Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Gajah Diego Mati di PLG Minas: Kronologi dan Penyebabnya

Gajah Diego (17) mati di PLG Minas, Siak, Riau, 16 September 2026. Nekropsi BBKSDA Riau mengarah ke infeksi pencernaan kronis. Kronologi dan konteksnya.

Ringkasan

Yang perlu diketahui

Gajah Diego, gajah sumatera jinak jantan berusia 17 tahun, mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, pada Rabu, 16 September 2026 pukul 12.00 WIB setelah beberapa hari dirawat intensif oleh tim medis BBKSDA Riau. Nekropsi mengarah pada infeksi kronis saluran pencernaan, dan sampel organnya masih diuji di laboratorium. Diego adalah gajah kedua yang mati di PLG Minas dalam enam pekan, setelah Jovi pada 3 Agustus 2026.

Tanggal kematian
Rabu, 16 September 2026, pukul 12.00 WIB sumber ↗
Usia dan asal
Jantan, 17 tahun, lahir di PLG Minas pada 3 September 2009 sumber ↗
Dugaan penyebab
Infeksi kronis saluran pencernaan (hasil nekropsi; uji laboratorium berjalan) sumber ↗
Kematian gajah di Riau 2026
Diego adalah kasus kelima tahun ini, menurut Riau Pos sumber ↗
Status IUCN
Gajah sumatera: Kritis (Critically Endangered) sumber ↗
Perlindungan hukum
Dilindungi: lampiran P.106/2018 nomor 51 (Elephas maximus) sumber ↗

Bagaimana kronologi kematian gajah Diego?

Menurut siaran pers Kementerian Kehutanan tertanggal 16 September 2026, Diego mulai menunjukkan gejala sakit pada 10 September 2026: kotorannya encer dan nafsu makannya turun. Tim medis BBKSDA Riau menemukan beberapa cacing dalam kotorannya, sehingga diagnosis awalnya cacingan. Diego lalu dirawat secara intensif oleh tim medis.

Setelah beberapa hari, nafsu makannya membaik dan kotorannya kembali berbentuk. Pemeriksaan feses lanjutan di sebuah laboratorium di Pekanbaru menyatakan sampelnya negatif cacing. Namun, pada 15 September mahout (pawang) melaporkan Diego kembali sakit: ia sama sekali tidak mau makan, diare cair berulang kali, sangat lemah, dan sepanjang hari hanya minum beberapa teguk.

Tim medis memberikan cairan infus, vitamin, dan obat antiradang. Pada 16 September, ketika tim bersiap mengambil sampel darah pada hari kedua perawatan, Diego tiba-tiba terduduk dan roboh. Ia dinyatakan mati pukul 12.00 WIB.

Plh. Kepala BBKSDA Riau Ujang Holisudin menyatakan nekropsi (bedah bangkai) mengarah pada infeksi saluran pencernaan yang bersifat kronis. Tim medis mengambil sampel organ untuk memastikan diagnosis di laboratorium, dan bangkai Diego dikuburkan sesuai prosedur.

Sumber: Kabar Duka dari PLG Minas: Gajah Binaan "Diego" Tutup Usia pada umur 17 Tahun (Siaran Pers SP.533/HKLN/09/2026) ↗ · BKSDA: Seekor gajah jinak mati di Riau akibat gangguan pencernaan ↗ · Gajah Sumatera di PLG Minas Mati Akibat Gangguan Pencernaan ↗

Siapa gajah Diego di PLG Minas?

Diego lahir di PLG Minas pada 3 September 2009 dari induk betina Vera dan pejantan Reno, sehingga ia tidak pernah hidup di alam liar. BBKSDA Riau menyebutnya salah satu gajah binaan yang biasa menyambut pengunjung PLG Minas.

PLG Minas terletak di Kabupaten Siak dan dikelola BBKSDA Riau. Gajah-gajah jinaknya juga dilibatkan dalam penanganan konflik dengan gajah liar; pada November 2025, misalnya, dua gajah jinak dari PLG Minas dikerahkan untuk membantu pemasangan kalung GPS pada gajah liar. Menurut kajian yang diterbitkan FAO pada 2002, sejak 1985 pemerintah membangun enam pusat latihan gajah di Sumatera untuk menangani konflik sekaligus melestarikan gajah.

Sumber: Kabar Duka dari PLG Minas: Gajah Binaan "Diego" Tutup Usia pada umur 17 Tahun (Siaran Pers SP.533/HKLN/09/2026) ↗ · BKSDA: Seekor gajah jinak mati di Riau akibat gangguan pencernaan ↗ · Cegah Konflik Manusia dan Gajah, BBKSDA Riau Gunakan Teknologi GPS Collar ↗ · The care and management of domesticated elephants in Sumatra, Indonesia (in: Giants on our hands) ↗

Berapa gajah yang mati di Riau sepanjang 2026?

Riau Pos mencatat Diego sebagai kasus kematian gajah kelima di Riau tahun ini. Sebelumnya, seekor gajah liar jantan berumur 40 tahun ditemukan mati tanpa gading di sebuah areal konsesi di Pelalawan pada 2 Februari; seekor anak gajah liar berumur lima tahun ditemukan mati terjerat di Taman Nasional Tesso Nilo pada 26 Februari; dan gajah jinak Indro (45) mati di Tesso Nilo pada 29 Juni setelah dibius.

Kasus keempat terjadi di PLG Minas. Jovi, gajah jantan berusia sekitar 46 tahun yang tinggal di sana sejak 18 Februari 1998, mati pada 3 Agustus 2026 setelah 34 hari dirawat. Menurut Kementerian Kehutanan, komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan atas memicu kelemahan otot berat (miopati). Jovi dikenal berjasa dalam mitigasi konflik manusia dan gajah liar.

Secara nasional, The Jakarta Post melaporkan pada 15 Agustus 2026 bahwa sedikitnya 12 gajah sumatera tercatat mati sejak awal tahun: tujuh di alam liar dan lima di penangkaran.

Sumber: Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026 ↗ · Kabar Duka dari PLG Minas: Gajah Binaan "Jovi" Tutup Usia Setelah 34 Hari Perawatan Intensif (Siaran Pers SP.367/HKLN/08/2026) ↗ · Three Sumatran elephants die in two weeks in Aceh, Riau ↗

Apakah pakan pelepah sawit berkaitan dengan kematian Jovi dan Diego?

Belum ada bukti ke arah itu. Kesamaan gangguan pencernaan pada Jovi dan Diego memunculkan pertanyaan tentang pakan. Pada 24 September 2026, Ujang Holisudin, yang juga Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, membenarkan bahwa pelepah sawit termasuk pakan tambahan bagi gajah binaan PLG Minas, bersama pelepah pisang, batang jagung, serta tambahan gula, beras, dedak, dan garam.

Menurut Ujang, pakan utama gajah tetap berasal dari kegiatan menggembala; pelepah sawit diberikan pada malam hari sebelum gajah ditambat untuk beristirahat.

Seorang pegiat perlindungan gajah meminta praktik itu dikaji ulang, tetapi menegaskan bahwa pelepah belum bisa disebut sebagai penyebab kematian. Hasil laboratorium Diego akan menjadi petunjuk penting.

Sumber: Dua Gajah PLG Minas Mati dengan Gangguan Pencernaan, Pakan Pelepah Sawit Diminta Dievaluasi ↗ · BBKSDA Riau: Pelepah Sawit Diberikan Sebelum Gajah Istirahat Malam ↗ · Kabar Duka dari PLG Minas: Gajah Binaan "Diego" Tutup Usia pada umur 17 Tahun (Siaran Pers SP.533/HKLN/09/2026) ↗

Penyakit apa yang mengancam gajah di pusat latihan?

Gajah binaan sepenuhnya bergantung pada pakan, air, dan layanan dokter hewan dari pengelolanya. Kajian di Taman Nasional Way Kambas dalam jurnal Veterinary World (2019) menyebut cacing nematoda sebagai parasit gajah yang paling banyak dan paling merugikan; sebagian besar hidup di saluran pencernaan, dan infeksinya dapat menyebabkan anemia, radang usus, bahkan kematian, terutama pada gajah muda.

Ancaman lain adalah Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV). Studi yang terbit pada 2021 mencatat hingga sekitar selusin kasus penyakit perdarahan akut yang mematikan pada anak gajah sumatera kelahiran penangkaran. Pada 11 Agustus 2026, anak gajah Yuna di PLG Saree, Aceh, mati dengan dugaan awal EEHV.

Kesejahteraan gajah binaan juga sudah menjadi perhatian kebijakan: pada 18 Desember 2025, Dirjen KSDAE menerbitkan Surat Edaran Nomor SE.6 Tahun 2025 yang menghentikan peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi atas dasar kesejahteraan satwa.

Sumber: Morphology and morphometry of adult nematodes on Sumatran elephants (Elephas maximus sumatranus) in Way Kambas National Park area, Indonesia ↗ · Identification of two lethal cases of elephant endotheliotropic herpesvirus haemorrhagic disease in Sumatran elephant calves in Indonesia (abstract) ↗ · Kematian Gajah Yuna, BKSDA Aceh Perkuat Deteksi Dini Serangan Virus EEHV pada Gajah Anakan (siaran pers) ↗ · Kemenhut resmi larang atraksi gajah tunggang secara nasional ↗

Apakah gajah sumatera dilindungi, dan berapa yang tersisa?

Ya. Gajah asia (Elephas maximus) tercantum sebagai nomor 51 dalam lampiran Permen LHK P.106/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, membunuh, memelihara, atau memperdagangkan satwa dilindungi beserta bagian tubuhnya. Setelah penyesuaian oleh UU No. 1 Tahun 2026, ancaman pidananya paling lama 15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak kategori VII (Rp5 miliar). Penganiayaan hewan diatur terpisah dalam Pasal 337 KUHP yang berlaku sejak 2 Januari 2026; tidak ada dugaan penganiayaan dalam kasus Diego.

IUCN menilai gajah asia Genting (Endangered) pada 2020, sedangkan subspesies gajah sumatera berstatus Kritis (Critically Endangered). Data Kementerian Kehutanan yang dikutip ANTARA menyebut sekitar 1.100 gajah tersisa di 21 kantong habitat di Sumatera per Juli 2026, turun dari 2.400–2.800 ekor di 42 kantong pada 2007. Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) 2026–2036 yang diluncurkan pada 12 Agustus 2026 memakai estimasi yang lebih tinggi; dua laporan Mongabay mengutipnya sebagai 1.320–1.635 dan 1.365–1.719 ekor.

Sumber: Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran) ↗ · UU No. 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ↗ · UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, Lampiran I no. 183 (UU 32/2024 Pasal 40A ayat (1)) ↗ · UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (berlaku 2 Januari 2026) ↗ · Elephas maximus, Asian Elephant: IUCN Red List assessment (Williams et al. 2020) ↗ · World Elephant Day 2026: Indonesia's fight to save its elephants ↗ · Only 1,325-1,648 wild elephants left in Indonesia, government says ↗ · Berapa Populasi Gajah Sumatera? Estimasi Terbaru Sekitar 1.365-1.719 Individu ↗

Apa selanjutnya

  • BBKSDA Riau menunggu hasil laboratorium atas sampel organ Diego untuk memastikan penyebab kematiannya; sampel organ dan jaringan Jovi juga telah diambil untuk pemeriksaan lanjutan.
  • Pertanyaan tentang pakan tambahan, termasuk pelepah sawit, belum terjawab; pegiat meminta evaluasi setelah dua kematian di PLG Minas.
  • SRAK Gajah Sumatra dan Kalimantan 2026–2036 menjadi pedoman pelaksanaan Inpres No. 8 Tahun 2026 dan memuat program pengelolaan gajah ex-situ.

Cara membantu

  • Laporkan gajah liar yang masuk kebun atau permukiman ke BKSDA/BBKSDA setempat dan serahkan penanganannya kepada petugas.
  • Saat berkunjung ke pusat latihan gajah, ikuti aturan petugas dan jangan meminta atraksi menunggang gajah; Kementerian Kehutanan menghentikan peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi sejak Desember 2025.
  • Jika melihat praktik yang mengganggu kesejahteraan gajah, laporkan ke BKSDA atau Kementerian Kehutanan.
  • Jangan membeli produk gading atau bagian tubuh gajah; laporkan penawaran semacam itu ke Gakkum Kehutanan melalui pengaduan.gakkum.kehutanan.go.id.

Pertanyaan umum

PLG Minas di mana?

PLG Minas berada di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dikelola Balai Besar KSDA (BBKSDA) Riau di bawah Kementerian Kehutanan.

Sumber: BKSDA: Seekor gajah jinak mati di Riau akibat gangguan pencernaan ↗

Gajah Diego mati karena apa?

Nekropsi BBKSDA Riau mengarah pada infeksi kronis saluran pencernaan. Diagnosis awal pada 10 September adalah cacingan, tetapi uji feses lanjutan negatif cacing. Sampel organ masih diperiksa di laboratorium.

Sumber: Kabar Duka dari PLG Minas: Gajah Binaan "Diego" Tutup Usia pada umur 17 Tahun (Siaran Pers SP.533/HKLN/09/2026) ↗

Gajah Jovi sakit apa?

Menurut Kementerian Kehutanan, Jovi mengalami komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan atas yang berkembang menjadi kelemahan otot berat (miopati). Gejalanya muncul sejak 1 Juli 2026, dan ia mati pada 3 Agustus 2026.

Sumber: Kabar Duka dari PLG Minas: Gajah Binaan "Jovi" Tutup Usia Setelah 34 Hari Perawatan Intensif (Siaran Pers SP.367/HKLN/08/2026) ↗

Apakah gajah sumatera dilindungi?

Ya. Gajah asia tercantum dalam lampiran P.106/2018 (nomor 51). Membunuh atau memperdagangkannya dapat dipidana penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar.

Sumber: Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran) ↗ · UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, Lampiran I no. 183 (UU 32/2024 Pasal 40A ayat (1)) ↗

Gajah sumatera sisa berapa?

Data Kementerian Kehutanan yang dikutip ANTARA menyebut sekitar 1.100 ekor di 21 kantong habitat per Juli 2026. SRAK 2026–2036 memakai estimasi lebih tinggi, sekitar 1.300–1.700 ekor di alam liar.

Sumber: World Elephant Day 2026: Indonesia's fight to save its elephants ↗ · Only 1,325-1,648 wild elephants left in Indonesia, government says ↗

Hewan dalam berita ini

Bentang alam berhutan di Sumatera
Elephas maximus sumatranus

Herbivora besar yang memindahkan biji dan membentuk hutan. Konservasinya memerlukan ruang jelajah yang terhubung serta solusi bersama masyarakat di sekitar habitat.

Sumber dan referensi

  1. Kabar Duka dari PLG Minas: Gajah Binaan "Diego" Tutup Usia pada umur 17 Tahun (Siaran Pers SP.533/HKLN/09/2026) ↗ — Kementerian Kehutanan, 2026-09-16
  2. Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026 ↗ — Riau Pos, 2026-09-19
  3. Elephas maximus, Asian Elephant: IUCN Red List assessment (Williams et al. 2020) ↗ — IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, 2020
  4. Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran) ↗ — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (JDIH Kementerian Kehutanan), 2018-12-28
  5. BKSDA: Seekor gajah jinak mati di Riau akibat gangguan pencernaan ↗ — ANTARA, 2026-09-17
  6. Gajah Sumatera di PLG Minas Mati Akibat Gangguan Pencernaan ↗ — Riauin.com, 2026-09-17
  7. Cegah Konflik Manusia dan Gajah, BBKSDA Riau Gunakan Teknologi GPS Collar ↗ — InfoPublik (Kementerian Komunikasi dan Digital), 2025-11-11
  8. The care and management of domesticated elephants in Sumatra, Indonesia (in: Giants on our hands) ↗ — FAO Regional Office for Asia and the Pacific, 2002
  9. Kabar Duka dari PLG Minas: Gajah Binaan "Jovi" Tutup Usia Setelah 34 Hari Perawatan Intensif (Siaran Pers SP.367/HKLN/08/2026) ↗ — Kementerian Kehutanan, 2026-08-04
  10. Three Sumatran elephants die in two weeks in Aceh, Riau ↗ — The Jakarta Post, 2026-08-15
  11. Dua Gajah PLG Minas Mati dengan Gangguan Pencernaan, Pakan Pelepah Sawit Diminta Dievaluasi ↗ — RiauNews.com, 2026-09-25
  12. BBKSDA Riau: Pelepah Sawit Diberikan Sebelum Gajah Istirahat Malam ↗ — JPNN.com, 2026-09-25
  13. Morphology and morphometry of adult nematodes on Sumatran elephants (Elephas maximus sumatranus) in Way Kambas National Park area, Indonesia ↗ — Veterinary World, 2019-02-13
  14. Identification of two lethal cases of elephant endotheliotropic herpesvirus haemorrhagic disease in Sumatran elephant calves in Indonesia (abstract) ↗ — Journal of Zoo and Wildlife Medicine (via PubMed), 2021
  15. Kematian Gajah Yuna, BKSDA Aceh Perkuat Deteksi Dini Serangan Virus EEHV pada Gajah Anakan (siaran pers) ↗ — Kementerian Kehutanan, 2026-08-12
  16. Kemenhut resmi larang atraksi gajah tunggang secara nasional ↗ — ANTARA, 2026-02-06
  17. UU No. 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya ↗ — JDIH BPK RI, 2024-08-07
  18. UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, Lampiran I no. 183 (UU 32/2024 Pasal 40A ayat (1)) ↗ — JDIH BPK RI, 2026-01-02
  19. UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (berlaku 2 Januari 2026) ↗ — JDIH BPK RI, 2023-01-02
  20. World Elephant Day 2026: Indonesia's fight to save its elephants ↗ — ANTARA English, 2026-08-12
  21. Only 1,325-1,648 wild elephants left in Indonesia, government says ↗ — Mongabay, 2026-08-25
  22. Berapa Populasi Gajah Sumatera? Estimasi Terbaru Sekitar 1.365-1.719 Individu ↗ — Mongabay Indonesia, 2026-09-18

Berita ini ditulis oleh redaksi PanduanHewan dari laporan dan sumber resmi yang tercantum; kami tidak menyalin isi media lain. Fakta dapat berubah seiring perkembangan; tanggal pembaruan ada di bagian atas. Kirim koreksi

Berita satwa lainnya