Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Kura-kura leher ular Rote

Kura-kura leher ular Rote (Chelodina mccordi) adalah kura-kura air tawar dari Pulau Rote, NTT, yang Kritis setelah diburu untuk perdagangan satwa peliharaan.

Jawaban singkat

Status IUCN: Kritis

Sekilas tentang kura-kura leher ular rote

Kura-kura leher ular rote (Chelodina mccordi) adalah reptil dari famili Chelidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Kritis (Critically Endangered).

Fakta singkat: Kura-kura leher ular Rote
Nama ilmiahChelodina mccordi
Nama InggrisRote Island snake-necked turtle
KelompokReptil
FamiliChelidae
Wilayah di IndonesiaPulau Rote, Nusa Tenggara Timur
Habitat terkaitLahan Basah Air Tawar
MakananIkan kecil, serangga, dan tumbuhan air
Sebaran di IndonesiaHanya Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, NTT
Ciri utamaLeher panjang dilipat ke samping di bawah tempurung
Nama lainKura-kura Rote, kura-kura leher panjang
Status perlindungan di IndonesiaDilindungi menurut Permen LHK P.106/2018
Status IUCNKritis (Critically Endangered) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026
Dalam panduan ini (10)
Foto Kura-kura leher ular Rote (Chelodina mccordi).
Kura-kura leher ular Rote di Columbus Zoo, Amerika Serikat (hewan penangkaran). Adolphus79 (talk), Wikimedia Commons · Public domain · Foto dipotong untuk tata letak.
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu kura-kura leher ular Rote?

Kura-kura leher ular Rote (Chelodina mccordi) adalah kura-kura air tawar suku Chelidae yang lehernya sangat panjang dan tidak bisa ditarik masuk ke tempurung. Lehernya dilipat ke samping, di bawah tepi tempurung. Menurut Mongabay Indonesia, panjang tempurungnya 18–24 cm, berwarna cokelat keabuan hingga cokelat kemerahan.

Kura-kura ini dulu dianggap sama dengan Chelodina novaeguineae dari Papua dan Australia, lalu dideskripsikan sebagai spesies tersendiri pada 1994. Dibanding spesies itu, tempurungnya lebih lebar dan kepalanya lebih pipih serta kurang kekar. Populasi di Timor-Leste diperlakukan sebagai subspesies C. m. timorensis.

Dasar informasi: IUCN/TRAFFIC — Analysis of CITES CoP16 Prop. 28: Roti Island snake-necked turtle Chelodina mccordi ↗ · Turtle Conservancy — Species highlight: Roti Island snake-necked turtle ↗ · Mongabay Indonesia — Kura-kura leher ular, jenis unik yang hanya ada di lahan basah Pulau Rote (2015) ↗

Di mana kura-kura leher ular Rote hidup?

Di Indonesia, kura-kura leher ular Rote hanya dikenal dari Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Populasi lain hidup di sekitar Danau Iralalaro, Timor-Leste. Habitatnya danau kecil yang dangkal dan subur, rawa, serta sawah dan saluran irigasi di sekitarnya.

Menurut BBKSDA NTT yang dikutip Mongabay Indonesia, dari 35 danau yang dulu menjadi habitatnya, hanya sembilan yang tersisa pada 2005 dan tiga pada 2012. Danau Ledulu dan Lende Oen di Rote Timur serta Danau Peto di Rote Tengah dinilai paling cocok untuk pelepasliaran, tetapi semuanya berada di luar kawasan konservasi.

Dasar informasi: IUCN/TRAFFIC — Analysis of CITES CoP16 Prop. 28: Roti Island snake-necked turtle Chelodina mccordi ↗ · Mongabay Indonesia — Kura-kura leher ular Rote dan masa depan konservasinya (2023) ↗ · WCS Indonesia — Rote Island snake-necked turtle ↗

Kura-kura leher ular Rote makan apa?

Kura-kura leher ular Rote terutama memakan ikan kecil, serangga, dan tumbuhan air, menurut Turtle Conservancy. Kura-kura ini sebagian besar aktif pada malam hari.

Kura-kura yang dipulangkan dari kebun binatang terbiasa diberi makan. Karena itu, BBKSDA NTT melatih mereka mencari makan sendiri selama masa karantina dan adaptasi, yang memakan waktu sekitar enam bulan, sebelum dilepas. Menjelang pelepasliaran 2025, petugas juga mengamati kemampuan berburu, kesehatan, dan perilaku reproduksi kura-kura selama tiga bulan.

Dasar informasi: Turtle Conservancy — Species highlight: Roti Island snake-necked turtle ↗ · Mongabay Indonesia — Belasan kura-kura leher ular Rote yang terancam punah dipulangkan dari Singapura (2021) ↗ · BKSDA Yogyakarta — Menteri Kehutanan lepasliarkan 20 kura-kura Rote, satwa endemik terlangka di dunia (2025) ↗

Bagaimana kura-kura leher ular Rote berkembang biak?

Kura-kura leher ular Rote baru mulai berbiak sekitar umur enam tahun, lalu dapat bertelur beberapa kali setahun. Data Balai Litbang LHK Kupang yang dikutip Mongabay Indonesia menyebut betina bertelur dua sampai tiga kali setahun, hingga 20 butir sekali bertelur. Analisis IUCN dan TRAFFIC untuk CITES mencatat rata-rata 9,9–12,2 telur per sarang di penangkaran.

Menurut Mongabay Indonesia (2015), tukik menetas setelah sekitar tiga bulan dengan ukuran sekitar 28 x 20 mm. Balai Litbang LHK Kupang mulai menangkarkan spesies ini pada 2009 dari empat ekor dan memiliki 35 ekor pada 2021.

Dasar informasi: Mongabay Indonesia — Belasan kura-kura leher ular Rote yang terancam punah dipulangkan dari Singapura (2021) ↗ · IUCN/TRAFFIC — Analysis of CITES CoP16 Prop. 28: Roti Island snake-necked turtle Chelodina mccordi ↗ · Mongabay Indonesia — Kura-kura leher ular, jenis unik yang hanya ada di lahan basah Pulau Rote (2015) ↗

Mengapa kura-kura leher ular Rote hampir punah?

Kura-kura leher ular Rote hampir punah di alam terutama karena ditangkap besar-besaran untuk perdagangan satwa peliharaan internasional. Menurut analisis IUCN dan TRAFFIC, penangkapan dimulai pada 1980-an, saat kura-kura ini masih dijual sebagai C. novaeguineae, lalu meningkat setelah dideskripsikan pada 1994. Permintaan terutama datang dari penghobi di Eropa Barat, Amerika Serikat, dan Jepang; harganya mencapai USD 2.000 per ekor pada akhir 1990-an.

Indonesia menetapkan kuota ekspor nol pada 2002, dan spesies ini masuk Apendiks II CITES pada 2004. Alih fungsi lahan basah menjadi sawah, pestisida, dan ikan predator introduksi menambah tekanan. IUCN menggolongkannya Kritis.

Dasar informasi: IUCN/TRAFFIC — Analysis of CITES CoP16 Prop. 28: Roti Island snake-necked turtle Chelodina mccordi ↗ · Turtle Survival Alliance — Rote Island snake-necked turtle ↗ · WCS Indonesia — Rote Island snake-necked turtle ↗

Bagaimana upaya menyelamatkan kura-kura leher ular Rote?

Penyelamatan kura-kura leher ular Rote kini bertumpu pada perlindungan hukum, pemulangan dari kebun binatang luar negeri, dan pelepasliaran ke danau-danau di Rote. Spesies ini dilindungi menurut Permen LHK P.106/2018. Setelah 13 ekor dipulangkan pada 2021, sebanyak 33 ekor lagi dipulangkan dari Bronx Zoo, Amerika Serikat, pada Agustus 2023.

Pada 21 Oktober 2025, Menteri Kehutanan melepas 20 ekor di Danau Ledulu, didukung kelompok masyarakat adat Papadak. Masyarakat dapat membantu dengan tidak membeli atau memelihara kura-kura ini dan mendukung perlindungan danau-danau di Rote.

Dasar informasi: JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 (lampiran jenis satwa dilindungi) ↗ · BKSDA Yogyakarta — Menteri Kehutanan lepasliarkan 20 kura-kura Rote, satwa endemik terlangka di dunia (2025) ↗ · Mongabay Indonesia — Dipulangkan, 33 kura-kura leher ular Rote dari Amerika ke habitat aslinya (2023) ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Pertanyaan umum tentang kura-kura leher ular rote

Apa nama latin kura-kura leher ular rote?

Nama latin atau nama ilmiah kura-kura leher ular rote adalah Chelodina mccordi, dari famili Chelidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Rote Island snake-necked turtle.

Di mana kura-kura leher ular rote dapat ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, panduan ini mencatat kura-kura leher ular rote di wilayah berikut: Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Habitat terkait yang didukung sumber: Lahan Basah Air Tawar.

Kura-kura leher ular rote makan apa?

Pola makan kura-kura leher ular rote: ikan kecil, serangga, dan tumbuhan air.

Apa status konservasi kura-kura leher ular rote?

Dalam Daftar Merah IUCN, kura-kura leher ular rote masuk kategori Kritis (Critically Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang ekstrem tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.

Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah kura-kura leher ular rote termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.

Sumber & referensi

  1. The Reptile Database — Chelodina mccordi ↗
  2. Turtle Conservancy — Species highlight: Roti Island snake-necked turtle ↗
  3. IUCN/TRAFFIC — Analysis of CITES CoP16 Prop. 28: Roti Island snake-necked turtle Chelodina mccordi ↗
  4. Turtle Survival Alliance — Rote Island snake-necked turtle ↗
  5. WCS Indonesia — Rote Island snake-necked turtle ↗
  6. Mongabay Indonesia — Kura-kura leher ular, jenis unik yang hanya ada di lahan basah Pulau Rote (2015) ↗
  7. Mongabay Indonesia — Belasan kura-kura leher ular Rote yang terancam punah dipulangkan dari Singapura (2021) ↗
  8. Mongabay Indonesia — Kura-kura leher ular Rote dan masa depan konservasinya (2023) ↗
  9. Mongabay Indonesia — Dipulangkan, 33 kura-kura leher ular Rote dari Amerika ke habitat aslinya (2023) ↗
  10. BKSDA Yogyakarta — Menteri Kehutanan lepasliarkan 20 kura-kura Rote, satwa endemik terlangka di dunia (2025) ↗
  11. JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 (lampiran jenis satwa dilindungi) ↗
  12. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 25 September). Kura-kura leher ular Rote (Chelodina mccordi). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/kura-kura-leher-ular-rote/