Taman Nasional Gunung Leuser
Aceh, Sumatera Utara · Darat · 830.880 ha · sejak 1980
Taman nasional pegunungan dan hutan hujan di Aceh dan Sumatera Utara, dari pantai hingga puncak 3.404 mdpl. Profil resminya menyebut Leuser sebagai satu-satunya tempat yang dihuni bersama oleh harimau, orangutan, badak, dan gajah sumatera.
Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Orangutan Sumatera, Badak Sumatera, Gajah Sumatera, Tapir Asia, Penyu belimbing, Penyu lekang
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Sumber (2)
Profil TN Gunung Leuser — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Batang Gadis
Sumatera Utara, Sumatera Barat · Darat · 72.804 ha · sejak 2004
Taman nasional hutan pegunungan di Kabupaten Mandailing Natal yang dibentuk pada 2004 atas prakarsa pemerintah daerah dan masyarakat. Harimau sumatera dan tapir menjadi spesies prioritas pengelolaannya.
Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Tapir Asia, Beruang madu, Rusa sambar, Kijang muncak, Landak raya, Macan dahan Sunda
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Sumber (2)
Profil TN Batang Gadis — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Siberut
Sumatera Barat · Darat · 177.992 ha · sejak 1993
Taman nasional di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, yang meliputi sekitar 47 persen luas pulau. Spesies prioritasnya adalah primata endemik Mentawai seperti bilou (owa Kloss) dan beruk siberut.
Satwa yang disebut profil resminya: Rusa sambar, Berang-berang cakar kecil
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Sumber (2)
Profil TN Siberut — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Tesso Nilo
Riau · Darat · 81.793 ha · sejak 2004
Taman nasional hutan dataran rendah di Riau yang dibentuk pada 2004 dari bekas hutan produksi terbatas dan diperluas pada 2009. Gajah sumatera adalah spesies mandatnya.
Satwa yang disebut profil resminya: Rusa sambar, Kijang muncak, Tapir Asia, Beruang madu, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Siamang, Rangkong badak
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Sumber (2)
Profil TN Tesso Nilo — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Riau, Jambi · Darat · 144.223 ha · sejak 1995
Taman nasional perbukitan di perbatasan Riau dan Jambi yang ditunjuk pada 1995. Bentang alamnya menjadi habitat harimau, gajah, orangutan sumatera, dan tapir.
Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Orangutan Sumatera, Tapir Asia
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Sumber (2)
Profil TN Bukit Tiga Puluh — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Kerinci Seblat
Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu · Darat · 1.367.197 ha · sejak 1982
Taman nasional terluas di Sumatera (sekitar 1,37 juta ha) yang membentang di empat provinsi dan menjadi bagian Warisan Dunia UNESCO sejak 2004. Kawasan ini habitat harimau, gajah, beruang madu, dan tapir.
Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Beruang madu, Tapir Asia
Tiket masuk: Kelas 2 dan 3 (tergantung pintu masuk) (nusantara Rp10.000–Rp20.000, mancanegara Rp150.000–Rp200.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Kelas tiket per pintu masuk
- Kelas 2: Gunung Kerinci via Camping Ground Bukit Bontak (Solok Selatan), Danau Bukit Bontak
- Kelas 3: Gunung Kerinci via R.10 Kersik Tuo (Kerinci), Gunung Tujuh, Rawa Bento, Madapi, Danau Kaco, Bukit Sulap, Gunung Masurai, Bukit Tapan, Air Terjun Sungai Dalam, Air Terjun Ulu Suliti, Air Terjun Lumpo, Muara Sako
Sumber (3)
Profil TN Kerinci Seblat — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗ · Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional" (4 Juni 2026) ↗
Taman Nasional Berbak
Jambi, Sumatera Selatan · Darat · 141.265 ha · sejak 1992
Taman nasional rawa gambut dan hutan rawa di pesisir timur Jambi, bekas suaka margasatwa sejak 1935. Berbak tercatat sebagai lahan basah penting internasional (situs Ramsar) sejak 1992.
Satwa yang disebut profil resminya: Buaya muara, Landak raya, Harimau Sumatera, Tapir Asia
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗Situs balai ↗
Sumber (2)
Profil TN Berbak — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Bukit Dua Belas
Jambi · Darat · 54.780 ha · sejak 2000
Taman nasional hutan dataran rendah di Jambi yang menjadi ruang hidup Orang Rimba (Suku Anak Dalam). Kawasan ini ditunjuk pada 2000 dan dideklarasikan pada Januari 2001.
Satwa yang disebut profil resminya: Harimau Sumatera, Siamang, Rangkong badak
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Sumber (2)
Profil TN Bukit Dua Belas — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Sembilang
Jambi, Sumatera Selatan · Darat · 267.497 ha · sejak 2003
Taman nasional pesisir di Sumatera Selatan dengan sekitar 77.500 ha hutan mangrove, yang disebut profil resminya sebagai mangrove terluas di Indonesia bagian barat, serta hutan rawa gambut.
Satwa yang disebut profil resminya: Owa ungko, Harimau Sumatera, Lutung Kelabu
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗Situs balai ↗
Sumber (2)
Profil TN Sembilang — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung · Darat · 315.633 ha · sejak 1982
Taman nasional di ujung selatan Pegunungan Bukit Barisan yang meliputi Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Profil resminya menyebut kawasan ini habitat harimau, gajah, dan badak sumatera.
Satwa yang disebut profil resminya: Gajah Sumatera, Siamang, Tapir Asia, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Kukang sunda
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗Situs balai ↗
Sumber (2)
Profil TN Bukit Barisan Selatan — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Way Kambas
Lampung · Darat · 125.621 ha · sejak 1989
Taman nasional hutan dataran rendah dan rawa di Lampung Timur dan Lampung Tengah yang dideklarasikan pada 1989. Kawasan ini habitat badak, gajah, dan harimau sumatera serta tapir.
Satwa yang disebut profil resminya: Badak Sumatera, Tapir Asia, Gajah Sumatera, Rusa sambar, Kijang muncak, Harimau Sumatera, Beruang madu
Tiket masuk: Kelas 2 (nusantara Rp20.000, mancanegara Rp200.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Sumber (2)
Profil TN Way Kambas — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Zamrud
Riau · Darat · 31.431 ha · sejak 2016
Taman nasional rawa gambut dan danau di Kabupaten Siak, Riau, yang dibentuk pada 2016 dari bekas suaka margasatwa dan hutan produksi. Wisatawan dapat berperahu menuju Danau Pulau Besar.
Satwa yang disebut profil resminya: Kalong besar
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Sumber (2)
Profil TN Zamrud — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗
Taman Nasional Gunung Maras
Kepulauan Bangka Belitung · Darat · 17.255 ha · sejak 2016
Taman nasional perbukitan di Pulau Bangka yang ditetapkan pada 2016 dari bekas hutan lindung. Kawasannya memadukan ekosistem pegunungan, dataran rendah, dan mangrove.
Satwa yang disebut profil resminya: Trenggiling Sunda, Musang luwak
Tiket masuk: Kelas 3 (nusantara Rp10.000, mancanegara Rp150.000 per orang per hari)Profil resmi KSDAE ↗
Sumber (2)
Profil TN Gunung Maras — Direktorat Jenderal KSDAE ↗ · Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025, Lampiran II (pembagian kelas tiket masuk TN) ↗