Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Mamalia · Jawa

Macan tutul Jawa

Kucing besar endemik Jawa dengan bentuk berbintik maupun hitam. Hutan yang terhubung dan pengelolaan perjumpaan manusia penting bagi kelangsungannya.

Disusun dari sumber tercantum dengan bantuan AI. Cara penyusunan dan batas tinjauan

Foto Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas).
Sakti Xeno · CC BY-SA 4.0 · Gambar dipotong untuk tata letak.

Jawaban singkat

Status IUCN: Genting

Sekilas tentang macan tutul Jawa

Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) adalah mamalia dari famili Felidae. Wilayahnya di Indonesia: Jawa. Hewan ini endemik Indonesia: hanya hidup secara alami di Jawa. Pola makannya: karnivora; termasuk hewan karnivora. Status Daftar Merah IUCN: Genting (Endangered). Macan tutul Jawa termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Macan tutul Jawa
Nama ilmiahPanthera pardus melas
Nama InggrisJavan leopard
KelompokMamalia
FamiliFelidae
Wilayah di IndonesiaJawa
Habitat terkaitHutan Hujan Tropis
MakananKarnivora
SebaranJawa
Bentuk warnaBerbintik dan melanistik
Status IUCNGenting (Endangered) · IUCN SSC Cat Specialist Group — Javan leopard
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 55
Perkiraan populasi324 (179–682) individu dewasa; kurang dari 50 individu dewasa di tiap subpopulasi · IUCN SSC Cat Specialist Group — Javan leopard
Sisa wilayah sebaranKurang dari 8,9% wilayah sebaran historis, tersebar di 23 bentang alam yang terisolasi · IUCN SSC Cat Specialist Group — Javan leopard
Jenis pemakanKarnivora (pemakan daging) — pemangsa: hewan berkuku, primata, dan hewan yang lebih kecil · IUCN SSC Cat Specialist Group
Cara berkembang biakMelahirkan (vivipar) · Animal Diversity Web
Waktu aktifNokturnal (aktif pada malam hari) — Pola malam ini didokumentasikan di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur; tidak menetapkan jam aktivitas seluruh populasi Jawa. · Exploring temporal activity of dholes, their prey, and competitors in East Java, Indonesia (Havmøller et al. 2024, Ecology and Evolution; PMC)
Endemik IndonesiaYa — Jawa · IUCN SSC Cat Specialist Group
Dalam panduan ini (11)
Tentang panduan iniDisetujui oleh tim pada 2026-10-07. Persetujuan mencakup narasi, fakta, jawaban ringkas, dan lokasi tercatat dalam kedua bahasa pada versi ini.

Macan kumbang dan macan tutul

Macan tutul Jawa adalah anak jenis Panthera pardus. Bentuk hitam, sering disebut macan kumbang, berkaitan dengan melanisme dan bukan spesies lain. Kucing ini juga berbeda dari macan dahan Sunda. Nama sehari-hari yang mirip dapat menyamarkan perbedaan penting dalam sebaran dan kebutuhan konservasinya.

Dasar informasi: IUCN SSC Cat Specialist Group — Javan leopard ecology and status ↗ · IUCN SSC Cat Specialist Group — Leopard colour and taxonomy ↗

Memakai lebih dari hutan primer

Macan tutul Jawa tercatat di hutan primer, hutan sekunder, serta sebagian bentang alam yang digunakan manusia. Kemampuan itu tidak membuat kehilangan habitat menjadi aman. Tutupan, makanan, dan jalur antarkawasan tetap diperlukan; satu foto di perkebunan tidak membuktikan bahwa perkebunan dapat menggantikan hutan.

Dasar informasi: IUCN SSC Cat Specialist Group — Javan leopard ecology and status ↗

Pemburu dengan mangsa beragam

Mangsa meliputi mamalia seperti kijang, babi liar, dan primata. Peran sebagai pemangsa menghubungkannya dengan keadaan seluruh komunitas satwa. Melindungi macan tutul berarti juga memahami ketersediaan mangsa. Dugaan serangan pada ternak memerlukan pemeriksaan lapangan, bukan identifikasi dari kabar yang belum diverifikasi.

Dasar informasi: IUCN SSC Cat Specialist Group — Javan leopard ecology and status ↗

Apa yang diukur survei kamera

Laporan kemajuan SINTAS pada Februari 2025 menerangkan survei kamera dan pengumpulan kotoran untuk mempelajari populasi serta mangsa. Saat itu baru sebagian bentang sasaran selesai disurvei. Laporan sementara tersebut bukan hasil sensus akhir se-Jawa. Foto, sampel kotoran, dan individu teridentifikasi adalah satuan berbeda; satu individu dapat menghasilkan banyak rekaman.

Dasar informasi: SINTAS Indonesia — Java-Wide Leopard Survey progress, 2025 ↗

Ruang hidup dan perjumpaan

Kawasan yang terpisah membuat pengelolaan hubungan habitat semakin penting. Bila ada laporan macan tutul dekat permukiman, hindari kerumunan, pengejaran, dan penyebaran lokasi rinci. Sampaikan informasi kepada pengelola kawasan atau petugas konservasi setempat. Penanganan perlu mempertimbangkan keselamatan warga dan satwa sekaligus.

Dasar informasi: SINTAS Indonesia — Java-Wide Leopard Survey progress, 2025 ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Macan tutul Jawa

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasMammalia
OrdoCarnivora
FamiliFelidae
GenusPanthera
SpesiesPanthera pardus
SubspesiesPanthera pardus melas

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang macan tutul Jawa

Apa nama latin dan nama Inggris macan tutul Jawa?

Nama latin atau nama ilmiah macan tutul Jawa adalah Panthera pardus melas, dari famili Felidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Javan leopard.

Macan tutul Jawa termasuk hewan apa?

Macan tutul Jawa termasuk hewan mamalia dari famili Felidae. Berdasarkan jenis makanannya, macan tutul Jawa termasuk hewan karnivora (pemakan daging), yaitu pemangsa: hewan berkuku, primata, dan hewan yang lebih kecil. Macan tutul Jawa juga termasuk hewan endemik Indonesia.

Macan tutul Jawa berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat macan tutul Jawa di wilayah berikut: Jawa.

Macan tutul Jawa adalah hewan endemik Indonesia yang hanya hidup secara alami di Jawa. Sumber: IUCN SSC Cat Specialist Group.

Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.

Macan tutul Jawa makan apa?

Pola makan macan tutul Jawa: karnivora. Karena itu macan tutul Jawa termasuk hewan karnivora (pemakan daging). Sumber: IUCN SSC Cat Specialist Group.

Macan tutul Jawa berkembang biak dengan cara apa?

Macan tutul Jawa berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Sumber: Animal Diversity Web.

Apakah macan tutul Jawa termasuk hewan nokturnal?

Sumber yang dirujuk mencatat pola aktivitas macan tutul Jawa sebagai nokturnal (aktif pada malam hari). Pola malam ini didokumentasikan di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur; tidak menetapkan jam aktivitas seluruh populasi Jawa. Sumber: Exploring temporal activity of dholes, their prey, and competitors in East Java, Indonesia (Havmøller et al. 2024, Ecology and Evolution; PMC).

Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.

Apa ciri-ciri macan tutul Jawa?

Ciri-ciri macan tutul Jawa menurut sumber panduan ini: Bentuk warna: berbintik dan melanistik.

Berapa populasi macan tutul Jawa saat ini?

324 (179–682) individu dewasa; kurang dari 50 individu dewasa di tiap subpopulasi. Sumber: IUCN SSC Cat Specialist Group — Javan leopard. Angka populasi satwa liar adalah perkiraan dan dapat berbeda antarsurvei.

Bagaimana klasifikasi macan tutul Jawa?

Klasifikasi ilmiah macan tutul Jawa: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Mammalia, ordo Carnivora, famili Felidae, genus Panthera, spesies Panthera pardus, subspesies Panthera pardus melas.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah macan tutul Jawa terancam punah?

Ya. Status konservasi global macan tutul Jawa: Genting (Endangered). Dalam sistem IUCN, kategori ini berarti spesies dinilai menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar. Sumber: IUCN SSC Cat Specialist Group — Javan leopard.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah macan tutul Jawa dilindungi?

Apakah macan tutul Jawa dilindungi?

Ya. Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 55).

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara macan tutul Jawa?

Tidak. Karena macan tutul Jawa termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. IUCN SSC Cat Specialist Group — Javan leopard ecology and status ↗
  2. IUCN SSC Cat Specialist Group — Leopard colour and taxonomy ↗
  3. SINTAS Indonesia — Java-Wide Leopard Survey progress, 2025 ↗
  4. Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  5. Animal Diversity Web ↗
  6. Exploring temporal activity of dholes, their prey, and competitors in East Java, Indonesia (Havmøller et al. 2024, Ecology and Evolution; PMC) ↗
  7. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →

Taman nasional tempat hewan ini tercatat

Menurut profil resmi taman nasional dari Direktorat Jenderal KSDAE. Hewan ini juga bisa hidup di kawasan lain.

Isu dan berita terkait

Bacaan lanjutan

Leopard: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris). Ikhtisar yang lebih luas dan mencakup hewan ini.

Situs terkait: pemrakarsa PanduanHewan juga menjabat sebagai direktur World Animal Rescue Network.

Rujuk halaman ini

Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.

PanduanHewan. Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). Pembaruan substansial terakhir: 7 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/spesies/macan-tutul-jawa/