Jawaban singkat
Status IUCN: Risiko rendahSekilas tentang serak Jawa
Serak Jawa (Tyto alba) adalah burung dari famili Tytonidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Risiko rendah (Least Concern).
| Nama ilmiah | Tyto alba |
|---|---|
| Nama Inggris | Barn owl |
| Kelompok | Burung |
| Famili | Tytonidae |
| Wilayah di Indonesia | Tersebar luas di Indonesia, termasuk Sumatera dan Jawa |
| Habitat terkait | Habitat Perkotaan, Lahan Basah Air Tawar |
| Makanan | Terutama tikus; juga burung kecil, serangga, dan kelelawar |
| Sebaran di Indonesia | Tersebar luas, termasuk sawah Jawa dan kebun sawit Sumatera |
| Ciri utama | Wajah putih berbentuk hati, aktif pada malam hari |
| Nama lain | Burung hantu, Tyto alba javanica, Tyto javanica (IOC) |
| Status IUCN | Risiko Rendah (Least Concern), penilaian BirdLife 2025 |
| Status IUCN | Risiko rendah (Least Concern) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026 |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu serak Jawa?
Serak Jawa adalah burung hantu famili Tytonidae dengan wajah putih berbentuk hati yang bertepi cokelat, kepala bulat tanpa ‘telinga’ bulu, dan kaki panjang. Tubuh atasnya cokelat muda keabuan berbintik, sedangkan tubuh bawahnya keputihan. Menurut Animal Diversity Web, betina umumnya sedikit lebih besar: panjang 34–40 cm dan bobot sekitar 570 g, dibanding jantan 32–38 cm dan sekitar 470 g.
BirdLife International dan Daftar Merah IUCN memasukkan populasi Indonesia ke dalam Tyto alba, dan instansi di Indonesia sering menyebutnya Tyto alba javanica. Namun, daftar burung IOC memisahkan populasi Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australasia sebagai spesies tersendiri, Tyto javanica (eastern barn owl).
Dasar informasi: Animal Diversity Web — Tyto alba (barn owl) ↗ · BIOMA (Universitas Diponegoro) — Hadi 2008, Pola Aktivitas Harian Pasangan Burung Serak Jawa (Tyto alba) (PDF) ↗ · South American Classification Committee — Proposal 908: Split Barn Owl (Tyto alba) into three species ↗
Di mana serak Jawa hidup?
Serak Jawa tersebar luas di Indonesia dan biasa hidup di kawasan terbuka dekat manusia. BirdLife mencatat jenis ini menghuni lahan pertanian, perkebunan kelapa sawit, sawah, dan permukiman, tetapi biasanya tidak hidup di dalam hutan. Di Sumatera, burung ini hidup di perkebunan sawit, antara lain di Riau. Serak Jawa tidak membuat sarang sendiri. Survei di sawah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menemukan 106 sarang: 76,41% di plafon bangunan, 20,75% di pohon, dan 2,84% di kotak sarang.
Dasar informasi: BirdLife International DataZone — Common Barn-owl Tyto alba species factsheet ↗ · Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia (UGM) — Astuti K. dkk. 2004, Tipe Hunian dan Jenis Mangsa Burung Serak Tyto alba javanica pada Ekosistem Persawahan ↗ · PMC — Nijman et al. 2022, Disentangling the Legal and Illegal Wildlife Trade: Insights from Indonesian Wildlife Market Surveys, Animals ↗
Serak Jawa makan apa?
Serak Jawa terutama makan tikus. Analisis 2.261 pelet dari 106 sarang di sawah Kendal, Jawa Tengah, menunjukkan 86,90% mangsanya tikus, terutama tikus sawah (Rattus argentiventer) sebesar 77,08%. Sisanya burung (5,49%), serangga (3,98%), kelelawar (2,07%), dan hewan lain seperti tupai, tokek, cicak, dan katak. Di perkebunan kelapa sawit, mangsa utamanya tikus pohon (Rattus tiomanicus). Menurut Animal Diversity Web, burung hantu ini berburu dengan terbang rendah dan mengandalkan pendengaran yang sangat tajam, dibantu letak telinga yang tidak simetris. Mangsa biasanya ditelan utuh.
Dasar informasi: Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia (UGM) — Astuti K. dkk. 2004, Tipe Hunian dan Jenis Mangsa Burung Serak Tyto alba javanica pada Ekosistem Persawahan ↗ · IPB University Repository — Adidharma 2009, Kajian sosial ekonomi pengendalian hama tikus pohon, Rattus tiomanicus, dengan burung hantu Tyto alba pada perkebunan kelapa sawit ↗ · Animal Diversity Web — Tyto alba (barn owl) ↗
Bagaimana perilaku dan perkembangbiakan serak Jawa?
Serak Jawa aktif pada malam hari dan banyak beristirahat di sarang pada siang hari. Pengamatan selama 14 hari penuh terhadap sepasang serak Jawa yang bersarang di gedung kampus di Semarang mencatat rata-rata istirahat 14 jam 44 menit per hari; jantan berburu sekitar 7 jam 40 menit dan membawakan makanan untuk betina. Secara umum, menurut Animal Diversity Web, betina bertelur 2–18 butir (biasanya 4–7) dan mengeraminya 29–34 hari. Anak pertama kali terbang 50–70 hari setelah menetas. Umur burung ini umumnya pendek: satu studi mencatat rata-rata umur saat mati 20,9 bulan.
Dasar informasi: BIOMA (Universitas Diponegoro) — Hadi 2008, Pola Aktivitas Harian Pasangan Burung Serak Jawa (Tyto alba) (PDF) ↗ · Animal Diversity Web — Tyto alba (barn owl) ↗
Bagaimana serak Jawa membantu petani mengendalikan tikus?
Serak Jawa membantu petani karena tikus adalah mangsa utamanya, sehingga rumah burung hantu (rubuha) dipasang untuk menambah pemangsa tikus di sawah dan kebun. Di perkebunan kelapa sawit, pengendalian hayati dengan Tyto alba dikembangkan sejak 1970-an. Kajian Adidharma (2009) melaporkan serangan tikus turun dari 20% menjadi di bawah 5% dalam dua tahun, dengan biaya pengendalian sekitar 60% lebih rendah daripada umpan racun. Menurut Nijman dkk. (2022), satu perusahaan sawit di Riau telah memasang 6.210 kotak sarang hingga 2019. Di sawah, pengembangan burung hantu di Desa Tlogoweru, Demak, dilaporkan berhasil menekan serangan tikus.
Dasar informasi: IPB University Repository — Adidharma 2009, Kajian sosial ekonomi pengendalian hama tikus pohon, Rattus tiomanicus, dengan burung hantu Tyto alba pada perkebunan kelapa sawit ↗ · PMC — Nijman et al. 2022, Disentangling the Legal and Illegal Wildlife Trade: Insights from Indonesian Wildlife Market Surveys, Animals ↗ · Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan Medan (Ditjenbun, Kementan) — Pengembangan Burung Hantu (Tyto alba javanica) dalam Pengendalian Hama Tikus (2023) ↗
Apa yang harus dilakukan jika menemukan serak Jawa?
Jika serak Jawa bersarang di plafon rumah, sekolah, atau gudang, sebaiknya jangan diusir, ditangkap, atau dibunuh, karena burung ini membantu menekan tikus. Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan Medan mencatat burung hantu sering diusir atau dibunuh karena mitos sebagai pertanda buruk. Nijman dkk. (2022) menemukan serak Jawa termasuk burung hantu yang umum dijual di pasar burung di Jawa dan Bali, dan banyak burung hantu yang dijual masih anakan yang diambil dari sarang; hindari membelinya. BirdLife mencatat racun tikus pernah berdampak buruk pada populasi burung hantu di beberapa negara. Jika menemukan burung terluka, hubungi petugas setempat.
Dasar informasi: Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan Medan (Ditjenbun, Kementan) — Pengembangan Burung Hantu (Tyto alba javanica) dalam Pengendalian Hama Tikus (2023) ↗ · PMC — Nijman et al. 2022, Disentangling the Legal and Illegal Wildlife Trade: Insights from Indonesian Wildlife Market Surveys, Animals ↗ · BirdLife International DataZone — Common Barn-owl Tyto alba species factsheet ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Pertanyaan umum tentang serak Jawa
Apa nama latin serak Jawa?
Nama latin atau nama ilmiah serak Jawa adalah Tyto alba, dari famili Tytonidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Barn owl.
Di mana serak Jawa dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat serak Jawa di wilayah berikut: Tersebar luas di Indonesia, termasuk Sumatera dan Jawa.
Habitat terkait yang didukung sumber: Habitat Perkotaan, Lahan Basah Air Tawar.
Serak Jawa makan apa?
Pola makan serak Jawa: terutama tikus; juga burung kecil, serangga, dan kelelawar.
Apa status konservasi serak Jawa?
Dalam Daftar Merah IUCN, serak Jawa masuk kategori Risiko rendah (Least Concern): spesies ini belum memenuhi kriteria kategori terancam pada penilaian global. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah serak Jawa termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- BirdLife International DataZone — Common Barn-owl Tyto alba species factsheet ↗
- Animal Diversity Web — Tyto alba (barn owl) ↗
- Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia (UGM) — Astuti K. dkk. 2004, Tipe Hunian dan Jenis Mangsa Burung Serak Tyto alba javanica pada Ekosistem Persawahan ↗
- IPB University Repository — Adidharma 2009, Kajian sosial ekonomi pengendalian hama tikus pohon, Rattus tiomanicus, dengan burung hantu Tyto alba pada perkebunan kelapa sawit ↗
- Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan Medan (Ditjenbun, Kementan) — Pengembangan Burung Hantu (Tyto alba javanica) dalam Pengendalian Hama Tikus (2023) ↗
- PMC — Nijman et al. 2022, Disentangling the Legal and Illegal Wildlife Trade: Insights from Indonesian Wildlife Market Surveys, Animals ↗
- South American Classification Committee — Proposal 908: Split Barn Owl (Tyto alba) into three species ↗
- BIOMA (Universitas Diponegoro) — Hadi 2008, Pola Aktivitas Harian Pasangan Burung Serak Jawa (Tyto alba) (PDF) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Bacaan lanjutan
Barn owl: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris).
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Serak Jawa (Tyto alba). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/serak-jawa/