Jawaban singkat
Status IUCN: GentingSekilas tentang buaya senyulong
Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) adalah reptil dari famili Crocodylidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Genting (Endangered).
| Nama ilmiah | Tomistoma schlegelii |
|---|---|
| Nama Inggris | False gharial |
| Kelompok | Reptil |
| Famili | Crocodylidae |
| Wilayah di Indonesia | Sumatera dan Kalimantan, dengan catatan lama dari Jawa |
| Habitat terkait | Lahan Basah Air Tawar, Hutan Hujan Tropis |
| Makanan | Ikan, burung, monyet, babi hutan, dan reptil |
| Sebaran di Indonesia | Sumatera dan Kalimantan; catatan lama dari Jawa |
| Ciri utama | Moncong panjang ramping yang melebar di pangkal |
| Nama lain | Senyulong, buaya sinyulong, buaya sepit, false gharial |
| Bahaya bagi manusia | Umumnya menghindari manusia; serangan jarang, satu tercatat fatal |
| Status perlindungan di Indonesia | Dilindungi menurut Permen LHK P.106/2018 |
| Status IUCN | Genting (Endangered) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026 |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu buaya senyulong?
Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii) adalah buaya air tawar besar bermoncong panjang dan ramping yang melebar di pangkalnya, sehingga tampak di antara buaya biasa dan gharial. Menurut Animal Diversity Web, panjangnya dapat mencapai 4–5 meter dengan 76–84 gigi tajam. Tubuhnya cokelat gelap dengan belang hitam pada badan dan ekor.
Dulu senyulong dimasukkan ke suku Crocodylidae. Analisis molekuler sejak 2007 menempatkannya di suku Gavialidae bersama gharial India, dan Reptile Database mencatat Tomistoma sebagai kerabat terdekat Gavialis. Moncongnya yang sempit membedakannya dari buaya muara yang bermoncong lebar.
Dasar informasi: Animal Diversity Web — Tomistoma schlegelii (false gharial) ↗ · The Reptile Database — Tomistoma schlegelii ↗ · Mongabay Indonesia — Senyulong, penjaga rawa gambut yang kehilangan ruang hidup (2025) ↗
Di mana buaya senyulong hidup?
Di Indonesia, buaya senyulong hidup di rawa gambut, hutan rawa air tawar, danau, dan sungai berair hitam di Sumatera dan Kalimantan. Di Sumatera, populasinya tercatat di Jambi (Taman Nasional Berbak), Riau (sistem Sungai Kampar), dan Sumatera Selatan (Sungai Merang).
Di Kalimantan, populasi yang relatif padat dikenal di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dan Danau Mesangat, Kalimantan Timur. Dua individu pernah tercatat di Ujung Kulon, Jawa, tetapi peneliti menilai spesies ini kemungkinan hampir hilang dari Jawa. Laporan keberadaannya di Sulawesi belum terkonfirmasi.
Dasar informasi: IUCN SSC Crocodile Specialist Group — A report on the status of the false gharial (T. schlegelii) in Sumatra, 2016 ↗ · Animal Diversity Web — Tomistoma schlegelii (false gharial) ↗ · The Reptile Database — Tomistoma schlegelii ↗
Buaya senyulong makan apa?
Buaya senyulong adalah pemangsa oportunis yang memakan ikan, burung, dan hewan darat yang mendekati air. Animal Diversity Web mencatat mangsanya meliputi monyet ekor panjang yang disambar dari tepi sungai, babi hutan, kancil, anjing, berang-berang, kura-kura, ular, biawak, serta invertebrata air dan darat. Mangsa besar ditenggelamkan atau dibanting ke tepi sungai.
Peneliti yang dikutip Mongabay Indonesia menyebut moncong senyulong membuatnya sigap menangkap ikan. Saat habitat rusak dan mangsa berkurang, senyulong terpaksa mencari mangsa lain, termasuk di dekat permukiman dan tempat memancing.
Dasar informasi: Animal Diversity Web — Tomistoma schlegelii (false gharial) ↗ · Mongabay Indonesia — Senyulong, penjaga rawa gambut yang kehilangan ruang hidup (2025) ↗
Bagaimana buaya senyulong berkembang biak?
Buaya senyulong bertelur di sarang gundukan yang dibuat betina dari gambut, ranting, dan daun kering, biasanya di bawah pohon yang teduh dekat air. Menurut Animal Diversity Web, satu sarang berisi 20–60 telur yang sangat besar dan menetas setelah sekitar 90–100 hari. Jenis kelamin anak ditentukan oleh suhu sarang.
Betina kadang menjaga sarang, tetapi lebih sering menjauh bila didekati. Kedua jenis kelamin diperkirakan baru dewasa pada umur sekitar 20 tahun. Sebagian besar data ini berasal dari penangkaran karena perkembangbiakan di alam masih sedikit diketahui.
Dasar informasi: Animal Diversity Web — Tomistoma schlegelii (false gharial) ↗
Apakah buaya senyulong berbahaya bagi manusia?
Buaya senyulong dikenal pemalu dan cenderung menghindari manusia, tetapi sebagai buaya besar ia tetap dapat berbahaya. Peneliti yang diwawancarai Mongabay Indonesia menyebut senyulong tidak seagresif buaya muara, penyebab utama serangan buaya di Indonesia. Meski begitu, laporan konflik buaya dan manusia periode 2014–2023 mencatat satu kematian akibat serangan senyulong.
Peneliti menilai konflik meningkat karena hutan rawa menyusut dan mangsa berkurang, sehingga senyulong makin sering muncul di dekat permukiman dan tempat memancing. Jika digigit, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan.
Dasar informasi: Mongabay Indonesia — Senyulong, penjaga rawa gambut yang kehilangan ruang hidup (2025) ↗ · Mongabay Indonesia — Senyulong, buaya pemalu yang habitatnya menghilang dan kini terpaksa mendekati manusia (2026) ↗
Mengapa buaya senyulong terancam dan bagaimana melindunginya?
Buaya senyulong terancam terutama karena hutan rawa gambut tempat hidupnya terus hilang. Status IUCN-nya naik dari Rentan pada 2014 menjadi Genting pada 2024. Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, jantung habitatnya, adalah lima provinsi dengan kehilangan tutupan pohon terbesar di Indonesia pada 2002–2024. Survei di Riau juga menemukan senyulong yang mati terjebak perangkap ikan.
Senyulong dilindungi menurut Permen LHK P.106/2018 dan tercantum di Apendiks I CITES. Jangan mendekati, menangkap, melukai, atau membunuhnya, dan jangan membeli telur atau bagian tubuhnya. Jika melihatnya di dekat permukiman, jaga jarak dan minta bantuan petugas terlatih, misalnya BKSDA setempat.
Dasar informasi: JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 (lampiran jenis satwa dilindungi) ↗ · Mongabay Indonesia — Senyulong, buaya pemalu yang habitatnya menghilang dan kini terpaksa mendekati manusia (2026) ↗ · IUCN SSC Crocodile Specialist Group — A report on the status of the false gharial (T. schlegelii) in Sumatra, 2016 ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Pertanyaan umum tentang buaya senyulong
Apa nama latin buaya senyulong?
Nama latin atau nama ilmiah buaya senyulong adalah Tomistoma schlegelii, dari famili Crocodylidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut False gharial.
Di mana buaya senyulong dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat buaya senyulong di wilayah berikut: Sumatera dan Kalimantan, dengan catatan lama dari Jawa.
Habitat terkait yang didukung sumber: Lahan Basah Air Tawar, Hutan Hujan Tropis.
Buaya senyulong makan apa?
Pola makan buaya senyulong: ikan, burung, monyet, babi hutan, dan reptil.
Apa status konservasi buaya senyulong?
Dalam Daftar Merah IUCN, buaya senyulong masuk kategori Genting (Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah buaya senyulong termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- The Reptile Database — Tomistoma schlegelii ↗
- Animal Diversity Web — Tomistoma schlegelii (false gharial) ↗
- Mongabay Indonesia — Senyulong, penjaga rawa gambut yang kehilangan ruang hidup (2025) ↗
- Mongabay Indonesia — Senyulong, buaya pemalu yang habitatnya menghilang dan kini terpaksa mendekati manusia (2026) ↗
- IUCN SSC Crocodile Specialist Group — A report on the status of the false gharial (T. schlegelii) in Sumatra, 2016 ↗
- JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 (lampiran jenis satwa dilindungi) ↗
- Wikipedia bahasa Indonesia — Buaya sepit ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/buaya-senyulong/