Ayam hutan hijau (Gallus varius). Ayam hutan hijau adalah burung Phasianidae asal Jawa dan pulau sekitarnya; jantan lebih mencolok daripada betina dan perjumpaan dengan ayam domestik perlu dibedakan.
PANDUANHEWAN · INDONESIA
Hewan di Bali
79 hewan yang tercatat di Bali menurut panduan ini, termasuk jalak Bali, monyet ekor panjang dan biawak air. Dengan nama ilmiah, status IUCN (7 terancam), dan sumber.
PanduanHewan memuat 79 panduan hewan yang tercatat di Bali: 24 burung, 23 reptil, 12 mamalia, 9 serangga dan invertebrata, 7 satwa laut dan 4 amfibi. 7 di antaranya berstatus terancam dalam Daftar Merah IUCN.
Daftar ini memakai wilayah yang disebut dalam panduan dan label lokasi pada cuplikan catatan pengamatan GBIF. Artinya hewan tercatat di Bali; ini bukan bukti endemik atau peta sebaran lengkap.
Babi Hutan (Sus scrofa). Babi hutan memiliki sebaran asli dan sebaran hasil pemindahan manusia yang berbeda; populasi liar, ternak, dan babi feral tidak boleh dicampur dalam satu angka.
Bajing Kelapa (Callosciurus notatus). Bajing kelapa menggunakan pepohonan di hutan, kebun, dan permukiman Asia Tenggara; warna tubuh beberapa jalur perlu dibedakan dari bajing lain.
Bangkong Kolong (Duttaphrynus melanostictus). Kodok buduk Asia memakai banyak habitat yang diubah manusia; penelitian genetik menunjukkan nama ini mungkin mencakup garis keturunan yang lebih rumit.
Belentuk-pohon jawa (Kaloula baleata). Belentuk Jawa adalah katak bermulut sempit dari keluarga Microhylidae; bentuk tubuh membulat membantu pengenalan, tetapi kondisi kulit dan umur dapat mengubah tampilan.
Bengkarung (Eutropis multifasciata). Bengkarung matahari umum memakai tempat terbuka untuk berjemur; tubuh bersisik halus dan garis memanjang perlu dibandingkan dengan skink lain.
Bengkarung Terbang Biasa (Draco volans). Cicak terbang Jawa meluncur dengan lipatan kulit yang ditopang rusuk memanjang; ia tidak memiliki sayap seperti burung atau kelelawar.
Beo atau tiong emas (Gracula religiosa) adalah burung jalak hitam mengilap bergelambir kuning yang terkenal pandai menirukan suara manusia.
Kadal besar semiakuatik yang hidup dekat sungai, rawa, mangrove, dan sejumlah kawasan manusia. Sebagai pemangsa sekaligus pemakan bangkai, biawak air berperan dalam jaring makanan perairan dan daratan.
Blekok (Ardeola speciosa). Blekok Jawa mencari makan di lahan basah dangkal, baik air tawar maupun payau; ikan kecil, serangga, dan kepiting termasuk mangsanya.
Bondol haji (Lonchura maja). Bondol haji terkait lahan basah dan rerumputan; kepala putih pada burung dewasa membantu identifikasi, tetapi burung muda lebih sulit dipisahkan.
Bondol jawa (Lonchura leucogastroides). Bondol Jawa ditemukan di Sumatra selatan, Jawa, Bali, dan Lombok; beberapa populasi di luar kawasan itu berasal dari introduksi manusia.
Bunglon Surai (Bronchocela jubata). Bunglon surai Jawa adalah kadal pohon bertubuh ramping dengan jambul di sepanjang leher dan punggung; nama daerah 'bunglon' tidak menjadikannya chameleon sejati.
Burung takur tukang besi (Psilopogon haemacephalus). Takur ungkut-ungkut memiliki dahi dan tenggorokan merah; suaranya yang berulang seperti ketukan dapat lebih mudah terdengar daripada burung yang bertengger.
Merpati kecil berekor panjang dengan bercak putih pada bidang hitam di tengkuk. Burung ini memanfaatkan lahan terbuka, taman, dan tepi hutan untuk mencari biji.
Cabai jawa (Dicaeum trochileum). Cabai Jawa adalah burung kecil famili Dicaeidae yang endemik Indonesia; warna kepala merah adalah petunjuk jantan, sehingga jenis kelamin dan umur perlu dicatat.
Caladi ulam (Dendrocopos analis). Caladi Jawa termasuk famili pelatuk Picidae; catatan di Indonesia perlu membedakannya dari pelatuk lain melalui pola kepala, sayap, dan lokasi.
Capung-Jala Lekuk (Neurothemis ramburii). Capung Neurothemis ramburii tergolong Libellulidae; identifikasi spesies memerlukan pola sayap dan tubuh, bukan warna merah secara umum.
Capung-Jala Lurus (Neurothemis terminata). Capung merah bersayap tepi-lurus dapat memakai lahan basah buatan dan tercatat luas dari Asia Tenggara sampai kawasan Nusa Tenggara.
Capung-Sambar Garis-Hitam (Crocothemis servilia). Capung sambar merah berasal dari Asia timur dan tenggara, dengan populasi introduksi di tempat lain; jantan merah tidak mewakili warna semua umur.
Capung-Sambar Hijau (Orthetrum sabina). Capung sambar hijau tersebar luas dari Asia sampai Australia; pola hijau-hitam pada tubuh dan perilaku bertengger membantu pengenalan.
Capung-Tengger biru (Diplacodes trivialis). Capung tengger biru sering terlihat bertengger rendah; jantan dewasa dapat berwarna berbeda dari betina dan individu muda.
Cecak Gula (Gehyra mutilata). Cicak empat-jari adalah gecko bersebaran luas; nama umumnya menunjuk bentuk kaki, tetapi identifikasi spesies tetap memerlukan rincian jari dan lokasi.
Cecak tembok (Hemidactylus platyurus). Cicak tembok berekor gepeng; bentuk ekor dan tubuh membantu memisahkannya dari cicak rumah lain yang sering terlihat di bangunan.
Celepuk reban (Otus lempiji) adalah burung hantu kecil berjumbai telinga pendek penghuni hutan, kebun, dan taman kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Chiloscyllium punctatum. Hiu bambu belang-cokelat adalah hiu dasar Indo-Pasifik; pola gelang lebih menonjol pada hewan muda dan dapat berubah saat bertambah umur.
Cinenen jawa (Orthotomus sepium). Cinenen Jawa kini ditempatkan dalam famili Cisticolidae, bukan kelompok warbler Dunia Lama yang dahulu dipakai; penamaan dan identifikasi perlu mengikuti taksonomi mutakhir.
Cipoh kacat (Aegithina tiphia). Cipoh kacat menghuni semak dan tepi hutan; corak bulunya berubah antarpopulasi sehingga foto dari satu wilayah tidak selalu cocok dengan burung dari wilayah lain.
Codot krawar (Cynopterus brachyotis) adalah kelelawar buah kecil yang umum di kota, kebun, dan hutan Indonesia, penyebar biji sekaligus penyerbuk bunga.
Dendrelaphis pictus. Ular tambang merupakan ular ramping yang aktif di vegetasi dan dikenal dari Asia Selatan sampai Asia Tenggara; garis samping perlu dilihat bersama bentuk kepala.
Elang ular bido (Spilornis cheela) adalah elang berjambul pemangsa ular di tepi hutan Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Jenis ini dilindungi di Indonesia.
Hemidactylus frenatus. Cicak rumah Asia sering hidup pada bangunan dan berburu serangga di sekitar lampu; identifikasi perlu membedakannya dari cicak berekor gepeng.
Hiu karang sirip hitam (Carcharhinus melanopterus). Hiu karang sirip-hitam memiliki ujung gelap pada beberapa sirip, terutama sirip punggung pertama; ia berbeda dari hiu sirip-putih karang.
Hypolimnas bolina. Kupu-kupu eggfly besar memiliki perbedaan corak antara jantan dan betina; satu foto tidak selalu mewakili seluruh variasi populasi.
Isap-madu australia (Lichmera indistincta). Burung-madu cokelat merupakan anggota Meliphagidae dengan lidah khusus untuk mengambil nektar; hubungan dengan bunga dapat diamati tanpa menganggap semua kunjungan sebagai penyerbukan.
Burung putih khas Bali dengan kulit biru di sekitar mata. Kisahnya memperlihatkan hubungan antara perdagangan burung, habitat, penangkaran konservasi, dan peran masyarakat.
Jalak putih (Acridotheres melanopterus) adalah jalak putih bersayap hitam endemik Jawa dan Bali yang nyaris punah di alam akibat perdagangan burung.
Jalak suren (Gracupica jalla) adalah jalak belang hitam-putih endemik Jawa dan Bali yang kemungkinan sudah punah di alam akibat perdagangan burung sangkar.
Jelarang Hitam (Ratufa bicolor). Jelarang hitam adalah bajing pohon berukuran besar dari hutan Asia; ukuran tubuh dan ekor berbulu membantu membedakannya dari bajing kelapa.
Kacer atau kucica kampung (Copsychus saularis) adalah burung kicau hitam-putih yang dulu umum di Jawa, tetapi kini jarang di alam akibat penangkapan.
Kadal Rumput (Takydromus sexlineatus). Kadal rumput berekor sangat panjang, sering beberapa kali panjang badan; amati tanpa menarik ekornya karena kadal dapat melepaskannya.
Kijang muncak (Muntiacus muntjak) adalah rusa kecil bertanduk pendek dan bertaring yang hidup di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok.
King kobra Sunda (Ophiophagus bungarus) adalah ular berbisa pemakan ular di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dipisahkan dari O. hannah pada 2024.
Kongkang kolam (Chalcorana chalconota). Kongkang Schlegel pernah dipakai sebagai nama bagi beberapa populasi katak sungai yang kemudian dipisah; identifikasi Sumatra dan Jawa memerlukan rujukan takson mutakhir.
Kupu kupu pastur (Papilio memnon). Kupu-kupu pastur besar memiliki betina dengan beberapa bentuk warna, termasuk bentuk yang meniru spesies lain; jangan mengira semua bentuk adalah takson berbeda.
Kutilang (Pycnonotus aurigaster) adalah burung cucak berkepala hitam asli Jawa dan Bali yang umum di kebun dan kota, tetapi banyak ditangkap untuk dijual.
Lamprolepis smaragdina. Skink pohon zamrud berwarna hijau terang dan hidup di pepohonan; nama umum 'hijau' tidak cukup untuk membedakannya dari kadal hijau lain.
Landak Jawa (Hystrix javanica). Landak Jawa adalah pengerat berduri asli Indonesia yang dilaporkan di Jawa dan beberapa pulau sekitar; penelitian di Jawa Barat menemukan penggunaan hutan sekunder dan area dekat kebun.
Laticauda colubrina. Ular laut bibir-kuning memiliki belang gelap-terang dan memakai laut serta daratan untuk sebagian siklus hidupnya; ia berbisa dan harus dibiarkan tanpa disentuh.
Lebah madu Asia (Apis cerana) adalah lebah madu asli Indonesia yang bersarang di rongga, menyerbuki tanaman, dan dibudidayakan untuk madu.
Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) adalah lumba-lumba pesisir berperut bertotol yang dilindungi penuh di Indonesia.
Lumba-Lumba Moncong Panjang (Stenella longirostris). Lumba-lumba pemintal dikenal karena putaran tubuh saat meloncat, tetapi tidak setiap lompatan memiliki fungsi yang sama; pengamatan laut perlu menjaga jarak.
Lutung Budeng (Trachypithecus auratus). Lutung Jawa umumnya berbulu hitam mengilap, tetapi individu muda dapat berwarna jingga; perubahan warna usia jangan dianggap sebagai spesies lain.
Burung penyanyi dengan tungging kuning mencolok yang sering memakai taman, kebun, dan tepi hutan. Penelitian setempat menunjukkan perannya sebagai pemakan buah dan serangga.
Mobula birostris. Pari manta samudra raksasa berbeda dari manta karang yang juga ada di Indonesia; ukuran, habitat, dan ciri tubuh harus dipakai bersama, bukan label 'manta' saja.
Primata sosial yang menggunakan hutan, tepian sungai, mangrove, dan batas permukiman. Makanan serta interaksi dengan manusia berubah menurut tempat; banyaknya penampakan tidak menunjukkan keadaan seluruh populasi.
Musang (Paradoxurus hermaphroditus). Musang luwak adalah Viverridae yang dapat memakai beragam habitat; perdagangan dan produksi kopi luwak harus dibedakan dari perilaku satwa liar.
Neotrygon caeruleopunctata. Pari topeng berbintik biru tergolong kompleks Neotrygon yang dipisahkan secara taksonomi; warna titik saja tidak memastikan spesies tanpa bentuk serta lokasi.
Polypedates leucomystax. Katak pohon Asia Tenggara membuat sarang busa di dekat air untuk telur; lokasi sarang perlu dibiarkan utuh saat pengamatan.
Punai penganten (Treron griseicauda). Punai penganten adalah merpati hijau endemik Indonesia; warna pipi dan tengkuk membantu memisahkannya dari punai lain di pohon berbuah.
Raja-udang biru (Alcedo coerulescens). Raja-udang biru kecil adalah spesies Indonesia berwarna biru metalik dan putih; ukuran serta pola tubuh perlu diperiksa karena raja-udang lain juga biru.
Rangrang (Oecophylla smaragdina). Semut rangrang merajut daun menjadi sarang menggunakan sutra yang dihasilkan larva; satu pohon dapat menampung beberapa sarang dari satu koloni.
Sanca Kembang (Malayopython reticulatus). Sanca kembang dapat menjadi ular yang sangat panjang dan menangkap mangsa dengan lilitan; ia tidak berbisa, tetapi hewan besar tetap berbahaya bila didekati.
Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus). Srigunting kelabu memiliki beberapa populasi dengan tingkat keabuan dan pola perpindahan berbeda; foto serta tanggal membantu identifikasi subpopulasi.
Taeniura lymma. Pari ekor-pita berbintik biru hidup di kawasan terumbu Indo-Pasifik; pola bintik harus dibaca bersama bentuk cakram dan ekor untuk menghindari kekeliruan dengan maskray.
Tikus rumah (Rattus rattus) adalah tikus pemanjat berekor panjang yang bersarang di plafon dan dinding rumah serta dapat menularkan leptospirosis.
Tokek rumah (Gekko gecko). Tokek adalah cecak pohon besar yang aktif terutama malam hari; panggilannya mudah dikenali, tetapi suara saja tidak selalu menunjukkan lokasi persis individu.
Triaenodon obesus. Hiu sirip-putih karang sering beristirahat dekat dasar terumbu; ujung putih pada sirip punggung dan ekor membantu membedakannya dari hiu sirip-hitam.
Tupai Kekes (Tupaia javanica). Tupai Jawa adalah anggota Tupaiidae, bukan bajing keluarga Sciuridae; sumber menempatkannya di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nias.
Ular Bangkai Laut (Trimeresurus insularis). Ular viper pulau Sunda berbisa; sebagian sumber lama memperlakukannya sebagai subspesies viper bibir-putih, sehingga nama takson harus diperiksa sebelum memakai data.
Ular cabai kecil (Calliophis intestinalis) adalah ular karang kecil berbisa berekor merah dengan perut belang hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Ular Cicak (Lycodon capucinus). Ular serigala rumah memperoleh nama dari gigi depan yang membesar, bukan hubungan dengan mamalia serigala; ia sering disalahartikan ketika terlihat di bangunan.
Ular gadung (Ahaetulla prasina). Ular pucuk bertubuh sangat ramping dan sering berada di vegetasi; warna hijau saja tidak cukup untuk membedakannya dari ular pohon lain.
Ular Jali (Ptyas korros). Ular jali adalah ular tikus Indo-Cina dari Asia Tenggara; nama 'tikus' menunjukkan kelompok umum, bukan bukti bahwa setiap individu hanya memakan tikus.
Ular kobra Jawa (Naja sputatrix) adalah kobra penyembur berbisa dari Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang sering masuk ke permukiman.
Ular siput (Pareas carinatus). Ular siput berlunas termasuk Pareidae dan dikenal sebagai pemakan siput; nama kelompoknya tidak boleh dipakai untuk menyimpulkan semua mangsa pada setiap lokasi.
Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah krait berbisa neurotoksik dengan belang hitam-kuning melingkar penuh, di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Ular weling (Bungarus candidus) adalah krait sangat berbisa bergaris hitam-putih dari Sumatera, Jawa, dan Bali yang aktif pada malam hari.
Walet Linchi (Collocalia linchi). Walet gua ini tercatat di Sumatra, Jawa, dan Bali; sumber spesies menyebut hutan sebagai tempat mencari makan dan gua sebagai lokasi bersarang.
Daftar hewan di Bali dan status IUCN
| Nama | Nama ilmiah | Kelompok | Status konservasi |
|---|---|---|---|
| Ayam hutan hijau | Gallus varius | Burung | Risiko rendah |
| Babi Hutan | Sus scrofa | Mamalia | Risiko rendah |
| Bajing Kelapa | Callosciurus notatus | Mamalia | Risiko rendah |
| Bangkong Kolong | Duttaphrynus melanostictus | Amfibi | Risiko rendah |
| Belentuk-pohon jawa | Kaloula baleata | Amfibi | Risiko rendah |
| Bengkarung | Eutropis multifasciata | Reptil | Risiko rendah |
| Bengkarung Terbang Biasa | Draco volans | Reptil | Risiko rendah |
| Beo | Gracula religiosa | Burung | Risiko rendah |
| Biawak air | Varanus salvator | Reptil | Risiko rendah |
| Blekok | Ardeola speciosa | Burung | Risiko rendah |
| Bondol haji | Lonchura maja | Burung | Risiko rendah |
| Bondol jawa | Lonchura leucogastroides | Burung | Risiko rendah |
| Bunglon Surai | Bronchocela jubata | Reptil | Risiko rendah |
| Burung takur tukang besi | Psilopogon haemacephalus | Burung | Risiko rendah |
| Burung tekukur | Spilopelia chinensis | Burung | Risiko rendah |
| Cabai jawa | Dicaeum trochileum | Burung | Risiko rendah |
| Caladi ulam | Dendrocopos analis | Burung | Risiko rendah |
| Capung-Jala Lekuk | Neurothemis ramburii | Invertebrata | Belum tercatat |
| Capung-Jala Lurus | Neurothemis terminata | Invertebrata | Risiko rendah |
| Capung-Sambar Garis-Hitam | Crocothemis servilia | Invertebrata | Risiko rendah |
| Capung-Sambar Hijau | Orthetrum sabina | Invertebrata | Risiko rendah |
| Capung-Tengger biru | Diplacodes trivialis | Invertebrata | Risiko rendah |
| Cecak Gula | Gehyra mutilata | Reptil | Risiko rendah |
| Cecak tembok | Hemidactylus platyurus | Reptil | Risiko rendah |
| Celepuk reban | Otus lempiji | Burung | Risiko rendah |
| Chiloscyllium punctatum | Chiloscyllium punctatum | Laut | Hampir terancam |
| Cinenen jawa | Orthotomus sepium | Burung | Risiko rendah |
| Cipoh kacat | Aegithina tiphia | Burung | Risiko rendah |
| Codot krawar | Cynopterus brachyotis | Mamalia | Risiko rendah |
| Dendrelaphis pictus | Dendrelaphis pictus | Reptil | Risiko rendah |
| Elang ular bido | Spilornis cheela | Burung | Risiko rendah |
| Hemidactylus frenatus | Hemidactylus frenatus | Reptil | Belum tercatat |
| Hiu karang sirip hitam | Carcharhinus melanopterus | Laut | Rentan |
| Hypolimnas bolina | Hypolimnas bolina | Invertebrata | Belum tercatat |
| Isap-madu australia | Lichmera indistincta | Burung | Risiko rendah |
| Jalak Bali | Leucopsar rothschildi | Burung | Kritis |
| Jalak putih | Acridotheres melanopterus | Burung | Genting |
| Jalak suren | Gracupica jalla | Burung | Belum tercatat |
| Jelarang Hitam | Ratufa bicolor | Mamalia | Hampir terancam |
| Kacer | Copsychus saularis | Burung | Risiko rendah |
| Kadal Rumput | Takydromus sexlineatus | Reptil | Risiko rendah |
| Kijang muncak | Muntiacus muntjak | Mamalia | Risiko rendah |
| King kobra | Ophiophagus bungarus | Reptil | Belum tercatat |
| Kongkang kolam | Chalcorana chalconota | Amfibi | Risiko rendah |
| Kupu kupu pastur | Papilio memnon | Invertebrata | Belum tercatat |
| Kutilang | Pycnonotus aurigaster | Burung | Risiko rendah |
| Lamprolepis smaragdina | Lamprolepis smaragdina | Reptil | Risiko rendah |
| Landak Jawa | Hystrix javanica | Mamalia | Risiko rendah |
| Laticauda colubrina | Laticauda colubrina | Reptil | Risiko rendah |
| Lebah madu Asia | Apis cerana | Invertebrata | Belum tercatat |
| Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik | Tursiops aduncus | Laut | Hampir terancam |
| Lumba-Lumba Moncong Panjang | Stenella longirostris | Mamalia | Risiko rendah |
| Lutung Budeng | Trachypithecus auratus | Mamalia | Rentan |
| Merbah cerucuk | Pycnonotus goiavier | Burung | Risiko rendah |
| Mobula birostris | Mobula birostris | Laut | Genting |
| Monyet ekor panjang | Macaca fascicularis | Mamalia | Genting |
| Musang | Paradoxurus hermaphroditus | Mamalia | Risiko rendah |
| Neotrygon caeruleopunctata | Neotrygon caeruleopunctata | Laut | Risiko rendah |
| Polypedates leucomystax | Polypedates leucomystax | Amfibi | Risiko rendah |
| Punai penganten | Treron griseicauda | Burung | Belum tercatat |
| Raja-udang biru | Alcedo coerulescens | Burung | Risiko rendah |
| Rangrang | Oecophylla smaragdina | Invertebrata | Belum tercatat |
| Sanca Kembang | Malayopython reticulatus | Reptil | Risiko rendah |
| Srigunting kelabu | Dicrurus leucophaeus | Burung | Risiko rendah |
| Taeniura lymma | Taeniura lymma | Laut | Risiko rendah |
| Tikus rumah | Rattus rattus | Mamalia | Risiko rendah |
| Tokek rumah | Gekko gecko | Reptil | Risiko rendah |
| Triaenodon obesus | Triaenodon obesus | Laut | Rentan |
| Tupai Kekes | Tupaia javanica | Mamalia | Risiko rendah |
| Ular Bangkai Laut (Trimeresurus insularis) | Trimeresurus insularis | Reptil | Risiko rendah |
| Ular cabai kecil | Calliophis intestinalis | Reptil | Risiko rendah |
| Ular Cicak | Lycodon capucinus | Reptil | Risiko rendah |
| Ular gadung | Ahaetulla prasina | Reptil | Risiko rendah |
| Ular Jali | Ptyas korros | Reptil | Hampir terancam |
| Ular kobra Jawa | Naja sputatrix | Reptil | Risiko rendah |
| Ular siput | Pareas carinatus | Reptil | Risiko rendah |
| Ular welang | Bungarus fasciatus | Reptil | Risiko rendah |
| Ular weling | Bungarus candidus | Reptil | Risiko rendah |
| Walet Linchi | Collocalia linchi | Burung | Risiko rendah |
Ingin melihat semua hewan?
Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.














































































