Jawaban singkat
Status IUCN: Risiko rendahSekilas tentang codot krawar
Codot krawar (Cynopterus brachyotis) adalah mamalia dari famili Pteropodidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Risiko rendah (Least Concern).
| Nama ilmiah | Cynopterus brachyotis |
|---|---|
| Nama Inggris | Lesser short-nosed fruit bat |
| Kelompok | Mamalia |
| Famili | Pteropodidae |
| Wilayah di Indonesia | Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi |
| Habitat terkait | Hutan Hujan Tropis, Mangrove, Habitat Perkotaan |
| Makanan | Sari dan daging buah lunak, nektar, serbuk sari, daun |
| Sebaran di Indonesia | Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi |
| Ciri utama | Wajah mirip anjing, mata besar, tepi telinga putih |
| Nama lain | Codot, kelelawar buah |
| Status IUCN | Risiko Rendah (Least Concern) |
| Status IUCN | Risiko rendah (Least Concern) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026 |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu codot krawar?
Codot krawar (Cynopterus brachyotis) adalah kelelawar pemakan buah berukuran kecil dari suku Pteropodidae. Wajahnya mirip anjing dengan mata besar gelap, bulunya cokelat hingga cokelat kekuningan, dan tepi telinga serta sayapnya biasanya putih. Menurut MyBIS Malaysia, panjang lengan bawahnya 55–65 mm dan berat dewasa sekitar 21–32 gram.
Jantan dewasa memiliki kerah jingga tua, sedangkan kerah betina kekuningan. Di Indonesia ada tujuh jenis Cynopterus, sehingga codot krawar mudah tertukar dengan kerabatnya, seperti C. sphinx yang rata-rata bertelinga lebih besar. Kajian morfologi dan genetik juga menemukan dua bentuk berbeda, dijuluki 'Sunda' dan 'Forest', sehingga taksonominya masih dikaji.
Dasar informasi: Malaysia Biodiversity Information System (MyBIS) — Cynopterus brachyotis ↗ · Animal Diversity Web — Cynopterus brachyotis (lesser short-nosed fruit bat) ↗ · Biodiversitas — Mubarok et al. (2021), Karyotype variation in lesser short-nosed fruit bat Cynopterus brachyotis from Special Region Yogyakarta, Indonesia (PDF) ↗
Di mana codot krawar hidup?
Di Indonesia, codot krawar tercatat di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Di luar Indonesia, sebarannya mencakup Sri Lanka, Asia Tenggara, dan Filipina. MyBIS menyebutnya salah satu kelelawar buah yang paling umum dan paling luas sebarannya di kawasan ini.
Codot krawar hidup di banyak tipe habitat, tetapi paling sering di area yang terganggu dan terfragmentasi. Di Jawa, peneliti menangkapnya di kawasan kota, kebun kopi dan karet, hutan pinus, hutan sekunder, hutan alam, dan mangrove. Di Malaysia, jenis ini juga hidup di hutan yang lebih tua, dari dataran rendah hingga perbukitan.
Dasar informasi: Biodiversitas — Mubarok et al. (2021), Karyotype variation in lesser short-nosed fruit bat Cynopterus brachyotis from Special Region Yogyakarta, Indonesia (PDF) ↗ · Journal of Genetic Engineering and Biotechnology (PMC) — Phylogenetic and genetic variation analysis of Cynopterus brachyotis on Java island, Indonesia (2023) ↗ · Malaysia Biodiversity Information System (MyBIS) — Cynopterus brachyotis ↗
Codot krawar makan apa?
Codot krawar terutama memakan buah kecil dengan cara mengisap sari dan daging buah yang lunak, lalu meludahkan biji dan seratnya sebagai gumpalan pipih. Penelitian di Semenanjung Malaysia (Tan dkk., 1998) mencatat buah dari 54 jenis tumbuhan yang dimakannya, termasuk pisang, mangga, dan jambu mawar (Eugenia jambos).
Selain buah, codot krawar memakan daun dari 14 jenis tumbuhan, bagian bunga, nektar, dan serbuk sari. Sisa serangga kadang juga ditemukan di lambungnya. Di Jawa, peneliti memasang jaring di dekat pohon kersen (Muntingia calabura) dan ara (Ficus) untuk menangkap kelelawar ini.
Dasar informasi: Malaysia Biodiversity Information System (MyBIS) — Cynopterus brachyotis ↗ · Biodiversitas — Mubarok et al. (2021), Karyotype variation in lesser short-nosed fruit bat Cynopterus brachyotis from Special Region Yogyakarta, Indonesia (PDF) ↗ · Journal of Genetic Engineering and Biotechnology (PMC) — Phylogenetic and genetic variation analysis of Cynopterus brachyotis on Java island, Indonesia (2023) ↗
Bagaimana codot krawar hidup dan berkembang biak?
Codot krawar dikenal sebagai kelelawar pembuat tenda. Menurut MyBIS dan Animal Diversity Web, jantan dominan menggigit tulang daun dari delapan jenis palem berdaun lebar hingga terkulai membentuk tenda seperti payung, lalu menarik betina ke tenda itu. Kelompok biasanya terdiri atas satu jantan dan sekitar empat betina, kadang hingga 20 betina. Jenis ini juga bertengger di pohon lain atau di bagian gua yang terang.
Betina melahirkan satu anak dan menggendongnya selama lebih dari sebulan. Di Semenanjung Malaysia, codot krawar tampaknya berbiak sepanjang tahun, dan betina hamil dapat ditemukan kapan saja. Masa kehamilannya diperkirakan sekitar 120 hari, menurut Animal Diversity Web.
Dasar informasi: Malaysia Biodiversity Information System (MyBIS) — Cynopterus brachyotis ↗ · Animal Diversity Web — Cynopterus brachyotis (lesser short-nosed fruit bat) ↗
Apa peran codot krawar dalam penyerbukan dan penyebaran biji?
Codot krawar menyebarkan biji dan membantu penyerbukan lebih dari sepuluh jenis tumbuhan, menurut peneliti UGM dan LIPI. Tumbuhan itu berasal dari berbagai suku, seperti Anacardiaceae (suku mangga), Myrtaceae (suku jambu), Fabaceae, Rubiaceae, dan Loranthaceae. Karena memakan buah dari banyak jenis tumbuhan, Tan dkk. (1998) menilainya sebagai penyebar biji yang sangat penting.
Kelelawar pemakan buah secara umum diyakini menyerbuki banyak tanaman buah. Di Gunungkidul, Yogyakarta, pakar UGM yang dikutip Mongabay Indonesia menyebut durian, jambu biji, mangga, nangka, dan petai sebagai tanaman yang membutuhkan bantuan penyerbukan kelelawar. Codot krawar termasuk kelelawar buah yang tercatat di kawasan karst tersebut, yaitu di Gua Kalisuci.
Dasar informasi: Biodiversitas — Mubarok et al. (2021), Karyotype variation in lesser short-nosed fruit bat Cynopterus brachyotis from Special Region Yogyakarta, Indonesia (PDF) ↗ · Malaysia Biodiversity Information System (MyBIS) — Cynopterus brachyotis ↗ · Mongabay Indonesia — Bagaimana Nasib Kelelawar, Sang Penyerbuk dan Pengendali Serangga Kala Karst Gunungsewu Terpangkas? (2023) ↗
Apa yang harus dilakukan jika codot krawar datang ke rumah atau kebun?
Jika codot krawar datang ke kebun atau rumah, jangan membunuhnya atau menangkapnya dengan tangan kosong. Kelelawar ini memang bisa merusak sebagian buah, tetapi ia juga menyebarkan biji dan menyerbuki bunga. Di Luwu, Sulawesi Selatan, sebagian warga cukup menggantung kaleng pada tali dan menariknya untuk mengusir kelelawar saat musim buah.
Peneliti mencatat kelelawar sebagai inang alami berbagai virus, termasuk lyssavirus. Peneliti LIPI menyarankan agar kelelawar tidak dimakan dan habitatnya tidak dirusak. Jika tergigit atau tercakar kelelawar, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan.
Dasar informasi: Animal Diversity Web — Cynopterus brachyotis (lesser short-nosed fruit bat) ↗ · Mongabay Indonesia — Mengenal Kelelawar, Satwa Penyerbuk Tanaman dan Pengendali Hama (2020) ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Pertanyaan umum tentang codot krawar
Apa nama latin codot krawar?
Nama latin atau nama ilmiah codot krawar adalah Cynopterus brachyotis, dari famili Pteropodidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Lesser short-nosed fruit bat.
Di mana codot krawar dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat codot krawar di wilayah berikut: Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.
Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis, Mangrove, Habitat Perkotaan.
Codot krawar makan apa?
Pola makan codot krawar: sari dan daging buah lunak, nektar, serbuk sari, daun.
Apa status konservasi codot krawar?
Dalam Daftar Merah IUCN, codot krawar masuk kategori Risiko rendah (Least Concern): spesies ini belum memenuhi kriteria kategori terancam pada penilaian global. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah codot krawar termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- Animal Diversity Web — Cynopterus brachyotis (lesser short-nosed fruit bat) ↗
- Malaysia Biodiversity Information System (MyBIS) — Cynopterus brachyotis ↗
- Journal of Genetic Engineering and Biotechnology (PMC) — Phylogenetic and genetic variation analysis of Cynopterus brachyotis on Java island, Indonesia (2023) ↗
- Biodiversitas — Mubarok et al. (2021), Karyotype variation in lesser short-nosed fruit bat Cynopterus brachyotis from Special Region Yogyakarta, Indonesia (PDF) ↗
- Perpustakaan Universitas Indonesia — Studi populasi codot krawar (Cynopterus brachyotis) di Kampus Universitas Indonesia, Depok ↗
- Mongabay Indonesia — Bagaimana Nasib Kelelawar, Sang Penyerbuk dan Pengendali Serangga Kala Karst Gunungsewu Terpangkas? (2023) ↗
- Mongabay Indonesia — Mengenal Kelelawar, Satwa Penyerbuk Tanaman dan Pengendali Hama (2020) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Codot krawar (Cynopterus brachyotis). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/codot-krawar/