Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Kukang Kalimantan

Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis) adalah primata malam kecil berbisa dari pesisir timur Kalimantan yang terancam perdagangan satwa peliharaan.

Jawaban singkat

Status IUCN: Rentan

Sekilas tentang kukang Kalimantan

Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis) adalah mamalia dari famili Lorisidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Rentan (Vulnerable).

Fakta singkat: Kukang Kalimantan
Nama ilmiahNycticebus menagensis
Nama InggrisPhilippine slow loris
KelompokMamalia
FamiliLorisidae
Wilayah di IndonesiaKalimantan, terutama pesisir utara dan timur (Kalimantan Timur)
Habitat terkaitHutan Hujan Tropis
MakananSerangga, getah pohon, nektar, buah, dan telur
Sebaran di IndonesiaPesisir utara dan timur Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur
Ciri utamaBulu sangat pucat, topeng wajah kontras lembut, telinga umumnya gundul
Bahaya bagi manusiaGigitan berbisa, sangat nyeri, dapat memicu syok anafilaksis
Nama lainPhilippine slow loris; dulu disebut Bornean slow loris
Status perlindungan di IndonesiaDilindungi menurut Permen LHK P.106/2018
Status IUCNRentan (Vulnerable) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026
Dalam panduan ini (10)
Foto Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis).
Thompson Hyggen, no rights reserved (CC0) · CC0 1.0 · Foto dipotong untuk tata letak.
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu kukang Kalimantan?

Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis) adalah primata kecil yang aktif pada malam hari dan termasuk kelompok kukang, satu-satunya primata berbisa. Basis data mamalia MDD menyebutnya Philippine slow loris dan mencatat statusnya Rentan (Vulnerable) dalam Daftar Merah IUCN.

Dulu semua kukang di Kalimantan digolongkan sebagai N. menagensis. Pada 2013, Munds dan rekan memisahkannya menjadi empat spesies berdasarkan pola topeng wajah: N. menagensis, N. bancanus, N. borneanus, dan N. kayan. Menurut studi itu, N. menagensis berbulu sangat pucat, topeng wajahnya berkontras lembut, garis putih di antara matanya sempit, dan telinganya umumnya tidak berbulu. Panjang kepala-badan rata-rata enam spesimen museum adalah 274,2 mm.

Dasar informasi: American Journal of Primatology — Munds, Nekaris & Ford (2013), Taxonomy of the Bornean slow loris, with new species Nycticebus kayan (PDF, Wayback Machine copy) ↗ · Mammal Diversity Database (ASM) — Nycticebus menagensis, Philippine Slow Loris ↗ · Journal of Venomous Animals and Toxins including Tropical Diseases — Nekaris et al. (2013), Mad, bad and dangerous to know: the biochemistry, ecology and evolution of slow loris venom ↗

Di mana kukang Kalimantan hidup?

Menurut revisi taksonomi 2013, kukang Kalimantan hidup di pesisir utara dan timur Kalimantan, yaitu Kalimantan Timur, Sabah, dan Brunei, serta di pulau-pulau selatan Filipina. Di Kalimantan Timur dan Sabah, sebarannya bertumpang tindih dengan kukang kayan (N. kayan), yang tampaknya tidak hidup di pesisir.

Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan dihuni kerabatnya, N. bancanus dan N. borneanus. Namun, laporan pelepasliaran di Indonesia masih memakai nama N. menagensis untuk kukang dari wilayah lain, misalnya kukang yang dilepas BKSDA Kalimantan Barat di Hutan Lindung Gunung Tarak, Ketapang, pada 2022. Penilaian IUCN yang dimuat ESABII menyebut habitatnya berupa hutan dataran rendah primer dan sekunder, kebun, dan perkebunan.

Dasar informasi: American Journal of Primatology — Munds, Nekaris & Ford (2013), Taxonomy of the Bornean slow loris, with new species Nycticebus kayan (PDF, Wayback Machine copy) ↗ · Yayasan IAR Indonesia — Selamat Setelah Tersengat Listrik, Kukang Elektro Dilepasliarkan di HL Gunung Tarak (2022) ↗ · ESABII (Kementerian Lingkungan Hidup Jepang) — Threatened Mammal Species Database: Nycticebus menagensis ↗

Kukang Kalimantan makan apa?

Kukang Kalimantan adalah pemakan segala: di alam, kukang memakan serangga, nektar, getah pohon, buah, telur, dan hewan kecil. Mongabay mencatat pola makan ini untuk kukang secara umum, termasuk jenis-jenis di Kalimantan.

Data pakan khusus untuk spesies ini masih terbatas. Wirdateti, peneliti primata LIPI yang dikutip Mongabay, menjelaskan bahwa kukang memakai gigi taringnya untuk menggigit pakan keras seperti serangga dan buah. Kukang juga berperan penting di hutan: dengan memakan buah, ia menyebarkan biji, dan dengan memakan serangga, ia membantu mengendalikan hama. Menurut peneliti yang sama, kukang juga membantu penyerbukan bunga.

Dasar informasi: Mongabay — New species of cute, but venomous, primate discovered in Borneo (2012) ↗ · Mongabay Indonesia — Kukang Bukan Hewan Peliharaan, Hidupnya di Hutan (2026) ↗ · Mongabay Indonesia — Mencabut Gigi Kukang Sama Saja Membunuhnya Perlahan (2017) ↗

Bagaimana perilaku kukang Kalimantan?

Kukang Kalimantan aktif pada malam hari, hampir sepenuhnya hidup di pohon, dan bergerak lambat. Penilaian IUCN lama yang dimuat ESABII menyebut kukang di Kalimantan jarang dijumpai: dalam 46.000 malam pemasangan perangkap di Taman Nasional Kinabalu, Sabah, kukang hanya tertangkap tiga kali.

Jika merasa terancam, kukang mengangkat kedua lengannya ke atas kepala. Dengan posisi ini, mulutnya dapat cepat mencapai kelenjar brakial di bagian dalam siku, lalu cairan kelenjar itu bercampur dengan air liur menjadi bisa. Kajian Nekaris dan rekan (2013) memuat foto kukang Kalimantan dalam posisi bertahan ini. Menurut kajian itu, bisa kukang tampaknya terutama dipakai melawan parasit dan sesama kukang, serta mungkin menangkal pemangsa.

Dasar informasi: ESABII (Kementerian Lingkungan Hidup Jepang) — Threatened Mammal Species Database: Nycticebus menagensis ↗ · Journal of Venomous Animals and Toxins including Tropical Diseases — Nekaris et al. (2013), Mad, bad and dangerous to know: the biochemistry, ecology and evolution of slow loris venom ↗

Apakah kukang Kalimantan berbisa?

Ya, gigitan kukang Kalimantan berbisa, seperti gigitan semua kukang. Menurut kajian Nekaris dan rekan (2013), gigitan kukang sangat nyeri dan dapat menimbulkan pembengkakan serta luka bernanah yang butuh berminggu-minggu untuk sembuh dan meninggalkan bekas. Pada kasus ekstrem, orang yang digigit dapat mengalami syok anafilaksis yang kadang berakibat kematian.

Wirdateti, peneliti primata LIPI, menjelaskan kepada Mongabay bahwa bisa berasal dari cairan kelenjar di lengan, bukan dari gigi. Gejala yang biasa muncul adalah muntah, pusing, dan bengkak di bagian yang digigit. Karena itu, jangan memegang, menangkap, atau memelihara kukang. Jika tergigit, segera cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan.

Dasar informasi: Journal of Venomous Animals and Toxins including Tropical Diseases — Nekaris et al. (2013), Mad, bad and dangerous to know: the biochemistry, ecology and evolution of slow loris venom ↗ · Mongabay Indonesia — Mencabut Gigi Kukang Sama Saja Membunuhnya Perlahan (2017) ↗

Bagaimana melindungi kukang Kalimantan?

Kukang Kalimantan dilindungi: lampiran Permen LHK P.106/2018 mencantumkan Nycticebus menagensis dengan nama kukang kalimantan. Ancaman utamanya adalah perdagangan satwa peliharaan. Menurut Mongabay (2026), sekitar 7.000 kukang diperdagangkan setiap tahun, dan hampir semua kukang di pasar ditangkap dari alam.

Pemburu dan pedagang sering memotong atau mencabut gigi kukang, sehingga kukang mudah terinfeksi, sulit makan, dan banyak yang tidak bisa dilepasliarkan lagi. Kukang yang dipelihara setelah giginya dipotong hanya bertahan sekitar enam bulan. Cara membantu: jangan membeli, memelihara, atau menyebarkan video kukang peliharaan, dan laporkan perdagangan kukang kepada petugas konservasi setempat.

Dasar informasi: JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗ · Mongabay Indonesia — Kukang Bukan Hewan Peliharaan, Hidupnya di Hutan (2026) ↗ · Mongabay Indonesia — Mencabut Gigi Kukang Sama Saja Membunuhnya Perlahan (2017) ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Pertanyaan umum tentang kukang Kalimantan

Apa nama latin kukang Kalimantan?

Nama latin atau nama ilmiah kukang Kalimantan adalah Nycticebus menagensis, dari famili Lorisidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Philippine slow loris.

Di mana kukang Kalimantan dapat ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, panduan ini mencatat kukang Kalimantan di wilayah berikut: Kalimantan, terutama pesisir utara dan timur (Kalimantan Timur).

Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.

Kukang Kalimantan makan apa?

Pola makan kukang Kalimantan: serangga, getah pohon, nektar, buah, dan telur.

Apa status konservasi kukang Kalimantan?

Dalam Daftar Merah IUCN, kukang Kalimantan masuk kategori Rentan (Vulnerable): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.

Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah kukang Kalimantan termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.

Sumber & referensi

  1. American Journal of Primatology — Munds, Nekaris & Ford (2013), Taxonomy of the Bornean slow loris, with new species Nycticebus kayan (PDF, Wayback Machine copy) ↗
  2. Mammal Diversity Database (ASM) — Nycticebus menagensis, Philippine Slow Loris ↗
  3. ESABII (Kementerian Lingkungan Hidup Jepang) — Threatened Mammal Species Database: Nycticebus menagensis ↗
  4. Journal of Venomous Animals and Toxins including Tropical Diseases — Nekaris et al. (2013), Mad, bad and dangerous to know: the biochemistry, ecology and evolution of slow loris venom ↗
  5. Mongabay Indonesia — Mencabut Gigi Kukang Sama Saja Membunuhnya Perlahan (2017) ↗
  6. Mongabay Indonesia — Kukang Bukan Hewan Peliharaan, Hidupnya di Hutan (2026) ↗
  7. Mongabay — New species of cute, but venomous, primate discovered in Borneo (2012) ↗
  8. Yayasan IAR Indonesia — Selamat Setelah Tersengat Listrik, Kukang Elektro Dilepasliarkan di HL Gunung Tarak (2022) ↗
  9. JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗
  10. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Bacaan lanjutan

Slow loris: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris). Ikhtisar yang lebih luas dan mencakup hewan ini.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 25 September). Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/kukang-kalimantan/