Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Mamalia · Jawa · Kalimantan

Banteng

Sapi liar Asia yang berkerabat dengan sapi Bali. Status globalnya berubah menjadi Kritis pada 2024, menegaskan pentingnya perlindungan populasi liar.

Disusun dari sumber tercantum dengan bantuan AI. Cara penyusunan dan batas tinjauan

Foto Banteng (Bos javanicus).
(c) James Hardcastle, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Gambar dipotong untuk tata letak.

Jawaban singkat

Status IUCN: Kritis

Sekilas tentang banteng

Banteng (Bos javanicus) adalah mamalia dari famili Bovidae. Wilayahnya di Indonesia: Jawa, Bali, dan Kalimantan. Pola makannya: herbivora; termasuk hewan herbivora. Status Daftar Merah IUCN: Kritis (Critically Endangered). Banteng termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Banteng
Nama ilmiahBos javanicus
KelompokMamalia
FamiliBovidae
Wilayah di IndonesiaJawa, Bali, dan Kalimantan
Habitat terkaitSabana, Hutan Hujan Tropis
MakananHerbivora
Kerabat domestikSapi Bali
CiriJantan umumnya lebih besar dan gelap
Status IUCNKritis (Critically Endangered) · IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — Banteng uplisting · penilaian 2024
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 8
Perkiraan populasiSekitar 3.300 (2.475–4.900) di seluruh dunia; turun lebih dari 80% dalam dua dekade · IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — Banteng uplisted to Critically Endangered (28 Oct 2024)
Ukuran tubuhBerat 400–900 kg; tinggi bahu 1,2–1,9 m · IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — Banteng
Jenis pemakanHerbivora (pemakan tumbuhan) — pemakan rumput dan dedaunan · Animal Diversity Web
Cara berkembang biakMelahirkan (vivipar) · Animal Diversity Web
Waktu aktifKatemeral (aktif tidak teratur pada siang dan malam) — Banteng menjadi lebih aktif pada malam hari di kawasan yang dirambah manusia. · Handbook of the Mammals of the World, Vol. 2 Hoofed Mammals (Wilson & Mittermeier eds., Lynx Edicions 2011), Bovidae: Bos javanicus account (Plazi treatment)
Dalam panduan ini (11)
Tentang panduan iniDisetujui oleh tim pada 2026-10-07. Persetujuan mencakup narasi, fakta, jawaban ringkas, dan lokasi tercatat dalam kedua bahasa pada versi ini.

Sapi liar dan bentuk domestiknya

Banteng merupakan nenek moyang liar sapi Bali. Banyaknya ternak domestik tidak menunjukkan bahwa populasi banteng liar aman. Konservasi perlu mempertahankan populasi serta keragaman liar, sambil membedakannya dari pemeliharaan ternak dan persoalan perkawinan silang di sekitar habitat.

Dasar informasi: IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — Banteng biology ↗

Hutan dan ruang makan terbuka

Penelitian di Rowobendo, Alas Purwo, yang diterbitkan pada 2011 menemukan pemilihan sabana serta penggunaan hutan pantai dan rawa. Penelitian pemodelan di Sabah, Malaysia, menyoroti pentingnya hutan, termasuk hutan bekas tebangan. Kedua konteks berbeda itu menunjukkan mengapa kebutuhan semua banteng tidak dapat disamakan dengan satu tipe habitat atau satu lokasi penelitian.

Dasar informasi: Purnomo and Pudyatmoko — Banteng habitat selection at Rowobendo, 2011 ↗ · Oryx — Bornean banteng habitat and movement resistance in Sabah ↗

Kawanan dan perbedaan jantan-betina

Betina sering berada dalam kelompok bersama anak, sementara jantan dapat soliter atau berada dalam kelompok jantan. Ukuran serta warna umumnya berbeda antara jenis kelamin. Saat melihat kawanan, jangan menganggap hewan terbesar sebagai petunjuk tunggal susunan sosial; catatan berulang memberi pemahaman yang lebih baik.

Dasar informasi: IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — Banteng biology ↗

Pembaruan status yang tidak boleh terlewat

Kelompok spesialis mengumumkan perubahan menjadi Critically Endangered pada Oktober 2024, meski halaman profil lama masih menyebut Endangered. Penyebabnya meliputi perburuan dan kehilangan habitat. Contoh ini menunjukkan perlunya membaca tanggal pembaruan; panduan ini mengikuti pengumuman terbaru yang terverifikasi, bukan lencana lama.

Dasar informasi: IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — October 2024 status update ↗

Melindungi herbivora berarti menjaga ekosistem

Banteng berperan sebagai herbivora dan mangsa bagi karnivora. Pengumuman spesialis tahun 2024 membedakan penurunan global dari hasil perlindungan setempat di Thailand dan beberapa taman nasional Jawa. Laporan itu bukan survei baru tahun 2026. PanduanHewan menyarankan dukungan pemantauan berkelanjutan dan mengikuti jarak pengamatan yang ditetapkan pengelola kawasan.

Dasar informasi: IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — October 2024 status update ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Banteng

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasMammalia
OrdoArtiodactyla
FamiliBovidae
GenusBos
SpesiesBos javanicus

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang banteng

Apa nama latin dan nama Inggris banteng?

Nama latin atau nama ilmiah banteng adalah Bos javanicus, dari famili Bovidae.

Banteng termasuk hewan apa?

Banteng termasuk hewan mamalia dari famili Bovidae. Berdasarkan jenis makanannya, banteng termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan), yaitu pemakan rumput dan dedaunan.

Banteng berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat banteng di wilayah berikut: Jawa, Bali, dan Kalimantan.

Habitat terkait yang didukung sumber: Sabana, Hutan Hujan Tropis.

Banteng makan apa?

Pola makan banteng: herbivora. Karena itu banteng termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Sumber: Animal Diversity Web.

Banteng berkembang biak dengan cara apa?

Banteng berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Sumber: Animal Diversity Web.

Apakah banteng termasuk hewan nokturnal?

Sumber yang dirujuk mencatat pola aktivitas banteng sebagai katemeral (aktif tidak teratur pada siang dan malam). Banteng menjadi lebih aktif pada malam hari di kawasan yang dirambah manusia. Sumber: Handbook of the Mammals of the World, Vol. 2 Hoofed Mammals (Wilson & Mittermeier eds., Lynx Edicions 2011), Bovidae: Bos javanicus account (Plazi treatment).

Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.

Apa ciri-ciri banteng?

Ciri-ciri banteng menurut sumber panduan ini: Ciri: jantan umumnya lebih besar dan gelap; Ukuran tubuh: Berat 400–900 kg; tinggi bahu 1,2–1,9 m.

Seberapa besar banteng?

Ukuran tubuh: Berat 400–900 kg; tinggi bahu 1,2–1,9 m. Sumber: IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — Banteng.

Berapa populasi banteng saat ini?

Sekitar 3.300 (2.475–4.900) di seluruh dunia; turun lebih dari 80% dalam dua dekade. Sumber: IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — Banteng uplisted to Critically Endangered (28 Oct 2024). Angka populasi satwa liar adalah perkiraan dan dapat berbeda antarsurvei.

Bagaimana klasifikasi banteng?

Klasifikasi ilmiah banteng: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Mammalia, ordo Artiodactyla, famili Bovidae, genus Bos, spesies Bos javanicus.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah banteng terancam punah?

Ya. Status konservasi global banteng: Kritis (Critically Endangered) (penilaian atau pembaruan sumber 2024). Dalam sistem IUCN, kategori ini berarti spesies dinilai menghadapi risiko kepunahan yang ekstrem tinggi di alam liar. Sumber: IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — Banteng uplisting.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah banteng dilindungi?

Apakah banteng dilindungi?

Ya. Banteng (Bos javanicus) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 8).

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara banteng?

Tidak. Karena banteng termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — Banteng biology ↗
  2. IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group — October 2024 status update ↗
  3. Purnomo and Pudyatmoko — Banteng habitat selection at Rowobendo, 2011 ↗
  4. Oryx — Bornean banteng habitat and movement resistance in Sabah ↗
  5. Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  6. Animal Diversity Web ↗
  7. Animal Diversity Web ↗
  8. Handbook of the Mammals of the World, Vol. 2 Hoofed Mammals (Wilson & Mittermeier eds., Lynx Edicions 2011), Bovidae: Bos javanicus account (Plazi treatment) ↗
  9. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →

Taman nasional tempat hewan ini tercatat

Menurut profil resmi taman nasional dari Direktorat Jenderal KSDAE. Hewan ini juga bisa hidup di kawasan lain.

Isu dan berita terkait

Bacaan lanjutan

Banteng: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris).

Situs terkait: pemrakarsa PanduanHewan juga menjabat sebagai direktur World Animal Rescue Network.

Rujuk halaman ini

Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.

PanduanHewan. Banteng (Bos javanicus). Pembaruan substansial terakhir: 7 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/spesies/banteng/