Jawaban singkat
Status IUCN: RentanSekilas tentang babi berjenggot
Babi berjenggot (Sus barbatus) adalah mamalia dari famili Suidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Rentan (Vulnerable).
| Nama ilmiah | Sus barbatus |
|---|---|
| Nama Inggris | Bearded pig |
| Kelompok | Mamalia |
| Famili | Suidae |
| Wilayah di Indonesia | Kalimantan dan Sumatera |
| Habitat terkait | Hutan Hujan Tropis, Mangrove |
| Makanan | Omnivora: biji dipterokarpa, buah, akar, cacing, bangkai |
| Sebaran di Indonesia | Kalimantan, Sumatera, dan beberapa pulau kecil |
| Ciri utama | Janggut bulu kasar di rahang dan moncong, kepala panjang |
| Nama lain | Sunda bearded pig, Bornean bearded pig |
| Status IUCN | Rentan (Vulnerable), sebelum wabah demam babi Afrika |
| Status IUCN | Rentan (Vulnerable) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026 |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu babi berjenggot?
Babi berjenggot (Sus barbatus) adalah babi liar berkaki panjang dengan kepala memanjang dan “janggut” bulu kasar di sepanjang rahang bawah hingga moncong. Warna tubuhnya kehitaman pada individu muda dan cokelat kemerahan, abu-abu kekuningan, atau hampir putih pada dewasa. Anak babi bergaris memanjang, dan garis itu hilang sekitar umur 6 bulan. Menurut IUCN Wild Pig Specialist Group, beratnya biasanya 58–83 kg, tetapi dapat mencapai 200 kg saat makanan melimpah. Kelompok ini mengakui dua subspesies: S. b. barbatus di Kalimantan dan sekitarnya, serta S. b. oi di Sumatera dan Semenanjung Malaysia.
Dasar informasi: IUCN SSC Wild Pig Specialist Group — Sunda bearded pig (detailed profile) ↗ · ASM Mammal Diversity Database — Sus barbatus, bearded pig ↗
Di mana babi berjenggot hidup?
Di Indonesia, babi berjenggot hidup di Kalimantan dan Sumatera, serta tercatat di beberapa pulau kecil seperti Karimata dan Laut. Di Kalimantan, spesies ini masih tersebar luas tetapi menurun; di Sumatera, sebarannya kini tinggal sebagian kecil dari wilayah asalnya. Habitat utamanya hutan dipterokarpa dataran rendah dan perbukitan, tetapi ia juga memakai tepi sungai, rawa muara, pantai, hutan sekunder, dan perkebunan. Babi berjenggot adalah satu-satunya babi liar di Pulau Kalimantan. Di Sumatera, ia hidup berdampingan dengan babi hutan (Sus scrofa), yang kini sebarannya lebih luas.
Dasar informasi: IUCN SSC Wild Pig Specialist Group — Sunda bearded pig (detailed profile) ↗ · Animals (Daniel et al. 2025, via PubMed Central) — Rapid spread of African swine fever across Borneo ↗
Babi berjenggot makan apa?
Babi berjenggot adalah omnivora sejati yang memakan hampir apa saja, dengan biji dan buah hutan sebagai makanan terpenting. Biji kaya minyak dari pohon dipterokarpa dan keluarga Fagaceae, seperti Castanopsis, Lithocarpus, dan Quercus, sangat penting, terutama saat musim berbuah raya. Ia juga menggali akar dan cacing tanah di tepi sungai, serta memakan jamur, invertebrata di kayu lapuk, vertebrata kecil, telur penyu, dan bangkai. Menurut ADW, babi berjenggot sering mengikuti kelompok monyet untuk memungut buah yang jatuh. Dengan memakan dan menyebarkan biji, ia memengaruhi regenerasi hutan.
Dasar informasi: IUCN SSC Wild Pig Specialist Group — Sunda bearded pig (detailed profile) ↗ · Animal Diversity Web (University of Michigan) — Sus barbatus, bearded pig ↗
Mengapa babi berjenggot bermigrasi?
Babi berjenggot dikenal melakukan migrasi massal yang berkaitan dengan musim berbuah raya pohon dipterokarpa. Saat buah melimpah, kawanan bergerak dari pegunungan dan rawa ke hutan dataran rendah yang lebih kering, dan dapat menyeberangi sungai dalam kelompok lebih dari 100 ekor. Ia perenang kuat yang bahkan dilaporkan menyeberangi selat laut. Musim kawin tampaknya bertepatan dengan pembungaan serentak di hutan, dan induk membuat sarang dari tumbuhan untuk melahirkan. Menurut Wild Pig Specialist Group, jumlah anak sangat bervariasi: 3–4 ekor pada induk kecil dan 10–12 ekor pada induk besar.
Dasar informasi: IUCN SSC Wild Pig Specialist Group — Sunda bearded pig (detailed profile) ↗ · Animal Diversity Web (University of Michigan) — Sus barbatus, bearded pig ↗
Apa dampak demam babi Afrika terhadap babi berjenggot?
Demam babi Afrika (African swine fever, ASF) menyebabkan kematian massal babi berjenggot di Pulau Kalimantan sejak akhir 2020. Studi Daniel dan kolega di jurnal Animals (2025) mencatat kematian pertama pada babi berjenggot di Sabah pada Desember 2020. Virus itu lalu menyebar ke hampir seluruh pulau dalam sekitar satu tahun. Di Kalimantan, laporan kematian babi pertama muncul pada Mei 2021 di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Perkiraan yang dikutip studi itu menyebut sekitar 90% babi berjenggot di Sabah hilang. ASF tidak menular ke manusia, tetapi belum ada vaksin maupun obatnya.
Dasar informasi: Animals (Daniel et al. 2025, via PubMed Central) — Rapid spread of African swine fever across Borneo ↗
Bagaimana melindungi babi berjenggot?
Perlindungan babi berjenggot bergantung pada hutan dipterokarpa yang luas, perburuan yang terkendali, dan pencegahan penyebaran penyakit. Sebelum wabah ASF, IUCN sudah menggolongkannya Rentan (Vulnerable) karena hilangnya hutan dan tekanan perburuan yang tinggi. Para penulis studi ASF menganjurkan agar larangan berburu yang sudah berlaku dipertahankan, biosekuriti diperketat bila wabah muncul di sekitar peternakan babi rumahan, dan statusnya di IUCN segera dinilai ulang. Virus ASF menular lewat kontak dengan babi sakit dan daging yang tercemar. Jika menemukan babi liar mati, jangan menyentuh atau mengambil dagingnya, dan laporkan kepada petugas kesehatan hewan setempat.
Dasar informasi: Animals (Daniel et al. 2025, via PubMed Central) — Rapid spread of African swine fever across Borneo ↗ · IUCN SSC Wild Pig Specialist Group — Sunda bearded pig (detailed profile) ↗ · Mongabay — Southeast Asian wild pigs confront deadly African swine fever epidemic (2021) ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Pertanyaan umum tentang babi berjenggot
Apa nama latin babi berjenggot?
Nama latin atau nama ilmiah babi berjenggot adalah Sus barbatus, dari famili Suidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Bearded pig.
Di mana babi berjenggot dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat babi berjenggot di wilayah berikut: Kalimantan dan Sumatera.
Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis, Mangrove.
Babi berjenggot makan apa?
Pola makan babi berjenggot: omnivora: biji dipterokarpa, buah, akar, cacing, bangkai.
Apa status konservasi babi berjenggot?
Dalam Daftar Merah IUCN, babi berjenggot masuk kategori Rentan (Vulnerable): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah babi berjenggot termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- IUCN SSC Wild Pig Specialist Group — Sunda bearded pig (detailed profile) ↗
- Animals (Daniel et al. 2025, via PubMed Central) — Rapid spread of African swine fever across Borneo ↗
- Animal Diversity Web (University of Michigan) — Sus barbatus, bearded pig ↗
- ASM Mammal Diversity Database — Sus barbatus, bearded pig ↗
- Mongabay — Southeast Asian wild pigs confront deadly African swine fever epidemic (2021) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Bacaan lanjutan
Bornean bearded pig: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris).
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Babi berjenggot (Sus barbatus). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/babi-berjenggot/