Nomor dan kontak penting
- Kantor BKSDA per provinsi Daftar kantor BKSDA sumber ↗
Nomor dan alamat diperiksa pada sumber resmi saat panduan diperbarui. PanduanHewan tidak menerima laporan atau mengirim bantuan. Daftar kantor BKSDA
Jawaban singkat
Poin penting
- Anak burung yang hampir berbulu lengkap (fledgling) memang meninggalkan sarang sebelum bisa terbang, dan induknya biasanya ada di dekatnya.
- Anak burung yang belum atau baru sedikit berbulu (nestling) tidak tahan lama di luar sarang. RSPB dan RSPCA menyarankan mengembalikannya ke sarang bila memungkinkan.
- Anak satwa yang sendirian sering kali sedang ditinggal induknya mencari makan; memindahkannya dapat lebih merugikan.
- Jangan membawa pulang untuk dipelihara. Memelihara satwa dilindungi, atau mengambil telur dan sarangnya, dilarang undang-undang.
Dalam panduan ini (9)
Mulai dari langkah ini
- Berhenti dan amati dari jauh. Jangan langsung menyentuhnya.
- Jauhkan anak-anak, kucing, dan anjing dari area itu.
- Perhatikan apakah anak burung sudah berbulu dan bisa melompat (fledgling) atau masih gundul (nestling).
- Fledgling yang sehat: biarkan dan awasi dari jauh sampai induknya datang.
- Nestling: kembalikan ke sarang hanya bila sarangnya terlihat dan mudah dijangkau dari tanah. Jangan memanjat pohon, tangga, atau atap.
- Jika anak satwa terluka, dalam bahaya, atau induknya tidak kembali setelah lebih dari dua jam, foto dari jauh, catat lokasinya, dan hubungi BKSDA atau dokter hewan.
- Jangan memberi makan atau minum.
Apa yang harus dilakukan jika menemukan anak burung jatuh dari sarang?
Jangan langsung mengambilnya. Lembaga konservasi burung Inggris, RSPB, menekankan bahwa induk burung merawat anaknya jauh lebih baik daripada manusia, dan membawa anak burung ke penangkaran dapat sangat menurunkan peluang hidupnya. Induk bahkan bisa menunggu orang pergi sebelum kembali. Jauhkan orang dan hewan peliharaan, lalu amati dari jauh.
Banyak orang mencari arti pertanda dari anak burung yang jatuh. Bagi anak burung itu sendiri, yang menentukan adalah apakah ia sudah berbulu, apakah terluka, dan apakah induknya masih merawatnya.
Dasar informasi: RSPB — If you find an injured or baby bird ↗
Bagaimana membedakan anak burung yang belajar terbang dan yang terlalu kecil?
Fledgling hampir berbulu lengkap. Menurut RSPB, mereka sengaja meninggalkan sarang sebelum bisa terbang dan biasa berada di tanah beberapa hari hingga sekitar seminggu sampai bulu terbangnya tumbuh. Induknya biasanya di dekatnya dan tetap merawatnya.
Nestling belum berbulu atau baru sedikit. RSPCA menyebut nestling tidak akan bertahan lama di luar sarang. Aturan ini berlaku untuk burung pekarangan pada umumnya, tetapi tidak untuk semua jenis; bila ragu, mintalah saran petugas.
Dasar informasi: RSPB — If you find an injured or baby bird ↗ · RSPCA — Found a baby bird ↗
Bolehkah anak burung dikembalikan ke sarangnya?
RSPB dan RSPCA menyarankan nestling dikembalikan ke sarangnya bila memungkinkan, dengan memastikan itu memang sarangnya, karena induknya kemungkinan tetap memberi makan. Lakukan hanya bila sarang terlihat jelas dan mudah dijangkau dari tanah; jangan memanjat pohon, tangga, tembok, atau atap. RSPCA menyarankan memakai sarung tangan dan mencuci tangan sesudahnya.
Jika sarang tidak terlihat atau tidak aman dijangkau, atau anak burung terluka, catat lokasinya dan hubungi BKSDA atau dokter hewan.
Dasar informasi: RSPB — If you find an injured or baby bird ↗ · RSPCA — Found a baby bird ↗
Bagaimana dengan anak mamalia atau satwa liar lain?
RSPCA menyarankan, untuk jenis apa pun, membiarkan anak satwa yang tampak sehat dan berada di tempat aman, karena induknya sering hanya pergi mencari makan; memisahkannya dari induk atau sarang dapat lebih merugikan. Di Indonesia, BKSDA Bali meminta warga tidak menangani sendiri satwa liar yang ditemukan, tetapi melaporkannya ke BKSDA atau petugas resor KSDA. Daftar kantor ada di halaman Kontak BKSDA.
Dasar informasi: RSPCA — Injured wild animals (baby animals) ↗ · BKSDA Bali — Injured barking deer evacuated in Karangasem (June 2026) ↗
Bolehkah anak satwa liar dipelihara di rumah?
Jangan. Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990 sebagaimana diubah UU 32/2024 melarang menangkap, memiliki, dan memelihara satwa dilindungi, serta mengambil atau memiliki telur dan sarangnya. BKSDA Bali juga mengimbau warga tidak menangkap, memelihara, atau melukai satwa liar. Jangan memberi makan atau minum; kebutuhan setiap jenis berbeda dan penanganannya perlu petugas.
Dasar informasi: JDIH BPK — UU No. 32 Tahun 2024 (amending UU 5/1990) ↗ · BKSDA Bali — Injured barking deer evacuated in Karangasem (June 2026) ↗
Sumber & referensi
- RSPB — If you find an injured or baby bird ↗
- RSPCA — Found a baby bird ↗
- RSPCA — Injured wild animals (baby animals) ↗
- BKSDA Bali — Injured barking deer evacuated in Karangasem (June 2026) ↗
- JDIH BPK — UU No. 32 Tahun 2024 (amending UU 5/1990) ↗
- Ditjen KSDAE — Balai KSDA & Taman Nasional directory ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →
Rujuk halaman ini
Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.
PanduanHewan. Menemukan Anak Satwa Liar. Pembaruan substansial terakhir: 1 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/darurat/anak-satwa-ditemukan/