Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Hemidactylus frenatus

Hemidactylus frenatus. Cicak rumah Asia sering hidup pada bangunan dan berburu serangga di sekitar lampu; identifikasi perlu membedakannya dari cicak berekor gepeng.

Tentang panduan iniPanduan ini disusun dari sumber spesies dan catatan pengamatan yang tercantum; belum ditinjau pakar taksonomi. Catatan GBIF bukan sensus atau bukti sebaran asli.
Foto Hemidactylus frenatus.
(c) Juan Manuel Cardona Granda, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Foto dipotong untuk tata letak.

Apa itu Hemidactylus frenatus?

Hemidactylus frenatus merujuk pada Hemidactylus frenatus, anggota genus Hemidactylus, famili Gekkonidae, dan kelas Squamata. Penamaan ilmiah mengikuti catatan takson yang diterima dalam GBIF Backbone Taxonomy. Nama umum dapat berbeda antarwilayah; nama ilmiah dipakai untuk membedakan spesies ini dari kerabatnya.

Dasar informasi: GBIF Backbone Taxonomy — accepted taxon ↗

Apa yang diketahui tentang Hemidactylus frenatus?

Cicak rumah Asia sering hidup pada bangunan dan berburu serangga di sekitar lampu; identifikasi perlu membedakannya dari cicak berekor gepeng.

Baca ciri atau informasi tersebut bersama nama ilmiah dan sumber spesies, bukan sebagai kepastian dari foto yang kurang jelas. Populasi, umur, dan batas takson dapat berbeda; jika identifikasi diragukan, catat kelompok yang lebih luas.

Dasar informasi: Species account — background reading ↗

Habitat dan pengamatan Hemidactylus frenatus

Dalam survei herpetofauna Sumatera Barat, tokek rumah ini tercatat pada bangunan dengan lampu. Pengamatan tersebut mendukung kaitannya dengan permukiman, tetapi satu survei tidak menunjukkan seberapa banyak individu di setiap kota.

Dasar informasi: Teynié, David & Ohler (2010) — Western Sumatra herpetofauna field study ↗

Berapa catatan Hemidactylus frenatus di Indonesia?

Saat data diambil pada 2026-09-23, pencarian GBIF mencatat 1,480 catatan pengamatan manusia di Indonesia dengan nama spesies ini dalam periode 2016–2026. Jumlah tersebut adalah banyaknya catatan dalam indeks, bukan perkiraan populasi, tingkat kelimpahan, atau jumlah individu unik. Pengamatan dapat tidak merata antarwilayah dan dapat berubah ketika data baru diterbitkan atau identifikasi diperbaiki.

Dasar informasi: GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗

Di wilayah mana pengamatan tercatat?

Label tempat yang sering muncul dalam hasil mencakup Jawa Barat, Yogyakarta, Bali. Ini adalah label wilayah pada catatan, bukan peta persebaran lengkap atau bukti bahwa spesies hanya hidup di sana. Beberapa label dapat luas atau tidak seragam. Periksa catatan asli sebelum menggunakan informasi lokasi untuk keputusan lapangan.

Dasar informasi: GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗

Bagaimana mengamati Hemidactylus frenatus?

Foto dari jarak aman dapat mencatat pola tubuh, kepala, ekor, dan lokasi tanpa memegang hewan. Jangan mengandalkan warna saja untuk menilai apakah ular berbisa; mintalah bantuan petugas setempat bila ada risiko. Temuan yang terdokumentasi baik membantu pembaca lain memeriksa nama spesies tanpa mengubah satu penampakan menjadi klaim status konservasi.

Bandingkan dengan kerabat

Untuk mengenali kelompok ini lebih jauh, bandingkan Hemidactylus frenatus dengan Cecak tembok, Cecak Gula, Cyrtodactylus marmoratus. Tautan tersebut dipilih dari kesamaan genus, famili, ordo, kelas, atau kelompok dalam katalog; hubungan taksonomi tidak berarti kebutuhan habitat dan status perlindungannya sama.

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Sumber & referensi

  1. GBIF Backbone Taxonomy — accepted taxon ↗
  2. GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗
  3. Teynié, David & Ohler (2010) — Western Sumatra herpetofauna field study ↗
  4. iNaturalist — exact species taxon and community observations ↗
  5. Species account — background reading ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.