Indonesia menurut Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, sebagaimana ditegaskan Balai KSDA Bali. Sekretaris Jenderal Raptor Indonesia, dalam wawancara dengan Mongabay Indonesia, menyebut elang dilindungi tidak boleh dipelihara, disimpan, atau dimiliki secara pribadi.
Meski dilindungi, elang masih diperdagangkan. Pusat Konservasi Elang Kamojang memperkirakan 30–40 elang dipajang untuk dijual di pasar burung Jawa bagian barat setiap tahun, dan kini penjualan banyak bergeser ke media sosial.
Dasar informasi: Balai KSDA Bali — Evakuasi elang ular bido di Desa Pemuteran dan pelepasliaran burung hasil sitaan (2026) ↗ · Mongabay Indonesia — Raptor dan Ruang Hidupnya: Dari Riset Elang Jawa Sampai Tekanan Perdagangan Online (2026) ↗ · Mongabay Indonesia — Meski Mulai Ada Penyerahan, Elang Masih Terancam Perburuan (2017) ↗
Apa yang harus dilakukan jika menemukan elang ular bido?
Jika menemukan elang ular bido yang terluka, jatuh, atau masuk permukiman, segera laporkan ke Balai KSDA (BKSDA) setempat. Pada Mei 2026, seekor elang ular bido jatuh setelah menabrak kaca jendela saat berburu di Desa Pemuteran, Buleleng, Bali. Warga melapor ke petugas, dokter hewan memeriksanya, lalu elang itu dilepasliarkan di hutan Bali Utara.
Jangan membeli elang dari pasar atau media sosial; menurut pegiat konservasi elang, elang yang dijual umumnya diambil dari alam. Elang sitaan dan serahan warga biasanya direhabilitasi sebelum dilepas. Seekor elang ular bido betina di Yogyakarta, misalnya, dirawat sejak 2014 dan baru dilepasliarkan pada 2018.
Dasar informasi: Balai KSDA Bali — Evakuasi elang ular bido di Desa Pemuteran dan pelepasliaran burung hasil sitaan (2026) ↗ · Mongabay Indonesia — Bertahun-tahun dalam Rehabilitasi, Akhirnya Elang Bido dan Alap-alap Kembali ke Alam (2018) ↗ · Mongabay Indonesia — Meski Mulai Ada Penyerahan, Elang Masih Terancam Perburuan (2017) ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Pertanyaan umum tentang elang ular bido
Apa nama latin elang ular bido?
Nama latin atau nama ilmiah elang ular bido adalah Spilornis cheela, dari famili Accipitridae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Crested serpent eagle.
Di mana elang ular bido dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat elang ular bido di wilayah berikut: Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan.
Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis, Mangrove, Sabana.
Elang ular bido makan apa?
Pola makan elang ular bido: ular (termasuk berbisa), kadal, katak, mamalia kecil, burung.
Apa status konservasi elang ular bido?
Dalam Daftar Merah IUCN, elang ular bido masuk kategori Risiko rendah (Least Concern): spesies ini belum memenuhi kriteria kategori terancam pada penilaian global. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah elang ular bido termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- BirdLife International (DataZone) — Crested Serpent-eagle Spilornis cheela species factsheet ↗
- Animal Diversity Web — Spilornis cheela (crested serpent eagle) ↗
- The Eagle Directory — Crested Serpent Eagle (Spilornis cheela) (salinan arsip Wayback Machine) ↗
- Balai KSDA Bali — Evakuasi elang ular bido di Desa Pemuteran dan pelepasliaran burung hasil sitaan (2026) ↗
- JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗
- Mongabay Indonesia — Meski Mulai Ada Penyerahan, Elang Masih Terancam Perburuan (2017) ↗
- Mongabay Indonesia — Raptor dan Ruang Hidupnya: Dari Riset Elang Jawa Sampai Tekanan Perdagangan Online (2026) ↗
- Mongabay Indonesia — Bertahun-tahun dalam Rehabilitasi, Akhirnya Elang Bido dan Alap-alap Kembali ke Alam (2018) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Elang ular bido (Spilornis cheela). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/elang-ular-bido/