Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Polypedates leucomystax

Polypedates leucomystax. Katak pohon Asia Tenggara membuat sarang busa di dekat air untuk telur; lokasi sarang perlu dibiarkan utuh saat pengamatan.

Tentang panduan iniPanduan ini disusun dari sumber spesies dan catatan pengamatan yang tercantum; belum ditinjau pakar taksonomi. Catatan GBIF bukan sensus atau bukti sebaran asli.
Foto Polypedates leucomystax.
(c) Crazycaracal 993, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Foto dipotong untuk tata letak.

Apa itu Polypedates leucomystax?

Polypedates leucomystax merujuk pada Polypedates leucomystax, anggota genus Polypedates, famili Rhacophoridae, dan ordo Anura. Penamaan ilmiah mengikuti catatan takson yang diterima dalam GBIF Backbone Taxonomy. Nama umum dapat berbeda antarwilayah; nama ilmiah dipakai untuk membedakan spesies ini dari kerabatnya.

Dasar informasi: GBIF Backbone Taxonomy — accepted taxon ↗

Apa yang diketahui tentang Polypedates leucomystax?

Katak pohon Asia Tenggara membuat sarang busa di dekat air untuk telur; lokasi sarang perlu dibiarkan utuh saat pengamatan.

Baca ciri atau informasi tersebut bersama nama ilmiah dan sumber spesies, bukan sebagai kepastian dari foto yang kurang jelas. Populasi, umur, dan batas takson dapat berbeda; jika identifikasi diragukan, catat kelompok yang lebih luas.

Dasar informasi: Species account — background reading ↗

Habitat dan pengamatan Polypedates leucomystax

Survei di sekitar Danau Maninjau mencatat katak ini di hutan, perkebunan, dan dekat rumah, biasanya saat malam. Peneliti juga menemukan sarang busa; biarkan sarang dan telur tetap di tempatnya saat mengamati.

Dasar informasi: Teynié, David & Ohler (2010) — Western Sumatra herpetofauna field study ↗

Berapa catatan Polypedates leucomystax di Indonesia?

Saat data diambil pada 2026-09-23, pencarian GBIF mencatat 2,194 catatan pengamatan manusia di Indonesia dengan nama spesies ini dalam periode 2016–2026. Jumlah tersebut adalah banyaknya catatan dalam indeks, bukan perkiraan populasi, tingkat kelimpahan, atau jumlah individu unik. Pengamatan dapat tidak merata antarwilayah dan dapat berubah ketika data baru diterbitkan atau identifikasi diperbaiki.

Dasar informasi: GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗

Di wilayah mana pengamatan tercatat?

Label tempat yang sering muncul dalam hasil mencakup Jawa Barat, Bali, Yogyakarta. Ini adalah label wilayah pada catatan, bukan peta persebaran lengkap atau bukti bahwa spesies hanya hidup di sana. Beberapa label dapat luas atau tidak seragam. Periksa catatan asli sebelum menggunakan informasi lokasi untuk keputusan lapangan.

Dasar informasi: GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗

Bagaimana mengamati Polypedates leucomystax?

Amati di tempatnya tanpa memindahkan telur, berudu, atau katak. Foto tubuh, habitat, tanggal, dan suara dapat membantu ahli menilai identifikasi; jangan menyimpulkan keamanan sentuhan dari nama umum. Temuan yang terdokumentasi baik membantu pembaca lain memeriksa nama spesies tanpa mengubah satu penampakan menjadi klaim status konservasi.

Bandingkan dengan kerabat

Untuk mengenali kelompok ini lebih jauh, bandingkan Polypedates leucomystax dengan Kongkang kolam, Katak Tegalan, Phrynoidis asper. Tautan tersebut dipilih dari kesamaan genus, famili, ordo, kelas, atau kelompok dalam katalog; hubungan taksonomi tidak berarti kebutuhan habitat dan status perlindungannya sama.

Sumber & referensi

  1. GBIF Backbone Taxonomy — accepted taxon ↗
  2. GBIF occurrence search — Indonesia, human observations, 2016–2026 ↗
  3. Teynié, David & Ohler (2010) — Western Sumatra herpetofauna field study ↗
  4. iNaturalist — exact species taxon and community observations ↗
  5. Species account — background reading ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.