Jawaban singkat
Sekilas tentang jalak suren
Jalak suren (Gracupica jalla) adalah burung dari famili Sturnidae.
| Nama ilmiah | Gracupica jalla |
|---|---|
| Nama Inggris | Javan pied starling |
| Kelompok | Burung |
| Famili | Sturnidae |
| Wilayah di Indonesia | Jawa dan Bali (kini kemungkinan punah di alam) |
| Habitat terkait | Sabana |
| Makanan | Cacing tanah, invertebrata tanah lain, dan buah |
| Sebaran di Indonesia | Jawa dan Bali; kemungkinan sudah punah di alam |
| Ciri utama | Kulit wajah jingga tanpa bulu dan paruh putih kekuningan |
| Nama lain | Jalak suren jawa |
| Status IUCN | Kritis, kemungkinan punah di alam (2025) |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu jalak suren?
Jalak suren (Gracupica jalla) adalah jalak berbulu belang hitam-putih dengan kulit wajah jingga tanpa bulu, endemik Jawa dan Bali. Paruhnya putih kekuningan polos, dan kulit tanpa bulu di depan matanya kemerahan. BirdLife International menilai jenis ini Kritis dan kemungkinan sudah punah di alam.
Dulu jalak suren dianggap anak jenis jalak suren india (Gracupica contra), lalu dipisahkan sebagai spesies tersendiri pada 2016. Jalak suren berbeda dari G. contra, yang paruhnya dua warna dan hanya punya lingkar mata jingga, serta dari jalak suren thailand (G. floweri), yang mahkotanya bercoret putih.
Dasar informasi: BirdLife International (DataZone) — Javan Pied Starling Gracupica jalla species factsheet ↗ · Universitas Gadjah Mada (ETD) — Populasi dan Habitat Jalak Suren Jawa Gracupica jalla Reintroduksi Prigen Conservation Breeding Ark Jawa Timur ↗ · Dibird (republishing BirdLife International) — A million caged, none in the wild: freeing the Javan Pied Starling ↗
Di mana jalak suren hidup?
Jalak suren dulu hidup di lahan terbuka Jawa dan Bali, tetapi kini kemungkinan sudah punah di alam. Van Balen dan Collar (2021) mencatat jenis ini pernah ada di 168 lokasi di Jawa dan 13 lokasi di Bali. Catatan dari Sumatera bagian timur, termasuk Bangka, asal-usulnya tidak jelas.
Burung ini menyukai sawah, ladang, padang rumput, dan pekarangan hingga ketinggian sekitar 1.500 m, dan dulu tidur beramai-ramai di dalam kota. Pada November 2022, 40 ekor dilepasliarkan di kawasan Taman Safari Indonesia II Prigen, Jawa Timur. Sebagian sudah berbiak, tetapi BirdLife belum menganggapnya populasi liar yang mapan.
Dasar informasi: Ardea (BioOne) — van Balen & Collar (2021), The Vanishing Act: A History and Natural History of the Javan Pied Starling Gracupica jalla ↗ · BirdLife International (DataZone) — Javan Pied Starling Gracupica jalla species factsheet ↗ · Universitas Gadjah Mada (ETD) — Populasi dan Habitat Jalak Suren Jawa Gracupica jalla Reintroduksi Prigen Conservation Breeding Ark Jawa Timur ↗
Jalak suren makan apa?
Jalak suren terutama memakan invertebrata tanah dan buah, termasuk banyak hama tanaman, menurut van Balen dan Collar (2021). Burung ini sering mengorek tanah dan kotoran hewan untuk mencari makan. Teknik mencungkil tanah ini membuatnya cakap menangkap cacing tanah dan hewan bertubuh lunak lainnya.
Di lokasi pelepasliaran Prigen, penelitian UGM (2024) mencatat jalak suren mencari kumbang kotoran dan cacing di sekitar satwa herbivora, terutama di padang rumput. Para ahli menduga penggunaan pestisida di lahan pertanian telah sangat mengurangi pakan jalak suren di lapisan tanah atas.
Dasar informasi: Ardea (BioOne) — van Balen & Collar (2021), The Vanishing Act: A History and Natural History of the Javan Pied Starling Gracupica jalla ↗ · Silent Forest (EAZA) — The extraordinary vanishing act of the Javan Pied Starling ↗ · Universitas Gadjah Mada (ETD) — Populasi dan Habitat Jalak Suren Jawa Gracupica jalla Reintroduksi Prigen Conservation Breeding Ark Jawa Timur ↗
Bagaimana jalak suren berkembang biak?
Jalak suren dapat berbiak sepanjang tahun, tetapi terutama saat musim hujan. Van Balen dan Collar (2021) mencatat puncak berbiak pada Januari dan Mei di Jawa Barat serta April di Jawa Timur. Sarangnya berantakan dan mencolok, dibuat tinggi di pohon, dan biasanya berisi 3 telur (kisaran 2–4).
Di Prigen, burung hasil pelepasliaran paling sering bersarang di pohon kapuk (Ceiba pentandra). Di penangkaran, jenis ini mudah berbiak: penelitian UGM di Klaten mencatat satu pasang dapat menghasilkan hingga 29 anak per tahun.
Dasar informasi: Ardea (BioOne) — van Balen & Collar (2021), The Vanishing Act: A History and Natural History of the Javan Pied Starling Gracupica jalla ↗ · Universitas Gadjah Mada (ETD) — Populasi dan Habitat Jalak Suren Jawa Gracupica jalla Reintroduksi Prigen Conservation Breeding Ark Jawa Timur ↗ · Universitas Gadjah Mada (ETD) — Evaluasi Penangkaran Jalak Suren Jawa (Gracupica jalla) sebagai Upaya Konservasi Ex-Situ di Kabupaten Klaten ↗
Mengapa jalak suren hampir punah di alam?
Jalak suren hampir punah di alam terutama karena penangkapan untuk perdagangan burung sangkar, ditambah dugaan dampak pestisida di lahan pertanian. Burung ini masih umum sampai 1970-an, tetapi keruntuhan populasinya baru disadari pada akhir 1990-an. Laporan menyebut ratusan penangkap bisa menjerat ribuan burung sekaligus, dan sarang dikosongkan sebelum anaknya bisa terbang.
Ironisnya, jalak suren sangat banyak di sangkar. Silent Forest menyebut lebih dari 1,1 juta ekor dipelihara di rumah tangga di Jawa, semuanya dari penangkaran komersial. Permintaannya didorong hobi memelihara burung, bukan lomba kicau. BirdLife menyebut situasi ini sepenuhnya unik: burung yang mungkin sudah hilang di alam tetapi mudah dibeli.
Dasar informasi: BirdLife International (DataZone) — Javan Pied Starling Gracupica jalla species factsheet ↗ · Mongabay — From common to captive, Javan pied starlings succumb to songbird trade (2021) ↗ · Silent Forest (EAZA) — The extraordinary vanishing act of the Javan Pied Starling ↗
Bagaimana melindungi jalak suren?
Jalak suren dapat diselamatkan melalui penangkaran konservasi dan pelepasliaran ke lokasi yang aman dari penangkapan dan pestisida. BirdLife menekankan bahwa burung untuk pelepasliaran harus murni secara genetik, bukan silangan dengan jalak suren thailand. Pengelola penangkaran Prigen juga mengingatkan adanya burung mutasi warna dan kemungkinan hibrida di penangkaran.
Masyarakat dapat membantu dengan tidak membeli burung tangkapan alam dan tidak melepas burung peliharaan sembarangan; BirdLife menduga sebagian besar catatan jalak suren di alam belakangan ini adalah burung lepasan. Pegiat burung kicau yang dikutip Mongabay Indonesia menekankan bahwa tempat burung adalah di alam, bukan di sangkar.
Dasar informasi: BirdLife International (DataZone) — Javan Pied Starling Gracupica jalla species factsheet ↗ · Silent Forest (EAZA) — The extraordinary vanishing act of the Javan Pied Starling ↗ · Mongabay Indonesia — Nasib Jalak Suren, Diburu di Alam Liar untuk Diperlombakan Sebagai Burung Kicau (2021) ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Pertanyaan umum tentang jalak suren
Apa nama latin jalak suren?
Nama latin atau nama ilmiah jalak suren adalah Gracupica jalla, dari famili Sturnidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Javan pied starling.
Di mana jalak suren dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat jalak suren di wilayah berikut: Jawa dan Bali (kini kemungkinan punah di alam).
Habitat terkait yang didukung sumber: Sabana.
Jalak suren makan apa?
Pola makan jalak suren: cacing tanah, invertebrata tanah lain, dan buah.
Sumber & referensi
- BirdLife International (DataZone) — Javan Pied Starling Gracupica jalla species factsheet ↗
- Ardea (BioOne) — van Balen & Collar (2021), The Vanishing Act: A History and Natural History of the Javan Pied Starling Gracupica jalla ↗
- Mongabay — From common to captive, Javan pied starlings succumb to songbird trade (2021) ↗
- Mongabay Indonesia — Nasib Jalak Suren, Diburu di Alam Liar untuk Diperlombakan Sebagai Burung Kicau (2021) ↗
- Silent Forest (EAZA) — The extraordinary vanishing act of the Javan Pied Starling ↗
- Universitas Gadjah Mada (ETD) — Populasi dan Habitat Jalak Suren Jawa Gracupica jalla Reintroduksi Prigen Conservation Breeding Ark Jawa Timur ↗
- Universitas Gadjah Mada (ETD) — Evaluasi Penangkaran Jalak Suren Jawa (Gracupica jalla) sebagai Upaya Konservasi Ex-Situ di Kabupaten Klaten ↗
- Dibird (republishing BirdLife International) — A million caged, none in the wild: freeing the Javan Pied Starling ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Jalak suren (Gracupica jalla). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/jalak-suren/