Kerabat kerbau bertubuh kecil dari Sulawesi dan Buton. Kehidupan hutan, sumber air, dan perburuan menjadi bagian penting kisah konservasi anoa.
PANDUANHEWAN · INDONESIA
Mamalia Indonesia
Kenali 56 mamalia yang tercatat di Indonesia, termasuk orangutan Sumatera, harimau Sumatera dan gajah Sumatera. Lengkap dengan nama ilmiah, famili, status IUCN (37 berstatus terancam), dan sumber.
PanduanHewan memuat 56 panduan mamalia yang tercatat di Indonesia, dari 25 famili. Setiap panduan mencantumkan nama ilmiah, sumber yang dapat ditelusuri, dan kategori Daftar Merah IUCN bila tersedia. 37 di antaranya berstatus terancam (Kritis, Genting, atau Rentan).
Daftar ini mencakup hewan yang sudah memiliki panduan di situs ini; ini bukan daftar lengkap mamalia Indonesia.
Babi Hutan (Sus scrofa). Babi hutan memiliki sebaran asli dan sebaran hasil pemindahan manusia yang berbeda; populasi liar, ternak, dan babi feral tidak boleh dicampur dalam satu angka.
Babi liar Sulawesi dengan taring atas jantan yang melengkung melalui kulit moncong. Profil ini memisahkan spesies Sulawesi dari babirusa pulau lain.
Badak bercula satu dengan satu populasi liar yang tersisa di Ujung Kulon. Perlindungan ketat dan pemeliharaan habitat menjadi penopang masa depannya.
Badak Asia bercula dua yang ukurannya paling kecil di antara badak hidup. Populasi yang terpisah membuat pertemuan pasangan dan perlindungan habitat menjadi tantangan.
Bajing Kelabu (Callosciurus nigrovittatus). Bajing garis-hitam terdapat di Jawa, Sumatra, dan Semenanjung Malaya; garis gelap pada sisi tubuh dapat membantu pengenalan bila terlihat jelas.
Bajing Kelapa (Callosciurus notatus). Bajing kelapa menggunakan pepohonan di hutan, kebun, dan permukiman Asia Tenggara; warna tubuh beberapa jalur perlu dibedakan dari bajing lain.
Sapi liar Asia yang berkerabat dengan sapi Bali. Status globalnya berubah menjadi Kritis pada 2024, menegaskan pentingnya perlindungan populasi liar.
Primata endemik Borneo dengan hubungan erat pada hutan tepi sungai, mangrove, dan rawa. Hidung besar jantan hanyalah satu bagian dari adaptasinya yang khas.
Bengkawat (Kalimantan) (Pteropus vampyrus). Kalong besar adalah kelelawar buah Asia Tenggara; tubuh besar dan kebiasaan makan buah membedakannya dari kelelawar pemakan serangga yang lebih kecil.
Beruang terkecil di dunia yang mampu memanjat dan memakan beragam sumber makanan hutan. Namanya tidak berarti madu adalah seluruh makanannya.
Beruk (Macaca nemestrina). Beruk memiliki ekor pendek yang mengingatkan pada ekor babi; ia bukan monyet ekor panjang, dan jangkauannya mencakup Asia Tenggara daratan serta Indonesia.
Callosciurus prevostii. Bajing Prevost dikenal dengan warna tubuh kontras yang berbeda antarwilayah; ia menghuni hutan di Sumatra, Borneo, dan Semenanjung Malaya.
Ceba (Macaca maura). Monyet hitam Sulawesi selatan memiliki bulu cokelat gelap hingga hitam dan bercak lebih pucat di pantat; ia berbeda dari yaki Sulawesi utara.
Populasi gajah Asia di Kalimantan bagian utara dan Sabah. Perlindungannya bergantung pada bentang hutan lintas batas, jalur pergerakan, dan pengurangan konflik dengan manusia.
Herbivora besar yang memindahkan biji dan membentuk hutan. Konservasinya memerlukan ruang jelajah yang terhubung serta solusi bersama masyarakat di sekitar habitat.
Populasi harimau terakhir di Kepulauan Sunda bertahan di Sumatera. Perlindungan hutan, satwa mangsa, dan jalur jelajahnya mendukung kelangsungan seluruh bentang alam.
Hipposideros cervinus. Kelelawar daun fawn termasuk Hipposideridae dan tersebar di beberapa negara Asia Tenggara serta Australia; warna saja tidak aman untuk membedakan spesies mirip.
Hipposideros diadema. Kelelawar ladam-daun diadem termasuk Hipposideridae, berbeda dari keluarga Rhinolophidae; bentuk hidung penting tetapi foto tunggal jarang cukup untuk identifikasi pasti.
Jelarang Hitam (Ratufa bicolor). Jelarang hitam adalah bajing pohon berukuran besar dari hutan Asia; ukuran tubuh dan ekor berbulu membantu membedakannya dari bajing kelapa.
Kedih (Presbytis thomasi). Kedih adalah lutung daun endemik Sumatra utara; kerusakan habitat disebut sebagai tekanan, tetapi kondisi tiap kelompok lokal perlu survei tersendiri.
Kelempiao (Hylobates albibarbis). Owa berjanggut putih Borneo hidup di Borneo selatan dan dipisahkan dari owa lincah dalam beberapa taksonomi; hutan antara Kapuas dan Barito penting dalam sumber sebaran.
Kerbau (Bubalus bubalis). Kerbau air adalah hewan domestik hasil sejarah pemeliharaan manusia di Asia; catatan Indonesia tidak boleh ditafsirkan sebagai sebaran kerbau liar asli.
Kubung Sunda (Galeopterus variegatus). Kubung Sunda bukan lemur dan bukan kelelawar; lipatan kulit di antara anggota tubuh memungkinkannya meluncur dari pohon ke pohon.
Primata nokturnal Jawa yang hidup di pepohonan dan menghadapi ancaman perdagangan. Memahami perilakunya membantu membedakan rasa ingin tahu dari gangguan pada satwa.
Mamalia berkantung penghuni pepohonan Sulawesi. Daun, tajuk yang tersambung, dan rendahnya gangguan manusia penting bagi satwa yang sering bergerak tenang ini.
Kuskus Coklat (Phalanger orientalis). Kuskus umum utara adalah marsupial dari Nugini dan pulau sekitarnya; sebagian populasi pulau mungkin terkait pemindahan manusia.
Kuskus Waigeo (Spilocuscus papuensis). Kuskus Waigeo adalah marsupial yang hanya diketahui secara asli dari Pulau Waigeo; catatan di luar pulau harus dikaji sebelum disebut sebaran alamiah.
Landak Jawa (Hystrix javanica). Landak Jawa adalah pengerat berduri asli Indonesia yang dilaporkan di Jawa dan beberapa pulau sekitar; penelitian di Jawa Barat menemukan penggunaan hutan sekunder dan area dekat kebun.
Lumba-Lumba Moncong Panjang (Stenella longirostris). Lumba-lumba pemintal dikenal karena putaran tubuh saat meloncat, tetapi tidak setiap lompatan memiliki fungsi yang sama; pengamatan laut perlu menjaga jarak.
Lutung Budeng (Trachypithecus auratus). Lutung Jawa umumnya berbulu hitam mengilap, tetapi individu muda dapat berwarna jingga; perubahan warna usia jangan dianggap sebagai spesies lain.
Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus). Lutung kelabu banyak memakai hutan pesisir, mangrove, dan tepi sungai; keberadaan di satu kawasan tidak memastikan populasi di seluruh Borneo atau Sumatra.
Kucing hutan bercorak awan dari Sumatera dan Borneo. Penelitian jangka panjang membantu mengungkap satwa yang jarang terlihat ini.
Kucing besar endemik Jawa dengan bentuk berbintik maupun hitam. Hutan yang terhubung dan pengelolaan perjumpaan manusia penting bagi kelangsungannya.
Macroglossus minimus. Kelelawar nektar lidah-panjang memakai bunga sebagai sumber pakan; tubuhnya kecil dibanding kalong besar, tetapi identifikasi spesies memerlukan lebih dari ukuran.
Megaderma spasma. Kelelawar vampir-palsu kecil bukan peminum darah; sumber menyebut tempat bertengger di gua dan lubang pohon serta makanan serangga.
Primata sosial yang menggunakan hutan, tepian sungai, mangrove, dan batas permukiman. Makanan serta interaksi dengan manusia berubah menurut tempat; banyaknya penampakan tidak menunjukkan keadaan seluruh populasi.
Musang (Paradoxurus hermaphroditus). Musang luwak adalah Viverridae yang dapat memakai beragam habitat; perdagangan dan produksi kopi luwak harus dibedakan dari perilaku satwa liar.
Kera besar penghuni hutan Borneo, termasuk rawa gambut Kalimantan. Keragaman populasi dan hubungan antarhabitat penting untuk memahami konservasinya.
Kera besar penghuni tajuk hutan Sumatera bagian utara. Kelangsungan hidupnya bergantung pada hutan yang terhubung, regenerasi pohon, dan hubungan aman dengan manusia.
Spesies orangutan yang dideskripsikan pada 2017 dari Batang Toru. Sebarannya yang sangat terbatas membuat perlindungan hutan yang tersisa menjadi penting.
Kera kecil berwarna keperakan yang bergantung pada tajuk hutan Jawa. Suara, hubungan keluarga, dan jalur antarpepohonan membentuk kehidupannya.
Owa Lengan Putih (Hylobates lar). Owa tangan-putih adalah primata tanpa ekor dengan lengan panjang untuk bergerak di tajuk; catatan Sumatra perlu memperhatikan batas dengan spesies owa lain.
Profil populasi pesut di Sungai Mahakam, bukan seluruh pesut dunia. Kelangsungannya berkaitan dengan ikan, lahan basah, lalu lintas sungai, dan mata pencaharian warga.
Prosciurillus leucomus. Bajing kerdil keputihan adalah bajing endemik Sulawesi dan pulau dekatnya; nama ilmiah penting untuk membedakannya dari bajing bergaris yang lebih luas sebarannya.
Rhinolophus tatar. Kelelawar tapal-kuda Tatar diketahui dari Sulawesi; ringkasan publik spesies ini sangat terbatas sehingga identifikasi lapang memerlukan ahli dan data akustik.
Rusa pemakan tumbuhan yang menggunakan padang rumput dan kawasan berpohon. Memahami asal populasi penting karena spesies ini dipindahkan ke banyak lokasi.
Owa terbesar dengan kantong tenggorokan yang menguatkan suara. Kehidupan kelompoknya menghubungkan komunikasi, perawatan anak, dan hutan yang terhubung.
Simpai (Presbytis melalophos). Simpai adalah primata endemik Sumatra yang menggunakan hutan; penebangan dan fragmentasi disebut sebagai tekanan pada sebagian populasinya.
Surili jawa (Presbytis comata). Surili Jawa adalah primata endemik Jawa bagian barat; nama umum 'Javan' tidak berarti seluruh Pulau Jawa memiliki populasi yang sama.
Tapir hitam-putih yang merupakan satu-satunya tapir Asia. Hutan, air, dan ruang bergerak yang aman menopang hidupnya di Sumatera.
Primata kecil dari hutan pegunungan Sulawesi Tengah. Penemuan kembali individu hidup pada 2008 membuka penelitian baru, tetapi banyak rincian ekologi dan populasinya masih terbatas.
Tarsius spectrumgurskyae. Tarsius Gursky adalah jenis Sulawesi yang dipisahkan dari konsep tarsius spektral lebih luas; catatan lama dapat memakai nama yang berbeda.
Mamalia bersisik pemakan semut dan rayap yang terancam perdagangan ilegal. Kebiasaan memanjat dan bersembunyi membuat pengamatan langsungnya sulit.
Tupai Kekes (Tupaia javanica). Tupai Jawa adalah anggota Tupaiidae, bukan bajing keluarga Sciuridae; sumber menempatkannya di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nias.
Yaki adalah monyet berjambul khas Sulawesi Utara. Penelitian lapangan di Tangkoko menunjukkan kaitan antara buah, ruang jelajah, dan keberlangsungan habitat hutannya.
Daftar mamalia Indonesia dan status IUCN
| Nama | Nama ilmiah | Famili | Status konservasi |
|---|---|---|---|
| Anoa dataran rendah | Bubalus depressicornis | Bovidae | Genting |
| Babi Hutan | Sus scrofa | Suidae | Risiko rendah |
| Babirusa Sulawesi | Babyrousa celebensis | Suidae | Rentan |
| Badak Jawa | Rhinoceros sondaicus | Rhinocerotidae | Kritis |
| Badak Sumatera | Dicerorhinus sumatrensis | Rhinocerotidae | Kritis |
| Bajing Kelabu | Callosciurus nigrovittatus | Sciuridae | Risiko rendah |
| Bajing Kelapa | Callosciurus notatus | Sciuridae | Risiko rendah |
| Banteng | Bos javanicus | Bovidae | Kritis |
| Bekantan | Nasalis larvatus | Cercopithecidae | Genting |
| Bengkawat (Kalimantan) | Pteropus vampyrus | Pteropodidae | Genting |
| Beruang madu | Helarctos malayanus | Ursidae | Rentan |
| Beruk | Macaca nemestrina | Cercopithecidae | Genting |
| Callosciurus prevostii | Callosciurus prevostii | Sciuridae | Risiko rendah |
| Ceba | Macaca maura | Cercopithecidae | Genting |
| Gajah Kalimantan | Elephas maximus borneensis | — | Belum tercatat |
| Gajah Sumatera | Elephas maximus sumatranus | Elephantidae | Kritis |
| Harimau Sumatera | Panthera tigris sondaica | Felidae | Kritis |
| Hipposideros cervinus | Hipposideros cervinus | Hipposideridae | Risiko rendah |
| Hipposideros diadema | Hipposideros diadema | Hipposideridae | Risiko rendah |
| Jelarang Hitam | Ratufa bicolor | Sciuridae | Hampir terancam |
| Kedih | Presbytis thomasi | Cercopithecidae | Rentan |
| Kelempiao | Hylobates albibarbis | Hylobatidae | Genting |
| Kerbau | Bubalus bubalis | Bovidae | Belum tercatat |
| Kubung Sunda | Galeopterus variegatus | Cynocephalidae | Risiko rendah |
| Kukang Jawa | Nycticebus javanicus | Lorisidae | Kritis |
| Kuskus beruang Sulawesi | Ailurops ursinus | Phalangeridae | Rentan |
| Kuskus Coklat | Phalanger orientalis | Phalangeridae | Risiko rendah |
| Kuskus Waigeo | Spilocuscus papuensis | Phalangeridae | Rentan |
| Landak Jawa | Hystrix javanica | Hystricidae | Risiko rendah |
| Lumba-Lumba Moncong Panjang | Stenella longirostris | Delphinidae | Risiko rendah |
| Lutung Budeng | Trachypithecus auratus | Cercopithecidae | Rentan |
| Lutung Kelabu | Trachypithecus cristatus | Cercopithecidae | Rentan |
| Macan dahan Sunda | Neofelis diardi | Felidae | Rentan |
| Macan tutul Jawa | Panthera pardus melas | Felidae | Genting |
| Macroglossus minimus | Macroglossus minimus | Pteropodidae | Risiko rendah |
| Megaderma spasma | Megaderma spasma | Megadermatidae | Risiko rendah |
| Monyet ekor panjang | Macaca fascicularis | Cercopithecidae | Genting |
| Musang | Paradoxurus hermaphroditus | Viverridae | Risiko rendah |
| Orangutan Kalimantan | Pongo pygmaeus | Hominidae | Kritis |
| Orangutan Sumatera | Pongo abelii | Hominidae | Kritis |
| Orangutan Tapanuli | Pongo tapanuliensis | Hominidae | Kritis |
| Owa Jawa | Hylobates moloch | Hylobatidae | Genting |
| Owa Lengan Putih | Hylobates lar | Hylobatidae | Genting |
| Pesut Mahakam | Orcaella brevirostris | Delphinidae | Genting |
| Prosciurillus leucomus | Prosciurillus leucomus | Sciuridae | Risiko rendah |
| Rhinolophus tatar | Rhinolophus tatar | Rhinolophidae | Risiko rendah |
| Rusa Timor | Rusa timorensis | Cervidae | Rentan |
| Siamang | Symphalangus syndactylus | Hylobatidae | Genting |
| Simpai | Presbytis melalophos | Cercopithecidae | Genting |
| Surili jawa | Presbytis comata | Cercopithecidae | Rentan |
| Tapir Asia | Tapirus indicus | Tapiridae | Genting |
| Tarsius kerdil | Tarsius pumilus | Tarsiidae | Genting |
| Tarsius spectrumgurskyae | Tarsius spectrumgurskyae | Tarsiidae | Rentan |
| Trenggiling Sunda | Manis javanica | Manidae | Kritis |
| Tupai Kekes | Tupaia javanica | Tupaiidae | Risiko rendah |
| Yaki | Macaca nigra | Cercopithecidae | Kritis |
Ingin melihat semua hewan?
Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.




















































