Babi berjenggot (Sus barbatus) adalah babi liar berjanggut lebat dari hutan Kalimantan dan Sumatera, terkenal dengan migrasi massal mengikuti musim buah.
PANDUANHEWAN · INDONESIA
Hewan di Kalimantan
51 hewan yang tercatat di Kalimantan menurut panduan ini, termasuk bekantan, orangutan Kalimantan dan badak Sumatera. Dengan nama ilmiah, status IUCN (20 terancam), dan sumber.
PanduanHewan memuat 51 panduan hewan yang tercatat di Kalimantan: 24 mamalia, 13 burung, 7 reptil, 4 satwa laut, 2 serangga dan invertebrata dan 1 amfibi. 20 di antaranya berstatus terancam dalam Daftar Merah IUCN.
Daftar ini memakai wilayah yang disebut dalam panduan dan label lokasi pada cuplikan catatan pengamatan GBIF. Artinya hewan tercatat di Kalimantan; ini bukan bukti endemik atau peta sebaran lengkap.
Badak Asia bercula dua yang ukurannya paling kecil di antara badak hidup. Populasi yang terpisah membuat pertemuan pasangan dan perlindungan habitat menjadi tantangan.
Sapi liar Asia yang berkerabat dengan sapi Bali. Status globalnya berubah menjadi Kritis pada 2024, menegaskan pentingnya perlindungan populasi liar.
Primata endemik Borneo dengan hubungan erat pada hutan tepi sungai, mangrove, dan rawa. Hidung besar jantan hanyalah satu bagian dari adaptasinya yang khas.
Beo atau tiong emas (Gracula religiosa) adalah burung jalak hitam mengilap bergelambir kuning yang terkenal pandai menirukan suara manusia.
Berang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus) adalah berang-berang terkecil di dunia yang hidup berkelompok di sungai, sawah, dan mangrove di Indonesia.
Berang-berang wregul (Lutrogale perspicillata) adalah berang-berang terbesar di Indonesia, berbulu pendek licin, hidup berkelompok di sungai, rawa, dan bakau.
Beruang terkecil di dunia yang mampu memanjat dan memakan beragam sumber makanan hutan. Namanya tidak berarti madu adalah seluruh makanannya.
Bintang laut mahkota duri (Acanthaster) adalah bintang laut pemakan karang berduri berbisa yang ledakan populasinya bisa merusak terumbu karang.
Binturong (Arctictis binturong) adalah musang terbesar, berekor pemegang dan hidup di pohon di hutan Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) adalah buaya bermoncong ramping penghuni rawa gambut Sumatera dan Kalimantan, berstatus Genting menurut IUCN.
Celepuk reban (Otus lempiji) adalah burung hantu kecil berjumbai telinga pendek penghuni hutan, kebun, dan taman kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Codot krawar (Cynopterus brachyotis) adalah kelelawar buah kecil yang umum di kota, kebun, dan hutan Indonesia, penyebar biji sekaligus penyerbuk bunga.
Cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) adalah cucak besar berkepala kuning jerami yang kini berstatus Kritis akibat penangkapan untuk perdagangan burung.
Elang ular bido (Spilornis cheela) adalah elang berjambul pemangsa ular di tepi hutan Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Jenis ini dilindungi di Indonesia.
Populasi gajah Asia di Kalimantan bagian utara dan Sabah. Perlindungannya bergantung pada bentang hutan lintas batas, jalur pergerakan, dan pengurangan konflik dengan manusia.
Hiu martil (Sphyrna lewini) adalah hiu berkepala seperti palu dengan lekukan di tengah, tersebar di laut Indonesia dan berstatus Kritis menurut IUCN.
Hylarana erythraea. Katak hijau sawah dikenal dari Asia Tenggara dan pernah ditempatkan dalam genus Rana; habitat basahnya harus dibedakan dari bukti populasi atau status lokal.
Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus). Jingjing batu tergolong kelompok flycatcher-shrike; penempatan familinya pernah diperdebatkan sehingga nama ilmiah dan sumber taksonomi harus dicantumkan.
Kacer atau kucica kampung (Copsychus saularis) adalah burung kicau hitam-putih yang dulu umum di Jawa, tetapi kini jarang di alam akibat penangkapan.
Kecoa Amerika (Periplaneta americana) adalah kecoa besar cokelat kemerahan penghuni selokan dan bangunan yang dapat membawa bakteri penyebab penyakit.
Kelempiao (Hylobates albibarbis). Owa berjanggut putih Borneo hidup di Borneo selatan dan dipisahkan dari owa lincah dalam beberapa taksonomi; hutan antara Kapuas dan Barito penting dalam sumber sebaran.
Kijang muncak (Muntiacus muntjak) adalah rusa kecil bertanduk pendek dan bertaring yang hidup di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok.
King kobra Sunda (Ophiophagus bungarus) adalah ular berbisa pemakan ular di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dipisahkan dari O. hannah pada 2024.
Kipasan belang (Rhipidura javanica). Kipasan belang adalah anggota Rhipiduridae; ekor yang membuka seperti kipas dan corak hitam-putih membantu pengenalan di tepi hutan atau kebun.
Kucing batu (Pardofelis marmorata) adalah kucing liar kecil bercorak marmer dengan ekor lebat yang sangat panjang, penghuni hutan Sumatera dan Kalimantan.
Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis) adalah primata malam kecil berbisa dari pesisir timur Kalimantan yang terancam perdagangan satwa peliharaan.
Kutilang (Pycnonotus aurigaster) adalah burung cucak berkepala hitam asli Jawa dan Bali yang umum di kebun dan kota, tetapi banyak ditangkap untuk dijual.
Landak raya (Hystrix brachyura) adalah hewan pengerat besar berduri dari Sumatera dan Kalimantan yang aktif malam hari dan banyak diburu untuk diperdagangkan.
Lebah madu Asia (Apis cerana) adalah lebah madu asli Indonesia yang bersarang di rongga, menyerbuki tanaman, dan dibudidayakan untuk madu.
Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) adalah lumba-lumba pesisir berperut bertotol yang dilindungi penuh di Indonesia.
Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus). Lutung kelabu banyak memakai hutan pesisir, mangrove, dan tepi sungai; keberadaan di satu kawasan tidak memastikan populasi di seluruh Borneo atau Sumatra.
Kucing hutan bercorak awan dari Sumatera dan Borneo. Penelitian jangka panjang membantu mengungkap satwa yang jarang terlihat ini.
Macroglossus minimus. Kelelawar nektar lidah-panjang memakai bunga sebagai sumber pakan; tubuhnya kecil dibanding kalong besar, tetapi identifikasi spesies memerlukan lebih dari ukuran.
Megaderma spasma. Kelelawar vampir-palsu kecil bukan peminum darah; sumber menyebut tempat bertengger di gua dan lubang pohon serta makanan serangga.
Murai batu (Copsychus malabaricus) adalah burung kicau hutan bersuara merdu yang populasinya di Indonesia merosot akibat penangkapan untuk perdagangan.
Musang tenggalung (Viverra tangalunga) adalah musang darat bertotol hitam dengan ekor belang hitam-putih, umum di hutan Sumatera dan Kalimantan.
Neotrygon orientale. Pari topeng biru oriental tercatat di Indonesia dan beberapa negara Asia; sumber berbeda memakai bentuk nama orientale atau orientalis, sehingga rujukan takson perlu disebut.
Kera besar penghuni hutan Borneo, termasuk rawa gambut Kalimantan. Keragaman populasi dan hubungan antarhabitat penting untuk memahami konservasinya.
Profil populasi pesut di Sungai Mahakam, bukan seluruh pesut dunia. Kelangsungannya berkaitan dengan ikan, lahan basah, lalu lintas sungai, dan mata pencaharian warga.
Rangkong badak (Buceros rhinoceros) adalah rangkong besar bercula merah-jingga dari hutan Sumatera, Jawa, dan Kalimantan; berstatus Rentan.
Rangkong hutan dengan bulu ekor tengah panjang dan balung padat. Perburuan untuk perdagangan balung membuat perlindungan habitat serta pengurangan permintaan sangat penting.
Rusa sambar (Rusa unicolor) adalah rusa terbesar di Indonesia, hidup di hutan Sumatera dan Kalimantan, berstatus Rentan, dan dilindungi.
Sanca Kembang (Malayopython reticulatus). Sanca kembang dapat menjadi ular yang sangat panjang dan menangkap mangsa dengan lilitan; ia tidak berbisa, tetapi hewan besar tetap berbahaya bila didekati.
Tokek berbintik (Gekko monarchus). Tokek berbintik dua tercatat dari Semenanjung Malaya, Borneo, dan sejumlah pulau; motif bintik perlu diperiksa bersama bentuk tubuh dan lokasi.
Mamalia bersisik pemakan semut dan rayap yang terancam perdagangan ilegal. Kebiasaan memanjat dan bersembunyi membuat pengamatan langsungnya sulit.
Tuntong laut (Batagur borneoensis) adalah kura-kura muara dan mangrove yang Kritis; saat musim kawin kepala jantannya putih dengan garis merah.
Ular cabai kecil (Calliophis intestinalis) adalah ular karang kecil berbisa berekor merah dengan perut belang hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah krait berbisa neurotoksik dengan belang hitam-kuning melingkar penuh, di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Walet sarang-putih (Aerodramus fuciphagus). Walet sarang-putih membangun sarang terutama dari air liur yang mengeras; praktik pemanenan sarang harus dibedakan dari kebutuhan hidup burungnya.
Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus). Wiwik kelabu adalah anggota Cuculidae yang tersebar luas di Asia; pengamatan perlu mencatat suara serta tempat karena beberapa wiwik tampak serupa.
Daftar hewan di Kalimantan dan status IUCN
| Nama | Nama ilmiah | Kelompok | Status konservasi |
|---|---|---|---|
| Babi berjenggot | Sus barbatus | Mamalia | Rentan |
| Badak Sumatera | Dicerorhinus sumatrensis | Mamalia | Kritis |
| Banteng | Bos javanicus | Mamalia | Kritis |
| Bekantan | Nasalis larvatus | Mamalia | Genting |
| Beo | Gracula religiosa | Burung | Risiko rendah |
| Berang-berang cakar kecil | Aonyx cinereus | Mamalia | Belum tercatat |
| Berang-berang wregul | Lutrogale perspicillata | Mamalia | Rentan |
| Beruang madu | Helarctos malayanus | Mamalia | Rentan |
| Bintang laut mahkota duri | Acanthaster planci | Laut | Belum tercatat |
| Binturong | Arctictis binturong | Mamalia | Rentan |
| Buaya senyulong | Tomistoma schlegelii | Reptil | Genting |
| Celepuk reban | Otus lempiji | Burung | Risiko rendah |
| Codot krawar | Cynopterus brachyotis | Mamalia | Risiko rendah |
| Cucak rawa | Pycnonotus zeylanicus | Burung | Kritis |
| Elang ular bido | Spilornis cheela | Burung | Risiko rendah |
| Gajah Kalimantan | Elephas maximus borneensis | Mamalia | Belum tercatat |
| Hiu martil | Sphyrna lewini | Laut | Kritis |
| Hylarana erythraea | Hylarana erythraea | Amfibi | Risiko rendah |
| Jingjing batu | Hemipus hirundinaceus | Burung | Risiko rendah |
| Kacer | Copsychus saularis | Burung | Risiko rendah |
| Kecoa Amerika | Periplaneta americana | Invertebrata | Belum tercatat |
| Kelempiao | Hylobates albibarbis | Mamalia | Genting |
| Kijang muncak | Muntiacus muntjak | Mamalia | Risiko rendah |
| King kobra | Ophiophagus bungarus | Reptil | Belum tercatat |
| Kipasan belang | Rhipidura javanica | Burung | Risiko rendah |
| Kucing batu | Pardofelis marmorata | Mamalia | Hampir terancam |
| Kukang Kalimantan | Nycticebus menagensis | Mamalia | Rentan |
| Kutilang | Pycnonotus aurigaster | Burung | Risiko rendah |
| Landak raya | Hystrix brachyura | Mamalia | Risiko rendah |
| Lebah madu Asia | Apis cerana | Invertebrata | Belum tercatat |
| Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik | Tursiops aduncus | Laut | Hampir terancam |
| Lutung Kelabu | Trachypithecus cristatus | Mamalia | Rentan |
| Macan dahan Sunda | Neofelis diardi | Mamalia | Rentan |
| Macroglossus minimus | Macroglossus minimus | Mamalia | Risiko rendah |
| Megaderma spasma | Megaderma spasma | Mamalia | Risiko rendah |
| Murai batu | Copsychus malabaricus | Burung | Risiko rendah |
| Musang tenggalung | Viverra tangalunga | Mamalia | Risiko rendah |
| Neotrygon orientale | Neotrygon orientale | Laut | Belum tercatat |
| Orangutan Kalimantan | Pongo pygmaeus | Mamalia | Kritis |
| Pesut Mahakam | Orcaella brevirostris | Mamalia | Genting |
| Rangkong badak | Buceros rhinoceros | Burung | Rentan |
| Rangkong gading | Rhinoplax vigil | Burung | Belum tercatat |
| Rusa sambar | Rusa unicolor | Mamalia | Rentan |
| Sanca Kembang | Malayopython reticulatus | Reptil | Risiko rendah |
| Tokek berbintik | Gekko monarchus | Reptil | Risiko rendah |
| Trenggiling Sunda | Manis javanica | Mamalia | Kritis |
| Tuntong laut | Batagur borneoensis | Reptil | Kritis |
| Ular cabai kecil | Calliophis intestinalis | Reptil | Risiko rendah |
| Ular welang | Bungarus fasciatus | Reptil | Risiko rendah |
| Walet sarang-putih | Aerodramus fuciphagus | Burung | Risiko rendah |
| Wiwik kelabu | Cacomantis merulinus | Burung | Risiko rendah |
Ingin melihat semua hewan?
Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.


















































