Jawaban singkat
Status IUCN: KritisSekilas tentang badak Sumatera
Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) adalah mamalia dari famili Rhinocerotidae. Wilayahnya di Indonesia: Kantong habitat tersisa di Indonesia: Sumatera dan Kalimantan. Hewan ini endemik Indonesia: hanya hidup secara alami di Kini hanya Sumatra dan Kalimantan Timur; dahulu juga di Malaysia dan daratan Asia. Pola makannya: tumbuhan hutan; termasuk hewan herbivora. Status Daftar Merah IUCN: Kritis (Critically Endangered). Badak Sumatera termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).
| Nama ilmiah | Dicerorhinus sumatrensis |
|---|---|
| Nama Inggris | Sumatran rhinoceros |
| Kelompok | Mamalia |
| Famili | Rhinocerotidae |
| Wilayah di Indonesia | Kantong habitat tersisa di Indonesia: Sumatera dan Kalimantan |
| Habitat terkait | Hutan Hujan Tropis |
| Cula | Dua |
| Makanan | Tumbuhan hutan |
| Ciri | Rambut lebih nyata daripada badak lain |
| Status IUCN | Kritis (Critically Endangered) · International Rhino Foundation — Sumatran rhino |
| Perlindungan hukum di Indonesia | Dilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 111 |
| Perkiraan populasi | Diperkirakan 34–47 badak Sumatera di alam liar · International Rhino Foundation — Sumatran rhino |
| Berat tubuh | 600–950 kg; tinggi bahu 1,0–1,5 m · International Rhino Foundation — Sumatran rhino |
| Umur | 35–40 tahun · International Rhino Foundation — Sumatran rhino |
| Jenis pemakan | Herbivora (pemakan tumbuhan) — peramban: daun dan ranting anakan pohon serta semak · Animal Diversity Web |
| Cara berkembang biak | Melahirkan (vivipar) · Animal Diversity Web |
| Hari peringatan | Hari Badak Sedunia (22 September) |
| Waktu aktif | Nokturnal (aktif pada malam hari) — Pola ini mungkin sebagian akibat tekanan perburuan. · Handbook of the Mammals of the World, Vol. 2 Hoofed Mammals (Wilson & Mittermeier eds., Lynx Edicions 2011), Rhinocerotidae: Dicerorhinus sumatrensis account (Plazi treatment) |
| Endemik Indonesia | Ya — Kini hanya Sumatra dan Kalimantan Timur; dahulu juga di Malaysia dan daratan Asia · IUCN Red List |
Dalam panduan ini (11)
Badak kecil dengan dua cula
Dicerorhinus sumatrensis berbeda dari badak Jawa dalam bentuk tubuh, rambut, dan jumlah cula. Anak memiliki rambut lebih tebal yang berubah seiring usia. Kedua badak Indonesia sama-sama memerlukan konservasi, tetapi kebutuhan pengelolaan dan keadaan populasinya harus dibaca secara terpisah.
Dasar informasi: WWF — Sumatran rhino ↗
Nama Sumatera tidak membatasi seluruh sebaran
Sebaran historis badak Sumatera jauh lebih luas daripada pulau yang memberi namanya. Sumber konservasi menempatkan kelompok tersisa di Sumatera dan Kalimantan. Karena itu, foto atau laporan dari Kalimantan tidak otomatis membahas spesies badak lain; periksa nama ilmiah dan konteks sumbernya.
Dasar informasi: WWF — Sumatran rhino ↗ · International Rhino Foundation — Sumatran rhino ↗
Ketika individu terlalu berjauhan
Fragmentasi dapat memisahkan badak sehingga kesempatan bertemu pasangan menjadi terbatas. Keberadaan hutan tidak langsung berarti populasi mampu berkembang biak. Tantangan ini menjelaskan mengapa konservasi memadukan perlindungan kawasan dengan pengelolaan reproduksi yang dilakukan ahli, bukan sekadar memperbanyak luas kawasan di peta.
Dasar informasi: WWF — Sumatran rhino ↗ · International Rhino Foundation — Sumatran rhino ↗
Peran suaka dan penelitian
Laporan International Rhino Foundation tentang Sumatran Rhino Sanctuary menjelaskan pembiakan konservasi dan pemantauan induk serta anak oleh dokter hewan dan perawat. Tujuannya mencakup populasi cadangan untuk mendukung masa depan spesies. Kelahiran di suaka tidak dengan sendirinya membuktikan pemulihan populasi liar; perlindungan habitat dan tindak lanjut tetap diperlukan.
Dasar informasi: International Rhino Foundation — Sumatran Rhino Sanctuary ↗
Melindungi masa depan tanpa membuka lokasi
Dukung perlindungan habitat dan program yang menjelaskan metode serta hasilnya. Jangan menyebarkan koordinat, jalur pergerakan terbaru, atau lokasi kamera satwa. Membandingkan profil badak Jawa dan Sumatera dapat membantu memahami mengapa strategi konservasi tidak dapat disalin begitu saja dari satu spesies ke spesies lain.
Dasar informasi: International Rhino Foundation — Sumatran rhino ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Klasifikasi ilmiah Badak Sumatera
| Kingdom | Animalia |
|---|---|
| Filum | Chordata |
| Kelas | Mammalia |
| Ordo | Perissodactyla |
| Famili | Rhinocerotidae |
| Genus | Dicerorhinus |
| Spesies | Dicerorhinus sumatrensis |
Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).
Pertanyaan umum tentang badak Sumatera
Apa nama latin dan nama Inggris badak Sumatera?
Nama latin atau nama ilmiah badak Sumatera adalah Dicerorhinus sumatrensis, dari famili Rhinocerotidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Sumatran rhinoceros.
Badak Sumatera termasuk hewan apa?
Badak Sumatera termasuk hewan mamalia dari famili Rhinocerotidae. Berdasarkan jenis makanannya, badak Sumatera termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan), yaitu peramban: daun dan ranting anakan pohon serta semak. Badak Sumatera juga termasuk hewan endemik Indonesia.
Badak Sumatera berasal dari mana dan di mana habitatnya?
Di Indonesia, panduan ini mencatat badak Sumatera di wilayah berikut: Kantong habitat tersisa di Indonesia: Sumatera dan Kalimantan.
Badak Sumatera adalah hewan endemik Indonesia yang hanya hidup secara alami di Kini hanya Sumatra dan Kalimantan Timur; dahulu juga di Malaysia dan daratan Asia. Sumber: IUCN Red List.
Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.
Badak Sumatera makan apa?
Pola makan badak Sumatera: tumbuhan hutan. Karena itu badak Sumatera termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Sumber: Animal Diversity Web.
Badak Sumatera berkembang biak dengan cara apa?
Badak Sumatera berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Sumber: Animal Diversity Web.
Apakah badak Sumatera termasuk hewan nokturnal?
Sumber yang dirujuk mencatat pola aktivitas badak Sumatera sebagai nokturnal (aktif pada malam hari). Pola ini mungkin sebagian akibat tekanan perburuan. Sumber: Handbook of the Mammals of the World, Vol. 2 Hoofed Mammals (Wilson & Mittermeier eds., Lynx Edicions 2011), Rhinocerotidae: Dicerorhinus sumatrensis account (Plazi treatment).
Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.
Apa ciri-ciri badak Sumatera?
Ciri-ciri badak Sumatera menurut sumber panduan ini: Ciri: rambut lebih nyata daripada badak lain; Berat tubuh: 600–950 kg; tinggi bahu 1,0–1,5 m.
Seberapa besar badak Sumatera?
Berat tubuh: 600–950 kg; tinggi bahu 1,0–1,5 m. Sumber: International Rhino Foundation — Sumatran rhino.
Berapa populasi badak Sumatera saat ini?
Diperkirakan 34–47 badak Sumatera di alam liar. Sumber: International Rhino Foundation — Sumatran rhino. Angka populasi satwa liar adalah perkiraan dan dapat berbeda antarsurvei.
Bagaimana klasifikasi badak Sumatera?
Klasifikasi ilmiah badak Sumatera: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Mammalia, ordo Perissodactyla, famili Rhinocerotidae, genus Dicerorhinus, spesies Dicerorhinus sumatrensis.
Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.
Apakah badak Sumatera terancam punah?
Ya. Status konservasi global badak Sumatera: Kritis (Critically Endangered). Dalam sistem IUCN, kategori ini berarti spesies dinilai menghadapi risiko kepunahan yang ekstrem tinggi di alam liar. Sumber: International Rhino Foundation — Sumatran rhino.
Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah badak Sumatera dilindungi?
Apakah badak Sumatera dilindungi?
Ya. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 111).
Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.
Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.
Bolehkah memelihara badak Sumatera?
Tidak. Karena badak Sumatera termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.
Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.
Bandingkan dengan hewan serupa
Sumber & referensi
- WWF — Sumatran rhino ↗
- International Rhino Foundation — Sumatran rhino ↗
- International Rhino Foundation — Sumatran Rhino Sanctuary ↗
- Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
- Animal Diversity Web ↗
- Animal Diversity Web ↗
- IUCN Red List ↗
- Handbook of the Mammals of the World, Vol. 2 Hoofed Mammals (Wilson & Mittermeier eds., Lynx Edicions 2011), Rhinocerotidae: Dicerorhinus sumatrensis account (Plazi treatment) ↗
- GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →
Taman nasional tempat hewan ini tercatat
Menurut profil resmi taman nasional dari Direktorat Jenderal KSDAE. Hewan ini juga bisa hidup di kawasan lain.
Isu dan berita terkait
Bacaan lanjutan
Sumatran rhino: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris).
Situs terkait: pemrakarsa PanduanHewan juga menjabat sebagai direktur World Animal Rescue Network.
Rujuk halaman ini
Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.
PanduanHewan. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Pembaruan substansial terakhir: 7 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/spesies/badak-sumatera/
