Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Persebaran fauna Indonesia: Asiatis, Peralihan, dan Australis

Persebaran fauna di Indonesia berdasarkan garis Wallace dan Weber: ciri dan contoh fauna Asiatis, fauna peralihan (Wallacea), dan fauna Australis.

Tiga wilayah fauna Indonesia

Di pelajaran geografi, hewan darat Indonesia dibagi menjadi tiga kelompok: fauna Asiatis di bagian barat, fauna peralihan di bagian tengah, dan fauna Australis di bagian timur. Pembagian ini mengikuti letak geologi Indonesia: dangkalan Sunda di barat, kawasan peralihan di tengah, dan dangkalan Sahul di timur.

Batas antarwilayah digambar sebagai garis khayal: garis Wallace, garis Weber, dan garis Lydekker. Garis pertama diterbitkan Alfred Russel Wallace pada 1863 berdasarkan sebaran mamalia dan burung darat. Sejak itu para ahli menyadari bahwa semua garis ini sedikit banyak 'bocor', sehingga muncul gagasan kawasan peralihan yang kini disebut Wallacea.

Dasar informasi: Kemendikbud, Direktorat SMA (2020) Modul Geografi Kelas XI KD 3.2 dan 4.2: Persebaran flora dan fauna ↗ · Ali & Heaney (2021) Wallace's line, Wallacea, and associated divides and areas: history of a tortuous tangle of ideas and labels. Biological Reviews 96: 922-942 (abstract) ↗ · Struebig et al. (2022) Safeguarding imperiled biodiversity and evolutionary processes in the Wallacea center of endemism. BioScience 72(11): 1118-1130 ↗

Garis Wallace: dari Selat Lombok ke Selat Makassar

Garis Wallace adalah batas antara wilayah fauna Oriental (Asia) dan wilayah fauna Australia. Dari Samudra Hindia, garis ini melewati Selat Lombok di antara Bali dan Lombok, naik ke utara melalui Selat Makassar di antara Kalimantan dan Sulawesi, lalu membelok ke timur di selatan Mindanao menuju Laut Filipina. Modul geografi Kemendikbud menggambarkan bagian utaranya melewati Laut Sulawesi dan celah antara Mindanao dan Kepulauan Sangihe.

Wallace melihat perbedaan tajam di Selat Lombok. Ia menulis bahwa di Bali ada burung takur, burung cucak, dan pelatuk, sedangkan di Lombok burung-burung itu tidak terlihat lagi dan digantikan kakatua, burung pengisap madu, dan burung gosong.

Jalurnya tidak hanya satu versi. T. H. Huxley (1868) menggeser bagian utara garis ke sebelah barat Filipina, dengan Palawan tetap di sisi Asia. Wallace sendiri pada 1910 memindahkan jalur garisnya dari sisi barat ke sisi timur Sulawesi.

Dasar informasi: Britannica: Wallace Line (archived snapshot, 5 Jan 2026) ↗ · Kemendikbud, Direktorat SMA (2020) Modul Geografi Kelas XI KD 3.2 dan 4.2: Persebaran flora dan fauna ↗ · Wallace (1863) On the physical geography of the Malay Archipelago. J. Royal Geographical Society 33 (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗ · Britannica (C. P. Groves): Biogeographic region - Oriental region, Wallacea, Notogaean and Australian regions (archived snapshot, 7 Sep 2025) ↗ · Ali & Heaney (2021) Wallace's line, Wallacea, and associated divides and areas: history of a tortuous tangle of ideas and labels. Biological Reviews 96: 922-942 (abstract) ↗ · Natural History Museum, London: Who was Alfred Russel Wallace? ↗

Garis Weber: garis keseimbangan fauna

Garis Weber, dinamai menurut Max Weber, adalah garis keseimbangan fauna. Di sekitar garis ini unsur fauna Asia dan Australia kira-kira sama banyak (50:50). Di sebelah baratnya lebih dari separuh fauna bercorak Asia, sedangkan di sebelah timurnya lebih dari separuh bercorak Australia.

Britannica menempatkan garis Weber di sebelah barat Kepulauan Maluku. Sejalan dengan itu, sebagian modul sekolah memakai garis Weber sebagai batas antara Maluku dan Papua di timur dengan wilayah Indonesia lainnya.

Dasar informasi: Britannica (C. P. Groves): Biogeographic region - Oriental region, Wallacea, Notogaean and Australian regions (archived snapshot, 7 Sep 2025) ↗ · Kemendikbud, Direktorat Pembinaan SMA (2018) e-Modul Persebaran Flora-Fauna di Indonesia dan Dunia (Geografi Kelas XI KD 3.2) ↗ · Kemendikbud, Direktorat SMA (2020) Modul Geografi Kelas XI KD 3.2 dan 4.2: Persebaran flora dan fauna ↗

Garis Lydekker: tepi Paparan Sahul

Garis Lydekker mengikuti tepi Paparan Sahul, yaitu landas kontinen Australia dan Papua. Garis ini berada di sebelah barat Papua dan di utara Australia. Wilayah di sebelah baratnya adalah kawasan peralihan Wallacea, sedangkan wilayah di sebelah timurnya dihuni flora dan fauna bercorak Australis.

Garis ini diterbitkan Lydekker pada 1896. Sebagian ahli mengusulkan nama garis Heilprin-Lydekker, karena Angelo Heilprin sudah mengajukan batas serupa pada 1887.

Dasar informasi: Britannica: Lydekker's Line (archived snapshot, 15 Oct 2025) ↗ · Britannica (C. P. Groves): Biogeographic region - Oriental region, Wallacea, Notogaean and Australian regions (archived snapshot, 7 Sep 2025) ↗ · Doorenweerd et al. (2020) The Dacini fruit fly fauna of Sulawesi fits Lydekker's line but also supports Wallacea as a biogeographic region. ZooKeys ↗ · Kemendikbud, Direktorat SMA (2020) Modul Geografi Kelas XI KD 3.2 dan 4.2: Persebaran flora dan fauna ↗ · Ali & Heaney (2021) Wallace's line, Wallacea, and associated divides and areas: history of a tortuous tangle of ideas and labels. Biological Reviews 96: 922-942 (abstract) ↗

Pulau mana masuk wilayah mana?

Wilayah Asiatis (Paparan Sunda): Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Batas timurnya adalah garis Wallace, sehingga Bali masih termasuk wilayah Asiatis, sedangkan Lombok sudah masuk wilayah peralihan.

Wilayah peralihan (Wallacea): Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara dari Lombok ke timur termasuk Timor, dan Kepulauan Maluku. Para ilmuwan memasukkan Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Timor-Leste ke dalam Wallacea, yaitu wilayah di antara garis Wallace dan garis Lydekker.

Wilayah Australis (Paparan Sahul): Papua, Kepulauan Aru, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wallace (1863) mencatat bahwa Kepulauan Aru, Misool, dan Waigeo lebih mirip Papua dalam mamalia dan burungnya dibanding dengan Maluku, karena terhubung ke Papua oleh laut dangkal.

Dasar informasi: Kemendikbud, Direktorat SMA (2020) Modul Geografi Kelas XI KD 3.2 dan 4.2: Persebaran flora dan fauna ↗ · Kemendikbud, Direktorat Pembinaan SMA (2018) e-Modul Persebaran Flora-Fauna di Indonesia dan Dunia (Geografi Kelas XI KD 3.2) ↗ · Britannica: Wallace Line (archived snapshot, 5 Jan 2026) ↗ · Struebig et al. (2022) Safeguarding imperiled biodiversity and evolutionary processes in the Wallacea center of endemism. BioScience 72(11): 1118-1130 ↗ · Wallace (1863) On the physical geography of the Malay Archipelago. J. Royal Geographical Society 33 (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗

Di mana letak Maluku dan Kepulauan Aru?

Buku sekolah tidak seragam soal Maluku. Modul Kemendikbud 2020 memasukkan Kepulauan Maluku ke wilayah peralihan, sedangkan modul Kemendikbud 2018 mengelompokkan Maluku bersama Papua di sebelah timur garis Weber. Ilmuwan biogeografi umumnya memasukkan Maluku ke Wallacea, walaupun Britannica mencatat bahwa kekerabatan fauna Maluku jelas lebih dekat ke Papua.

Kepulauan Aru adalah kasus khusus. Secara administratif Aru adalah kabupaten di Provinsi Maluku, tetapi pulau-pulaunya menonjol di atas Paparan Sahul. Karena itu, dalam pembagian fauna, Aru masuk wilayah Australis bersama Papua.

Dasar informasi: Kemendikbud, Direktorat SMA (2020) Modul Geografi Kelas XI KD 3.2 dan 4.2: Persebaran flora dan fauna ↗ · Kemendikbud, Direktorat Pembinaan SMA (2018) e-Modul Persebaran Flora-Fauna di Indonesia dan Dunia (Geografi Kelas XI KD 3.2) ↗ · Struebig et al. (2022) Safeguarding imperiled biodiversity and evolutionary processes in the Wallacea center of endemism. BioScience 72(11): 1118-1130 ↗ · Britannica (C. P. Groves): Biogeographic region - Oriental region, Wallacea, Notogaean and Australian regions (archived snapshot, 7 Sep 2025) ↗ · Portal resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru ↗ · Wallace (1863) On the physical geography of the Malay Archipelago. J. Royal Geographical Society 33 (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗

Ciri-ciri fauna Asiatis

Fauna Asiatis mirip fauna daratan Asia. Ciri yang paling mudah dikenali adalah mamalia plasenta berukuran besar. Wallace (1863) mencontohkan gajah dan tapir di Sumatra, badak di Sumatra dan Jawa, serta sapi liar di Kalimantan.

Kelompok khas lainnya adalah kera besar dan owa, seperti orangutan di Sumatra dan Kalimantan serta siamang di Sumatra, juga kucing besar seperti harimau sumatera. Britannica mencatat suku owa (Hylobatidae) dan tupai pohon (Tupaiidae) sebagai suku endemik wilayah Oriental.

Dasar informasi: Wallace (1863) On the physical geography of the Malay Archipelago. J. Royal Geographical Society 33 (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗ · Britannica (C. P. Groves): Biogeographic region - Oriental region, Wallacea, Notogaean and Australian regions (archived snapshot, 7 Sep 2025) ↗ · Britannica: orangutan (archived snapshot, 26 Dec 2025) ↗ · Britannica: siamang (archived snapshot, 18 Sep 2025) ↗ · Britannica: tiger (archived snapshot, 28 Dec 2025) ↗ · Kemendikbud, Direktorat SMA (2020) Modul Geografi Kelas XI KD 3.2 dan 4.2: Persebaran flora dan fauna ↗

Ciri-ciri fauna peralihan

Fauna peralihan adalah fauna kawasan Wallacea, tempat bertemunya fauna Asia dan Australia. Cirinya: campuran unsur Asia dan Australia, dan tingkat endemisme yang termasuk tertinggi di dunia. Wallacea memiliki 62 genus vertebrata endemik.

Sulawesi adalah contoh terbaik. Dari 63 jenis mamalia darat yang tidak terbang di pulau ini, setidaknya 61 jenis endemik. Di sana hidup hewan dari garis keturunan Asia, seperti anoa yang berkerabat dengan hewan bovid (sebangsa sapi dan kerbau) di Filipina dan Asia Timur, serta tujuh jenis monyet Macaca, marga monyet yang hampir semua jenisnya hidup di Asia. Namun di pulau yang sama juga hidup kuskus beruang, mamalia berkantung dari kelompok Australasia.

Satwa ikonik lainnya adalah babirusa dan maleo di Sulawesi, serta komodo di Pulau Komodo dan beberapa pulau di sekitarnya di Kepulauan Nusa Tenggara.

Dasar informasi: Struebig et al. (2022) Safeguarding imperiled biodiversity and evolutionary processes in the Wallacea center of endemism. BioScience 72(11): 1118-1130 ↗ · Frantz et al. (2018) Synchronous diversification of Sulawesi's iconic artiodactyls driven by recent geological events. Proc. R. Soc. B 285: 20172566 ↗ · Britannica: macaque (archived snapshot, 5 Dec 2025) ↗ · Animal Diversity Web (University of Michigan): Ailurops ursinus, bear cuscus ↗ · Britannica: cuscus (archived snapshot, 19 Jul 2025) ↗ · Britannica (C. P. Groves): Biogeographic region - Oriental region, Wallacea, Notogaean and Australian regions (archived snapshot, 7 Sep 2025) ↗ · Britannica: Komodo dragon (archived snapshot, 6 Jan 2026) ↗ · Indonesia.go.id (Portal Informasi Indonesia, 18 Dec 2020): Melestarikan Maleo yang Hanya Ada di Sulawesi (archived snapshot) ↗

Ciri-ciri fauna Australis

Fauna Australis bercorak seperti fauna Australia. Britannica memasukkan Papua (Pulau Nugini) ke dalam wilayah Australia, dan menyebut fauna Papua sebagai sisi hutan hujan dari fauna Australia.

Cirinya: banyak mamalia berkantung (marsupial), seperti kuskus dan kanguru pohon, serta burung khas seperti kasuari dan cenderawasih. Britannica mencatat kasuari (Casuariiformes) dan cenderawasih (Paradisaeidae) sebagai kelompok endemik wilayah Australia. Wallace (1863) mencatat bahwa Australia tidak memiliki kera, monyet, kucing, maupun harimau, dan sebagai gantinya memiliki hewan berkantung seperti kanguru dan oposum.

Dasar informasi: Britannica (C. P. Groves): Biogeographic region - Oriental region, Wallacea, Notogaean and Australian regions (archived snapshot, 7 Sep 2025) ↗ · Britannica: cuscus (archived snapshot, 19 Jul 2025) ↗ · Kemendikbud, Direktorat Pembinaan SMA (2018) e-Modul Persebaran Flora-Fauna di Indonesia dan Dunia (Geografi Kelas XI KD 3.2) ↗ · Wallace (1863) On the physical geography of the Malay Archipelago. J. Royal Geographical Society 33 (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗ · Britannica: cassowary (archived snapshot, 28 Dec 2025) ↗ · Britannica: bird-of-paradise (archived snapshot, 29 Dec 2025) ↗

Mengapa garis-garis ini ada?

Kuncinya adalah kedalaman laut. Wilayah Asiatis berdiri di atas Paparan Sunda, landas kontinen yang menyambung ke Asia. Wallace (1863) mencatat bahwa laut yang menghubungkan Jawa, Sumatra, dan Kalimantan dengan Semenanjung Malaya dan Siam (Thailand) kurang dari 50 depa (sekitar 90 meter). Papua dan Kepulauan Aru berdiri di atas Paparan Sahul yang menyambung ke Australia.

Pada zaman es Pleistosen, glasiasi membuat muka laut turun. Pulau-pulau di Paparan Sunda pun tersambung dengan daratan Asia dari waktu ke waktu. Peta Voris (2000) menggambarkan garis pantai purba saat muka laut 75, 100, dan 120 meter di bawah muka laut sekarang. Muka laut terendah hanya berlangsung relatif singkat, tetapi selama lebih dari separuh periode yang dikaji Voris, muka laut berada setidaknya 40 meter di bawah muka laut sekarang.

Pulau-pulau Wallacea tidak pernah tersambung dengan Paparan Sunda maupun Sahul, karena dipisahkan palung dan selat laut dalam selama setidaknya 23 juta tahun terakhir. Garis Wallace pun menandai tempat banyak kelompok ikan, burung, dan mamalia melimpah di satu sisi, tetapi jarang atau tidak ada di sisi lainnya.

Dasar informasi: Wallace (1863) On the physical geography of the Malay Archipelago. J. Royal Geographical Society 33 (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗ · Kemendikbud, Direktorat SMA (2020) Modul Geografi Kelas XI KD 3.2 dan 4.2: Persebaran flora dan fauna ↗ · Kemendikbud, Direktorat Pembinaan SMA (2018) e-Modul Persebaran Flora-Fauna di Indonesia dan Dunia (Geografi Kelas XI KD 3.2) ↗ · Voris (2000) Maps of Pleistocene sea levels in Southeast Asia: shorelines, river systems and time durations. Journal of Biogeography 27: 1153-1167 (abstract) ↗ · Field Museum: Pleistocene sea level maps (H. K. Voris) ↗ · Doorenweerd et al. (2020) The Dacini fruit fly fauna of Sulawesi fits Lydekker's line but also supports Wallacea as a biogeographic region. ZooKeys ↗ · Struebig et al. (2022) Safeguarding imperiled biodiversity and evolutionary processes in the Wallacea center of endemism. BioScience 72(11): 1118-1130 ↗ · Britannica: Wallace Line (archived snapshot, 5 Jan 2026) ↗

Garis, bukan tembok

Banyak ahli zoogeografi kini tidak lagi menganggap garis Wallace sebagai batas wilayah yang tegas. Meski begitu, garis ini tetap menandai batas sebaran yang tajam bagi banyak kelompok hewan utama.

Para peneliti juga belum sepakat tentang letak persis garis dan kawasan ini, bahkan setelah memakai metode analisis modern. Hal ini wajar, karena setiap kelompok makhluk hidup punya sejarah penyebaran yang berbeda. Tinjauan Ali dan Heaney (2021) juga mencatat bahwa banyak tulisan sekunder menggambarkan garis-garis ini secara keliru, sehingga sebaiknya setiap garis dirujuk sesuai definisi aslinya.

Dasar informasi: Britannica: Wallace Line (archived snapshot, 5 Jan 2026) ↗ · Ali & Heaney (2021) Wallace's line, Wallacea, and associated divides and areas: history of a tortuous tangle of ideas and labels. Biological Reviews 96: 922-942 (abstract) ↗

Contoh fauna asiatis

Bentang alam berhutan di Sumatera
Elephas maximus sumatranus

Herbivora besar yang memindahkan biji dan membentuk hutan. Konservasinya memerlukan ruang jelajah yang terhubung serta solusi bersama masyarakat di sekitar habitat.

Sumatera
Panthera tigris sondaica

Populasi harimau terakhir di Kepulauan Sunda bertahan di Sumatera. Perlindungan hutan, satwa mangsa, dan jalur jelajahnya mendukung kelangsungan seluruh bentang alam.

Taman Nasional Ujung Kulon, Banten
Rhinoceros sondaicus

Badak bercula satu dengan satu populasi liar yang tersisa di Ujung Kulon. Perlindungan ketat dan pemeliharaan habitat menjadi penopang masa depannya.

Sumatera, di selatan Danau Toba
Tapirus indicus

Tapir hitam-putih yang merupakan satu-satunya tapir Asia. Hutan, air, dan ruang bergerak yang aman menopang hidupnya di Sumatera.

Kalimantan
Pongo pygmaeus

Kera besar penghuni hutan Borneo, termasuk rawa gambut Kalimantan. Keragaman populasi dan hubungan antarhabitat penting untuk memahami konservasinya.

Sumatera
Symphalangus syndactylus

Owa terbesar dengan kantong tenggorokan yang menguatkan suara. Kehidupan kelompoknya menghubungkan komunikasi, perawatan anak, dan hutan yang terhubung.

  • Gajah Sumatera: Gajah asia adalah mamalia besar daratan Asia dengan subspesies tersendiri di Sumatra, dan Wallace (1863) menyebut gajah Sumatra sebagai contoh mamalia besar wilayah Indo-Malaya.
  • Harimau Sumatera: Sebaran harimau membentang dari Timur Jauh Rusia sampai Pulau Sumatra, jadi harimau sumatera adalah kucing besar Asia di tepi selatan sebarannya.
  • Badak Jawa: Wallace (1863) menyebut badak Sumatra dan kerabatnya di Jawa sebagai contoh mamalia besar wilayah Indo-Malaya.
  • Tapir Asia: Tapir asia adalah satu-satunya tapir di Asia Tenggara, dan Wallace (1863) menyebut tapir Sumatra sebagai contoh fauna Asia.
  • Orangutan Kalimantan: Orangutan adalah kera besar Asia yang hanya hidup di Sumatra dan Kalimantan, keduanya di sebelah barat garis Wallace.
  • Siamang: Siamang termasuk suku owa (Hylobatidae), suku endemik wilayah Oriental, dan hidup di Sumatra dan Semenanjung Malaya.

Contoh fauna peralihan

Nusa Tenggara Timur: Flores dan pulau-pulau sekitarnya
Varanus komodoensis

Kadal terbesar yang masih hidup, berasal dari sejumlah pulau di Nusa Tenggara Timur. Kenali hubungan komodo dengan mangsa, habitat kering, dan konservasi tiap pulau.

Sulawesi dan Buton
Bubalus depressicornis

Kerabat kerbau bertubuh kecil dari Sulawesi dan Buton. Kehidupan hutan, sumber air, dan perburuan menjadi bagian penting kisah konservasi anoa.

Sulawesi; cakupan taksonomi mengikuti kelompok spesialis
Babyrousa celebensis

Babi liar Sulawesi dengan taring atas jantan yang melengkung melalui kulit moncong. Profil ini memisahkan spesies Sulawesi dari babirusa pulau lain.

Sulawesi dan pulau satelit tertentu
Macrocephalon maleo

Burung Sulawesi yang memakai panas lingkungan untuk menetaskan telur. Kelangsungannya menghubungkan hutan tempat hidup dengan lokasi peneluran yang sangat khusus.

Sulawesi dan sejumlah pulau di sekitarnya
Ailurops ursinus

Mamalia berkantung penghuni pepohonan Sulawesi. Daun, tajuk yang tersambung, dan rendahnya gangguan manusia penting bagi satwa yang sering bergerak tenang ini.

Sulawesi Utara
Macaca nigra

Yaki adalah monyet berjambul khas Sulawesi Utara. Penelitian lapangan di Tangkoko menunjukkan kaitan antara buah, ruang jelajah, dan keberlangsungan habitat hutannya.

  • Komodo: Komodo hanya hidup di Pulau Komodo dan beberapa pulau di sekitarnya di Nusa Tenggara, dan disebut sebagai salah satu satwa ikonik Wallacea.
  • Anoa dataran rendah: Anoa adalah kerbau mini endemik Sulawesi yang berkerabat dengan hewan bovid di Filipina dan Asia Timur: contoh garis keturunan Asia yang berkembang menjadi jenis khas Wallacea.
  • Babirusa Sulawesi: Babirusa hidup di Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya, dan disebut sebagai salah satu satwa ganjil yang khas Wallacea.
  • Maleo: Maleo tidak ditemukan di tempat lain di dunia selain Sulawesi, dan disebut sebagai salah satu satwa ikonik pusat endemisme Wallacea.
  • Kuskus beruang Sulawesi: Kuskus beruang adalah mamalia berkantung yang hanya hidup di Sulawesi dan Kepulauan Talaud: unsur Australasia yang hidup berdampingan dengan hewan asal Asia.
  • Yaki: Yaki adalah salah satu dari tujuh jenis monyet Macaca di Sulawesi; marga ini hampir seluruhnya hidup di Asia, sehingga yaki menunjukkan unsur Asia di kawasan peralihan.

Contoh fauna australis

Kepulauan Aru (Maluku) dan dataran rendah selatan Papua
Paradisaea apoda

Cenderawasih besar (Paradisaea apoda) adalah cenderawasih berbulu hias kuning dari Kepulauan Aru dan dataran rendah selatan Papua.

Pulau-pulau Raja Ampat, termasuk Waigeo dan Batanta
Paradisaea rubra

Burung penghuni hutan Raja Ampat dengan bulu merah dan dua pita ekor panjang pada jantan. Keindahannya menghubungkan pengamatan burung dengan perlindungan hutan.

Dataran rendah Papua (kecuali sisi aliran utara), Kepulauan Aru, dan Seram (kemungkinan hasil introduksi)
Casuarius casuarius

Burung besar yang tidak terbang dan menyebarkan biji melalui makanannya. Profil ini membahas Casuarius casuarius, salah satu spesies kasuari di kawasan Nugini.

Papua (termasuk Misool) dan Kepulauan Aru
Probosciger aterrimus

Kakatua raja (Probosciger aterrimus) adalah kakatua hitam besar berpipi merah dari Papua dan Kepulauan Aru yang dikenal menabuh ‘drum’.

Catatan: Papua Barat
Spilocuscus papuensis

Kuskus Waigeo (Spilocuscus papuensis). Kuskus Waigeo adalah marsupial yang hanya diketahui secara asli dari Pulau Waigeo; catatan di luar pulau harus dikaji sebelum disebut sebaran alamiah.

Papua bagian selatan
Carettochelys insculpta

Labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) adalah kura-kura air tawar bermoncong mirip babi dari selatan Papua, terancam perdagangan tukik ilegal.

  • Cenderawasih besar: Wallace (1857) mencatat cenderawasih besar hanya ada di Papua dan Kepulauan Aru, dan cenderawasih (Paradisaeidae) adalah suku burung endemik wilayah Australia.
  • Cenderawasih merah: Cenderawasih merah endemik Pulau Waigeo dan Batanta di Raja Ampat; Wallace (1863) mencatat bahwa Waigeo terhubung ke Papua oleh laut dangkal.
  • Kasuari gelambir ganda: Kasuari gelambir ganda hidup di Papua, pulau-pulau di sekitarnya, dan Australia, dan kasuari (Casuariiformes) adalah kelompok burung endemik wilayah Australia.
  • Kakatua raja: Kakatua raja hidup di Papua, Kepulauan Aru, dan timur laut Australia, sehingga sebarannya mengikuti Paparan Sahul.
  • Kuskus Waigeo: Kuskus Waigeo adalah mamalia berkantung (suku Phalangeridae) yang endemik Waigeo dan Pulau Gam di Raja Ampat, contoh mamalia berkantung khas Australasia.
  • Labi-labi moncong babi: Labi-labi moncong babi hanya hidup di dataran rendah selatan Papua dan sungai-sungai di utara Australia, dua daratan yang sama-sama berada di Paparan Sahul.

Pertanyaan umum

Bagaimana persebaran fauna di Indonesia berdasarkan garis Wallace dan garis Weber?

Garis Wallace (Selat Lombok sampai Selat Makassar) memisahkan fauna Asiatis di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali dari fauna peralihan di sebelah timurnya. Garis Weber, di sebelah barat Maluku, adalah garis keseimbangan: di baratnya fauna bercorak Asia lebih banyak, di timurnya fauna bercorak Australia lebih banyak. Wilayah di antara garis Wallace dan garis Lydekker disebut Wallacea (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku), sedangkan Papua dan Kepulauan Aru termasuk fauna Australis.

Fauna Asiatis contohnya apa saja?

Contohnya gajah sumatera, harimau sumatera, badak jawa, tapir asia, orangutan, siamang, dan banteng. Hewan-hewan ini hidup di Sumatra, Jawa, Kalimantan, atau Bali, yaitu di sebelah barat garis Wallace, dan berkerabat dengan hewan di daratan Asia.

Fauna peralihan adalah apa?

Fauna peralihan adalah fauna di kawasan Wallacea (Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku), yaitu wilayah antara garis Wallace dan garis Lydekker. Faunanya campuran unsur Asia dan Australia dan banyak yang endemik, misalnya anoa, babirusa, maleo, kuskus beruang, dan komodo.

Apa ciri-ciri fauna Australis?

Fauna Australis mirip fauna Australia: banyak mamalia berkantung seperti kuskus dan kanguru pohon, serta burung khas seperti kasuari dan cenderawasih. Di Indonesia, fauna ini terdapat di Papua, Kepulauan Aru, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang berada di Paparan Sahul.

Garis Wallace memisahkan apa, dan apa itu garis Weber?

Garis Wallace memisahkan wilayah fauna Asia (Oriental) dari wilayah fauna peralihan dan Australia; di Indonesia garis ini lewat di antara Bali dan Lombok serta di antara Kalimantan dan Sulawesi. Garis Weber adalah garis keseimbangan fauna di sebelah barat Maluku, tempat unsur fauna Asia dan Australia kira-kira sama banyak.

Sumber

  1. Britannica: Wallace Line (archived snapshot, 5 Jan 2026) ↗
  2. Britannica (C. P. Groves): Biogeographic region - Oriental region, Wallacea, Notogaean and Australian regions (archived snapshot, 7 Sep 2025) ↗
  3. Britannica: Lydekker's Line (archived snapshot, 15 Oct 2025) ↗
  4. Ali & Heaney (2021) Wallace's line, Wallacea, and associated divides and areas: history of a tortuous tangle of ideas and labels. Biological Reviews 96: 922-942 (abstract) ↗
  5. Doorenweerd et al. (2020) The Dacini fruit fly fauna of Sulawesi fits Lydekker's line but also supports Wallacea as a biogeographic region. ZooKeys ↗
  6. Struebig et al. (2022) Safeguarding imperiled biodiversity and evolutionary processes in the Wallacea center of endemism. BioScience 72(11): 1118-1130 ↗
  7. Frantz et al. (2018) Synchronous diversification of Sulawesi's iconic artiodactyls driven by recent geological events. Proc. R. Soc. B 285: 20172566 ↗
  8. Voris (2000) Maps of Pleistocene sea levels in Southeast Asia: shorelines, river systems and time durations. Journal of Biogeography 27: 1153-1167 (abstract) ↗
  9. Field Museum: Pleistocene sea level maps (H. K. Voris) ↗
  10. Wallace (1863) On the physical geography of the Malay Archipelago. J. Royal Geographical Society 33 (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗
  11. Wallace (1857) On the great bird of paradise, Paradisea apoda (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗
  12. Natural History Museum, London: Who was Alfred Russel Wallace? ↗
  13. Kemendikbud, Direktorat SMA (2020) Modul Geografi Kelas XI KD 3.2 dan 4.2: Persebaran flora dan fauna ↗
  14. Kemendikbud, Direktorat Pembinaan SMA (2018) e-Modul Persebaran Flora-Fauna di Indonesia dan Dunia (Geografi Kelas XI KD 3.2) ↗
  15. Portal resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru ↗
  16. Britannica: cassowary (archived snapshot, 28 Dec 2025) ↗
  17. Britannica: palm cockatoo (archived snapshot, 13 Jun 2025) ↗
  18. Britannica: cuscus (archived snapshot, 19 Jul 2025) ↗
  19. Britannica: Komodo dragon (archived snapshot, 6 Jan 2026) ↗
  20. Britannica: babirusa (archived snapshot, 11 Oct 2025) ↗
  21. Britannica: tapir (archived snapshot, 8 Jan 2026) ↗
  22. Britannica: siamang (archived snapshot, 18 Sep 2025) ↗
  23. Britannica: tiger (archived snapshot, 28 Dec 2025) ↗
  24. Britannica: Asian elephant (archived snapshot, 12 Dec 2025) ↗
  25. Britannica: macaque (archived snapshot, 5 Dec 2025) ↗
  26. Britannica: orangutan (archived snapshot, 26 Dec 2025) ↗
  27. Britannica: bird-of-paradise (archived snapshot, 29 Dec 2025) ↗
  28. Animal Diversity Web (University of Michigan): Ailurops ursinus, bear cuscus ↗
  29. Animal Diversity Web (University of Michigan): Carettochelys insculpta, pig-nosed turtle ↗
  30. IPB University (Aug 2026): Waigeo cuscus on a fallen tree - habitat loss for Papua's endemic species ↗
  31. Handbook of the Mammals of the World vol. 5 (2015): Spilocuscus papuensis account (Zenodo) ↗
  32. Britannica: banteng (archived snapshot, 26 Aug 2025) ↗
  33. Indonesia.go.id (Portal Informasi Indonesia, 18 Dec 2020): Melestarikan Maleo yang Hanya Ada di Sulawesi (archived snapshot) ↗
  34. Budhiana et al. (2025) Environmental factors influencing lek site selection in the red bird of paradise (Paradisaea rubra) in Raja Ampat. Biodiversitas 26 ↗

Ingin melihat semua hewan?

Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.

Buka direktori hewan