Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Daftar 57 taman nasional di Indonesia: satwa dan tiket masuk

Daftar lengkap 57 taman nasional Indonesia per pulau dari data resmi KSDAE: luas, tahun berdiri, satwa yang dilindungi, kelas dan harga tiket masuk (PP 36/2024), serta kuota TN Komodo.

Indonesia memiliki 57 taman nasional menurut daftar resmi Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, dengan luas total sekitar 18 juta hektare menurut profil resmi masing-masing kawasan. Angka 54 yang sering dikutip sudah usang: tiga taman nasional terbaru adalah Moyo Satonda (2022), Mutis Timau (2024), dan Mamberamo Foja (2024). 14 di antaranya mencakup wilayah laut.

57taman nasional
18juta hektare
14mencakup laut

Sumber jumlah: Taman Nasional (TN) • Direktorat Jenderal KSDAE (directory, 3 pages) ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II ↗. Diperiksa 2026-10-01.

Taman nasional di Sumatera (13)

Taman Nasional Gunung Leuser

Aceh, Sumatera Utara · Darat · 830.880 ha · sejak 1980

Taman nasional pegunungan dan hutan hujan di Aceh dan Sumatera Utara, dari pantai hingga puncak 3.404 mdpl. Profil resminya menyebut Leuser sebagai satu-satunya tempat yang dihuni bersama oleh harimau, orangutan, badak, dan gajah sumatera.

Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Orangutan Sumatera, Badak Sumatera, Gajah Sumatera, Tapir Asia, Penyu belimbing, Penyu lekang

Sumber (2)

Profil TN Gunung Leuser — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Batang Gadis

Sumatera Utara, Sumatera Barat · Darat · 72.804 ha · sejak 2004

Taman nasional hutan pegunungan di Kabupaten Mandailing Natal yang dibentuk pada 2004 atas prakarsa pemerintah daerah dan masyarakat. Harimau sumatera dan tapir menjadi spesies prioritas pengelolaannya.

Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Tapir Asia, Beruang madu, Rusa sambar, Kijang muncak, Landak raya, Macan dahan Sunda

Sumber (2)

Profil TN Batang Gadis — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Siberut

Sumatera Barat · Darat · 177.992 ha · sejak 1993

Taman nasional di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, yang meliputi sekitar 47 persen luas pulau. Spesies prioritasnya adalah primata endemik Mentawai seperti bilou (owa Kloss) dan beruk siberut.

Satwa yang disebut profil resminya: Rusa sambar, Berang-berang cakar kecil

Sumber (2)

Profil TN Siberut — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Tesso Nilo

Riau · Darat · 81.793 ha · sejak 2004

Taman nasional hutan dataran rendah di Riau yang dibentuk pada 2004 dari bekas hutan produksi terbatas dan diperluas pada 2009. Gajah sumatera adalah spesies mandatnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Rusa sambar, Kijang muncak, Tapir Asia, Beruang madu, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Siamang, Rangkong badak

Sumber (2)

Profil TN Tesso Nilo — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Riau, Jambi · Darat · 144.223 ha · sejak 1995

Taman nasional perbukitan di perbatasan Riau dan Jambi yang ditunjuk pada 1995. Bentang alamnya menjadi habitat harimau, gajah, orangutan sumatera, dan tapir.

Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Orangutan Sumatera, Tapir Asia

Sumber (2)

Profil TN Bukit Tiga Puluh — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Kerinci Seblat

Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu · Darat · 1.367.197 ha · sejak 1982

Taman nasional terluas di Sumatera (sekitar 1,37 juta ha) yang membentang di empat provinsi dan menjadi bagian Warisan Dunia UNESCO sejak 2004. Kawasan ini habitat harimau, gajah, beruang madu, dan tapir.

Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Beruang madu, Tapir Asia

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 2: Gunung Kerinci via Camping Ground Bukit Bontak (Solok Selatan), Danau Bukit Bontak
  • Kelas 3: Gunung Kerinci via R.10 Kersik Tuo (Kerinci), Gunung Tujuh, Rawa Bento, Madapi, Danau Kaco, Bukit Sulap, Gunung Masurai, Bukit Tapan, Air Terjun Sungai Dalam, Air Terjun Ulu Suliti, Air Terjun Lumpo, Muara Sako
Sumber (3)

Profil TN Kerinci Seblat — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman Nasional Berbak

Jambi, Sumatera Selatan · Darat · 141.265 ha · sejak 1992

Taman nasional rawa gambut dan hutan rawa di pesisir timur Jambi, bekas suaka margasatwa sejak 1935. Berbak tercatat sebagai lahan basah penting internasional (situs Ramsar) sejak 1992.

Satwa yang disebut profil resminya: Buaya muara, Landak raya, Harimau Sumatera, Tapir Asia

Sumber (2)

Profil TN Berbak — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Bukit Dua Belas

Jambi · Darat · 54.780 ha · sejak 2000

Taman nasional hutan dataran rendah di Jambi yang menjadi ruang hidup Orang Rimba (Suku Anak Dalam). Kawasan ini ditunjuk pada 2000 dan dideklarasikan pada Januari 2001.

Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Siamang, Rangkong badak

Sumber (2)

Profil TN Bukit Dua Belas — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Sembilang

Jambi, Sumatera Selatan · Darat · 267.497 ha · sejak 2003

Taman nasional pesisir di Sumatera Selatan dengan sekitar 77.500 ha hutan mangrove, yang disebut profil resminya sebagai mangrove terluas di Indonesia bagian barat, serta hutan rawa gambut.

Satwa yang disebut profil resminya: Owa ungko, Harimau Sumatera, Lutung Kelabu

Sumber (2)

Profil TN Sembilang — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung · Darat · 315.633 ha · sejak 1982

Taman nasional di ujung selatan Pegunungan Bukit Barisan yang meliputi Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Profil resminya menyebut kawasan ini habitat harimau, gajah, dan badak sumatera.

Satwa yang disebut profil resminya: Gajah Sumatera, Siamang, Tapir Asia, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Kukang sunda

Sumber (2)

Profil TN Bukit Barisan Selatan — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Way Kambas

Lampung · Darat · 125.621 ha · sejak 1989

Taman nasional hutan dataran rendah dan rawa di Lampung Timur dan Lampung Tengah yang dideklarasikan pada 1989. Kawasan ini habitat badak, gajah, dan harimau sumatera serta tapir.

Satwa yang disebut profil resminya: Badak Sumatera, Tapir Asia, Gajah Sumatera, Rusa sambar, Kijang muncak, Harimau Sumatera, Beruang madu

Sumber (2)

Profil TN Way Kambas — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Zamrud

Riau · Darat · 31.431 ha · sejak 2016

Taman nasional rawa gambut dan danau di Kabupaten Siak, Riau, yang dibentuk pada 2016 dari bekas suaka margasatwa dan hutan produksi. Wisatawan dapat berperahu menuju Danau Pulau Besar.

Satwa yang disebut profil resminya: Kalong besar

Sumber (2)

Profil TN Zamrud — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Gunung Maras

Kepulauan Bangka Belitung · Darat · 17.255 ha · sejak 2016

Taman nasional perbukitan di Pulau Bangka yang ditetapkan pada 2016 dari bekas hutan lindung. Kawasannya memadukan ekosistem pegunungan, dataran rendah, dan mangrove.

Satwa yang disebut profil resminya: Trenggiling Sunda, Musang luwak

Sumber (2)

Profil TN Gunung Maras — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman nasional di Jawa (12)

Taman Nasional Ujung Kulon

Banten · Darat dan laut · 105.694 ha · sejak 1992

Taman nasional di ujung barat Pulau Jawa (Banten) yang mencakup daratan, pesisir, dan perairan laut, termasuk Pulau Panaitan. Kawasan ini habitat terakhir badak jawa.

Satwa yang disebut profil resminya: Badak Jawa, Owa Jawa

Sumber (2)

Profil TN Ujung Kulon — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Kepulauan Seribu

DKI Jakarta · Laut · 107.489 ha · sejak 1995

Taman nasional laut di gugusan pulau karang utara Jakarta, berupa perairan laut dan dua pulau daratan (Penjaliran Barat dan Timur). Penyu sisik adalah spesies mandatnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Penyu sisik

Sumber (3)

Profil TN Kepulauan Seribu — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Sejarah Kawasan — Balai TN Laut Kepulauan Seribu ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Jawa Barat, Banten · Darat · 87.699 ha · sejak 1992

Taman nasional pegunungan di Jawa Barat dan Banten yang menurut profil resminya menyimpan hutan hujan tropis terluas yang tersisa di Pulau Jawa. Kawasan ini habitat owa jawa, elang jawa, dan macan tutul jawa.

Satwa yang disebut profil resminya: Elang Jawa, Owa Jawa, Macan tutul Jawa, Surili jawa, Lutung Budeng

Sumber (3)

Profil TN Gunung Halimun Salak — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Jawa Barat · Darat · 24.271 ha · sejak 1980

Taman nasional gunung api kembar Gede dan Pangrango di Jawa Barat, salah satu dari lima taman nasional pertama yang diumumkan pada 1980 dan zona inti Cagar Biosfer Cibodas.

Satwa yang disebut profil resminya: Owa Jawa, Elang Jawa, Macan tutul Jawa

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 2: Cibodas, Gunung Putri, Mandalawangi, Situ Gunung, Selabintana (pendakian)
  • Kelas 3: Selabintana, Cimungkad, Bodogol, Cisarua, Sarongge, Pasir Hantap, Cimande, Tapos, Tegallega, Nagrak, Goalpara
Sumber (2)

Profil TN Gunung Gede Pangrango — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Gunung Ciremai

Jawa Barat · Darat · 14.841 ha · sejak 2004

Taman nasional di Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat (3.078 mdpl), yang ditunjuk pada 2004 terutama untuk melindungi sumber air bagi Kuningan, Majalengka, dan Cirebon.

Satwa yang disebut profil resminya: Macan tutul Jawa, Surili jawa, Elang Jawa

Sumber (2)

Profil TN Gunung Ciremai — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Gunung Merbabu

Jawa Tengah · Darat · 5.820 ha · sejak 2004

Taman nasional gunung api di Jawa Tengah yang ditunjuk pada 2004 untuk menjaga fungsi hidrologi dan keanekaragaman hayati, dengan sabana khas di ketinggian 1.500–3.000 mdpl.

Satwa yang disebut profil resminya: Monyet ekor panjang, Macan tutul Jawa, Surili jawa

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 2: Jalur Pendakian Selo, Jalur Pendakian Suwanting, Jalur Pendakian Wekas, Jalur Pendakian Thekelan, Jalur Pendakian Cuntel
  • Kelas 3: Kalipasang, Umbul Songo, Kopeng Treetop, Spekta Merbabu, Ngaduman, Top Selfie, Grenden, Grenjengan Kembar, Sobleman, Lempong Sikendi
Sumber (3)

Profil TN Gunung Merbabu — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman Nasional Karimunjawa

Jawa Tengah · Laut · 111.623 ha · sejak 1988

Taman nasional kepulauan dan perairan laut di utara Jepara, Jawa Tengah, dengan terumbu karang, hutan dataran rendah dan mangrove, pantai peneluran penyu, serta bangkai kapal Perang Dunia II.

Satwa yang disebut profil resminya: Penyu hijau, Penyu sisik, Penyu lekang, Rusa Timor

Sumber (2)

Profil TN Karimunjawa — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Gunung Merapi

Jawa Tengah, DI Yogyakarta · Darat · 6.410 ha · sejak 2004

Taman nasional di lereng Gunung Merapi, gunung api yang sangat aktif di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, yang ditunjuk pada 2004 untuk fungsi tangkapan air dan kawasan rawan bencana.

Satwa yang disebut profil resminya: Elang Jawa, Macan tutul Jawa, Lutung Budeng

Sumber (3)

Profil TN Gunung Merapi — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman Nasional Baluran

Jawa Timur · Darat · 29.707 ha · sejak 1980

Taman nasional sabana di ujung timur laut Jawa Timur yang dijuluki "Africa van Java", salah satu dari lima taman nasional tertua. Banteng, rusa, dan merak hijau mudah dijumpai.

Satwa yang disebut profil resminya: Banteng, Kerbau, Rusa Timor, Kijang muncak, Monyet ekor panjang, Lutung Budeng, Macan tutul Jawa, Merak hijau, Rangkong badak

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 2: Batangan
  • Kelas 3: Perengan, Watunumpuk Karangtekok
Sumber (3)

Profil TN Baluran — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Jawa Timur · Darat · 50.276 ha · sejak 1982

Taman nasional pegunungan di Jawa Timur yang meliputi kaldera Tengger dengan Gunung Bromo serta Gunung Semeru. Gerbang wisata Bromo masuk kelas tiket tertinggi (kelas 1), sedangkan pendakian Semeru kelas 2.

Satwa yang disebut profil resminya: Elang Jawa

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 1: Wonokitri (Pasuruan), Cemorolawang (Probolinggo), Coban Trisula/Jemplang (Malang)
  • Kelas 2: Ranupani (Lumajang): Gunung Semeru climb, Ranupani (Lumajang): Ranu Regulo camping ground, Darungan (Lumajang): birdwatching and orchid garden
Sumber (2)

Profil TN Bromo Tengger Semeru — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Meru Betiri

Jawa Timur · Darat dan laut · 65.268 ha · sejak 1982

Taman nasional di pantai selatan Jawa Timur (Jember dan Banyuwangi), semula suaka margasatwa untuk harimau jawa. Pantai Sukamade menjadi tempat pendaratan empat jenis penyu.

Satwa yang disebut profil resminya: Banteng, Penyu hijau, Penyu sisik, Penyu lekang, Penyu belimbing, Elang Jawa, Macan tutul Jawa

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 2: Rajegwesi
  • Kelas 3: Andongrejo
Sumber (2)

Profil TN Meru Betiri — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Alas Purwo

Jawa Timur · Darat · 44.037 ha · sejak 1992

Taman nasional karst di ujung tenggara Jawa (Banyuwangi) dengan banyak gua dan sungai bawah tanah. Banteng dapat dilihat setiap hari di Savana Sadengan.

Satwa yang disebut profil resminya: Banteng, Macan tutul Jawa, Elang Jawa

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 2: Plengkung, Rowobendo
  • Kelas 3: Kucur, Bedul
Sumber (3)

Profil TN Alas Purwo — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman nasional di Kalimantan (8)

Taman Nasional Danau Sentarum

Kalimantan Barat · Darat · 127.393 ha · sejak 1999

Taman nasional lahan basah berupa jaringan danau musiman dan hutan rawa di hulu Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Danau Sentarum tercatat sebagai situs Ramsar sejak 1994 dan habitat arwana merah (siluk merah).

Satwa yang disebut profil resminya: Trenggiling Sunda, Orangutan Kalimantan, Arwana asia

Sumber (3)

Profil TN Danau Sentarum — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman Nasional Gunung Palung

Kalimantan Barat · Darat · 108.044 ha · sejak 1990

Taman nasional di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dengan ekosistem lengkap dari tepi pantai hingga pegunungan. Profil resminya menyebutnya salah satu penyokong populasi orangutan terbesar di Kalimantan.

Satwa yang disebut profil resminya: Orangutan Kalimantan, Bekantan, Owa jenggot putih, Monyet ekor panjang

Sumber (2)

Profil TN Gunung Palung — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Betung Kerihun

Kalimantan Barat, Kalimantan Timur · Darat · 816.693 ha · sejak 1995

Kawasan konservasi terbesar di Kalimantan Barat (Kabupaten Kapuas Hulu) yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia. Hutan pegunungannya habitat orangutan, beruang madu, dan berbagai jenis rangkong.

Satwa yang disebut profil resminya: Orangutan Kalimantan, Beruang madu, Rangkong badak, Rangkong gading, Monyet ekor panjang

Sumber (2)

Profil TN Betung Kerihun — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah · Darat · 241.307 ha · sejak 1992

Taman nasional hutan hujan pegunungan di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, gabungan dua cagar alam sejak 1992. Kawasan ini menjadi hulu Sungai Melawi dan Sungai Katingan.

Satwa yang disebut profil resminya: Beruang madu, Owa jenggot putih, Orangutan Kalimantan, Rangkong gading, Mentilin

Sumber (2)

Profil TN Bukit Baka Bukit Raya — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Sebangau

Kalimantan Tengah · Darat · 537.300 ha · sejak 2004

Taman nasional hutan rawa gambut di Kalimantan Tengah (Palangka Raya, Katingan, Pulang Pisau) yang ditunjuk pada 2004 dari bekas areal HPH. Orangutan kalimantan adalah spesies andalannya.

Satwa yang disebut profil resminya: Orangutan Kalimantan, Bekantan, Owa jenggot putih, Macan dahan Sunda

Sumber (2)

Profil TN Sebangau — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Tanjung Puting

Kalimantan Tengah · Darat dan laut · 412.548 ha · sejak 1984

Taman nasional rawa gambut dan hutan pesisir di Kalimantan Tengah, kawasan konservasi pertama di Indonesia untuk orangutan. Wisatawan menyusuri Sungai Sekonyer menuju Camp Leakey; kawasan ini juga situs Ramsar (2013).

Satwa yang disebut profil resminya: Orangutan Kalimantan, Bekantan, Penyu sisik, Tuntong laut

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 1: Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Camp Leakey
  • Kelas 2: Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Natai Lengkuas
Sumber (2)

Profil TN Tanjung Puting — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Kayan Mentarang

Kalimantan Utara · Darat · 1.271.700 ha · sejak 1996

Salah satu taman nasional terbesar di Indonesia (sekitar 1,27 juta ha) di pedalaman Kalimantan Utara, berbatasan dengan Malaysia. Di dalamnya bermukim masyarakat adat Dayak.

Satwa yang disebut profil resminya: Kuau raja, Banteng

Sumber (2)

Profil TN Kayan Mentarang — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Kutai

Kalimantan Timur · Darat · 192.596 ha

Satu-satunya taman nasional di Kalimantan Timur, berupa hutan hujan dipterokarpa dataran rendah di dekat Bontang. Kawasan ini rumah orangutan subspesies Pongo pygmaeus morio dan bekantan.

Satwa yang disebut profil resminya: Orangutan Kalimantan, Bekantan, Banteng, Rusa sambar, Kijang muncak, Beruang madu, Macan dahan Sunda, Buaya muara, Buaya senyulong, Biawak air, Sanca Kembang

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 2: Prevab, Bontang Mangrove Park
  • Kelas 3: Sangkima, Gua Sampemarta
Sumber (2)

Profil TN Kutai — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman nasional di Sulawesi (9)

Taman Nasional Bunaken

Sulawesi Utara · Laut · 73.942 ha · sejak 1991

Taman nasional laut di Sulawesi Utara yang meliputi Pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, dan pesisir Arakan-Wawontulap, dengan terumbu karang, mangrove, dan padang lamun. Duyung dan penyu termasuk spesies mandatnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Dugong, Penyu hijau, Penyu sisik, Penyu lekang

Sumber (3)

Profil TN Bunaken — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Sulawesi Utara, Gorontalo · Darat · 283.314 ha · sejak 1982

Kawasan konservasi daratan terluas di Pulau Sulawesi, di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Tiga satwa prioritasnya adalah maleo, anoa, dan babirusa.

Satwa yang disebut profil resminya: Maleo, Babirusa Sulawesi, Julang sulawesi

Sumber (2)

Profil TN Bogani Nani Wartabone — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Lore Lindu

Sulawesi Tengah · Darat · 214.984 ha · sejak 1982

Taman nasional pegunungan di Sulawesi Tengah, gabungan dua suaka margasatwa dan hutan wisata Danau Lindu. Maleo dan anoa adalah spesies mandatnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Maleo

Sumber (2)

Profil TN Lore Lindu — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Kepulauan Togean

Sulawesi Tengah · Laut · 363.376 ha · sejak 2004

Taman nasional kepulauan di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah (Kabupaten Tojo Una-Una), yang sebagian besar berupa perairan laut dengan terumbu karang, mangrove, dan lamun. Ikan napoleon adalah spesies mandatnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Ikan napoleon

Sumber (2)

Profil TN Kepulauan Togean — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Sulawesi Selatan · Darat · 43.077 ha · sejak 2004

Taman nasional karst Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan dengan gua-gua dan air terjun, yang dijuluki Alfred Russel Wallace sebagai "The Kingdom of Butterfly" karena kekayaan kupu-kupunya.

Satwa yang disebut profil resminya: Julang sulawesi, Kuskus beruang Sulawesi, Monyet dare

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 2: Site Wisata Pattunuang
  • Kelas 3: Site Bantimurung, Sanctuary Kupu-Kupu, Karaenta, Leang Pute, Leang Londrong, Bulusaraung
Sumber (2)

Profil TN Bantimurung Bulusaraung — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Taka Bonerate

Sulawesi Selatan · Laut · 530.765 ha · sejak 1992

Taman nasional laut di Laut Flores (Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan) yang menurut profil resminya memiliki atol terbesar ketiga di dunia, sekitar 220.000 ha.

Satwa yang disebut profil resminya: Penyu hijau

Sumber (2)

Profil TN Taka Bonerate — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Sulawesi Tenggara · Darat · 105.194 ha · sejak 1990

Taman nasional di Sulawesi Tenggara yang memadukan Rawa Aopa, sabana Watumohai, dan hutan, gabungan taman buru dan suaka margasatwa sejak 1990.

Satwa yang disebut profil resminya: Julang sulawesi, Kakatua kecil jambul kuning, Maleo

Sumber (2)

Profil TN Rawa Aopa Watumohai — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Wakatobi

Sulawesi Tenggara · Laut · 1.320.987 ha · sejak 1996

Taman nasional laut seluas sekitar 1,32 juta ha yang meliputi Kepulauan Wakatobi (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko) di Sulawesi Tenggara; juga Cagar Biosfer UNESCO dan ASEAN Heritage Park.

Satwa yang disebut profil resminya: Ikan napoleon, Penyu sisik, Penyu hijau

Sumber (6)

Profil TN Wakatobi — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Profil Kabupaten Wakatobi — BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara ↗ · HPSN 2019 Provinsi Sultra di Iringi Pelepasan 50 Ekor di Taman Nasional Wakatobi — KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Inovasi Penerapan Sistem Informasi E-Divers Wakatobi di TN Wakatobi — KSDAE (2019) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman Nasional Gandang Dewata

Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat · Darat · 189.046 ha · sejak 2016

Taman nasional pegunungan di sekitar Gunung Gandang Dewata dan Mambulillin yang meliputi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah, ditetapkan pada 2016 dan dikelola BBKSDA Sulawesi Selatan. Anoa dan musang sulawesi adalah spesies mandatnya.

Sumber (2)

Profil TN Gandang Dewata — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II ↗

Taman nasional di Bali (1)

Taman Nasional Bali Barat

Bali · Darat dan laut · 18.044 ha · sejak 1995

Satu-satunya taman nasional di Bali, di ujung barat pulau, dengan hutan musim, mangrove, dan perairan laut termasuk Pulau Menjangan. Jalak bali adalah spesies khas dan mandatnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Jalak Bali, Banteng, Kijang muncak, Lutung Budeng

Sumber (2)

Profil TN Bali Barat — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II ↗

Taman nasional di Nusa Tenggara (8)

Taman Nasional Gunung Rinjani

Nusa Tenggara Barat · Darat · 41.330 ha · sejak 1990

Taman nasional gunung api di Pulau Lombok yang meliputi tiga kabupaten, termasuk Danau Segara Anak. Tiga jalur pendakian utama (Sembalun, Senaru, Torean) masuk kelas tiket 1.

Satwa yang disebut profil resminya: Monyet ekor panjang, Lutung Budeng

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 1: Sembalun climbing route, Senaru climbing route, Torean climbing route
  • Kelas 2: Timbanuh climbing route, Tetebatu climbing route, Aikberik climbing route
  • Kelas 3: Treng Wilis, Telaga Biru, Otak Kokoq Joben, Joben Eco Park, Ulem-Ulem, Air Terjun Jeruk Manis, Gunung Kukus, Air Terjun Mayung Polak, Tangkok Adeng, Bornong Bike Park, Bukit Malang, Sebau, Savana Propok, Bukit Gedong, Bukit Telaga, Bukit Kanji, Jalur Sepeda Sembalun, Air Terjun Mangkusakti, Air Terjun Penimbungan, Air Terjun Tiu Ngumbak, Bukit Lincak
Sumber (2)

Profil TN Gunung Rinjani — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Manupeu Tanah Daru

Nusa Tenggara Timur · Darat · 50.010 ha · sejak 1998

Taman nasional hutan musim dan sabana di Pulau Sumba bagian barat dan tengah, dikelola bersama TN Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa). Julang sumba dan kakatua sumba menjadi spesies mandatnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Nuri bayan-maluku, Kakatua kecil jambul kuning

Sumber (2)

Profil TN Manupeu Tanah Daru — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti

Nusa Tenggara Timur · Darat · 46.312 ha · sejak 1998

Taman nasional perbukitan di Sumba Timur yang mencakup Gunung Wanggameti, dikelola bersama TN Manupeu Tanah Daru. Ada dua desa enklave di dalam kawasan.

Satwa yang disebut profil resminya: Nuri bayan-maluku, Kakatua kecil jambul kuning

Sumber (2)

Profil TN Laiwangi Wanggameti — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Kelimutu

Nusa Tenggara Timur · Darat · 5.357 ha · sejak 1992

Taman nasional kecil di Kabupaten Ende, Flores, yang terkenal dengan tiga danau kawah berbeda warna di puncak Gunung Kelimutu dan dihormati oleh 21 komunitas adat.

Satwa yang disebut profil resminya: Elang Flores

Sumber (3)

Profil TN Kelimutu — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Taman Nasional Komodo

Nusa Tenggara Timur · Darat dan laut · 178.746 ha · sejak 1980

Taman nasional pulau dan laut di Nusa Tenggara Timur (Komodo, Rinca, Padar, dan perairan sekitarnya), salah satu dari lima taman nasional pertama Indonesia dan Situs Warisan Dunia sejak 1991. Satwa kuncinya biawak komodo dan kakatua kecil jambul kuning.

Satwa yang disebut profil resminya: Komodo, Kakatua kecil jambul kuning, Rusa Timor, Kalong besar

Sumber (4)

Profil TN Komodo — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Protokol Kunjungan Wisata Alam — Balai TN Komodo ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Jaga Keberlanjutan Ekologi-Ekonomi, Kemenhut Batasi Kuota Wisatawan di TN Komodo (SP.115/HKLN/04/2026) ↗

Taman Nasional Gunung Tambora

Nusa Tenggara Barat · Darat · 78.724 ha · sejak 2015

Taman nasional di sekitar Gunung Tambora, Sumbawa, gunung api yang meletus dahsyat pada April 1815. Kawasan ini menjadi taman nasional pada April 2015; rusa timor adalah satwa ikonnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Rusa Timor, Elang Flores

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 2: Piong climbing route, Doro Ncanga climbing route and deer sanctuary
  • Kelas 3: Kawinda Toi climbing route and Oi Marai waterfall, Pancasila climbing route
Sumber (6)

Profil TN Gunung Tambora — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Target 5000 Wisatawan di Taman Nasional Tambora Tahun 2018 — KSDAE ↗ · Rusa Timor Akhirnya Menampakkan Wujudnya di Gunung Tambora — KSDAE (2020) ↗ · Garuda dari Timur di Hutan Tambora — KSDAE (2022) ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Jelajah Alam Pesona Tambora 2018 — KSDAE ↗

Taman Nasional Moyo Satonda

Nusa Tenggara Barat · Darat dan laut · 34.861 ha · sejak 2022

Taman nasional di Pulau Moyo dan Pulau Satonda di lepas pantai utara Sumbawa (Kabupaten Sumbawa dan Dompu), ditetapkan pada Agustus 2022 dan dikelola BKSDA NTB. Kawasan ini habitat kakatua kecil jambul kuning.

Satwa yang disebut profil resminya: Kakatua kecil jambul kuning

Sumber (5)

Profil TN Moyo Satonda — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Pengelolaan TN Moyo Satonda Memasuki Babak Konsultasi Publik — KSDAE (Feb 2024) ↗ · Kemitraan Konservasi untuk Pemulihan Ekosistem di TN Moyo Satonda — KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Restocking Terumbu Karang Pulau Moyo — KSDAE (Nov 2020) ↗

Taman Nasional Mutis Timau

Nusa Tenggara Timur · Darat · 78.825 ha · sejak 2024

Taman nasional pegunungan di Pulau Timor (Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara) yang dideklarasikan pada September 2024 dari cagar alam dan hutan lindung Mutis Timau. Kawasan ini dikenal dengan hutan ampupu (Eucalyptus urophylla).

Satwa yang disebut profil resminya: Rusa Timor

Sumber (4)

Profil TN Mutis Timau — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Resmikan Taman Nasional Ke-56, Menteri LHK Luncurkan TN Mutis Timau di NTT — Balai Kliring Keanekaragaman Hayati (KLH) ↗ · Deklarasikan Taman Nasional Mutis Timau — KSDAE (8 Sep 2024) ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman nasional di Maluku (2)

Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Maluku Utara · Darat · 167.319 ha · sejak 2004

Taman nasional hutan hujan di Pulau Halmahera, Maluku Utara, terdiri atas dua blok (Aketajawe dan Lolobata) yang ditetapkan pada 2004. Bidadari halmahera dan kakatua putih adalah spesies mandatnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Bidadari halmahera

Sumber (2)

Profil TN Aketajawe Lolobata — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Manusela

Maluku · Darat · 174.546 ha · sejak 1997

Taman nasional pegunungan di Pulau Seram, Maluku, yang mencakup Gunung Binaya. Kalong seram adalah spesies mandatnya, dan kakatua seram muncul dalam galeri resminya.

Satwa yang disebut profil resminya: Kakatua Maluku, Rusa Timor

Sumber (2)

Profil TN Manusela — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman nasional di Papua (4)

Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Papua, Papua Barat · Laut · 1.447.361 ha · sejak 1993

Taman nasional laut terluas di Indonesia (sekitar 1,45 juta ha) di Teluk Cenderawasih, Papua, sebagian besar berupa laut dengan terumbu karang dan pulau-pulau. Hiu paus adalah spesies mandatnya.

Satwa yang disebut profil resminya: Hiu paus, Penyu sisik

Sumber (2)

Profil TN Teluk Cenderawasih — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Lorentz

Papua · Darat dan laut · 2.348.680 ha · sejak 1997

Taman nasional terluas di Indonesia (sekitar 2,35 juta ha) di Papua, membentang dari laut dan rawa pesisir selatan hingga puncak bersalju Pegunungan Tengah. Situs Warisan Alam Dunia sejak 1999.

Satwa yang disebut profil resminya: Landak semut moncong panjang barat

Kelas tiket per pintu masuk
  • Kelas 1: Puncak Cartenz climb
  • Kelas 2: Danau Habema, Puncak Trikora
Sumber (2)

Profil TN Lorentz — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Wasur

Papua · Darat · 431.425 ha · sejak 1990

Taman nasional lahan basah dan sabana di Merauke, Papua bagian selatan, gabungan Suaka Margasatwa Wasur dan Cagar Alam Rawa Biru yang melindungi sumber air minum Merauke.

Satwa yang disebut profil resminya: Cenderawasih besar

Sumber (2)

Profil TN Wasur — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman Nasional Mamberamo Foja

Papua · Darat · 1.767.621 ha · sejak 2024

Taman nasional terbaru (ke-57) seluas sekitar 1,77 juta ha di DAS Mamberamo dan Pegunungan Foja, Papua, dideklarasikan pada Oktober 2024 dari bekas suaka margasatwa. Untuk sementara dikelola BBKSDA Papua.

Satwa yang disebut profil resminya: Buaya muara

Sumber (3)

Profil TN Mamberamo Foja — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Menteri LHK Deklarasikan Taman Nasional Baru, Mamberamo Foja Jadi TN ke-57 di Indonesia — KSDAE (15 Okt 2024) ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗

Taman nasional dan hewan yang dilindungi: taman nasional mana melindungi hewan apa?

Daftar ini disusun dari satwa yang disebut dalam profil resmi setiap taman nasional. Satwa juga bisa hidup di luar daftar ini; tabel ini menunjukkan di mana keberadaannya tercatat resmi.

HewanTaman nasional
Harimau SumateraTN Gunung Leuser, TN Batang Gadis, TN Tesso Nilo, TN Bukit Tiga Puluh, TN Kerinci Seblat, TN Berbak, TN Bukit Dua Belas, TN Sembilang, TN Bukit Barisan Selatan, TN Way Kambas
Macan tutul JawaTN Gunung Halimun Salak, TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Ciremai, TN Gunung Merbabu, TN Gunung Merapi, TN Baluran, TN Meru Betiri, TN Alas Purwo
Tapir AsiaTN Gunung Leuser, TN Batang Gadis, TN Tesso Nilo, TN Bukit Tiga Puluh, TN Kerinci Seblat, TN Berbak, TN Bukit Barisan Selatan, TN Way Kambas
Beruang maduTN Batang Gadis, TN Tesso Nilo, TN Kerinci Seblat, TN Way Kambas, TN Betung Kerihun, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Kutai
Elang JawaTN Gunung Halimun Salak, TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Ciremai, TN Gunung Merapi, TN Bromo Tengger Semeru, TN Meru Betiri, TN Alas Purwo
Orangutan KalimantanTN Danau Sentarum, TN Gunung Palung, TN Betung Kerihun, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Sebangau, TN Tanjung Puting, TN Kutai
Penyu sisikTN Kepulauan Seribu, TN Karimunjawa, TN Meru Betiri, TN Tanjung Puting, TN Bunaken, TN Wakatobi, TN Teluk Cenderawasih
BantengTN Baluran, TN Meru Betiri, TN Alas Purwo, TN Bali Barat, TN Kayan Mentarang, TN Kutai
Gajah SumateraTN Gunung Leuser, TN Tesso Nilo, TN Bukit Tiga Puluh, TN Kerinci Seblat, TN Bukit Barisan Selatan, TN Way Kambas
Kijang muncakTN Batang Gadis, TN Tesso Nilo, TN Way Kambas, TN Baluran, TN Bali Barat, TN Kutai
Rusa TimorTN Karimunjawa, TN Baluran, TN Komodo, TN Gunung Tambora, TN Mutis Timau, TN Manusela
Kakatua kecil jambul kuningTN Manupeu Tanah Daru, TN Laiwangi Wanggameti, TN Komodo, TN Moyo Satonda, TN Rawa Aopa Watumohai
Lutung BudengTN Gunung Halimun Salak, TN Gunung Merapi, TN Baluran, TN Bali Barat, TN Gunung Rinjani
Monyet ekor panjangTN Gunung Merbabu, TN Baluran, TN Gunung Rinjani, TN Gunung Palung, TN Betung Kerihun
Penyu hijauTN Karimunjawa, TN Meru Betiri, TN Bunaken, TN Taka Bonerate, TN Wakatobi
Rusa sambarTN Batang Gadis, TN Siberut, TN Tesso Nilo, TN Way Kambas, TN Kutai
BekantanTN Gunung Palung, TN Sebangau, TN Tanjung Puting, TN Kutai
Penyu lekangTN Gunung Leuser, TN Karimunjawa, TN Meru Betiri, TN Bunaken
Rangkong badakTN Tesso Nilo, TN Bukit Dua Belas, TN Baluran, TN Betung Kerihun
Badak SumateraTN Gunung Leuser, TN Bukit Barisan Selatan, TN Way Kambas
Buaya muaraTN Berbak, TN Kutai, TN Mamberamo Foja
Julang sulawesiTN Bogani Nani Wartabone, TN Bantimurung Bulusaraung, TN Rawa Aopa Watumohai
Macan dahan SundaTN Batang Gadis, TN Sebangau, TN Kutai
MaleoTN Bogani Nani Wartabone, TN Lore Lindu, TN Rawa Aopa Watumohai
Owa JawaTN Ujung Kulon, TN Gunung Halimun Salak, TN Gunung Gede Pangrango
Owa jenggot putihTN Gunung Palung, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Sebangau
SiamangTN Tesso Nilo, TN Bukit Dua Belas, TN Bukit Barisan Selatan
Surili jawaTN Gunung Halimun Salak, TN Gunung Ciremai, TN Gunung Merbabu
Elang FloresTN Kelimutu, TN Gunung Tambora
Ikan napoleonTN Kepulauan Togean, TN Wakatobi
Kalong besarTN Zamrud, TN Komodo
Landak rayaTN Batang Gadis, TN Berbak
Nuri bayan-malukuTN Manupeu Tanah Daru, TN Laiwangi Wanggameti
Orangutan SumateraTN Gunung Leuser, TN Bukit Tiga Puluh
Penyu belimbingTN Gunung Leuser, TN Meru Betiri
Rangkong gadingTN Betung Kerihun, TN Bukit Baka Bukit Raya
Trenggiling SundaTN Gunung Maras, TN Danau Sentarum
Arwana asiaTN Danau Sentarum
Babirusa SulawesiTN Bogani Nani Wartabone
Badak JawaTN Ujung Kulon
Berang-berang cakar kecilTN Siberut
Biawak airTN Kutai
Bidadari halmaheraTN Aketajawe Lolobata
Buaya senyulongTN Kutai
Cenderawasih besarTN Wasur
DugongTN Bunaken
Hiu pausTN Teluk Cenderawasih
Jalak BaliTN Bali Barat
Kakatua MalukuTN Manusela
KerbauTN Baluran
KomodoTN Komodo
Kuau rajaTN Kayan Mentarang
Kukang sundaTN Bukit Barisan Selatan
Kuskus beruang SulawesiTN Bantimurung Bulusaraung
Landak semut moncong panjang baratTN Lorentz
Lutung KelabuTN Sembilang
MentilinTN Bukit Baka Bukit Raya
Merak hijauTN Baluran
Monyet dareTN Bantimurung Bulusaraung
Musang luwakTN Gunung Maras
Owa ungkoTN Sembilang
Sanca KembangTN Kutai
Tuntong lautTN Tanjung Puting

Berapa harga tiket masuk taman nasional?

Tarif tiket masuk diatur Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 (berlaku sejak 30 Oktober 2024). Setiap taman nasional, atau setiap pintu masuknya, ditempatkan dalam kelas 1, 2, atau 3 oleh Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025. Pada hari libur nasional, cuti bersama, dan hari besar keagamaan, wisatawan nusantara dan rombongan pelajar membayar 150% dari tarif normal; tarif mancanegara tidak naik.

Tiket masuk taman nasional per orang per hari (PP 36/2024)
KelasWisatawan mancanegaraWisatawan nusantaraRombongan pelajar (min. 5)
Kelas 1Rp250.000Rp50.000Rp25.000
Kelas 2Rp200.000Rp20.000Rp10.000
Kelas 3Rp150.000Rp10.000Rp5.000
  • Berkemah: Rp5.000 per orang per hari
  • Mendaki gunung: Rp20.000 per orang per kegiatan
  • Penelusuran gua: Rp10.000 per orang per kegiatan
  • Menyelam: Rp25.000 per orang per hari

Kelas setiap taman nasional tercantum pada kartunya di atas. Tiket resmi dapat dibeli lewat aplikasi Ayo Ke Taman Nasional milik Kementerian Kehutanan; beberapa kawasan, seperti TN Komodo, juga memakai sistem pemesanan sendiri. Ayo Ke Taman Nasional ↗

Sumber: PP No. 36 Tahun 2024 — JDIH BPK ↗ · PP No. 36 Tahun 2024, Lampiran (JDIH BPK) ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Pasal 30 ↗ · Permenhut No. 17 Tahun 2025 — peraturan.go.id ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗

Kuota pengunjung Taman Nasional Komodo

  • Mulai 1 April 2026, kunjungan ke Pulau Padar, Rinca, dan Komodo serta 23 lokasi selam di sekitarnya dibatasi 1.000 orang per hari, atau sekitar 365.000 orang per tahun (siaran pers Kementerian Kehutanan SP.115/HKLN/04/2026).
  • Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyebut kuota itu dibagi antara zona daratan dan perairan.
  • Pada 24 April 2026 Kementerian Kehutanan menyatakan kuota tahunan akan ditinjau. Menurut wakil menteri, kuota harian sudah dinaikkan menjadi 1.100–1.300 orang pada delapan hari antara 1 dan 22 April.
  • Media melaporkan pengumuman Balai TN Komodo tanggal 22 September 2026 tentang kuota harian sekitar 500 orang untuk September–Desember setelah kuota tahunan habis pada Agustus. Salinan resmi pengumuman itu belum kami temukan di situs pemerintah, jadi periksa saluran resmi balai sebelum berangkat. Kuota Taman Nasional Komodo 2026 Habis, Jatah Harian Kini 500 Orang →

Sumber: Jaga Keberlanjutan Ekologi-Ekonomi, Kemenhut Batasi Kuota Wisatawan di TN Komodo (SP.115/HKLN/04/2026) ↗ · Komisi IV DPR-RI Tinjau Langsung Pembatasan Kuota Wisata Taman Nasional Komodo — InfoMabar ↗ · Kemenhut Perkuat Tata Kelola TN Komodo Melalui Kuota Adaptif (24 April 2026) ↗ · Kuota Pengunjung ke TN Komodo Dibatasi, Komisi IV Dorong Kenaikan Bertahap — E-Media DPR RI (27 April 2026) ↗

Melihat perburuan, jerat, atau perdagangan satwa?

Laporkan ke balai taman nasional atau BKSDA setempat. Jangan mendekati atau memindahkan satwa liar.

Kontak BKSDA