Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Tikus got

Tikus got (Rattus norvegicus) adalah tikus besar penggali liang yang hidup di selokan, permukiman, dan pelabuhan serta dapat menularkan leptospirosis.

Jawaban singkat

Status IUCN: Risiko rendah

Sekilas tentang tikus got

Tikus got (Rattus norvegicus) adalah mamalia dari famili Muridae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Risiko rendah (Least Concern).

Fakta singkat: Tikus got
Nama ilmiahRattus norvegicus
Nama InggrisBrown rat
KelompokMamalia
FamiliMuridae
Wilayah di IndonesiaKota dan pelabuhan, antara lain di Jawa dan Sulawesi
Habitat terkaitHabitat Perkotaan
MakananOmnivora: biji-bijian, daging, ikan, dan sisa makanan manusia
Sebaran di IndonesiaKota dan pelabuhan, antara lain di Jawa dan Sulawesi
Ciri utamaTubuh kekar, telinga pendek, ekor lebih pendek dari tubuh
Nama lainNorway rat, sewer rat, barn rat (bahasa Inggris)
Bahaya bagi manusiaPenular leptospirosis; dapat membawa pinjal vektor pes
Status IUCNRisiko rendah (Least Concern) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026
Dalam panduan ini (10)
Foto Tikus got (Rattus norvegicus).
(c) Mara Christensen, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Foto dipotong untuk tata letak.
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu tikus got?

Tikus got (Rattus norvegicus) adalah tikus besar bertubuh kekar yang hidup di selokan, liang tanah, dan sekitar bangunan. Menurut Animal Diversity Web, panjangnya dari moncong hingga ujung ekor hampir 40 cm dengan berat 140–500 gram. Bulunya kasar, cokelat di punggung dan lebih pucat di perut, sedangkan telinga dan ekornya tidak berbulu.

Tikus got sering tertukar dengan tikus rumah (Rattus rattus). UC IPM menjelaskan tikus got lebih besar dan kekar, dengan ekor yang lebih pendek daripada kepala dan badannya, sedangkan ekor tikus rumah lebih panjang daripada tubuhnya. Kedua spesies ini tidak dapat kawin silang. Meski dalam bahasa Inggris disebut Norway rat, spesies ini berasal dari Tiongkok utara.

Dasar informasi: Animal Diversity Web — Rattus norvegicus (brown rat) ↗ · UC Statewide IPM Program — Pest Notes: Rats ↗

Di mana tikus got hidup?

Tikus got hidup di dekat manusia, antara lain di selokan, tempat pembuangan sampah, lahan terbuka, dan ruang bawah tanah. Animal Diversity Web mencatat hampir setiap kota pelabuhan di dunia memiliki populasi tikus got yang besar. Tikus ini sering tinggal di dekat air dan membuat liang bercabang dengan ruang untuk menyimpan makanan dan bersarang.

Di Indonesia, pengamatan Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar pada 2021 menemukan 9 dari 10 tikus yang tertangkap di Pelabuhan Soekarno-Hatta adalah R. norvegicus. Pelabuhan dianggap berisiko karena tikus dapat berpindah mengikuti kapal. Kajian di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, juga hanya mendapati tikus got, yang tertangkap di got di pinggir sebuah kantor dan di semak-semak.

Dasar informasi: Animal Diversity Web — Rattus norvegicus (brown rat) ↗ · Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar (Kemenkes) — Pengamatan dan pengendalian tikus di wilayah kerja KKP Soekarno-Hatta Makassar tahun 2021 ↗ · Jurnal Nusantara Community (Universitas Gresik) — Imalia & Diyanah (2023), Gambaran kepadatan populasi tikus di wilayah Pelabuhan Ketapang ↗

Tikus got makan apa?

Tikus got adalah omnivora yang memakan hampir semua makanan yang tersedia. UC IPM mencatat tikus ini menyukai biji-bijian, daging, ikan, kacang-kacangan, dan sebagian buah, tetapi mudah beralih ke sisa makanan di sekitar tempat sampah. Animal Diversity Web menyebut tikus got di kota bertahan hidup terutama dari makanan yang dibuang manusia.

Tikus got juga berburu. Animal Diversity Web mencatat tikus ini memangsa anak ayam, mencit, burung, dan kadal kecil, dan tikus got yang hidup di dekat laut pernah terlihat menangkap ikan dengan kaki depannya. Tikus got mengandalkan penciuman, mencari makan terutama pada malam hari, dan sering tetap berada di dekat sarangnya untuk mengurangi risiko dimangsa.

Dasar informasi: UC Statewide IPM Program — Pest Notes: Rats ↗ · Animal Diversity Web — Rattus norvegicus (brown rat) ↗

Bagaimana perilaku dan perkembangbiakan tikus got?

Tikus got aktif terutama pada malam hari atau senja dan hidup berkelompok dengan hierarki yang ditentukan ukuran tubuh. Menurut Animal Diversity Web, tikus ini mampu mengingat jalur rumit di selokan dan liang. UC IPM menambahkan bahwa tikus got lebih kuat berenang daripada tikus rumah dan dapat masuk ke bangunan lewat saluran pembuangan yang rusak.

Betina bunting selama 22–24 hari dan melahirkan sekitar delapan anak sekali melahirkan. Animal Diversity Web mencatat betina dapat melahirkan hingga tujuh kali setahun dan kawin lagi sekitar 18 jam setelah melahirkan. Jantan dewasa kelamin pada umur sekitar tiga bulan dan betina empat bulan. Beberapa induk sering berbagi sarang dan ikut menyusui anak induk lain.

Dasar informasi: Animal Diversity Web — Rattus norvegicus (brown rat) ↗ · UC Statewide IPM Program — Pest Notes: Rats ↗

Apakah tikus got berbahaya bagi kesehatan?

Ya, tikus got termasuk hewan penular leptospirosis di Indonesia. Kementerian Kesehatan menyebut Rattus norvegicus di antara jenis tikus yang menjadi sumber utama penularan penyakit ini. Bakteri Leptospira keluar bersama urin tikus dan masuk ke tubuh manusia lewat kulit yang luka atau selaput lendir, misalnya saat kontak dengan air banjir, selokan, lumpur, atau tanah yang tercemar.

Penelitian UGM (2023) menemukan tikus got positif Leptospira di sekolah dasar dan permukiman di Yogyakarta. Di Pelabuhan Ketapang, tikus got membawa pinjal Xenopsylla cheopis, vektor pes. Tanda leptospirosis antara lain demam 38°C atau lebih, sakit kepala, nyeri betis, mata merah, serta mata dan kulit menguning. Bila muncul, segera ke puskesmas atau rumah sakit.

Dasar informasi: Ayo Sehat Kemenkes — Waspadai Musim Hujan dan Banjir! Leptospirosis Diam-diam Mematikan ↗ · Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease — Wibawaning Astuti et al. (2023), The existence of Leptospira interrogans on rats and the transmission potency in public areas in Yogyakarta ↗ · Jurnal Nusantara Community (Universitas Gresik) — Imalia & Diyanah (2023), Gambaran kepadatan populasi tikus di wilayah Pelabuhan Ketapang ↗

Bagaimana mencegah tikus got di sekitar rumah?

Tikus got paling efektif dicegah dengan sanitasi yang baik dan dengan menutup jalan masuknya ke bangunan. UC IPM menyarankan mengangkut sampah secara rutin, memakai tempat sampah bertutup rapat, menyimpan pakan hewan peliharaan dalam wadah tahan tikus, serta menutup celah di fondasi dan di sekitar pipa. Saluran pembuangan yang rusak juga perlu diperbaiki karena tikus dapat masuk lewat sana.

Jangan memegang tikus, hidup atau mati, dengan tangan telanjang. Kementerian Kesehatan menganjurkan sepatu karet, sarung tangan, dan pakaian tertutup saat membersihkan banjir atau genangan, lalu mencuci tubuh dengan sabun sesudahnya. Menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang tikus termasuk perilaku hidup bersih dan sehat yang dianjurkan Kemenkes.

Dasar informasi: UC Statewide IPM Program — Pest Notes: Rats ↗ · Ayo Sehat Kemenkes — Hujan, Tikus, dan Leptospirosis ↗ · Ayo Sehat Kemenkes — Waspadai Musim Hujan dan Banjir! Leptospirosis Diam-diam Mematikan ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Pertanyaan umum tentang tikus got

Apa nama latin tikus got?

Nama latin atau nama ilmiah tikus got adalah Rattus norvegicus, dari famili Muridae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Brown rat.

Di mana tikus got dapat ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, panduan ini mencatat tikus got di wilayah berikut: Kota dan pelabuhan, antara lain di Jawa dan Sulawesi.

Habitat terkait yang didukung sumber: Habitat Perkotaan.

Tikus got makan apa?

Pola makan tikus got: omnivora: biji-bijian, daging, ikan, dan sisa makanan manusia.

Apa status konservasi tikus got?

Dalam Daftar Merah IUCN, tikus got masuk kategori Risiko rendah (Least Concern): spesies ini belum memenuhi kriteria kategori terancam pada penilaian global. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.

Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah tikus got termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.

Sumber & referensi

  1. Animal Diversity Web — Rattus norvegicus (brown rat) ↗
  2. UC Statewide IPM Program — Pest Notes: Rats ↗
  3. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar (Kemenkes) — Pengamatan dan pengendalian tikus di wilayah kerja KKP Soekarno-Hatta Makassar tahun 2021 ↗
  4. Jurnal Nusantara Community (Universitas Gresik) — Imalia & Diyanah (2023), Gambaran kepadatan populasi tikus di wilayah Pelabuhan Ketapang ↗
  5. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease — Wibawaning Astuti et al. (2023), The existence of Leptospira interrogans on rats and the transmission potency in public areas in Yogyakarta ↗
  6. Ayo Sehat Kemenkes — Waspadai Musim Hujan dan Banjir! Leptospirosis Diam-diam Mematikan ↗
  7. Ayo Sehat Kemenkes — Hujan, Tikus, dan Leptospirosis ↗
  8. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Bacaan lanjutan

Brown rat: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris).

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 25 September). Tikus got (Rattus norvegicus). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/tikus-got/