Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Satwa Terdampak Karhutla 2026: 53 Orangutan Diselamatkan Kemenhut

Data satwa terdampak karhutla 2026: 100 satwa diselamatkan di 6 provinsi, 43 orangutan di Kalbar, dampak asap, status hukum, dan cara melapor.

Ringkasan

Yang perlu diketahui

Jumlah satwa terdampak karhutla 2026 terus bertambah: hingga 22 September 2026, Kementerian Kehutanan telah menyelamatkan 100 satwa liar di enam provinsi prioritas, 53 di antaranya orangutan di Kalimantan, dan delapan satwa ditemukan mati. Di Kalimantan Barat saja, BKSDA mencatat 43 orangutan, 12 trenggiling, dan 4 kucing kuwuk diselamatkan sampai 30 September 2026, sementara api masih dipadamkan di Ketapang dan Kayong Utara.

Satwa diselamatkan di 6 provinsi prioritas
100 individu (per 22 September 2026) sumber ↗
Orangutan di antaranya
53 individu, semuanya di Kalimantan sumber ↗
Satwa mati dari 100 yang ditangani
8 (ular, biawak, kura-kura, dan satu orangutan) sumber ↗
Penyelamatan BKSDA Kalimantan Barat
43 orangutan, 12 trenggiling, 4 kucing kuwuk (sampai 30 September 2026) sumber ↗
Hotspot Kalimantan di habitat orangutan
Sekitar 88,6% (Juni–5 September 2026) sumber ↗
Luas karhutla nasional Januari–Juli 2026
202.004,30 hektare, naik 69% dari periode sama 2025 sumber ↗
Seluruh satwa ditangani dalam bencana alam 2026
254 individu (per 29 September 2026) sumber ↗

Berapa satwa yang terdampak karhutla 2026?

Pada 22 September 2026, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengumumkan 100 satwa liar telah diselamatkan dari area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Orangutan mendominasi dengan 53 individu, disusul trenggiling. Delapan satwa mati: ular, biawak, kura-kura, dan satu orangutan.

Di Kalimantan Barat, BKSDA mengevakuasi 24 satwa dari 18 lokasi antara 1 Agustus dan 10 September 2026, termasuk 15 orangutan. Sampai 30 September, jumlahnya menjadi 43 orangutan, 12 trenggiling, dan 4 kucing kuwuk, ditambah bekantan dan lutung kelabu. Secara terpisah, Kemenhut mencatat 254 satwa dalam seluruh penanganan bencana alam 2026 hingga 29 September.

Sumber: Kemhut Catat 100 Satwa Dievakuasi Imbas Karhutla, 8 Mati ↗ · Kemenhut Selamatkan 100 Satwa Terdampak Karhutla, 53 Orang Utan ↗ · Kemenhut selamatkan 100 hewan liar dari area karhutla di 6 provinsi ↗ · Puluhan Satwa Liar Korban Karhutla di Kalimantan Barat Berhasil Diselamatkan ↗ · Pemadaman Karhutla di Kalbar Tersisa di Kayong Utara dan Ketapang, Habitat Orangutan Belum Aman ↗ · Hotspot High Confidence Meningkat, Kemenhut Perkuat Respons Lapangan dan Perlindungan Satwa Liar (SP.568/HKLN/09/2026) ↗

Di mana karhutla 2026 terjadi dan berapa hektare yang terbakar?

Menurut SiPongi, sistem pemantauan Kemenhut, 202.004,30 hektare hutan dan lahan terbakar pada Januari–Juli 2026, naik 69% dibanding periode yang sama 2025. Angka itu belum mencakup Agustus dan awal September, saat hotspot di Kalimantan melonjak.

BPBD Kalimantan Barat mencatat 48.536 hektare terbakar di provinsinya sampai 14 September 2026, tersebar di 10 kabupaten/kota. Pada 1 Oktober, pemadaman masih berlangsung di Ketapang dan Kayong Utara. Secara nasional, SiPongi mendeteksi 893 hotspot berkepercayaan tinggi pada 29 September, naik dari 365 sehari sebelumnya. Kemenhut mengingatkan hotspot adalah anomali suhu dari satelit, bukan jumlah kebakaran.

Sumber: Indikasi Luas Kebakaran: Rekapitulasi Luas Kebakaran Hutan dan Lahan per Provinsi (SiPongi+) ↗ · Kebakaran Hutan Makin Gerus Habitat Orangutan ↗ · Pemadaman Karhutla di Kalbar Tersisa di Kayong Utara dan Ketapang, Habitat Orangutan Belum Aman ↗ · Hotspot High Confidence Meningkat, Kemenhut Perkuat Respons Lapangan dan Perlindungan Satwa Liar (SP.568/HKLN/09/2026) ↗

Mengapa karhutla mengancam orangutan?

Analisis geospasial yang dilaporkan Mongabay Indonesia pada 22 September 2026 menumpangsusunkan data hotspot SiPongi dengan peta habitat orangutan kalimantan. Dari 124.655 hotspot di Kalimantan antara Juni dan 5 September 2026, sekitar 88,6% berada di habitat orangutan. Subspesies Pongo pygmaeus wurmbii, yang hidup di Kalimantan Tengah serta Ketapang dan Kayong Utara, paling terpapar dengan 99.717 hotspot.

Kebakaran menghanguskan sumber pakan dan tempat bersarang, kata BKSDA Kalbar, sehingga ruang jelajah orangutan menyempit dan banyak yang masuk ke kebun warga serta mendekati permukiman. Kajian PHVA 2016 memperkirakan sekitar 57.000 orangutan tersisa di Borneo.

Sumber: Kebakaran Hutan Makin Gerus Habitat Orangutan ↗ · Pemadaman Karhutla di Kalbar Tersisa di Kayong Utara dan Ketapang, Habitat Orangutan Belum Aman ↗ · Upaya Serius Kemenhut Rescue Satwa Liar Terdampak Karhutla (SP. 534/HKLN/09/2026) ↗

Apa dampak asap karhutla pada orangutan?

Pada 30 Agustus 2026, seekor orangutan jantan dewasa ditemukan sangat lemah dan sulit bernapas di kebun sawit warga di Ketapang saat hutan sekitarnya terbakar. Ia mati hari itu juga meski sudah diberi oksigen dan infus; BKSDA Kalbar menyatakan perubahan pada paru-parunya diduga berkaitan dengan paparan asap.

Orangutan jantan yang diselamatkan di Kayong Utara pada 12 September juga batuk-batuk, yang menurut Kemenhut diduga kuat akibat asap. Menurut BKSDA Kalbar, orangutan yang mengalami luka bakar dan gangguan pernapasan kini dirawat. Di Kalimantan Tengah, satgas penyelamatan satwa diperkuat pada 5 September 2026 dengan tabung oksigen dan nebulizer.

Sumber: BKSDA Kalbar Tangani Orangutan Sempurna yang Diduga Terdampak Asap Karhutla (SP.486/HKLN/09/2026) ↗ · Upaya Serius Kemenhut Rescue Satwa Liar Terdampak Karhutla (SP. 534/HKLN/09/2026) ↗ · Pemadaman Karhutla di Kalbar Tersisa di Kayong Utara dan Ketapang, Habitat Orangutan Belum Aman ↗ · Hadapi Dampak Karhutla, Satgas Penyelamatan Satwa Liar Kalteng Diperkuat (SP. 496/HKLN/09/2026) ↗

Bagaimana penyelamatan satwa korban karhutla di lapangan?

Sebagian besar penyelamatan berawal dari laporan warga. Di Kayong Utara pada 12 September 2026, tim BKSDA dan sebuah organisasi rehabilitasi mengevakuasi induk orangutan yang mengalami luka bakar beserta anaknya, lalu seekor jantan dewasa. Pelepasliaran mereka ditunda sampai cuaca membaik dan hutan aman dari api. Pada 22 September, seekor trenggiling yang terjerat pukat kebun cabai di Desa Rantau Panjang dilepasliarkan petugas KPH ke Taman Nasional Gunung Palung, karena tim BKSDA sedang fokus pada karhutla.

Di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, petugas menurunkan orangutan betina dari pohon kering di lahan yang masih membara pada dini hari 26 September. Ia tidak terluka dan direncanakan ditranslokasi ke Suaka Margasatwa Lamandau. Di Kotawaringin Barat, satgas karhutla melaporkan pada 26 September bahwa dua orangutan yang terlihat di lahan bekas terbakar kembali masuk hutan sebelum bisa dievakuasi.

Sumber: Upaya Serius Kemenhut Rescue Satwa Liar Terdampak Karhutla (SP. 534/HKLN/09/2026) ↗ · Terjerat Pukat di Kebun Warga, Trenggiling Diselamatkan di Kayong Utara ↗ · Induk Orang Utan hingga Trenggiling Dievakuasi dari Karhutla Kotim ↗ · Satgas Karhutla Kobar Temukan Dua Orangutan Terjebak Kabut Asap di Km 24 Mendawai Seberang ↗ · SOS: Tempat Rawat Orangutan Korban Karhutla di Kalimantan Barat Hampir Penuh ↗

Apakah satwa korban karhutla dilindungi undang-undang?

Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), trenggiling (Manis javanica), kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), bekantan, dan lutung kelabu tercantum dalam lampiran Permen LHK P.106/2018. Menurut IUCN, ketiga spesies orangutan dan trenggiling sunda berstatus Kritis (Critically Endangered).

Pasal 21 ayat (2) UU 5/1990 sebagaimana diubah UU 32/2024 melarang menangkap, melukai, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun bagi perorangan sejak UU 1/2026 menghapus ancaman minimumnya pada 2 Januari 2026. Mengambil orangutan atau trenggiling yang lari dari kebakaran untuk dipelihara tetap pelanggaran.

Untuk kebakarannya, Kemenhut menangani 31 perkara karhutla di 10 provinsi per 15 September 2026, dan per 29 September telah menjatuhkan sanksi administratif kepada 26 pemegang izin, termasuk lima pencabutan izin.

Sumber: Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran) ↗ · Misteri bayi orang utan di hutan India, diselundupkan dari Indonesia atau Malaysia? ↗ · Sunda pangolin (Manis javanica) ↗ · Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ↗ · Data Lengkap Penanganan Kasus Karhutla Kemenhut, Sanksi Tegas Menanti (SP. 529/HKLN/09/2026) ↗ · Karhutla 10.958 Hektare, Kemenhut Cabut 5 PBPH dan Bekukan 13 Izin ↗ · UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (JDIH BPK) ↗

Apa selanjutnya

  • Orangutan yang sehat dipindahkan ke habitat aman seperti Taman Nasional Gunung Palung dan Suaka Margasatwa Lamandau; sisanya dilepasliarkan setelah hutan aman dari api.
  • Ruang rehabilitasi menipis: di satu pusat di Kalimantan Barat, 28 dari 35 orangutan hasil evakuasi masih dirawat pada 28 September 2026.
  • Pemegang izin yang disanksi wajib memulihkan areal terbakar, dan perkara karhutla lain masih diselidiki.
  • Para analis hotspot mendesak survei ulang populasi dan habitat orangutan kalimantan setelah kebakaran.

Cara membantu

  • Jika menemukan satwa liar terdampak karhutla, jangan menangkap, memindahkan, atau memberinya makan. Catat lokasi dan kondisinya, lalu hubungi BKSDA: Kalbar 0811-577-6767, Kalteng 0811-5218-500, Kaltim 0821-1333-8181, atau BKSDA provinsi Anda.
  • Jangan membeli atau menerima satwa yang ditawarkan setelah kebakaran; laporkan ke Gakkum Kehutanan atau BKSDA.
  • Jika tergigit atau tercakar satwa liar, segera ke fasilitas kesehatan.
  • Jangan membuka lahan dengan membakar, dan laporkan api ke aparat desa atau BPBD.

Pertanyaan umum

Karhutla 2026 terjadi di mana saja?

Enam provinsi prioritas pengendalian adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Pada 29 September 2026, hotspot terbanyak ada di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Sumber: Hotspot High Confidence Meningkat, Kemenhut Perkuat Respons Lapangan dan Perlindungan Satwa Liar (SP.568/HKLN/09/2026) ↗

Karhutla 2026 berapa hektare?

SiPongi mencatat 202.004,30 hektare pada Januari–Juli 2026. Kalimantan Barat saja mencatat 48.536 hektare sampai 14 September. Angka resmi Agustus dan September belum tersedia di SiPongi per 1 Oktober 2026.

Sumber: Indikasi Luas Kebakaran: Rekapitulasi Luas Kebakaran Hutan dan Lahan per Provinsi (SiPongi+) ↗ · Pemadaman Karhutla di Kalbar Tersisa di Kayong Utara dan Ketapang, Habitat Orangutan Belum Aman ↗

Apa penyebab karhutla 2026?

Menurut BPBD Kalbar, El Niño yang kuat memperpanjang hari tanpa hujan, dan api membakar gambut kering. Kemenhut juga menemukan kebakaran di areal pemegang izin kehutanan seluas sekitar 10.958 hektare. Penyebab tiap kebakaran ditetapkan lewat penyelidikan.

Sumber: Pemadaman Karhutla di Kalbar Tersisa di Kayong Utara dan Ketapang, Habitat Orangutan Belum Aman ↗ · Karhutla 10.958 Hektare, Kemenhut Cabut 5 PBPH dan Bekukan 13 Izin ↗

Apakah kebakaran hutan Kalimantan sudah padam?

Belum sepenuhnya. Per 1 Oktober 2026, pemadaman di Ketapang dan Kayong Utara masih berlangsung karena hujan belum maksimal, dan hotspot nasional naik menjadi 893 pada 29 September.

Sumber: Pemadaman Karhutla di Kalbar Tersisa di Kayong Utara dan Ketapang, Habitat Orangutan Belum Aman ↗ · Hotspot High Confidence Meningkat, Kemenhut Perkuat Respons Lapangan dan Perlindungan Satwa Liar (SP.568/HKLN/09/2026) ↗

Apa yang harus dilakukan jika menemukan satwa terdampak karhutla?

Jangan menangkap atau mengevakuasinya sendiri. Kemenhut meminta warga menghubungi petugas, menyebutkan lokasi dan kondisi satwa, mendokumentasikan bila aman, dan menyerahkan penanganan kepada petugas.

Sumber: Upaya Serius Kemenhut Rescue Satwa Liar Terdampak Karhutla (SP. 534/HKLN/09/2026) ↗ · Tangani Dampak Karhutla, Kemenhut Perkuat Call Center Penyelamatan Satwa (SP. 494/HKLN/09/2026) ↗

Hewan dalam berita ini

Kalimantan
Pongo pygmaeus

Kera besar penghuni hutan Borneo, termasuk rawa gambut Kalimantan. Keragaman populasi dan hubungan antarhabitat penting untuk memahami konservasinya.

Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
Manis javanica

Mamalia bersisik pemakan semut dan rayap yang terancam perdagangan ilegal. Kebiasaan memanjat dan bersembunyi membuat pengamatan langsungnya sulit.

Kalimantan
Nasalis larvatus

Primata endemik Borneo dengan hubungan erat pada hutan tepi sungai, mangrove, dan rawa. Hidung besar jantan hanyalah satu bagian dari adaptasinya yang khas.

Catatan: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah
Trachypithecus cristatus

Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus). Lutung kelabu banyak memakai hutan pesisir, mangrove, dan tepi sungai; keberadaan di satu kawasan tidak memastikan populasi di seluruh Borneo atau Sumatra.

Kalimantan, terutama pesisir utara dan timur (Kalimantan Timur)
Nycticebus menagensis

Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis) adalah primata malam kecil berbisa dari pesisir timur Kalimantan yang terancam perdagangan satwa peliharaan.

Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau sekitarnya; introduksi di Sulawesi dan Maluku
Viverra tangalunga

Musang tenggalung (Viverra tangalunga) adalah musang darat bertotol hitam dengan ekor belang hitam-putih, umum di hutan Sumatera dan Kalimantan.

Sumatera dan Kalimantan
Helarctos malayanus

Beruang terkecil di dunia yang mampu memanjat dan memakan beragam sumber makanan hutan. Namanya tidak berarti madu adalah seluruh makanannya.

Sumber dan referensi

  1. Kemhut Catat 100 Satwa Dievakuasi Imbas Karhutla, 8 Mati ↗ — CNN Indonesia, 2026-09-22
  2. Kemenhut Selamatkan 100 Satwa Terdampak Karhutla, 53 Orang Utan ↗ — detikNews, 2026-09-22
  3. Pemadaman Karhutla di Kalbar Tersisa di Kayong Utara dan Ketapang, Habitat Orangutan Belum Aman ↗ — Kompas.id, 2026-10-01
  4. Kebakaran Hutan Makin Gerus Habitat Orangutan ↗ — Mongabay Indonesia, 2026-09-22
  5. Indikasi Luas Kebakaran: Rekapitulasi Luas Kebakaran Hutan dan Lahan per Provinsi (SiPongi+) ↗ — SiPongi+, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Kementerian Kehutanan, 2026-10-01
  6. Hotspot High Confidence Meningkat, Kemenhut Perkuat Respons Lapangan dan Perlindungan Satwa Liar (SP.568/HKLN/09/2026) ↗ — Kementerian Kehutanan, 2026-09-30
  7. Kemenhut selamatkan 100 hewan liar dari area karhutla di 6 provinsi ↗ — ANTARA, 2026-09-22
  8. Puluhan Satwa Liar Korban Karhutla di Kalimantan Barat Berhasil Diselamatkan ↗ — InfoPublik (Kementerian Komunikasi dan Digital), 2026-09-11
  9. Upaya Serius Kemenhut Rescue Satwa Liar Terdampak Karhutla (SP. 534/HKLN/09/2026) ↗ — Kementerian Kehutanan, 2026-09-17
  10. BKSDA Kalbar Tangani Orangutan Sempurna yang Diduga Terdampak Asap Karhutla (SP.486/HKLN/09/2026) ↗ — Kementerian Kehutanan, 2026-09-03
  11. Hadapi Dampak Karhutla, Satgas Penyelamatan Satwa Liar Kalteng Diperkuat (SP. 496/HKLN/09/2026) ↗ — Kementerian Kehutanan, 2026-09-05
  12. Terjerat Pukat di Kebun Warga, Trenggiling Diselamatkan di Kayong Utara ↗ — Suara Kalbar, 2026-09-25
  13. Induk Orang Utan hingga Trenggiling Dievakuasi dari Karhutla Kotim ↗ — CNN Indonesia, 2026-09-28
  14. Satgas Karhutla Kobar Temukan Dua Orangutan Terjebak Kabut Asap di Km 24 Mendawai Seberang ↗ — Berita Sampit, 2026-09-26
  15. SOS: Tempat Rawat Orangutan Korban Karhutla di Kalimantan Barat Hampir Penuh ↗ — Katadata, 2026-09-28
  16. Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran) ↗ — JDIH Kementerian Kehutanan, 2018-12-28
  17. Misteri bayi orang utan di hutan India, diselundupkan dari Indonesia atau Malaysia? ↗ — BBC News Indonesia, 2026-09-10
  18. Sunda pangolin (Manis javanica) ↗ — IUCN SSC Pangolin Specialist Group, 2026-04-30
  19. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ↗ — JDIH BPK RI, 2024-08-07
  20. Data Lengkap Penanganan Kasus Karhutla Kemenhut, Sanksi Tegas Menanti (SP. 529/HKLN/09/2026) ↗ — Kementerian Kehutanan, 2026-09-15
  21. Karhutla 10.958 Hektare, Kemenhut Cabut 5 PBPH dan Bekukan 13 Izin ↗ — Periskop.id, 2026-09-29
  22. UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (JDIH BPK) ↗ — JDIH BPK RI, 2026-01-02
  23. Tangani Dampak Karhutla, Kemenhut Perkuat Call Center Penyelamatan Satwa (SP. 494/HKLN/09/2026) ↗ — Kementerian Kehutanan, 2026-09-05

Berita ini ditulis oleh redaksi PanduanHewan dari laporan dan sumber resmi yang tercantum; kami tidak menyalin isi media lain. Fakta dapat berubah seiring perkembangan; tanggal pembaruan ada di bagian atas. Kirim koreksi

Berita satwa lainnya