Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Kuskus beruang Sulawesi

Mamalia berkantung penghuni pepohonan Sulawesi. Daun, tajuk yang tersambung, dan rendahnya gangguan manusia penting bagi satwa yang sering bergerak tenang ini.

Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Kuskus, bukan beruang

Ailurops ursinus termasuk mamalia berkantung dalam famili Phalangeridae. Nama beruang menggambarkan kesan tubuhnya, bukan kekerabatan dengan beruang. Basis data Mammal Diversity Database memakai nama ilmiah ini; laporan lama perlu dibaca hati-hati karena pembatasan spesies dalam kelompoknya telah berubah.

Hidup bertumpu pada tajuk

Ekor yang dapat mencengkeram membantu kuskus beruang bergerak di pepohonan. Makanannya banyak berupa daun muda, dan waktu istirahat merupakan bagian wajar aktivitasnya. Hewan yang diam pada dahan tidak otomatis sakit; jangan mengguncang pohon untuk membuatnya bergerak.

Tajuk terputus membatasi pilihan

Penelitian di Sulawesi Selatan menekankan ketergantungan pada tutupan tajuk yang terhubung untuk berpindah. Petak hutan yang terpisah dapat membatasi akses makanan serta tempat berlindung. Menilai habitat perlu memperhatikan hubungan antarpetak, bukan hanya luas total yang berwarna hijau pada peta.

Peta kesesuaian bukan sensus satwa

Studi Oryx tahun 2025 memodelkan habitat yang mungkin sesuai di wilayah kajian Sulawesi Selatan. Hasilnya membantu menentukan prioritas, tetapi bukan hitungan semua kuskus di Sulawesi. Gunakan tahun, batas wilayah, dan jenis data ketika menafsirkan peta atau angka penelitian.

Pengamatan tidak memerlukan sentuhan

Perburuan dan hilangnya hutan termasuk tekanan yang dibahas peneliti. Pilih pengamatan satwa di pohon tanpa memberi makan, memegang, atau meminta hewan diturunkan. Nama kuskus juga mencakup spesies lain; jangan memindahkan informasi sebaran atau statusnya secara otomatis ke profil ini.

Sumber & referensi

  1. American Society of Mammalogists — Ailurops ursinus taxonomy ↗
  2. University of Michigan — Ailurops ursinus biology ↗
  3. Nugraha & Marliana, Oryx 2025 — South Sulawesi habitat suitability ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.