Artamus leucorhynchos. Nama yang dipakai GBIF berbeda ejaan dari nama pada BirdLife Australia untuk kapinis dada-putih; ciri lapangannya ialah dada putih yang kontras dengan kepala abu-abu gelap.
PANDUANHEWAN · INDONESIA
Burung Indonesia
Kenali 78 burung yang tercatat di Indonesia, termasuk cenderawasih merah, jalak Bali dan elang Jawa. Lengkap dengan nama ilmiah, famili, status IUCN (5 berstatus terancam), dan sumber.
PanduanHewan memuat 78 panduan burung yang tercatat di Indonesia, dari 40 famili. Setiap panduan mencantumkan nama ilmiah, sumber yang dapat ditelusuri, dan kategori Daftar Merah IUCN bila tersedia. 5 di antaranya berstatus terancam (Kritis, Genting, atau Rentan).
Daftar ini mencakup hewan yang sudah memiliki panduan di situs ini; ini bukan daftar lengkap burung Indonesia.
Ayam hutan hijau (Gallus varius). Ayam hutan hijau adalah burung Phasianidae asal Jawa dan pulau sekitarnya; jantan lebih mencolok daripada betina dan perjumpaan dengan ayam domestik perlu dibedakan.
Blekok (Ardeola speciosa). Blekok Jawa mencari makan di lahan basah dangkal, baik air tawar maupun payau; ikan kecil, serangga, dan kepiting termasuk mangsanya.
Bondol haji (Lonchura maja). Bondol haji terkait lahan basah dan rerumputan; kepala putih pada burung dewasa membantu identifikasi, tetapi burung muda lebih sulit dipisahkan.
Bondol jawa (Lonchura leucogastroides). Bondol Jawa ditemukan di Sumatra selatan, Jawa, Bali, dan Lombok; beberapa populasi di luar kawasan itu berasal dari introduksi manusia.
Bondol peking (Lonchura punctulata). Bondol peking dewasa bercorak seperti sisik di dada dan perut, dengan punggung cokelat serta paruh gelap yang tebal; burung muda lebih polos.
Bubut alang-alang (Centropus bengalensis). Bubut alang-alang sering memakai vegetasi rendah yang rapat, termasuk tepi rawa; pengamatan singkat dari jauh mudah tertukar dengan bubut lain.
Burung kecil bermahkota cokelat dan bercak hitam pada pipi putih. Kehadirannya dekat manusia membuatnya mudah terlihat, tetapi catatan pengamatan bukan ukuran jumlah populasi.
Burung takur tukang besi (Psilopogon haemacephalus). Takur ungkut-ungkut memiliki dahi dan tenggorokan merah; suaranya yang berulang seperti ketukan dapat lebih mudah terdengar daripada burung yang bertengger.
Merpati kecil berekor panjang dengan bercak putih pada bidang hitam di tengkuk. Burung ini memanfaatkan lahan terbuka, taman, dan tepi hutan untuk mencari biji.
Burung-madu kelapa (Anthreptes malacensis). Burung-madu kelapa memakai habitat semi-terbuka di Asia Tenggara; bunga dan struktur paruhnya relevan untuk diamati tanpa menyimpulkan bahwa setiap kunjungan bunga menghasilkan penyerbukan.
Cabai jawa (Dicaeum trochileum). Cabai Jawa adalah burung kecil famili Dicaeidae yang endemik Indonesia; warna kepala merah adalah petunjuk jantan, sehingga jenis kelamin dan umur perlu dicatat.
Caladi ulam (Dendrocopos analis). Caladi Jawa termasuk famili pelatuk Picidae; catatan di Indonesia perlu membedakannya dari pelatuk lain melalui pola kepala, sayap, dan lokasi.
Cangak besar (Ardea alba). Kuntul besar adalah kuntul putih yang luas sebarannya; bandingkan ukuran tubuh, bentuk paruh, serta warna kaki dengan kuntul kecil dan kuntul lainnya.
Cangak merah (Ardea purpurea). Cangak merah merupakan kuntul-kerabat berleher panjang yang berasosiasi dengan rawa dan vegetasi tinggi; warna kecokelatan tidak cukup untuk identifikasi tanpa bentuk tubuh.
Cangak pasifik (Egretta sacra). Cangak karang Pasifik menggunakan pesisir berbatu dan terumbu; individu dapat berwarna terang atau gelap sehingga lokasi dan bentuk tubuh penting untuk identifikasi.
Cekakak Suci (Todiramphus sanctus). Cekakak suci menggunakan mangrove, hutan terbuka, dan lembah sungai; sejumlah populasi berpindah sehingga tanggal serta lokasi penting.
Cekakak biru kehijauan dengan kerah putih yang sering terlihat di mangrove dan pesisir. Keragaman subspesies menuntut kehati-hatian saat memakai nama dari sumber lama.
Burung penghuni hutan Raja Ampat dengan bulu merah dan dua pita ekor panjang pada jantan. Keindahannya menghubungkan pengamatan burung dengan perlindungan hutan.
Cici padi (Cisticola juncidis). Cici padi memakai vegetasi rumput terbuka; suara pendek yang berulang saat terbang sering membantu menemukannya sebelum detail bulu terlihat.
Cikalang kecil (Fregata ariel). Cikalang kecil merupakan cikalang berukuran lebih kecil di antara anggota familinya; ia menghabiskan banyak waktu terbang di atas laut tropis.
Cikukua tanduk (Philemon buceroides). Cikukua bertopi adalah anggota Meliphagidae, keluarga burung pengisap nektar; nama 'bertopi' merujuk tampilan kepala, bukan hubungan kekerabatan dengan rangkong.
Cinenen jawa (Orthotomus sepium). Cinenen Jawa kini ditempatkan dalam famili Cisticolidae, bukan kelompok warbler Dunia Lama yang dahulu dipakai; penamaan dan identifikasi perlu mengikuti taksonomi mutakhir.
Cipoh kacat (Aegithina tiphia). Cipoh kacat menghuni semak dan tepi hutan; corak bulunya berubah antarpopulasi sehingga foto dari satu wilayah tidak selalu cocok dengan burung dari wilayah lain.
Dara-laut jambul (Thalasseus bergii). Dara-laut jambul besar mencari makan di laut pesisir dan bersarang dalam koloni di pantai atau pulau; gangguan di lokasi koloni dapat memengaruhi banyak sarang sekaligus.
Decu belang (Saxicola caprata). Decu belang adalah burung kecil area terbuka; jantan dan betina tidak selalu tampak sama, sehingga warna hitam-putih saja tidak cukup untuk seluruh umur.
Delimukan zamrud (Chalcophaps indica). Delimukan zamrud adalah merpati penghuni lantai hutan dan tepi vegetasi tropis; sayap hijau metalik lebih mudah terlihat dalam cahaya baik.
Elang bondol (Haliastur indus). Elang bondol termasuk burung pemangsa Accipitridae dan sering terlihat di bentang pesisir; kepala dan dadanya pucat berkontras dengan tubuh cokelat kemerahan.
Elang berjambul endemik Jawa yang kehidupannya bergantung pada hutan. Pohon sarang, masa pengasuhan, dan ruang jelajah membuat perlindungannya memerlukan perhatian jangka panjang.
Haliaeetus leucogaster. Elang laut perut-putih memiliki kepala, tungging, dan bagian bawah putih, serta punggung abu-abu gelap; ia memakai pesisir dan sungai besar.
Isap-madu australia (Lichmera indistincta). Burung-madu cokelat merupakan anggota Meliphagidae dengan lidah khusus untuk mengambil nektar; hubungan dengan bunga dapat diamati tanpa menganggap semua kunjungan sebagai penyerbukan.
Burung putih khas Bali dengan kulit biru di sekitar mata. Kisahnya memperlihatkan hubungan antara perdagangan burung, habitat, penangkaran konservasi, dan peran masyarakat.
Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus). Jingjing batu tergolong kelompok flycatcher-shrike; penempatan familinya pernah diperdebatkan sehingga nama ilmiah dan sumber taksonomi harus dicantumkan.
Julang Irian (Rhyticeros plicatus). Julang Papua adalah rangkong besar yang bergerak di tajuk hutan kawasan Wallacea dan Melanesia; pengamatan dari tanah mungkin hanya menunjukkan siluet atau suara.
Kakatua putih berjambul kuning dengan populasi pulau yang perlu dibedakan secara cermat. Pohon pakan, sarang, tempat tidur, dan pencegahan perdagangan saling melengkapi perlindungannya.
Kapasan sayap-putih (Lalage sueurii). Kapasan sayap-putih adalah burung Campephagidae dari Indonesia dan Timor-Leste; bercak putih di sayap perlu dilihat bersama bentuk tubuh untuk membedakannya dari kerabat.
Kapinis rumah (Apus nipalensis). Kapinis rumah termasuk Apodidae dan banyak beraktivitas di udara; bentuk sayap serta lokasi sarang lebih dapat diandalkan daripada klaim perilaku terbang yang belum diverifikasi.
Kareo padi (Amaurornis phoenicurus). Kareo padi adalah anggota Rallidae dengan tubuh gelap dan wajah serta dada putih mencolok; habitat dekat air dan vegetasi rapat perlu diperiksa saat mencatatnya.
Burung besar yang tidak terbang dan menyebarkan biji melalui makanannya. Profil ini membahas Casuarius casuarius, salah satu spesies kasuari di kawasan Nugini.
Kehicap ranting (Hypothymis azurea). Kehicap ranting adalah burung kecil yang lincah; jantan dan betina berbeda warna, dan nama 'black-naped monarch' menunjuk pita gelap pada tengkuk.
Kepodang (Oriolus chinensis). Kepudang kuduk-hitam memakai berbagai kawasan berhutan di Asia; pola tengkuk gelap dan suara dapat membantu membedakannya dari burung kuning lain.
Kipasan belang (Rhipidura javanica). Kipasan belang adalah anggota Rhipiduridae; ekor yang membuka seperti kipas dan corak hitam-putih membantu pengenalan di tepi hutan atau kebun.
Kipasan dada-lurik (Rhipidura rufiventris). Kipasan utara tercatat di hutan dataran rendah dan kawasan lembap Indonesia timur; bentuk ekor kipas membantu mengenali familinya, bukan memastikan spesies sendirian.
Kipasan kebun (Rhipidura leucophrys). Kipasan kebun menggerakkan ekornya ketika aktif mencari makan; rekaman lokasi penting karena spesies ini mencakup Australia, Nugini, dan Indonesia timur.
Kirik-kirik australia (Merops ornatus). Kirik-kirik pelangi adalah pemakan serangga terbang yang dikenal dari Australia dan kawasan sekitarnya; catatan Indonesia harus dibaca bersama lokasi serta kemungkinan pergerakan.
Kirik-kirik laut (Merops philippinus). Kirik-kirik laut memiliki ekor kebiruan dan merupakan pemakan serangga terbang; sejumlah populasi berpindah musim sehingga tanggal pengamatan membantu interpretasi.
Kokokan laut (Butorides striata). Kokokan laut adalah kuntul kecil yang sering memakai tepi mangrove dan perairan dangkal; nama 'striated heron' membedakannya dari green heron Amerika.
Kuntul kecil (Egretta garzetta). Kuntul kecil adalah kuntul putih berukuran lebih kecil daripada kuntul besar; pengamatan di lahan basah perlu mencatat ukuran, paruh, dan warna kaki bersama-sama.
Layang-layang Asia (Hirundo rustica). Layang-layang api memiliki punggung biru, sayap runcing, dan ekor bercabang dalam; di Indonesia sebagian burung dapat merupakan pengunjung musiman.
Layang-layang kecil yang menangkap serangga di udara dan membangun sarang dari lumpur. Nama ilmiahnya penting karena klasifikasi kelompok layang-layang Pasifik pernah berubah.
Leptocoma sericea. Burung-madu hitam adalah anggota Nectariniidae; nama ilmiah mengikuti GBIF, sedangkan penamaan umum dan batas jenis perlu dicek pada daftar burung terkini.
Burung Sulawesi yang memakai panas lingkungan untuk menetaskan telur. Kelangsungannya menghubungkan hutan tempat hidup dengan lokasi peneluran yang sangat khusus.
Burung besar dengan leher hijau berkilau yang memerlukan kawasan berhutan dan ruang terbuka. Merak hijau memiliki identitas berbeda dari merak biru yang sering dipelihara.
Burung penyanyi dengan tungging kuning mencolok yang sering memakai taman, kebun, dan tepi hutan. Penelitian setempat menunjukkan perannya sebagai pemakan buah dan serangga.
Merpati batu (Columba livia). Merpati batu mencakup burung liar serta keturunan domestik yang hidup bebas; pengamatan perkotaan tidak otomatis mencerminkan populasi liar asal.
Nuri bayan (Eclectus roratus). Nuri bayan memiliki perbedaan warna mencolok antara jantan dan betina; identifikasi juga memerlukan pulau asal karena batas takson di kompleks eklektus berubah.
Nuri pipi-merah (Geoffroyus geoffroyi). Nuri pipi-merah merupakan paruh-bengkok berbadan kekar yang tersebar di Indonesia timur dan Nugini; nama subspesies tidak boleh dipakai sebagai bukti sebaran semua populasi.
Pergam hijau (Ducula aenea). Pergam hijau adalah merpati hutan bertubuh besar; ukuran dan warna hijau pada sayap membantu membedakannya dari punai yang lebih kecil.
Perkutut (Geopelia striata). Perkutut berukuran kecil, berekor relatif panjang, dan bercorak garis hitam-putih pada tubuh cokelat keabu-abuan; suaranya berupa deretan dengkur lembut.
Perling ungu (Aplonis metallica). Perling kilap adalah anggota jalak yang berasal dari Maluku dan Nugini hingga Australia utara; kilau bulu dapat berubah menurut cahaya pengamatan.
Punai gading (Treron vernans). Punai gading termasuk merpati hijau yang sering terlihat di pepohonan berbuah; nama Inggris yang tepat mengacu pada leher merah muda, bukan burung-buah nuri.
Punai penganten (Treron griseicauda). Punai penganten adalah merpati hijau endemik Indonesia; warna pipi dan tengkuk membantu memisahkannya dari punai lain di pohon berbuah.
Raja-udang biru (Alcedo coerulescens). Raja-udang biru kecil adalah spesies Indonesia berwarna biru metalik dan putih; ukuran serta pola tubuh perlu diperiksa karena raja-udang lain juga biru.
Rangkong hutan dengan bulu ekor tengah panjang dan balung padat. Perburuan untuk perdagangan balung membuat perlindungan habitat serta pengurangan permintaan sangat penting.
Remetuk laut (Gerygone sulphurea). Remetuk laut adalah burung kecil Acanthizidae yang tercatat di Indonesia dan negara Asia Tenggara lain; nama 'perut kuning' lebih tepat daripada terjemahan yang menyebut pemakan lalat.
Srigunting jambul-rambut (Dicrurus hottentottus). Srigunting jambul-rambut adalah anggota Dicruridae; taksonominya pernah digabung dengan srigunting lain sehingga rujukan nama dan wilayah harus dicatat.
Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus). Srigunting kelabu memiliki beberapa populasi dengan tingkat keabuan dan pola perpindahan berbeda; foto serta tanggal membantu identifikasi subpopulasi.
Tepekong jambul (Hemiprocne longipennis). Tepekong rangkang termasuk famili treeswift yang berbeda dari walet sejati; burung ini dapat bertengger tampak jelas, tidak hanya dilihat saat terbang.
Tiong-lampu biasa (Eurystomus orientalis). Tiong-lampu biasa memiliki bercak biru bundar pada sayap yang tampak saat terbang; ciri ini menjelaskan nama Inggris 'dollarbird'.
Trinil pantai (Actitis hypoleucos). Trinil pantai kecil ini menggunakan tepi perairan dan termasuk burung perancah yang berpindah antarkawasan; catatan Indonesia tidak selalu berarti burung bersarang di lokasi itu.
Uncal Sultan (Macropygia doreya). Uncal Sultana tersebar dari Maluku utara dan Sulawesi sampai Nugini; batas taksonnya terkait pemisahan dari kompleks merpati-ekor panjang yang dahulu digabung.
Walet Linchi (Collocalia linchi). Walet gua ini tercatat di Sumatra, Jawa, dan Bali; sumber spesies menyebut hutan sebagai tempat mencari makan dan gua sebagai lokasi bersarang.
Walet polos (Aerodramus vanikorensis). Walet polos berbadan abu-abu kecokelatan dengan bagian atas lebih gelap dan ekor bercelah dangkal; penampilan walet serupa menuntut foto dan lokasi yang jelas.
Walet sapi (Collocalia esculenta). Walet mengilap adalah anggota Apodidae yang menggunakan ruang udara untuk mencari pakan; sebarannya mencakup Indonesia dan pulau-pulau di sekitarnya.
Walet sarang-putih (Aerodramus fuciphagus). Walet sarang-putih membangun sarang terutama dari air liur yang mengeras; praktik pemanenan sarang harus dibedakan dari kebutuhan hidup burungnya.
Walik kembang (Ptilinopus melanospilus). Walik kepala-hitam jantan berkepala abu-abu pucat dengan tengkuk hitam dan tubuh dominan hijau; betina dapat tampak berbeda.
Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus). Wiwik kelabu adalah anggota Cuculidae yang tersebar luas di Asia; pengamatan perlu mencatat suara serta tempat karena beberapa wiwik tampak serupa.
Wiwik rimba (Cacomantis variolosus). Wiwik rimba termasuk Cuculidae; suara, corak tubuh, dan lokasi lebih membantu identifikasi daripada nama umum yang dapat berubah ketika taksonomi kelompok ini direvisi.
Daftar burung Indonesia dan status IUCN
| Nama | Nama ilmiah | Famili | Status konservasi |
|---|---|---|---|
| Artamus leucorhynchos | Artamus leucorhynchos | Artamidae | Belum tercatat |
| Ayam hutan hijau | Gallus varius | Phasianidae | Risiko rendah |
| Blekok | Ardeola speciosa | Ardeidae | Risiko rendah |
| Bondol haji | Lonchura maja | Estrildidae | Risiko rendah |
| Bondol jawa | Lonchura leucogastroides | Estrildidae | Risiko rendah |
| Bondol peking | Lonchura punctulata | Estrildidae | Risiko rendah |
| Bubut alang-alang | Centropus bengalensis | Cuculidae | Risiko rendah |
| Burung gereja | Passer montanus | Passeridae | Risiko rendah |
| Burung takur tukang besi | Psilopogon haemacephalus | Megalaimidae | Risiko rendah |
| Burung tekukur | Spilopelia chinensis | Columbidae | Risiko rendah |
| Burung-madu kelapa | Anthreptes malacensis | Nectariniidae | Risiko rendah |
| Cabai jawa | Dicaeum trochileum | Dicaeidae | Risiko rendah |
| Caladi ulam | Dendrocopos analis | Picidae | Risiko rendah |
| Cangak besar | Ardea alba | Ardeidae | Risiko rendah |
| Cangak merah | Ardea purpurea | Ardeidae | Risiko rendah |
| Cangak pasifik | Egretta sacra | Ardeidae | Risiko rendah |
| Cekakak Suci | Todiramphus sanctus | Alcedinidae | Risiko rendah |
| Cekakak sungai | Todiramphus chloris | Alcedinidae | Risiko rendah |
| Cenderawasih merah | Paradisaea rubra | Paradisaeidae | Hampir terancam |
| Cici padi | Cisticola juncidis | Cisticolidae | Risiko rendah |
| Cikalang kecil | Fregata ariel | Fregatidae | Risiko rendah |
| Cikukua tanduk | Philemon buceroides | Meliphagidae | Risiko rendah |
| Cinenen jawa | Orthotomus sepium | Cisticolidae | Risiko rendah |
| Cipoh kacat | Aegithina tiphia | Aegithinidae | Risiko rendah |
| Dara-laut jambul | Thalasseus bergii | Laridae | Risiko rendah |
| Decu belang | Saxicola caprata | Muscicapidae | Risiko rendah |
| Delimukan zamrud | Chalcophaps indica | Columbidae | Risiko rendah |
| Elang bondol | Haliastur indus | Accipitridae | Risiko rendah |
| Elang Jawa | Nisaetus bartelsi | Accipitridae | Genting |
| Haliaeetus leucogaster | Haliaeetus leucogaster | Accipitridae | Risiko rendah |
| Isap-madu australia | Lichmera indistincta | Meliphagidae | Risiko rendah |
| Jalak Bali | Leucopsar rothschildi | Sturnidae | Kritis |
| Jingjing batu | Hemipus hirundinaceus | Tephrodornithidae | Risiko rendah |
| Julang Irian | Rhyticeros plicatus | Bucerotidae | Risiko rendah |
| Kakatua kecil jambul kuning | Cacatua sulphurea | Psittacidae | Kritis |
| Kapasan sayap-putih | Lalage sueurii | Campephagidae | Risiko rendah |
| Kapinis rumah | Apus nipalensis | Apodidae | Risiko rendah |
| Kareo padi | Amaurornis phoenicurus | Rallidae | Risiko rendah |
| Kasuari gelambir ganda | Casuarius casuarius | Casuariidae | Risiko rendah |
| Kehicap ranting | Hypothymis azurea | Monarchidae | Risiko rendah |
| Kepodang | Oriolus chinensis | Oriolidae | Risiko rendah |
| Kipasan belang | Rhipidura javanica | Rhipiduridae | Risiko rendah |
| Kipasan dada-lurik | Rhipidura rufiventris | Rhipiduridae | Risiko rendah |
| Kipasan kebun | Rhipidura leucophrys | Rhipiduridae | Risiko rendah |
| Kirik-kirik australia | Merops ornatus | Meropidae | Risiko rendah |
| Kirik-kirik laut | Merops philippinus | Meropidae | Risiko rendah |
| Kokokan laut | Butorides striata | Ardeidae | Risiko rendah |
| Kuntul kecil | Egretta garzetta | Ardeidae | Risiko rendah |
| Layang-layang Asia | Hirundo rustica | Hirundinidae | Risiko rendah |
| Layang-layang batu | Hirundo javanica | Hirundinidae | Risiko rendah |
| Leptocoma sericea | Leptocoma sericea | Nectariniidae | Risiko rendah |
| Maleo | Macrocephalon maleo | Megapodiidae | Kritis |
| Merak hijau | Pavo muticus | Phasianidae | Genting |
| Merbah cerucuk | Pycnonotus goiavier | Pycnonotidae | Risiko rendah |
| Merpati batu | Columba livia | Columbidae | Risiko rendah |
| Nuri bayan | Eclectus roratus | Psittacidae | Risiko rendah |
| Nuri pipi-merah | Geoffroyus geoffroyi | Psittacidae | Risiko rendah |
| Pergam hijau | Ducula aenea | Columbidae | Hampir terancam |
| Perkutut | Geopelia striata | Columbidae | Risiko rendah |
| Perling ungu | Aplonis metallica | Sturnidae | Risiko rendah |
| Punai gading | Treron vernans | Columbidae | Risiko rendah |
| Punai penganten | Treron griseicauda | Columbidae | Belum tercatat |
| Raja-udang biru | Alcedo coerulescens | Alcedinidae | Risiko rendah |
| Rangkong gading | Rhinoplax vigil | Bucerotidae | Belum tercatat |
| Remetuk laut | Gerygone sulphurea | Acanthizidae | Risiko rendah |
| Srigunting jambul-rambut | Dicrurus hottentottus | Dicruridae | Risiko rendah |
| Srigunting kelabu | Dicrurus leucophaeus | Dicruridae | Risiko rendah |
| Tepekong jambul | Hemiprocne longipennis | Hemiprocnidae | Risiko rendah |
| Tiong-lampu biasa | Eurystomus orientalis | Coraciidae | Risiko rendah |
| Trinil pantai | Actitis hypoleucos | Scolopacidae | Risiko rendah |
| Uncal Sultan | Macropygia doreya | Columbidae | Belum tercatat |
| Walet Linchi | Collocalia linchi | Apodidae | Risiko rendah |
| Walet polos | Aerodramus vanikorensis | Apodidae | Risiko rendah |
| Walet sapi | Collocalia esculenta | Apodidae | Risiko rendah |
| Walet sarang-putih | Aerodramus fuciphagus | Apodidae | Risiko rendah |
| Walik kembang | Ptilinopus melanospilus | Columbidae | Risiko rendah |
| Wiwik kelabu | Cacomantis merulinus | Cuculidae | Risiko rendah |
| Wiwik rimba | Cacomantis variolosus | Cuculidae | Risiko rendah |
Ingin melihat semua hewan?
Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.












































































