Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Mamalia · Jawa

Badak Jawa

Badak bercula satu dengan satu populasi liar yang tersisa di Ujung Kulon. Perlindungan ketat dan pemeliharaan habitat menjadi penopang masa depannya.

Disusun dari sumber tercantum dengan bantuan AI. Cara penyusunan dan batas tinjauan

Spesimen badak jawa yang diawetkan di Canterbury Museum, Selandia Baru.
Spesimen museum di Canterbury Museum, Selandia Baru. Belum ada foto badak jawa liar dengan lisensi terbuka. Szilas, Wikimedia Commons · Public domain · Gambar dipotong untuk tata letak.

Jawaban singkat

Status IUCN: Kritis

Sekilas tentang badak Jawa

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah mamalia dari famili Rhinocerotidae. Wilayahnya di Indonesia: Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Hewan ini endemik Indonesia: hanya hidup secara alami di Kini hanya Semenanjung Ujung Kulon, Banten (ujung barat Jawa); dahulu juga tersebar di daratan Asia Tenggara dan Sumatra. Pola makannya: daun, pucuk, dan tumbuhan hutan; termasuk hewan herbivora. Status Daftar Merah IUCN: Kritis (Critically Endangered). Badak Jawa termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Badak Jawa
Nama ilmiahRhinoceros sondaicus
Nama InggrisJavan rhinoceros
KelompokMamalia
FamiliRhinocerotidae
Wilayah di IndonesiaTaman Nasional Ujung Kulon, Banten
Habitat terkaitHutan Hujan Tropis
MakananDaun, pucuk, dan tumbuhan hutan
Sebaran liarSatu taman nasional di Jawa
CulaSatu; betina dapat tanpa cula menonjol
Status IUCNKritis (Critically Endangered) · International Rhino Foundation — Javan rhino
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 112
Perkiraan populasiSekitar 50 individu, hanya di Indonesia · International Rhino Foundation — Javan rhino
PerburuanKelompok pemburu mengaku membunuh 26 badak di TN Ujung Kulon pada 2019–2023 · International Rhino Foundation — Javan rhino
Berat tubuh900–2.300 kg; tinggi bahu 1,5–1,7 m · International Rhino Foundation — Javan rhino
Jenis pemakanHerbivora (pemakan tumbuhan) — peramban: terutama daun, tunas, dan ranting muda · rhinos.org
Cara berkembang biakMelahirkan (vivipar) · Animal Diversity Web
Hari peringatanHari Badak Sedunia (22 September)
Endemik IndonesiaYa — Kini hanya Semenanjung Ujung Kulon, Banten (ujung barat Jawa); dahulu juga tersebar di daratan Asia Tenggara dan Sumatra · IUCN Red List
Dalam panduan ini (12)
Tentang panduan iniDisetujui oleh tim pada 2026-10-07. Persetujuan mencakup narasi, fakta, jawaban ringkas, dan lokasi tercatat dalam kedua bahasa pada versi ini.

Spesies yang berbeda dari badak Sumatera

Badak Jawa adalah Rhinoceros sondaicus, bukan badak Sumatera yang bercula dua. Lipatan kulitnya tampak seperti pelat, dan jantan memiliki satu cula kecil. Perbedaan spesies penting karena habitat, program konservasi, dan informasi populasi keduanya tidak dapat dipertukarkan.

Dasar informasi: International Rhino Foundation — Javan rhino ↗

Satu lokasi membawa risiko besar

Satu populasi liar yang tersisa hidup di Ujung Kulon. Gangguan besar di lokasi itu karena itu dapat berdampak pada seluruh spesies. Risiko mencakup perburuan, bencana alam, serta keterbatasan keragaman genetik. Luas kawasan saja tidak cukup; kualitas habitat dan perlindungan yang efektif juga menentukan.

Dasar informasi: International Rhino Foundation — Javan rhino ↗

Makanan dan mutu habitat

Badak Jawa memakan vegetasi hutan. Program pengelolaan Ujung Kulon pernah mengurangi dominasi palma langkap untuk memberi ruang bagi tumbuhan pakan. Ini menunjukkan bahwa hutan yang tampak rapat tidak selalu menyediakan makanan yang baik. Pengelolaan vegetasi harus dilakukan tenaga ahli dengan pemantauan, bukan penebangan oleh pengunjung.

Dasar informasi: International Rhino Foundation — Arenga palm and rhino habitat ↗

Mengapa angka populasi perlu konteks

Laporan badak Jawa berubah ketika data kamera jebak dan penyelidikan baru tersedia. Profil spesies International Rhino Foundation menjelaskan penyelidikan perburuan yang mencakup kejadian pada 2019–2023. Hindari mengutip angka lama tanpa tahun, metode, serta catatan revisi. Halaman ini sengaja tidak menampilkan penghitung populasi seolah-olah jumlahnya diketahui secara langsung setiap hari.

Dasar informasi: International Rhino Foundation — State of the Rhino 2024 ↗ · International Rhino Foundation — Javan rhino ↗

Melindungi informasi sensitif

Informasi ilmiah dapat membantu konservasi, tetapi lokasi rinci satwa langka juga dapat disalahgunakan. Bagikan sumber pembelajaran umum, bukan koordinat, jalur terbaru, atau lokasi kamera. Ketiadaan peta penampakan rinci pada panduan ini merupakan pilihan untuk mengurangi risiko tambahan bagi populasi yang sangat terbatas.

Dasar informasi: International Rhino Foundation — Javan rhino ↗

Cara membantu yang dapat diperiksa

Cari program yang menerangkan dukungan bagi perlindungan kawasan, pemantauan, dan perbaikan habitat, disertai laporan kegiatan. Jangan membeli cula atau produk yang mengklaim berasal dari badak. Untuk dugaan perdagangan, gunakan jalur pelaporan yang sesuai tanpa melakukan pembelian percobaan atau penyelidikan sendiri.

Dasar informasi: International Rhino Foundation — Arenga palm and rhino habitat ↗ · International Rhino Foundation — State of the Rhino 2024 ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Badak Jawa

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasMammalia
OrdoPerissodactyla
FamiliRhinocerotidae
GenusRhinoceros
SpesiesRhinoceros sondaicus

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang badak Jawa

Apa nama latin dan nama Inggris badak Jawa?

Nama latin atau nama ilmiah badak Jawa adalah Rhinoceros sondaicus, dari famili Rhinocerotidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Javan rhinoceros.

Badak Jawa termasuk hewan apa?

Badak Jawa termasuk hewan mamalia dari famili Rhinocerotidae. Berdasarkan jenis makanannya, badak Jawa termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan), yaitu peramban: terutama daun, tunas, dan ranting muda. Badak Jawa juga termasuk hewan endemik Indonesia.

Badak Jawa berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat badak Jawa di wilayah berikut: Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Badak Jawa adalah hewan endemik Indonesia yang hanya hidup secara alami di Kini hanya Semenanjung Ujung Kulon, Banten (ujung barat Jawa); dahulu juga tersebar di daratan Asia Tenggara dan Sumatra. Sumber: IUCN Red List.

Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.

Badak Jawa makan apa?

Pola makan badak Jawa: daun, pucuk, dan tumbuhan hutan. Karena itu badak Jawa termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Sumber: rhinos.org.

Badak Jawa berkembang biak dengan cara apa?

Badak Jawa berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Sumber: Animal Diversity Web.

Apa ciri-ciri badak Jawa?

Ciri-ciri badak Jawa menurut sumber panduan ini: Berat tubuh: 900–2.300 kg; tinggi bahu 1,5–1,7 m.

Seberapa besar badak Jawa?

Berat tubuh: 900–2.300 kg; tinggi bahu 1,5–1,7 m. Sumber: International Rhino Foundation — Javan rhino.

Berapa populasi badak Jawa saat ini?

Sekitar 50 individu, hanya di Indonesia. Sumber: International Rhino Foundation — Javan rhino. Angka populasi satwa liar adalah perkiraan dan dapat berbeda antarsurvei.

Bagaimana klasifikasi badak Jawa?

Klasifikasi ilmiah badak Jawa: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Mammalia, ordo Perissodactyla, famili Rhinocerotidae, genus Rhinoceros, spesies Rhinoceros sondaicus.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah badak Jawa terancam punah?

Ya. Status konservasi global badak Jawa: Kritis (Critically Endangered). Dalam sistem IUCN, kategori ini berarti spesies dinilai menghadapi risiko kepunahan yang ekstrem tinggi di alam liar. Sumber: International Rhino Foundation — Javan rhino.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah badak Jawa dilindungi?

Apakah badak Jawa dilindungi?

Ya. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 112).

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara badak Jawa?

Tidak. Karena badak Jawa termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. International Rhino Foundation — Javan rhino ↗
  2. International Rhino Foundation — Arenga palm and rhino habitat ↗
  3. International Rhino Foundation — State of the Rhino 2024 ↗
  4. Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  5. Animal Diversity Web ↗
  6. IUCN Red List ↗
  7. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →

Taman nasional tempat hewan ini tercatat

Menurut profil resmi taman nasional dari Direktorat Jenderal KSDAE. Hewan ini juga bisa hidup di kawasan lain.

Isu dan berita terkait

Bacaan lanjutan

Javan rhino: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris).

Situs terkait: pemrakarsa PanduanHewan juga menjabat sebagai direktur World Animal Rescue Network.

Rujuk halaman ini

Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.

PanduanHewan. Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Pembaruan substansial terakhir: 7 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/spesies/badak-jawa/