Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Burung · Jawa · Bali

Elang Jawa

Elang berjambul endemik Indonesia yang hidup di hutan Jawa dan, menurut catatan terbaru, juga Bali. Pohon sarang, masa pengasuhan, dan ruang jelajah membuat perlindungannya memerlukan perhatian jangka panjang.

Disusun dari sumber tercantum dengan bantuan AI. Cara penyusunan dan batas tinjauan

Foto Elang Jawa (Nisaetus bartelsi).
(c) Enoch Cheuk, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Gambar dipotong untuk tata letak.

Jawaban singkat

Status IUCN: Genting

Sekilas tentang elang Jawa

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah burung dari famili Accipitridae. Wilayahnya di Indonesia: Jawa; keberadaan di Bali didokumentasikan penelitian terbitan 2025. Hewan ini endemik Indonesia: hanya hidup secara alami di Jawa; keberadaan di Bali didokumentasikan penelitian yang terbit pada 2025. Pola makannya: pemangsa vertebrata (mamalia, burung, reptil); termasuk hewan karnivora. Status Daftar Merah IUCN: Genting (Endangered). Elang Jawa termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Elang Jawa
Nama ilmiahNisaetus bartelsi
Nama InggrisJavan hawk-eagle
KelompokBurung
FamiliAccipitridae
Wilayah di IndonesiaJawa; keberadaan di Bali didokumentasikan penelitian terbitan 2025
Habitat terkaitHutan Hujan Tropis
Sebaran alamiEndemik Indonesia; Jawa dan catatan Bali
CiriJambul menonjol
HabitatBentang hutan
Status IUCNGenting (Endangered) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 1 Oktober 2026
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 193
Populasi300–1.200 individu dewasa (perkiraan 2024) · BirdLife International DataZone — Javan Hawk-eagle species factsheet
Daerah jelajahDaerah jelajah tiap pasangan diperkirakan 230–710 ha · BirdLife International DataZone — Javan Hawk-eagle species factsheet
Jenis pemakanKarnivora (pemakan daging) — pemangsa vertebrata (mamalia, burung, reptil) · BirdLife DataZone
Cara berkembang biakBertelur (ovipar) · Vigie-Nature École (MNHN)
Hari peringatanHari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (5 November)
Waktu aktifDiurnal (aktif pada siang hari) · EltonTraits 1.0 (Wilman et al. 2014, Ecology 95:2027), BirdFuncDat.txt
Endemik IndonesiaYa — Jawa; keberadaan di Bali didokumentasikan penelitian yang terbit pada 2025 · journal.ipb.ac.id
Dalam panduan ini (11)
Tentang panduan iniDisetujui oleh tim pada 2026-10-07. Persetujuan mencakup narasi, fakta, jawaban ringkas, dan lokasi tercatat dalam kedua bahasa pada versi ini.

Mengenali elang berjambul

Elang Jawa dewasa memiliki bagian atas cokelat dan bagian bawah lebih terang dengan corak. Individu muda tampak berbeda dari dewasa. Jambul saja tidak cukup untuk memastikan identitas karena elang lain juga berjambul; perhatikan keseluruhan bentuk, corak, dan konteks pengamatan.

Dasar informasi: Cornell Lab eBird — Javan hawk-eagle ↗

Endemik pulau, terkait hutan

Panduan eBird masih merangkum elang Jawa sebagai endemik Jawa. Penelitian Widiyavedanta dan rekan (2025) melaporkan foto yang diverifikasi pakar dan survei keberadaan di Bali. Bukti ini memperluas catatan yang tersedia, tetapi bukan sensus pulau atau bukti pemulihan populasi. Kehadiran satwa tidak menjamin perjumpaan wisata.

Dasar informasi: Cornell Lab eBird — Javan hawk-eagle ↗ · Widiyavedanta, Syartinilia & Mulyani (2025) — Javan hawk-eagle observations and habitat in Bali ↗

Anak elang tetap memerlukan induk

Dokumentasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menunjukkan tahap perkembangan anak elang dan ketergantungannya pada induk. Keluar dari sarang tidak langsung berarti mandiri. Gangguan terhadap lokasi berbiak karena itu dapat memengaruhi proses yang berlangsung lebih lama daripada momen telur menetas.

Dasar informasi: KSDAE / TNGGP — Tahapan perkembangan elang Jawa ↗

Pemantauan bukan sekadar menemukan sarang

Dokumentasi TNGGP tahun 2020 melaporkan pengamatan perkembangan anak dan variasi hasil pemantauan tahunan. Catatan demikian berlaku pada lokasi, periode, dan metode tertentu. Tren seluruh spesies memerlukan survei yang dapat dibandingkan; satu anak yang berhasil tumbuh tidak membuktikan pemulihan populasi di Jawa ataupun Bali.

Dasar informasi: KSDAE / TNGGP — Tahapan perkembangan elang Jawa ↗

Menjaga informasi sensitif

Saat berbagi pengalaman pengamatan, hindari menerbitkan koordinat sarang atau petunjuk menuju pohon berbiak. Jangan memancing burung keluar demi foto. Untuk dugaan perdagangan, simpan bukti secara aman dan gunakan jalur laporan resmi; membeli satwa untuk dibebaskan dapat memperpanjang permintaan.

Dasar informasi: American Birding Association — Code of Birding Ethics ↗ · Nijman, Shepherd & van Balen (2009) — Javan hawk-eagle trade and conservation ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Elang Jawa

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoAccipitriformes
FamiliAccipitridae
GenusNisaetus
SpesiesNisaetus bartelsi

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang elang Jawa

Apa nama latin dan nama Inggris elang Jawa?

Nama latin atau nama ilmiah elang Jawa adalah Nisaetus bartelsi, dari famili Accipitridae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Javan hawk-eagle.

Elang Jawa termasuk hewan apa?

Elang Jawa termasuk hewan burung dari famili Accipitridae. Berdasarkan jenis makanannya, elang Jawa termasuk hewan karnivora (pemakan daging), yaitu pemangsa vertebrata (mamalia, burung, reptil). Elang Jawa juga termasuk hewan endemik Indonesia.

Elang Jawa berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat elang Jawa di wilayah berikut: Jawa; keberadaan di Bali didokumentasikan penelitian terbitan 2025.

Elang Jawa adalah hewan endemik Indonesia yang hanya hidup secara alami di Jawa; keberadaan di Bali didokumentasikan penelitian yang terbit pada 2025. Sumber: journal.ipb.ac.id.

Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.

Elang Jawa makan apa?

Elang Jawa adalah pemangsa vertebrata (mamalia, burung, reptil). Karena itu elang Jawa termasuk hewan karnivora (pemakan daging). Sumber: BirdLife DataZone.

Elang Jawa berkembang biak dengan cara apa?

Elang Jawa berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Sumber: Vigie-Nature École (MNHN).

Apakah elang Jawa termasuk hewan nokturnal?

Sumber yang dirujuk mencatat pola aktivitas elang Jawa sebagai diurnal (aktif pada siang hari). Sumber: EltonTraits 1.0 (Wilman et al. 2014, Ecology 95:2027), BirdFuncDat.txt.

Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.

Apa ciri-ciri elang Jawa?

Ciri-ciri elang Jawa menurut sumber panduan ini: Ciri: jambul menonjol.

Berapa populasi elang Jawa saat ini?

300–1.200 individu dewasa (perkiraan 2024). Sumber: BirdLife International DataZone — Javan Hawk-eagle species factsheet. Angka populasi satwa liar adalah perkiraan dan dapat berbeda antarsurvei.

Bagaimana klasifikasi elang Jawa?

Klasifikasi ilmiah elang Jawa: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Aves, ordo Accipitriformes, famili Accipitridae, genus Nisaetus, spesies Nisaetus bartelsi.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah elang Jawa terancam punah?

Ya. Dalam Daftar Merah IUCN, elang Jawa masuk kategori Genting (Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 1 Oktober 2026.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah elang Jawa dilindungi?

Apakah elang Jawa dilindungi?

Ya. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 193).

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara elang Jawa?

Tidak. Karena elang Jawa termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. Cornell Lab eBird — Javan hawk-eagle ↗
  2. KSDAE / TNGGP — Tahapan perkembangan elang Jawa ↗
  3. Widiyavedanta, Syartinilia & Mulyani (2025) — Javan hawk-eagle observations and habitat in Bali ↗
  4. American Birding Association — Code of Birding Ethics ↗
  5. Nijman, Shepherd & van Balen (2009) — Javan hawk-eagle trade and conservation ↗
  6. Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  7. BirdLife International DataZone — Javan Hawk-eagle species factsheet ↗
  8. Vigie-Nature École (MNHN) ↗
  9. EltonTraits 1.0 (Wilman et al. 2014, Ecology 95:2027), BirdFuncDat.txt ↗
  10. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  11. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →

Taman nasional tempat hewan ini tercatat

Menurut profil resmi taman nasional dari Direktorat Jenderal KSDAE. Hewan ini juga bisa hidup di kawasan lain.

Rujuk halaman ini

Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.

PanduanHewan. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Pembaruan substansial terakhir: 7 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/spesies/elang-jawa/