PANDUANHEWAN · INDONESIA
LKPD persebaran fauna Indonesia (Asiatis, Peralihan, Australis)
Lembar kerja siap cetak tentang garis Wallace dan Weber serta contoh fauna Asiatis, Peralihan, dan Australis, dengan kunci jawaban untuk guru.
Lembar kerja peserta didik (LKPD) ini siap dicetak: gunakan tombol cetak di peramban (Ctrl+P atau ⌘P). Kunci jawaban untuk guru ada di halaman terakhir dan dimulai di lembar baru saat dicetak. Semua jawaban berasal dari data bersumber di PanduanHewan.
Tujuan pembelajaran
- Menjelaskan garis Wallace dan garis Weber.
- Mengelompokkan contoh hewan ke dalam fauna Asiatis, Peralihan, atau Australis.
Bacaan singkat
Tiga wilayah fauna Indonesia
Di pelajaran geografi, hewan darat Indonesia dibagi menjadi tiga kelompok: fauna Asiatis di bagian barat, fauna peralihan di bagian tengah, dan fauna Australis di bagian timur. Pembagian ini mengikuti letak geologi Indonesia: dangkalan Sunda di barat, kawasan peralihan di tengah, dan dangkalan Sahul di timur.
Batas antarwilayah digambar sebagai garis khayal: garis Wallace, garis Weber, dan garis Lydekker. Garis pertama diterbitkan Alfred Russel Wallace pada 1863 berdasarkan sebaran mamalia dan burung darat. Sejak itu para ahli menyadari bahwa semua garis ini sedikit banyak 'bocor', sehingga muncul gagasan kawasan peralihan yang kini disebut Wallacea.
Garis Wallace: dari Selat Lombok ke Selat Makassar
Garis Wallace adalah batas antara wilayah fauna Oriental (Asia) dan wilayah fauna Australia. Dari Samudra Hindia, garis ini melewati Selat Lombok di antara Bali dan Lombok, naik ke utara melalui Selat Makassar di antara Kalimantan dan Sulawesi, lalu membelok ke timur di selatan Mindanao menuju Laut Filipina. Modul geografi Kemendikbud menggambarkan bagian utaranya melewati Laut Sulawesi dan celah antara Mindanao dan Kepulauan Sangihe.
Wallace melihat perbedaan tajam di Selat Lombok. Ia menulis bahwa di Bali ada burung takur, burung cucak, dan pelatuk, sedangkan di Lombok burung-burung itu tidak terlihat lagi dan digantikan kakatua, burung pengisap madu, dan burung gosong.
Kegiatan 1
Tuliskan tipe fauna setiap hewan: Asiatis, Peralihan, atau Australis.
| No | Nama hewan | Tipe fauna | Alasan atau keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 | Gajah Sumatera Elephas maximus sumatranus | ||
| 2 | Harimau Sumatera Panthera tigris sondaica | ||
| 3 | Badak Jawa Rhinoceros sondaicus | ||
| 4 | Tapir Asia Tapirus indicus | ||
| 5 | Orangutan Kalimantan Pongo pygmaeus | ||
| 6 | Siamang Symphalangus syndactylus | ||
| 7 | Komodo Varanus komodoensis | ||
| 8 | Anoa dataran rendah Bubalus depressicornis | ||
| 9 | Babirusa Sulawesi Babyrousa celebensis | ||
| 10 | Maleo Macrocephalon maleo | ||
| 11 | Kuskus beruang Sulawesi Ailurops ursinus | ||
| 12 | Yaki Macaca nigra |
Kegiatan 2
- Bagaimana persebaran fauna di Indonesia berdasarkan garis Wallace dan garis Weber?
- Fauna Asiatis contohnya apa saja?
- Fauna peralihan adalah apa?
Refleksi
Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini?
Kunci jawaban (untuk guru)
- Gajah Sumatera: Fauna Asiatis — Gajah asia adalah mamalia besar daratan Asia dengan subspesies tersendiri di Sumatra, dan Wallace (1863) menyebut gajah Sumatra sebagai contoh mamalia besar wilayah Indo-Malaya.
- Harimau Sumatera: Fauna Asiatis — Sebaran harimau membentang dari Timur Jauh Rusia sampai Pulau Sumatra, jadi harimau sumatera adalah kucing besar Asia di tepi selatan sebarannya.
- Badak Jawa: Fauna Asiatis — Wallace (1863) menyebut badak Sumatra dan kerabatnya di Jawa sebagai contoh mamalia besar wilayah Indo-Malaya.
- Tapir Asia: Fauna Asiatis — Tapir asia adalah satu-satunya tapir di Asia Tenggara, dan Wallace (1863) menyebut tapir Sumatra sebagai contoh fauna Asia.
- Orangutan Kalimantan: Fauna Asiatis — Orangutan adalah kera besar Asia yang hanya hidup di Sumatra dan Kalimantan, keduanya di sebelah barat garis Wallace.
- Siamang: Fauna Asiatis — Siamang termasuk suku owa (Hylobatidae), suku endemik wilayah Oriental, dan hidup di Sumatra dan Semenanjung Malaya.
- Komodo: Fauna Peralihan (Wallacea) — Komodo hanya hidup di Pulau Komodo dan beberapa pulau di sekitarnya di Nusa Tenggara, dan disebut sebagai salah satu satwa ikonik Wallacea.
- Anoa dataran rendah: Fauna Peralihan (Wallacea) — Anoa adalah kerbau mini endemik Sulawesi yang berkerabat dengan hewan bovid di Filipina dan Asia Timur: contoh garis keturunan Asia yang berkembang menjadi jenis khas Wallacea.
- Babirusa Sulawesi: Fauna Peralihan (Wallacea) — Babirusa hidup di Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya, dan disebut sebagai salah satu satwa ganjil yang khas Wallacea.
- Maleo: Fauna Peralihan (Wallacea) — Maleo tidak ditemukan di tempat lain di dunia selain Sulawesi, dan disebut sebagai salah satu satwa ikonik pusat endemisme Wallacea.
- Kuskus beruang Sulawesi: Fauna Peralihan (Wallacea) — Kuskus beruang adalah mamalia berkantung yang hanya hidup di Sulawesi dan Kepulauan Talaud: unsur Australasia yang hidup berdampingan dengan hewan asal Asia.
- Yaki: Fauna Peralihan (Wallacea) — Yaki adalah salah satu dari tujuh jenis monyet Macaca di Sulawesi; marga ini hampir seluruhnya hidup di Asia, sehingga yaki menunjukkan unsur Asia di kawasan peralihan.
- Bagaimana persebaran fauna di Indonesia berdasarkan garis Wallace dan garis Weber? Garis Wallace (Selat Lombok sampai Selat Makassar) memisahkan fauna Asiatis di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali dari fauna peralihan di sebelah timurnya. Garis Weber, di sebelah barat Maluku, adalah garis keseimbangan: di baratnya fauna bercorak Asia lebih banyak, di timurnya fauna bercorak Australia lebih banyak. Wilayah di antara garis Wallace dan garis Lydekker disebut Wallacea (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku), sedangkan Papua dan Kepulauan Aru termasuk fauna Australis.
- Fauna Asiatis contohnya apa saja? Contohnya gajah sumatera, harimau sumatera, badak jawa, tapir asia, orangutan, siamang, dan banteng. Hewan-hewan ini hidup di Sumatra, Jawa, Kalimantan, atau Bali, yaitu di sebelah barat garis Wallace, dan berkerabat dengan hewan di daratan Asia.
- Fauna peralihan adalah apa? Fauna peralihan adalah fauna di kawasan Wallacea (Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku), yaitu wilayah antara garis Wallace dan garis Lydekker. Faunanya campuran unsur Asia dan Australia dan banyak yang endemik, misalnya anoa, babirusa, maleo, kuskus beruang, dan komodo.
Sumber data: Britannica: Wallace Line (archived snapshot, 5 Jan 2026) ↗ · Britannica (C. P. Groves): Biogeographic region - Oriental region, Wallacea, Notogaean and Australian regions (archived snapshot, 7 Sep 2025) ↗ · Britannica: Lydekker's Line (archived snapshot, 15 Oct 2025) ↗ · Ali & Heaney (2021) Wallace's line, Wallacea, and associated divides and areas: history of a tortuous tangle of ideas and labels. Biological Reviews 96: 922-942 (abstract) ↗ · Doorenweerd et al. (2020) The Dacini fruit fly fauna of Sulawesi fits Lydekker's line but also supports Wallacea as a biogeographic region. ZooKeys ↗ · Struebig et al. (2022) Safeguarding imperiled biodiversity and evolutionary processes in the Wallacea center of endemism. BioScience 72(11): 1118-1130 ↗ · Frantz et al. (2018) Synchronous diversification of Sulawesi's iconic artiodactyls driven by recent geological events. Proc. R. Soc. B 285: 20172566 ↗ · Voris (2000) Maps of Pleistocene sea levels in Southeast Asia: shorelines, river systems and time durations. Journal of Biogeography 27: 1153-1167 (abstract) ↗ · Field Museum: Pleistocene sea level maps (H. K. Voris) ↗ · Wallace (1863) On the physical geography of the Malay Archipelago. J. Royal Geographical Society 33 (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗ · Wallace (1857) On the great bird of paradise, Paradisea apoda (full text, Wallace Page, Western Kentucky University) ↗ · Natural History Museum, London: Who was Alfred Russel Wallace? ↗