Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Mamalia · Sumatera

Gajah Sumatera

Herbivora besar yang memindahkan biji dan membentuk hutan. Konservasinya memerlukan ruang jelajah yang terhubung serta solusi bersama masyarakat di sekitar habitat.

Disusun dari sumber tercantum dengan bantuan AI. Cara penyusunan dan batas tinjauan

Foto Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).
(c) Mario Barroso, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Gambar dipotong untuk tata letak.

Jawaban singkat

Status IUCN: Kritis

Sekilas tentang gajah Sumatera

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) adalah mamalia dari famili Elephantidae. Wilayahnya di Indonesia: Bentang alam berhutan di Sumatera. Hewan ini endemik Indonesia: hanya hidup secara alami di Sumatra. Pola makannya: beragam tumbuhan; termasuk hewan herbivora. Status Daftar Merah IUCN: Kritis (Critically Endangered). Gajah Sumatera termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Gajah Sumatera
Nama ilmiahElephas maximus sumatranus
Nama InggrisSumatran elephant
KelompokMamalia
FamiliElephantidae
Wilayah di IndonesiaBentang alam berhutan di Sumatera
Habitat terkaitHutan Hujan Tropis
MakananBeragam tumbuhan
Peran ekologiPenyebaran biji
SebaranSumatera, Indonesia
Status IUCNKritis (Critically Endangered) · WWF — Sumatran elephant
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 51
Perkiraan populasi1.320–1.635 individu di alam liar (rencana aksi pemerintah 2026–2036) · Mongabay — Only 1,325-1,648 wild elephants left in Indonesia, government says (Aug 2026)
Penurunan populasiTurun dari perkiraan 2.400–2.800 individu yang diterbitkan pada 2007 · Mongabay — Only 1,325-1,648 wild elephants left in Indonesia, government says (Aug 2026)
Jenis pemakanHerbivora (pemakan tumbuhan) — pemakan berbagai tumbuhan: rumput, daun, kulit kayu, akar, dan buah · Animal Diversity Web
Cara berkembang biakMelahirkan (vivipar) · Animal Diversity Web
Hari peringatanHari Gajah Sedunia (12 Agustus)
Waktu aktifKatemeral (aktif tidak teratur pada siang dan malam) — Akun gajah Asia menjelaskan pencarian makan siang dan malam serta berkurangnya aktivitas saat paling panas; bukan pengukuran khusus tiap populasi. · Animal Diversity Web — Asian elephant: behaviour
Endemik IndonesiaYa — Sumatra · IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group
Dalam panduan ini (12)
Tentang panduan iniDisetujui oleh tim pada 2026-10-07. Persetujuan mencakup narasi, fakta, jawaban ringkas, dan lokasi tercatat dalam kedua bahasa pada versi ini.

Gajah Asia di Sumatera

Gajah Sumatera merupakan subspesies gajah Asia. Jangan memindahkan informasi ukuran, perilaku, atau sebaran gajah Afrika langsung ke profil ini. Bahkan di antara populasi gajah Asia, kondisi bentang alam berbeda. Nama ilmiah membantu memastikan laporan yang dibaca benar-benar membahas populasi yang dimaksud.

Dasar informasi: WWF — Sumatran elephant ↗ · Smithsonian’s National Zoo — Asian elephant ↗

Hutan yang bergerak bersama gajah

Gajah memakan beragam tumbuhan dan dapat membawa biji ke tempat lain melalui pergerakan serta kotorannya. Hubungan ini mengaitkan kelangsungan gajah dengan regenerasi hutan. Peran ekologinya tidak berhenti pada tubuh hewan; dampaknya terhubung dengan tumbuhan dan satwa lain di habitat yang sama.

Dasar informasi: WWF — Sumatran elephant ↗

Kehidupan sosial dan kebutuhan ruang

Gajah Asia hidup dalam hubungan sosial yang penting, terutama di antara betina dan anak. Mereka memerlukan akses makanan, air, dan jalur perpindahan. Sifat sosial serta kebutuhan ruang tersebut menjelaskan mengapa menilai kesejahteraan hanya dari makanan yang diberikan atau ukuran tubuh yang terlihat akan menghasilkan gambaran yang tidak lengkap.

Dasar informasi: Smithsonian’s National Zoo — Asian elephant ↗

Memahami konflik tanpa menyalahkan

Kebun, permukiman, dan jalur gajah dapat saling beririsan sehingga kerugian nyata dialami warga. WWF-Indonesia menggambarkan pendekatan agroforestri di Peusangan sebagai bagian usaha hidup berdampingan. Satu pendekatan tidak otomatis cocok di semua tempat; tindakan perlu dirancang bersama warga, ahli, serta instansi setempat.

Dasar informasi: WWF-Indonesia — Coexistence through agroforestry, March 2026 ↗

Ancaman dan pengukuran kemajuan

Hilangnya habitat, fragmentasi, perburuan, dan konflik memberi tekanan pada gajah Sumatera. Keberhasilan perlu dinilai dari keadaan habitat serta keselamatan warga dan satwa, bukan hanya jumlah kegiatan. Periksa tanggal dan cakupan survei sebelum menggunakan angka populasi lama sebagai gambaran keadaan hari ini.

Dasar informasi: WWF — Sumatran elephant ↗

Mendukung konservasi yang bertanggung jawab

PanduanHewan menyarankan memilih program yang menjelaskan perlindungan jalur jelajah, pemantauan, dan peran masyarakat. Dalam memilih pengalaman melihat gajah, utamakan pengamatan perilaku alami dan informasi kesejahteraan yang transparan. Jangan mendekati kawanan liar atau mencoba mengusir sendiri. Tanyakan kepada pengelola lokal bagaimana kunjungan mendukung kebutuhan jangka panjang satwa.

Dasar informasi: WWF-Indonesia — Coexistence through agroforestry, March 2026 ↗ · Smithsonian’s National Zoo — Asian elephant ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Gajah Sumatera

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasMammalia
OrdoProboscidea
FamiliElephantidae
GenusElephas
SpesiesElephas maximus
SubspesiesElephas maximus sumatranus

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang gajah Sumatera

Apa nama latin dan nama Inggris gajah Sumatera?

Nama latin atau nama ilmiah gajah Sumatera adalah Elephas maximus sumatranus, dari famili Elephantidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Sumatran elephant.

Gajah Sumatera termasuk hewan apa?

Gajah Sumatera termasuk hewan mamalia dari famili Elephantidae. Berdasarkan jenis makanannya, gajah Sumatera termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan), yaitu pemakan berbagai tumbuhan: rumput, daun, kulit kayu, akar, dan buah. Gajah Sumatera juga termasuk hewan endemik Indonesia.

Gajah Sumatera berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat gajah Sumatera di wilayah berikut: Bentang alam berhutan di Sumatera.

Gajah Sumatera adalah hewan endemik Indonesia yang hanya hidup secara alami di Sumatra. Sumber: IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group.

Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.

Gajah Sumatera makan apa?

Pola makan gajah Sumatera: beragam tumbuhan. Karena itu gajah Sumatera termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Sumber: Animal Diversity Web.

Gajah Sumatera berkembang biak dengan cara apa?

Gajah Sumatera berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Sumber: Animal Diversity Web.

Apakah gajah Sumatera termasuk hewan nokturnal?

Sumber yang dirujuk mencatat pola aktivitas gajah Sumatera sebagai katemeral (aktif tidak teratur pada siang dan malam). Akun gajah Asia menjelaskan pencarian makan siang dan malam serta berkurangnya aktivitas saat paling panas; bukan pengukuran khusus tiap populasi. Sumber: Animal Diversity Web — Asian elephant: behaviour.

Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.

Berapa populasi gajah Sumatera saat ini?

1.320–1.635 individu di alam liar (rencana aksi pemerintah 2026–2036). Sumber: Mongabay — Only 1,325-1,648 wild elephants left in Indonesia, government says (Aug 2026). Angka populasi satwa liar adalah perkiraan dan dapat berbeda antarsurvei.

Bagaimana klasifikasi gajah Sumatera?

Klasifikasi ilmiah gajah Sumatera: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Mammalia, ordo Proboscidea, famili Elephantidae, genus Elephas, spesies Elephas maximus, subspesies Elephas maximus sumatranus.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah gajah Sumatera terancam punah?

Ya. Status konservasi global gajah Sumatera: Kritis (Critically Endangered). Dalam sistem IUCN, kategori ini berarti spesies dinilai menghadapi risiko kepunahan yang ekstrem tinggi di alam liar. Sumber: WWF — Sumatran elephant.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah gajah Sumatera dilindungi?

Apakah gajah Sumatera dilindungi?

Ya. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 51); dalam lampiran tercantum sebagai Elephas maximus.

Lampiran mencantumkan Elephas maximus (gajah asia) tanpa membedakan subspesies, sehingga mencakup gajah di Sumatera dan Kalimantan.

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara gajah Sumatera?

Tidak. Karena gajah Sumatera termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. WWF — Sumatran elephant ↗
  2. Smithsonian’s National Zoo — Asian elephant ↗
  3. WWF-Indonesia — Coexistence through agroforestry, March 2026 ↗
  4. Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  5. Mongabay — Only 1,325-1,648 wild elephants left in Indonesia, government says (Aug 2026) ↗
  6. Animal Diversity Web ↗
  7. Animal Diversity Web ↗
  8. IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group ↗
  9. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →

Taman nasional tempat hewan ini tercatat

Menurut profil resmi taman nasional dari Direktorat Jenderal KSDAE. Hewan ini juga bisa hidup di kawasan lain.

Isu dan berita terkait

Bacaan lanjutan

Elephant: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris). Ikhtisar yang lebih luas dan mencakup hewan ini.

Situs terkait: pemrakarsa PanduanHewan juga menjabat sebagai direktur World Animal Rescue Network.

Rujuk halaman ini

Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.

PanduanHewan. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus). Pembaruan substansial terakhir: 7 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/spesies/gajah-sumatera/