Jawaban singkat
Status IUCN: Hampir terancamSekilas tentang kucing batu
Kucing batu (Pardofelis marmorata) adalah mamalia dari famili Felidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Hampir terancam (Near Threatened).
| Nama ilmiah | Pardofelis marmorata |
|---|---|
| Nama Inggris | Marbled cat |
| Kelompok | Mamalia |
| Famili | Felidae |
| Wilayah di Indonesia | Sumatera dan Kalimantan |
| Habitat terkait | Hutan Hujan Tropis |
| Makanan | Diduga burung, tupai, kelelawar buah, dan tikus |
| Sebaran di Indonesia | Sumatera dan Kalimantan |
| Ciri utama | Bulu bercorak marmer, ekor lebat hampir sepanjang tubuh |
| Nama lain | Marbled cat |
| Status perlindungan di Indonesia | Dilindungi menurut Permen LHK P.106 Tahun 2018 |
| Status IUCN | Hampir terancam (Near Threatened) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026 |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu kucing batu?
Kucing batu (Pardofelis marmorata) adalah kucing liar kecil seukuran kucing rumah besar, dengan bulu bercorak marmer dan ekor tebal yang sangat panjang. Menurut ADW, panjang kepala dan tubuhnya 45–61 cm, panjang ekornya 35–55 cm, dan beratnya 2,4–5 kg. Warna dasarnya cokelat keabu-abuan hingga cokelat kemerahan, dengan bercak besar bertepi hitam. Coraknya mirip macan dahan, tetapi analisis genetik menunjukkan kerabat terdekatnya adalah kucing emas (Catopuma temminckii) dan kucing merah Kalimantan (Catopuma badia). Populasi Sumatera dan Kalimantan termasuk subspesies P. m. marmorata.
Dasar informasi: IUCN SSC Cat Specialist Group — Marbled cat ↗ · Animal Diversity Web (University of Michigan) — Pardofelis marmorata, marbled cat ↗
Di mana kucing batu hidup?
Di Indonesia, kucing batu hidup di hutan Sumatera dan Kalimantan. Satwa ini bergantung pada hutan dan tampaknya menyukai hutan primer yang lembap dan terpencil. Di Sumatera, kamera jebak merekamnya di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, di hutan sekunder dan primer dataran rendah, bahkan di potongan hutan kecil di tengah kebun kopi. Di Kalimantan, kucing batu tercatat di hutan rawa gambut Sabangau. Namun, ia tampaknya menghindari habitat yang sangat terganggu, dan survei di Sabah tidak merekamnya di dalam perkebunan sawit. Di seluruh sebarannya, kucing batu tercatat dari permukaan laut hingga sekitar 3.000 m.
Dasar informasi: IUCN SSC Cat Specialist Group — Marbled cat ↗ · PLOS One (Hearn et al. 2016) — The first estimates of marbled cat Pardofelis marmorata population density from Bornean primary and selectively logged forest ↗
Kucing batu makan apa?
Kucing batu diduga memangsa burung dan mamalia kecil, terutama yang hidup di pohon. Belum ada studi khusus tentang pakannya. IUCN Cat Specialist Group memperkirakan mangsanya meliputi burung, tupai pohon, kelelawar buah, dan tikus, serta mungkin serangga, kadal, dan katak. Ada beberapa catatan kucing batu memangsa primata, dan satwa ini pernah terlihat mengintai burung di pepohonan. Lambung seekor kucing batu yang mati di Thailand berisi sisa tikus kecil. Di Sumatera, warga di luar taman nasional melaporkan bahwa kucing batu sangat jarang memangsa unggas.
Dasar informasi: IUCN SSC Cat Specialist Group — Marbled cat ↗ · Animal Diversity Web (University of Michigan) — Pardofelis marmorata, marbled cat ↗
Bagaimana perilaku kucing batu?
Kucing batu adalah pemanjat andal yang umumnya hidup menyendiri, tetapi juga sering berjalan di tanah. Ia mampu menuruni pohon dengan kepala di bawah, dan ekornya yang panjang membantu keseimbangan saat memanjat. Kamera jebak di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan bahwa kucing batu mungkin terutama aktif pada siang hari, berbeda dari dugaan lama bahwa ia hewan malam. Data perkembangbiakannya kebanyakan berasal dari penangkaran. Menurut ADW, masa buntingnya 66–82 hari, jumlah anak 2–4 ekor, dan kematangan kelamin dicapai sekitar umur 21–22 bulan.
Dasar informasi: IUCN SSC Cat Specialist Group — Marbled cat ↗ · Animal Diversity Web (University of Michigan) — Pardofelis marmorata, marbled cat ↗ · PLOS One (Hearn et al. 2016) — The first estimates of marbled cat Pardofelis marmorata population density from Bornean primary and selectively logged forest ↗
Mengapa kucing batu terancam?
Ancaman utama kucing batu adalah hilangnya hutan, karena spesies ini bergantung pada tutupan pohon. Asia Tenggara mengalami deforestasi yang sangat cepat akibat penebangan dan alih fungsi lahan menjadi permukiman, sawit, kopi, karet, dan perkebunan lain. Jerat yang dipasang tanpa pilih sasaran juga menjadi masalah besar. Beberapa komunitas Dayak di Kalimantan memakai daging dan kulitnya untuk pengobatan. IUCN menggolongkannya Hampir Terancam (Near Threatened), dengan tren populasi yang belum diketahui. Satwa ini jarang terekam: di hutan rawa gambut Sabangau, butuh lebih dari 5.423 malam kamera jebak sebelum foto pertamanya didapat.
Dasar informasi: IUCN SSC Cat Specialist Group — Marbled cat ↗ · PLOS One (Hearn et al. 2016) — The first estimates of marbled cat Pardofelis marmorata population density from Bornean primary and selectively logged forest ↗
Bagaimana melindungi kucing batu?
Kucing batu dilindungi di Indonesia karena tercantum dalam lampiran Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, dan secara internasional masuk Apendiks I CITES. Karena itu, jangan menangkap, memelihara, atau memperjualbelikan kucing batu maupun bagian tubuhnya. Menjaga hutan adalah kunci, termasuk hutan bekas tebang pilih: studi di Sabah menemukan tanda perkembangbiakan kucing batu di hutan semacam itu. Jika menemukan jerat atau melihat kucing batu diperdagangkan, laporkan kepada BKSDA setempat. Foto kamera jebak dan catatan perjumpaan juga membantu peneliti memahami kucing yang jarang terlihat ini.
Dasar informasi: JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi (PDF) ↗ · IUCN SSC Cat Specialist Group — Marbled cat ↗ · PLOS One (Hearn et al. 2016) — The first estimates of marbled cat Pardofelis marmorata population density from Bornean primary and selectively logged forest ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Pertanyaan umum tentang kucing batu
Apa nama latin kucing batu?
Nama latin atau nama ilmiah kucing batu adalah Pardofelis marmorata, dari famili Felidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Marbled cat.
Di mana kucing batu dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat kucing batu di wilayah berikut: Sumatera dan Kalimantan.
Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.
Kucing batu makan apa?
Pola makan kucing batu: diduga burung, tupai, kelelawar buah, dan tikus.
Apa status konservasi kucing batu?
Dalam Daftar Merah IUCN, kucing batu masuk kategori Hampir terancam (Near Threatened): spesies ini mendekati kriteria kategori terancam atau diperkirakan dapat memenuhinya dalam waktu dekat. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah kucing batu termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- IUCN SSC Cat Specialist Group — Marbled cat ↗
- Animal Diversity Web (University of Michigan) — Pardofelis marmorata, marbled cat ↗
- PLOS One (Hearn et al. 2016) — The first estimates of marbled cat Pardofelis marmorata population density from Bornean primary and selectively logged forest ↗
- JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi (PDF) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Kucing batu (Pardofelis marmorata). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/kucing-batu/