Jawaban singkat
Status IUCN: Risiko rendahSekilas tentang kacer
Kacer (Copsychus saularis) adalah burung dari famili Muscicapidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Risiko rendah (Least Concern).
| Nama ilmiah | Copsychus saularis |
|---|---|
| Nama Inggris | Oriental magpie-robin |
| Kelompok | Burung |
| Famili | Muscicapidae |
| Wilayah di Indonesia | Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan (di Jawa dan Bali kini jarang di alam) |
| Habitat terkait | Habitat Perkotaan, Mangrove |
| Makanan | Terutama serangga di tanah; juga cacing, siput, kadal kecil |
| Sebaran di Indonesia | Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan |
| Ciri utama | Jantan hitam-putih dengan garis sayap putih lebar |
| Nama lain | Kucica kampung |
| Panjang tubuh | Sekitar 19–21 cm |
| Status IUCN | Risiko rendah (Least Concern) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026 |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu burung kacer?
Kacer atau kucica kampung adalah burung kicau famili Muscicapidae berukuran 19–21 cm. Menurut Bird Society of Singapore, jantan berkepala, berpunggung, dan berdada atas hitam mengilap, dengan dada bawah hingga perut putih dan garis putih lebar di sayap. Pada betina, warna hitam digantikan abu-abu. Kacer berbeda dari murai batu karena perutnya putih, bukan jingga, dan tidak bertunggir putih. BirdLife kini memisahkan Copsychus mindanensis, yang dulu digabung dengan kacer, sebagai spesies tersendiri.
Dasar informasi: Bird Society of Singapore, Birds of Singapore — Oriental Magpie-Robin ↗ · BirdLife International DataZone — Oriental Magpie-robin Copsychus saularis species factsheet ↗
Di mana kacer hidup?
Kacer hidup di tepi hutan, hutan sekunder, kebun, taman, perkebunan, dan hutan bakau, sering dekat permukiman. Di Indonesia, TRAFFIC mencatat sebarannya di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Namun, di Jawa dan Bali burung liarnya kini sangat jarang. BirdLife mencatat bahwa dalam kegiatan sains warga pada Januari 2020, kacer hanya tercatat di 9 dari 7.935 petak 2 × 2 km yang dikunjungi di Jawa dan Bali. Subspesies amoenus diduga hanya bertahan di area resor yang teduh dan terjaga di Bali.
Dasar informasi: Bird Society of Singapore, Birds of Singapore — Oriental Magpie-Robin ↗ · TRAFFIC — In the Market for Extinction: An inventory of Jakarta's bird markets (Chng et al., 2015) ↗ · BirdLife International DataZone — Oriental Magpie-robin Copsychus saularis species factsheet ↗
Kacer makan apa?
Kacer terutama memakan serangga yang ditangkap di tanah. Menurut kartu spesies Oiseaux-Birds yang merujuk Handbook of the Birds of the World, kacer juga memakan cacing tanah, siput, kadal kecil, sedikit bahan tumbuhan, dan nektar bunga. Bird Society of Singapore menggambarkan kacer mencari makan terutama di tanah, melompat dengan tubuh tegak sambil menaikturunkan ekornya di atas punggung. Sesekali kacer juga mencari makan di pepohonan.
Dasar informasi: Oiseaux-Birds (N. Bouglouan) — Oriental Magpie-Robin species card ↗ · Bird Society of Singapore, Birds of Singapore — Oriental Magpie-Robin ↗
Bagaimana kacer berkembang biak?
Kacer bersarang di dalam rongga, seperti lubang pohon, celah dinding, atau kotak sarang. Dalam studi di Guangxi, Tiongkok selatan, Zhang dkk. (2024) mendapati kacer lebih sering memakai kotak sarang di tiang dekat permukiman dibandingkan murai batu. Jumlah telur yang paling sering adalah lima butir, dengan rata-rata 4,7. Telur dierami sekitar 12 hari, dan anak burung disuapi sekitar 13 hari. Jantan dan betina sama-sama menyuapi anak.
Dasar informasi: Zhang et al. (2024), Animals — Comparison of Reproductive Strategies between Two Sympatric Copsychus Passerines (PMC) ↗
Mengapa kacer makin jarang di alam?
Kacer makin jarang karena ditangkap besar-besaran untuk perdagangan burung kicau. Menurut TRAFFIC, kacer dulu umum di Jawa, tetapi penangkapan tanpa kendali membuatnya langka. BirdLife mengutip survei 2018 yang memperkirakan sekitar 2,5 juta ekor dipelihara di Jawa. Pasokan kini banyak diselundupkan dari Malaysia. TRAFFIC mencatat 26.950 ekor disita dalam 44 kasus yang melibatkan Malaysia pada 2015–2020, dan 64% di antaranya sedang diselundupkan ke Indonesia. Di Aceh, warga yang dikutip Mongabay Indonesia menyebut kacer masih mudah ditemui di sekitar permukiman pada 1990-an, tetapi kini mulai menghilang.
Dasar informasi: TRAFFIC — Smuggled for its Song: The Trade in Malaysia's Oriental Magpie-robins (2021) ↗ · BirdLife International DataZone — Oriental Magpie-robin Copsychus saularis species factsheet ↗ · Mongabay Indonesia — Diburu, Nasib Murai Batu Makin Tak Menentu (2021) ↗
Bagaimana melindungi kacer?
Kacer dapat dilindungi dengan menekan penangkapan dan penyelundupan. Singapura menjadi pelajaran: menurut Oriental Bird Club, kacer liar di sana hampir punah akibat penangkapan pada 1980-an dan harus dipulihkan melalui program reintroduksi. TRAFFIC mendorong kerja sama Malaysia dan Indonesia untuk membongkar jaringan penyelundupan. Masyarakat dapat membantu dengan tidak membeli burung tangkapan alam atau selundupan, tidak menangkap kacer liar, dan melaporkan dugaan penyelundupan kepada BKSDA atau aparat penegak hukum. Kacer liar yang bersarang di sekitar rumah sebaiknya dibiarkan.
Dasar informasi: Oriental Bird Club — Trouble ahead for heavily smuggled Oriental Magpie-robin (2021) ↗ · TRAFFIC — Smuggled for its Song: The Trade in Malaysia's Oriental Magpie-robins (2021) ↗ · Zhang et al. (2024), Animals — Comparison of Reproductive Strategies between Two Sympatric Copsychus Passerines (PMC) ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Pertanyaan umum tentang kacer
Apa nama latin kacer?
Nama latin atau nama ilmiah kacer adalah Copsychus saularis, dari famili Muscicapidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Oriental magpie-robin.
Di mana kacer dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat kacer di wilayah berikut: Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan (di Jawa dan Bali kini jarang di alam).
Habitat terkait yang didukung sumber: Habitat Perkotaan, Mangrove.
Kacer makan apa?
Pola makan kacer: terutama serangga di tanah; juga cacing, siput, kadal kecil.
Apa status konservasi kacer?
Dalam Daftar Merah IUCN, kacer masuk kategori Risiko rendah (Least Concern): spesies ini belum memenuhi kriteria kategori terancam pada penilaian global. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah kacer termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- BirdLife International DataZone — Oriental Magpie-robin Copsychus saularis species factsheet ↗
- TRAFFIC — Smuggled for its Song: The Trade in Malaysia's Oriental Magpie-robins (2021) ↗
- Oriental Bird Club — Trouble ahead for heavily smuggled Oriental Magpie-robin (2021) ↗
- Bird Society of Singapore, Birds of Singapore — Oriental Magpie-Robin ↗
- Oiseaux-Birds (N. Bouglouan) — Oriental Magpie-Robin species card ↗
- Zhang et al. (2024), Animals — Comparison of Reproductive Strategies between Two Sympatric Copsychus Passerines (PMC) ↗
- TRAFFIC — In the Market for Extinction: An inventory of Jakarta's bird markets (Chng et al., 2015) ↗
- Mongabay Indonesia — Diburu, Nasib Murai Batu Makin Tak Menentu (2021) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Kacer (Copsychus saularis). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/kacer/