Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Macroglossus minimus

Macroglossus minimus. Kelelawar nektar lidah-panjang memakai bunga sebagai sumber pakan; tubuhnya kecil dibanding kalong besar, tetapi identifikasi spesies memerlukan lebih dari ukuran.

Tentang panduan iniPanduan ini disusun dari sumber spesies dan catatan pengamatan yang tercantum; belum ditinjau pakar taksonomi. Catatan GBIF bukan sensus atau bukti sebaran asli.
Foto Macroglossus minimus.
(c) Simon Colenutt, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Foto dipotong untuk tata letak.

Apa itu Macroglossus minimus?

Macroglossus minimus merujuk pada Macroglossus minimus, anggota genus Macroglossus, famili Pteropodidae, dan ordo Chiroptera. Penamaan ilmiah mengikuti catatan takson yang diterima dalam GBIF Backbone Taxonomy. Nama umum dapat berbeda antarwilayah; nama ilmiah dipakai untuk membedakan spesies ini dari kerabatnya.

Dasar informasi: GBIF Backbone Taxonomy — accepted taxon ↗

Apa yang diketahui tentang Macroglossus minimus?

Kelelawar nektar lidah-panjang memakai bunga sebagai sumber pakan; tubuhnya kecil dibanding kalong besar, tetapi identifikasi spesies memerlukan lebih dari ukuran.

Baca ciri atau informasi tersebut bersama nama ilmiah dan sumber spesies, bukan sebagai kepastian dari foto yang kurang jelas. Populasi, umur, dan batas takson dapat berbeda; jika identifikasi diragukan, catat kelompok yang lebih luas.

Dasar informasi: Species account — background reading ↗

Habitat dan pengamatan Macroglossus minimus

Kelelawar nektar lidah-panjang memakai hutan, kebun, dan beberapa kawasan terganggu. Ia mengambil nektar dan serbuk sari dengan lidahnya, sehingga dapat menghubungkan bunga yang dikunjungi.

Dasar informasi: GBIF species treatments — natural-history accounts ↗

Berapa catatan Macroglossus minimus di Indonesia?

Saat data diambil pada 2026-09-23, pencarian GBIF mencatat 65 catatan pengamatan manusia di Indonesia dengan nama spesies ini dalam periode 2016–2026. Jumlah tersebut adalah banyaknya catatan dalam indeks, bukan perkiraan populasi, tingkat kelimpahan, atau jumlah individu unik. Pengamatan dapat tidak merata antarwilayah dan dapat berubah ketika data baru diterbitkan atau identifikasi diperbaiki.

Dasar informasi: GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗

Di wilayah mana pengamatan tercatat?

Label tempat yang sering muncul dalam hasil mencakup South East Sulawesi, Kalimantan Timur, Jawa Barat. Ini adalah label wilayah pada catatan, bukan peta persebaran lengkap atau bukti bahwa spesies hanya hidup di sana. Beberapa label dapat luas atau tidak seragam. Periksa catatan asli sebelum menggunakan informasi lokasi untuk keputusan lapangan.

Dasar informasi: GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗

Bagaimana mengamati Macroglossus minimus?

Amati dari jauh, jangan memberi makan, dan hindari membagikan koordinat tepat sarang atau tempat istirahat satwa yang rentan. Jangan mencoba menangkap atau menyentuh mamalia liar. Temuan yang terdokumentasi baik membantu pembaca lain memeriksa nama spesies tanpa mengubah satu penampakan menjadi klaim status konservasi.

Bandingkan dengan kerabat

Untuk mengenali kelompok ini lebih jauh, bandingkan Macroglossus minimus dengan Bengkawat (Kalimantan), Rhinolophus tatar, Hipposideros diadema. Tautan tersebut dipilih dari kesamaan genus, famili, ordo, kelas, atau kelompok dalam katalog; hubungan taksonomi tidak berarti kebutuhan habitat dan status perlindungannya sama.

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Sumber & referensi

  1. GBIF Backbone Taxonomy — accepted taxon ↗
  2. GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗
  3. GBIF species treatments — natural-history accounts ↗
  4. iNaturalist — exact species taxon and community observations ↗
  5. Species account — background reading ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.