Jawaban singkat
Status IUCN: KritisSekilas tentang maleo
Maleo (Macrocephalon maleo) adalah burung dari famili Megapodiidae. Wilayahnya di Indonesia: Sulawesi dan Buton. Hewan ini endemik Indonesia: hanya hidup secara alami di Sulawesi dan Pulau Buton. Pola makannya: pemakan buah jatuh dan biji, juga serangga dan invertebrata lain di lantai hutan; termasuk hewan omnivora. Status Daftar Merah IUCN: Kritis (Critically Endangered). Maleo termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).
| Nama ilmiah | Macrocephalon maleo |
|---|---|
| Kelompok | Burung |
| Famili | Megapodiidae |
| Wilayah di Indonesia | Sulawesi dan Buton |
| Habitat terkait | Hutan Hujan Tropis |
| Panas penetasan | Matahari atau panas bumi |
| Anak | Mandiri setelah menetas |
| Status IUCN | Kritis (Critically Endangered) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 1 Oktober 2026 |
| Perlindungan hukum di Indonesia | Dilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 394 |
| Populasi | 8.000–14.000 individu dewasa (perkiraan tahun 2000; populasi terus menurun) · BirdLife International DataZone — Maleo species factsheet |
| Telur | Betina bertelur 8–12 butir dalam satu musim di lubang yang dipanaskan matahari atau panas bumi; tiap telur rata-rata 16% berat tubuh betina · BirdLife International DataZone — Maleo species factsheet |
| Lokasi peneluran | Dari 149 lokasi peneluran yang aktif sejak 1983, hanya 47 yang kini dianggap masih aktif · BirdLife International DataZone — Maleo species factsheet |
| Jenis pemakan | Omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan) — pemakan buah jatuh dan biji, juga serangga dan invertebrata lain di lantai hutan · Oiseaux-Birds |
| Cara berkembang biak | Bertelur (ovipar) · BirdLife DataZone |
| Waktu aktif | Diurnal (aktif pada siang hari) — Penelitian di Cagar Alam Panua, Gorontalo, melaporkan puncak aktivitas pagi dan sore; waktunya tidak otomatis berlaku di semua lokasi. · Rosalia et al. 2025, A spatial and temporal assessment of Maleo (Macrocephalon maleo) nesting behavior and habitat preferences - Journal of Earth Kingdom 3(1): 18-33 (PDF) |
| Endemik Indonesia | Ya — Sulawesi dan Pulau Buton · BirdLife DataZone |
Dalam panduan ini (11)
Burung tanah yang memakai pepohonan
Maleo memiliki tubuh hitam dengan bagian bawah pucat kemerahan serta tonjolan pada kepala. Ia mencari makan di tanah dan menggunakan pohon untuk bertengger malam. Jadi, mengenalnya sebagai burung tanah tidak berarti seluruh kehidupannya berlangsung tanpa pepohonan.
Dasar informasi: Cornell Lab eBird — Maleo ↗ · WCS Wild View (2018) — Maleo range and forest-to-nesting habitat links ↗
Sarang mendapat panas dari lingkungan
Maleo mengubur telur di tanah atau pasir yang memperoleh panas dari matahari atau sumber panas bumi. Telur tidak dierami dengan tubuh seperti pada banyak burung. Kondisi lokasi peneluran menjadi bagian penting perkembangbiakan, bukan sekadar tempat kosong di tepi hutan.
Dasar informasi: WCS — A bizarre bird: the maleo ↗
Anak yang memulai hidup sendiri
Menurut WCS, anak maleo keluar dengan bulu berkembang dan tidak mendapat pengasuhan induk seperti anak banyak burung lain. Tahap awal kehidupannya tetap membutuhkan habitat aman. Melihat anak sendirian bukan bukti bahwa hewan tersebut terlantar atau perlu dibawa pulang.
Dasar informasi: WCS Indonesia — Maleo ↗
Hutan dan tempat bertelur harus terhubung
Perlindungan maleo perlu mencakup hutan dan tempat bertelur. Dalam laporan 2009, WCS mendokumentasikan pengamanan pantai Binerean bersama organisasi setempat. Itu contoh tindakan pada waktu tertentu, bukan evaluasi kondisi pantai sekarang. Konektivitas habitat dan hasil pemantauan perlu ditanyakan saat menilai program yang masih berjalan.
Dasar informasi: WCS — Protecting maleo nesting beach ↗ · WCS Wild View (2018) — Maleo range and forest-to-nesting habitat links ↗
Dukungan yang tidak mengganggu peneluran
Pengambilan telur berlebihan serta hilangnya habitat merupakan ancaman yang dijelaskan WCS. Ikuti jalur dan batas akses pengelola; jangan menggali sarang atau meminta petugas menampilkan telur untuk foto. Program yang baik menjelaskan pemantauan dan keterlibatan warga, bukan hanya jumlah telur yang ditangani.
Dasar informasi: WCS Indonesia — Maleo ↗ · American Birding Association — Code of Birding Ethics ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Klasifikasi ilmiah Maleo
| Kingdom | Animalia |
|---|---|
| Filum | Chordata |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Galliformes |
| Famili | Megapodiidae |
| Genus | Macrocephalon |
| Spesies | Macrocephalon maleo |
Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).
Pertanyaan umum tentang maleo
Apa nama latin dan nama Inggris maleo?
Nama latin atau nama ilmiah maleo adalah Macrocephalon maleo, dari famili Megapodiidae.
Maleo termasuk hewan apa?
Maleo termasuk hewan burung dari famili Megapodiidae. Berdasarkan jenis makanannya, maleo termasuk hewan omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan), yaitu pemakan buah jatuh dan biji, juga serangga dan invertebrata lain di lantai hutan. Maleo juga termasuk hewan endemik Indonesia.
Maleo berasal dari mana dan di mana habitatnya?
Di Indonesia, panduan ini mencatat maleo di wilayah berikut: Sulawesi dan Buton.
Maleo adalah hewan endemik Indonesia yang hanya hidup secara alami di Sulawesi dan Pulau Buton. Sumber: BirdLife DataZone.
Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.
Maleo makan apa?
Maleo adalah pemakan buah jatuh dan biji, juga serangga dan invertebrata lain di lantai hutan. Karena itu maleo termasuk hewan omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan). Sumber: Oiseaux-Birds.
Maleo berkembang biak dengan cara apa?
Maleo berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Telur dikubur di pasir yang dipanaskan matahari atau panas bumi; induk tidak mengerami, dan anak yang menetas langsung mandiri serta bisa terbang. Sumber: BirdLife DataZone.
Apakah maleo termasuk hewan nokturnal?
Sumber yang dirujuk mencatat pola aktivitas maleo sebagai diurnal (aktif pada siang hari). Penelitian di Cagar Alam Panua, Gorontalo, melaporkan puncak aktivitas pagi dan sore; waktunya tidak otomatis berlaku di semua lokasi. Sumber: Rosalia et al. 2025, A spatial and temporal assessment of Maleo (Macrocephalon maleo) nesting behavior and habitat preferences - Journal of Earth Kingdom 3(1): 18-33 (PDF).
Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.
Berapa populasi maleo saat ini?
8.000–14.000 individu dewasa (perkiraan tahun 2000; populasi terus menurun). Sumber: BirdLife International DataZone — Maleo species factsheet. Angka populasi satwa liar adalah perkiraan dan dapat berbeda antarsurvei.
Bagaimana klasifikasi maleo?
Klasifikasi ilmiah maleo: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Aves, ordo Galliformes, famili Megapodiidae, genus Macrocephalon, spesies Macrocephalon maleo.
Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.
Apakah maleo terancam punah?
Ya. Dalam Daftar Merah IUCN, maleo masuk kategori Kritis (Critically Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang ekstrem tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 1 Oktober 2026.
Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah maleo dilindungi?
Apakah maleo dilindungi?
Ya. Maleo (Macrocephalon maleo) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 394).
Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.
Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.
Bolehkah memelihara maleo?
Tidak. Karena maleo termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.
Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.
Sumber & referensi
- Cornell Lab eBird — Maleo ↗
- WCS Indonesia — Maleo ↗
- WCS — A bizarre bird: the maleo ↗
- WCS — Protecting maleo nesting beach ↗
- American Birding Association — Code of Birding Ethics ↗
- WCS Wild View (2018) — Maleo range and forest-to-nesting habitat links ↗
- Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
- BirdLife International DataZone — Maleo species factsheet ↗
- Oiseaux-Birds ↗
- Rosalia et al. 2025, A spatial and temporal assessment of Maleo (Macrocephalon maleo) nesting behavior and habitat preferences - Journal of Earth Kingdom 3(1): 18-33 (PDF) ↗
- GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →
Taman nasional tempat hewan ini tercatat
Menurut profil resmi taman nasional dari Direktorat Jenderal KSDAE. Hewan ini juga bisa hidup di kawasan lain.
Bacaan lanjutan
Maleo: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris).
Situs terkait: pemrakarsa PanduanHewan juga menjabat sebagai direktur World Animal Rescue Network.
Rujuk halaman ini
Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.
PanduanHewan. Maleo (Macrocephalon maleo). Pembaruan substansial terakhir: 7 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/spesies/maleo/
