Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Kancil jawa

Kancil jawa (Tragulus javanicus) adalah pelanduk mungil tanpa tanduk yang hanya hidup di hutan Pulau Jawa dan dilindungi di Indonesia.

Jawaban singkat

Status IUCN: Kurang data

Sekilas tentang kancil jawa

Kancil jawa (Tragulus javanicus) adalah mamalia dari famili Tragulidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Kurang data (Data Deficient).

Fakta singkat: Kancil jawa
Nama ilmiahTragulus javanicus
Nama InggrisJavan mouse-deer
KelompokMamalia
FamiliTragulidae
Wilayah di IndonesiaJawa dan beberapa pulau kecil di sekitarnya
Habitat terkaitHutan Hujan Tropis
MakananTerutama buah, juga daun dan tunas muda
Sebaran di IndonesiaPulau Jawa dan beberapa pulau kecil di sekitarnya
Ciri utamaTanpa tanduk; jantan dewasa bertaring atas panjang
Nama lainPelanduk kancil, pelanduk jawa, kancil
Status Daftar Merah IUCNKurang Data (Data Deficient), penilaian 2015
Status perlindungan di IndonesiaDilindungi (Permen LHK P.106/2018)
Status IUCNKurang data (Data Deficient) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026
Dalam panduan ini (10)
Foto Kancil jawa (Tragulus javanicus).
Spesimen kancil jawa yang diawetkan di koleksi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Wibowo Djatmiko (Wie146), Wikimedia Commons · CC BY-SA 3.0 · Foto dipotong untuk tata letak.
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu kancil jawa?

Kancil jawa (Tragulus javanicus) adalah pelanduk mungil tanpa tanduk yang hanya hidup di Pulau Jawa. Menurut Ultimate Ungulate, panjang kepala dan tubuhnya 40–45 cm, tinggi bahunya 25–30 cm, dan beratnya sekitar 2 kg. Bulunya cokelat kemerahan dengan perut putih, dan tiga garis putih memanjang dari dagu ke leher. Jantan dewasa memiliki taring atas panjang yang bisa mencuat melewati bibir. Sejak revisi taksonomi tahun 2004, nama T. javanicus hanya dipakai untuk pelanduk kecil dari Jawa. Pelanduk kecil di Sumatera dan Kalimantan kini disebut Tragulus kanchil. Berbeda dengan kijang, kancil sama sekali tidak bertanduk.

Dasar informasi: Ultimate Ungulate — Javan chevrotain (Tragulus javanicus) fact sheet ↗ · Mammal Diversity Database (ASM) — Tragulus kanchil, Lesser Indo-Malayan Chevrotain ↗ · Biodiversitas — Farida et al. (2003), Habitat dan keragaman tumbuhan pakan kancil (Tragulus javanicus) dan kijang (Muntiacus muntjak) di Cagar Alam Nusakambangan ↗

Di mana kancil jawa hidup?

Kancil jawa hanya hidup di hutan Pulau Jawa dan beberapa pulau kecil di sekitarnya; keberadaannya di Bali belum terkonfirmasi. Ultimate Ungulate mencatat satwa ini menyukai hutan bersemak rapat, sering dekat sungai, dari tepi pantai hingga 1.150 m, bahkan 1.600 m. Di Cagar Alam Nusakambangan, Cilacap, peneliti LIPI menemukan habitatnya di semak rimbun yang banyak serasah daun kering dan di bawah rumpun salak, umumnya tak jauh dari sungai. Di Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat, kancil tercatat hingga 1.100 m. Ia memakai semak rapat, celah batu, lubang pohon, bahkan kebun teh yang rimbun.

Dasar informasi: Ultimate Ungulate — Javan chevrotain (Tragulus javanicus) fact sheet ↗ · Biodiversitas — Farida et al. (2003), Habitat dan keragaman tumbuhan pakan kancil (Tragulus javanicus) dan kijang (Muntiacus muntjak) di Cagar Alam Nusakambangan ↗ · Tropics (J-STAGE) — Farida et al. (2006), Habitat distribution and diversity of plants as feed resources for mouse deer and barking deer in Gunung Halimun National Park ↗

Kancil jawa makan apa?

Kancil jawa terutama makan buah, ditambah daun dan tunas muda. Di Nusakambangan, Farida dan rekan (2003) mencatat 14 jenis tumbuhan pakan kancil yang sebagian besar berupa buah, antara lain buah beberapa jenis ara (Ficus), salak hutan, dan biji mresak. Sebaliknya, kijang di hutan yang sama lebih banyak memilih daun. Di Gunung Halimun, studi lain mencatat 50 jenis tumbuhan pakan kancil dan kijang, 44 di antaranya dimakan kancil. Menurut kedua studi itu, kancil paling banyak makan pada malam dan pagi hari. Kakinya yang mungil hampir tidak meninggalkan jejak, sehingga peneliti lebih sering menemukan kotorannya.

Dasar informasi: Ultimate Ungulate — Javan chevrotain (Tragulus javanicus) fact sheet ↗ · Biodiversitas — Farida et al. (2003), Habitat dan keragaman tumbuhan pakan kancil (Tragulus javanicus) dan kijang (Muntiacus muntjak) di Cagar Alam Nusakambangan ↗ · Tropics (J-STAGE) — Farida et al. (2006), Habitat distribution and diversity of plants as feed resources for mouse deer and barking deer in Gunung Halimun National Park ↗

Bagaimana perilaku dan perkembangbiakan kancil jawa?

Kancil jawa adalah satwa pemalu yang biasanya hidup sendiri, kadang terlihat berdua. Menurut Ultimate Ungulate, kamera jebak menunjukkan kancil aktif siang maupun malam, beristirahat di lubang batang pohon, dan sering melintas di jalan setapak di semak rapat. Ia biasanya bergerak pelan dan mengendap. Namun, jika dikejutkan dari dekat, ia melompat kabur dengan ekor terangkat sehingga sisi bawah ekornya yang putih terlihat. Data reproduksinya masih sedikit. Masa buntingnya 132–134 hari dengan satu anak, walau kembar pernah tercatat. Kelahiran di penangkaran di Jawa tercatat pada berbagai bulan, sehingga kancil diduga berbiak sepanjang tahun.

Dasar informasi: Ultimate Ungulate — Javan chevrotain (Tragulus javanicus) fact sheet ↗

Apa hubungan kancil jawa dengan dongeng Si Kancil?

Si Kancil, tokoh cerdik dalam dongeng binatang Indonesia, adalah pelanduk, dan kisahnya sudah lama hidup di masyarakat Jawa, tempat kancil jawa berasal. Menurut majalah sejarah Historia, cerita Kancil sudah ada di Jawa sejak sebelum ada tradisi tulisan dan sering dipakai untuk mendidik anak. Ahli folklor James Danandjaja menggolongkannya sebagai trickster, yaitu tokoh penipu yang cerdik. Versi tertulis tertua yang dikenal adalah Serat Kancil Amongsastra karya Kyai Rangga Amongsastra dari Surakarta, yang dikarang pada 1822 dan dicetak pada 1878. Dongeng tidak membedakan spesies, tetapi pelanduk kecil yang hidup di Jawa kini diakui sebagai Tragulus javanicus.

Dasar informasi: Historia.id — Di Balik Cerdik Licik Si Kancil ↗ · Ultimate Ungulate — Javan chevrotain (Tragulus javanicus) fact sheet ↗

Bagaimana melindungi kancil jawa?

Kancil jawa dilindungi di Indonesia, sehingga cara terpenting untuk melindunginya adalah tidak memburu, membeli, menjual, atau memeliharanya. Tragulus javanicus tercantum sebagai ‘pelanduk kancil’ dalam lampiran Permen LHK P.106/2018 tentang jenis satwa dilindungi. Ancaman utamanya adalah hilangnya dan terpecahnya hutan serta perburuan. Daftar Merah IUCN menilainya Kurang Data (2015), dan belum ada perkiraan jumlah populasinya. Pada 2017, BKSDA Jawa Tengah menangkap seorang warga Cilacap yang menjual kancil, dan petugas masih mendeteksi pemburu kancil di Nusakambangan. Jika melihat perdagangan kancil, laporkan ke BKSDA setempat. Kancil yang telanjur dipelihara sebaiknya diserahkan kepada petugas.

Dasar informasi: JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗ · Ultimate Ungulate — Javan chevrotain (Tragulus javanicus) fact sheet ↗ · Mongabay Indonesia — Kasus Perburuan dan Perdagangan Satwa Liar Masih Marak Terjadi (2017) ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Pertanyaan umum tentang kancil jawa

Apa nama latin kancil jawa?

Nama latin atau nama ilmiah kancil jawa adalah Tragulus javanicus, dari famili Tragulidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Javan mouse-deer.

Di mana kancil jawa dapat ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, panduan ini mencatat kancil jawa di wilayah berikut: Jawa dan beberapa pulau kecil di sekitarnya.

Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.

Kancil jawa makan apa?

Pola makan kancil jawa: terutama buah, juga daun dan tunas muda.

Apa status konservasi kancil jawa?

Dalam Daftar Merah IUCN, kancil jawa masuk kategori Kurang data (Data Deficient): spesies ini informasinya belum cukup untuk menilai risiko kepunahan. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.

Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah kancil jawa termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.

Sumber & referensi

  1. Ultimate Ungulate — Javan chevrotain (Tragulus javanicus) fact sheet ↗
  2. Mammal Diversity Database (ASM) — Tragulus kanchil, Lesser Indo-Malayan Chevrotain ↗
  3. Biodiversitas — Farida et al. (2003), Habitat dan keragaman tumbuhan pakan kancil (Tragulus javanicus) dan kijang (Muntiacus muntjak) di Cagar Alam Nusakambangan ↗
  4. Tropics (J-STAGE) — Farida et al. (2006), Habitat distribution and diversity of plants as feed resources for mouse deer and barking deer in Gunung Halimun National Park ↗
  5. Historia.id — Di Balik Cerdik Licik Si Kancil ↗
  6. Mongabay Indonesia — Kasus Perburuan dan Perdagangan Satwa Liar Masih Marak Terjadi (2017) ↗
  7. JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗
  8. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Bacaan lanjutan

Chevrotain: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris). Ikhtisar yang lebih luas dan mencakup hewan ini.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 25 September). Kancil jawa (Tragulus javanicus). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/kancil-jawa/