Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Mamalia · Sumatera · Kalimantan

Mentilin

Mentilin (Cephalopachus bancanus) adalah tarsius bermata besar pemangsa serangga, fauna identitas Kepulauan Bangka Belitung yang terancam hilangnya hutan.

Jawaban singkat

Status IUCN: Rentan

Sekilas tentang mentilin

Mentilin (Cephalopachus bancanus) adalah mamalia dari famili Tarsiidae. Wilayahnya di Indonesia: Bangka, Belitung, Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Karimata, dan Natuna. Pola makannya: serangga dan vertebrata kecil; sepenuhnya karnivor; termasuk hewan karnivora. Status Daftar Merah IUCN: Rentan (Vulnerable). Mentilin termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Mentilin
Nama ilmiahCephalopachus bancanus
Nama InggrisHorsfield's tarsier
KelompokMamalia
FamiliTarsiidae
Wilayah di IndonesiaBangka, Belitung, Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Karimata, dan Natuna
Habitat terkaitHutan Hujan Tropis, Mangrove
MakananSerangga dan vertebrata kecil; sepenuhnya karnivor
Sebaran di IndonesiaBangka, Belitung, Sumatera selatan, Kalimantan, Karimata, Natuna
Ciri utamaMata sangat besar, kaki belakang sangat panjang, ekor panjang
Nama lainTarsius bangka, kera buku, krabuku, singapuar
Fauna identitasKepulauan Bangka Belitung
Status IUCNRentan (Vulnerable) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 1 Oktober 2026
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 119
Jenis pemakanKarnivora (pemakan daging) — pemakan serangga dan vertebrata kecil (burung, mamalia kecil, reptil); sepenuhnya karnivora · Animal Diversity Web
Cara berkembang biakMelahirkan (vivipar) · Animal Diversity Web
Hari peringatanHari Primata Indonesia (30 Januari)
Waktu aktifNokturnal (aktif pada malam hari) · Handbook of the Mammals of the World (via Zenodo)
Dalam panduan ini (11)
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu mentilin?

Mentilin adalah sebutan masyarakat Pulau Bangka untuk tarsius barat (Cephalopachus bancanus), primata malam mungil bermata sangat besar. Menurut buku terbitan BRIN (2024), panjang tubuhnya 12–15 cm, ekornya 18–22 cm, dan berat jantan sekitar 128 g, betina sekitar 117 g. Diameter tiap bola matanya sekitar 16 mm.

Genus Cephalopachus hanya berisi satu spesies dengan empat subspesies. Mentilin dalam arti sempit adalah C. b. bancanus dari Bangka dan Sumatera bagian selatan. Kerabatnya C. b. saltator hidup di Belitung, C. b. borneanus di Kalimantan dan Karimata, serta C. b. natunensis di Natuna. Lampiran P.106/2018 masih memakai nama lama Tarsius bancanus.

Dasar informasi: Penerbit BRIN — Syafutra (2024), Mentilin: Si Mungil dari Pulau Seribu Kulong, dalam Membingkai Satwa Primata Indonesia dalam Tiga Pilar (bab 13) ↗ · Mongabay Indonesia (2024) — Merawat Kebun Bersama Mentilin, Mungkinkah? ↗

Di mana mentilin hidup?

Mentilin hidup di Bangka, Belitung, Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Karimata, dan Kepulauan Natuna. Di Bengkulu ia disebut kera buku atau singapuar, dan di Lampung krabuku. Menurut Animal Diversity Web (ADW), sebarannya di Sumatera diduga dibatasi Sungai Musi di sebelah utara.

Habitatnya hutan primer dan sekunder, tepi hutan, mangrove, dan kebun buah, umumnya di dataran rendah. Di Bangka, penelitian Syafutra menemukan mentilin terutama di kebun karet tua berumur lebih dari 10 tahun yang bercampur bambu atau kebun lada. Mentilin adalah fauna identitas Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 522.53-958/2010.

Dasar informasi: Penerbit BRIN — Syafutra (2024), Mentilin: Si Mungil dari Pulau Seribu Kulong, dalam Membingkai Satwa Primata Indonesia dalam Tiga Pilar (bab 13) ↗ · Animal Diversity Web — Tarsius bancanus, western tarsier ↗ · Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Humas, 2017) — Fauna Sekaligus Maskot Prov. Sumbar (daftar fauna identitas provinsi; Bangka Belitung: mentilin, Tarsius bancanus) ↗

Mentilin makan apa?

Mentilin sepenuhnya karnivor: ia memangsa serangga dan hewan kecil, bukan buah atau daun. Mangsanya antara lain kumbang, semut, belalang, jangkrik, kecoak, ngengat, dan kupu-kupu, juga laba-laba, burung, kelelawar buah kecil, katak, kadal, tikus, dan ular.

Mentilin berburu pada malam hari. Ia menggerakkan telinga untuk mendengar serangga, lalu memastikan dengan mata dari jarak 6–10 m sebelum melompat dan menyambar mangsa dengan tangan. Setelah itu ia kembali ke batang untuk makan. Karena memangsa banyak serangga, peneliti Randi Syafutra menyebut mentilin pestisida alami bagi kebun, termasuk kebun lada.

Dasar informasi: Penerbit BRIN — Syafutra (2024), Mentilin: Si Mungil dari Pulau Seribu Kulong, dalam Membingkai Satwa Primata Indonesia dalam Tiga Pilar (bab 13) ↗ · Mongabay Indonesia (2024) — Merawat Kebun Bersama Mentilin, Mungkinkah? ↗ · Animal Diversity Web — Tarsius bancanus, western tarsier ↗

Bagaimana mentilin berkembang biak?

Mentilin betina melahirkan satu anak setelah bunting rata-rata 178 hari, menurut ADW. Bayinya besar, bisa mencapai 25 persen berat induk. Perkawinan terjadi sepanjang tahun, dengan jarak antarkelahiran rata-rata 258 hari, dan kebanyakan anak disapih pada umur sekitar 80 hari.

Anak yang baru lahir sudah bisa memanjat tetapi belum melompat. Induk jarang menggendongnya; anak ditinggalkan di dahan selama induk berburu, sampai mampu bergerak sendiri sekitar empat minggu kemudian. ADW menggambarkan tarsius barat sebagai hewan soliter dan teritorial yang menandai wilayahnya dengan urine dan bau kelenjar.

Dasar informasi: Animal Diversity Web — Tarsius bancanus, western tarsier ↗

Mengapa mentilin terancam?

Mentilin terancam terutama karena hutannya berubah menjadi tambang timah, kebun sawit, dan permukiman. Menurut bab buku BRIN (2024), hanya 28 persen tutupan hutan Kepulauan Bangka Belitung yang relatif tidak terganggu, dan provinsi ini mencatat laju deforestasi tertinggi di Indonesia pada 2000–2012.

Perburuan untuk dijual sebagai hewan peliharaan terjadi di seluruh daerah Bangka yang masih berhutan. Menurut penulis bab itu, belum ada yang berhasil memelihara mentilin lama karena tingkat stresnya sangat tinggi. Sebagian orang tua juga masih membunuhnya karena menganggapnya pembawa sial atau hama. Buku itu menyebut IUCN menilai subspesies C. b. bancanus Genting (Endangered).

Dasar informasi: Penerbit BRIN — Syafutra (2024), Mentilin: Si Mungil dari Pulau Seribu Kulong, dalam Membingkai Satwa Primata Indonesia dalam Tiga Pilar (bab 13) ↗ · Mongabay Indonesia (2020) — Mentilin, Fauna Identitas Bangka Belitung yang Terancam Punah ↗

Bagaimana melindungi mentilin?

Mentilin dilindungi undang-undang: lampiran Permen LHK P.106/2018 mencantumkannya pada nomor 119 dengan nama Tarsius bancanus. Karena itu, jangan menangkap, memelihara, membeli, atau menjual mentilin. Jika menemukannya di kebun, biarkan saja; hewan ini tidak memakan tanaman.

Pemilik kebun dapat membantu dengan mempertahankan kebun karet tua, bambu, dan pohon bertajuk rapat yang dipakai mentilin untuk tidur, seperti seruk (Schima wallichii), mengkirai (Trema orientalis), dan ara. Laporkan perburuan atau perdagangan mentilin kepada BKSDA setempat. Para peneliti juga menekankan pentingnya penyuluhan agar warga memahami peran mentilin dan status hukumnya.

Dasar informasi: JDIH Kementerian Kehutanan — Lampiran Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗ · Penerbit BRIN — Syafutra (2024), Mentilin: Si Mungil dari Pulau Seribu Kulong, dalam Membingkai Satwa Primata Indonesia dalam Tiga Pilar (bab 13) ↗ · Mongabay Indonesia (2024) — Merawat Kebun Bersama Mentilin, Mungkinkah? ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Mentilin

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasMammalia
OrdoPrimates
FamiliTarsiidae
GenusCephalopachus
SpesiesCephalopachus bancanus

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang mentilin

Apa nama latin dan nama Inggris mentilin?

Nama latin atau nama ilmiah mentilin adalah Cephalopachus bancanus, dari famili Tarsiidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Horsfield's tarsier.

Mentilin termasuk hewan apa?

Mentilin termasuk hewan mamalia dari famili Tarsiidae. Berdasarkan jenis makanannya, mentilin termasuk hewan karnivora (pemakan daging), yaitu pemakan serangga dan vertebrata kecil (burung, mamalia kecil, reptil); sepenuhnya karnivora.

Mentilin berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat mentilin di wilayah berikut: Bangka, Belitung, Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Karimata, dan Natuna.

Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis, Mangrove.

Mentilin makan apa?

Pola makan mentilin: serangga dan vertebrata kecil; sepenuhnya karnivor. Karena itu mentilin termasuk hewan karnivora (pemakan daging). Sumber: Animal Diversity Web.

Mentilin berkembang biak dengan cara apa?

Mentilin berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Sumber: Animal Diversity Web.

Apakah mentilin termasuk hewan nokturnal?

Ya. Mentilin termasuk hewan nokturnal (aktif pada malam hari). Sumber: Handbook of the Mammals of the World (via Zenodo).

Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.

Apa ciri-ciri mentilin?

Ciri-ciri mentilin menurut sumber panduan ini: Ciri utama: mata sangat besar, kaki belakang sangat panjang, ekor panjang.

Bagaimana klasifikasi mentilin?

Klasifikasi ilmiah mentilin: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Mammalia, ordo Primates, famili Tarsiidae, genus Cephalopachus, spesies Cephalopachus bancanus.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah mentilin terancam punah?

Ya. Dalam Daftar Merah IUCN, mentilin masuk kategori Rentan (Vulnerable): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 1 Oktober 2026.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah mentilin dilindungi?

Apakah mentilin dilindungi?

Ya. Mentilin (Cephalopachus bancanus) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 119); dalam lampiran tercantum sebagai Tarsius bancanus.

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara mentilin?

Tidak. Karena mentilin termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. Penerbit BRIN — Syafutra (2024), Mentilin: Si Mungil dari Pulau Seribu Kulong, dalam Membingkai Satwa Primata Indonesia dalam Tiga Pilar (bab 13) ↗
  2. Animal Diversity Web — Tarsius bancanus, western tarsier ↗
  3. Mongabay Indonesia (2020) — Mentilin, Fauna Identitas Bangka Belitung yang Terancam Punah ↗
  4. Mongabay Indonesia (2024) — Merawat Kebun Bersama Mentilin, Mungkinkah? ↗
  5. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Humas, 2017) — Fauna Sekaligus Maskot Prov. Sumbar (daftar fauna identitas provinsi; Bangka Belitung: mentilin, Tarsius bancanus) ↗
  6. JDIH Kementerian Kehutanan — Lampiran Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  7. Handbook of the Mammals of the World (via Zenodo) ↗
  8. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  9. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 1 Oktober). Mentilin (Cephalopachus bancanus). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/mentilin/