Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Mamalia · Papua

Kanguru pohon dingiso

Dingiso (Dendrolagus mbaiso) adalah kanguru pohon hitam-putih yang lebih banyak hidup di tanah, endemik hutan lumut Pegunungan Sudirman, Papua.

Jawaban singkat

Status IUCN: Genting

Sekilas tentang kanguru pohon dingiso

Kanguru pohon dingiso (Dendrolagus mbaiso) adalah mamalia dari famili Macropodidae. Wilayahnya di Indonesia: Pegunungan Sudirman, Papua. Hewan ini endemik Indonesia: hanya hidup secara alami di Pegunungan Sudirman, Papua (sekitar Tembagapura dan Kwiyawagi), pada ketinggian 2.700–3.500 m. Pola makannya: daun tumbuhan bawah, termasuk paku-pakuan; termasuk hewan herbivora. Status Daftar Merah IUCN: Genting (Endangered). Kanguru pohon dingiso termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Kanguru pohon dingiso
Nama ilmiahDendrolagus mbaiso
Nama InggrisDingiso
KelompokMamalia
FamiliMacropodidae
Wilayah di IndonesiaPegunungan Sudirman, Papua
Habitat terkaitHutan Hujan Tropis
MakananDaun tumbuhan bawah, termasuk paku-pakuan
Sebaran di IndonesiaPegunungan Sudirman, Papua, ketinggian 2.700–3.500 m
Ciri utamaBulu hitam tebal dengan garis putih dari dagu ke perut
Nama lainDingiso, kangguru pohon mbaiso
Status IUCNGenting (Endangered) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 1 Oktober 2026
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 79
Jenis pemakanHerbivora (pemakan tumbuhan) — pemakan daun tumbuhan bawah, termasuk paku-pakuan (pakannya belum banyak diketahui) · Handbook of the Mammals of the World (via Zenodo)
Cara berkembang biakMelahirkan (vivipar) · Animal Diversity Web
Endemik IndonesiaYa — Pegunungan Sudirman, Papua (sekitar Tembagapura dan Kwiyawagi), pada ketinggian 2.700–3.500 m · Handbook of the Mammals of the World (via Zenodo)
Dalam panduan ini (11)
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu kanguru pohon dingiso?

Dingiso (Dendrolagus mbaiso) adalah kanguru pohon berbulu hitam-putih dari Papua yang baru dideskripsikan secara ilmiah pada 1995 oleh Tim Flannery, Boeadi, dan A. L. Szalay. Sebagai kanguru, dingiso termasuk mamalia berkantung (marsupial) famili Macropodidae.

Menurut Handbook of the Mammals of the World (HMW), panjang kepala-badannya 66–67 cm, ekor 41,5–52 cm, dan berat 5,4–8,6 kg. Punggung dan kakinya hitam dengan bulu panjang dan lebat. Garis putih lebar membentang dari dagu ke perut, ada garis putih di kedua sisi moncong dan bintik putih di dahi. Spesimen tipenya disimpan di Australian Museum.

Dasar informasi: Mammalia — Flannery, Boeadi & Szalay (1995), A new tree-kangaroo (Dendrolagus: Marsupialia) from Irian Jaya, Indonesia, with notes on ethnography and the evolution of tree-kangaroos, 59(1): 65–84 (Macquarie University research portal) ↗ · Handbook of the Mammals of the World vol. 5 (Mittermeier & Wilson 2015), Macropodidae — Dingiso Dendrolagus mbaiso, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗ · Australian Museum — Tree Kangaroo from New Guinea ↗

Di mana dingiso hidup?

Dingiso hanya hidup di Indonesia, yaitu di Pegunungan Sudirman (Pegunungan Salju) di Papua bagian tengah. HMW mencatat sebarannya di sekitar Tembagapura dan Kwiyawagi, dan lokasi tipenya adalah Gunung Ki di kawasan Tembagapura.

Habitatnya hutan lumut pegunungan atas dan semak subalpin pada ketinggian 2.700–3.500 m, menurut HMW. Deskripsi asli Flannery dan rekan menyebut dingiso menghuni hutan lumut di lereng selatan dan barat Pegunungan Sudirman. HMW juga mencatat bahwa spesies ini tidak ditemukan di kawasan lindung mana pun dan tidak ada yang dipelihara di lembaga konservasi.

Dasar informasi: Handbook of the Mammals of the World vol. 5 (Mittermeier & Wilson 2015), Macropodidae — Dingiso Dendrolagus mbaiso, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗ · Mammalia — Flannery, Boeadi & Szalay (1995), A new tree-kangaroo (Dendrolagus: Marsupialia) from Irian Jaya, Indonesia, with notes on ethnography and the evolution of tree-kangaroos, 59(1): 65–84 (Macquarie University research portal) ↗

Dingiso makan apa?

Dingiso dilaporkan memakan daun tumbuhan bawah, termasuk paku-pakuan, menurut HMW. Pola makannya masih sedikit diketahui karena spesies ini jarang diteliti.

Pola itu sesuai dengan cara hidupnya. Tidak seperti kebanyakan kanguru pohon yang mencari makan di tajuk pohon, dingiso lebih banyak hidup di tanah, sehingga tumbuhan di lantai hutan lumut menjadi sumber pakannya. Deskripsi asli Flannery dan rekan menyebut adaptasinya terhadap kehidupan di darat membuat tubuhnya mirip kanguru darat. Peneliti menilai perlu riset lanjutan tentang ekologi dan pakannya.

Dasar informasi: Handbook of the Mammals of the World vol. 5 (Mittermeier & Wilson 2015), Macropodidae — Dingiso Dendrolagus mbaiso, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗ · Mammalia — Flannery, Boeadi & Szalay (1995), A new tree-kangaroo (Dendrolagus: Marsupialia) from Irian Jaya, Indonesia, with notes on ethnography and the evolution of tree-kangaroos, 59(1): 65–84 (Macquarie University research portal) ↗

Bagaimana perilaku dingiso?

Dingiso dilaporkan sebagian besar hidup di tanah, soliter, dan teritorial, menurut HMW. Ia mungkin aktif pada siang hari atau saat senja dan fajar.

Hewan ini relatif jinak terhadap manusia, sifat yang membuatnya mudah diburu di wilayah yang tidak memiliki larangan adat. Tentang perkembangbiakannya, HMW menyatakan belum ada informasi khusus, meski dingiso mungkin berbiak secara musiman. Analisis kladistik Flannery dan rekan menempatkannya dalam kelompok kanguru pohon yang lebih maju, tetapi kebiasaannya hidup di darat membuat bentuk tubuhnya menyerupai kerabat yang lebih primitif.

Dasar informasi: Handbook of the Mammals of the World vol. 5 (Mittermeier & Wilson 2015), Macropodidae — Dingiso Dendrolagus mbaiso, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗ · Mammalia — Flannery, Boeadi & Szalay (1995), A new tree-kangaroo (Dendrolagus: Marsupialia) from Irian Jaya, Indonesia, with notes on ethnography and the evolution of tree-kangaroos, 59(1): 65–84 (Macquarie University research portal) ↗

Mengapa dingiso terancam punah?

Dingiso berstatus Genting (Endangered) menurut IUCN karena sebarannya sempit dan, menurut HMW, populasinya menurun tajam akibat perburuan dan pembukaan habitat untuk pertanian.

Perubahan iklim juga menjadi ancaman karena memungkinkan pertanian merambah habitat subalpinnya. Di bagian barat sebarannya, dingiso terlindung oleh adat. Flannery dan rekan mencatat bahwa bagi masyarakat Moni, dingiso memiliki arti budaya yang besar, dan larangan sosial-religius melarang anggota marga tertentu memburu dan memakan dagingnya. Perlindungan tradisional ini membantu kelangsungan hidupnya. Australian Museum mencatat hampir semua kanguru pohon terancam hilangnya habitat atau perburuan.

Dasar informasi: Handbook of the Mammals of the World vol. 5 (Mittermeier & Wilson 2015), Macropodidae — Dingiso Dendrolagus mbaiso, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗ · Mammalia — Flannery, Boeadi & Szalay (1995), A new tree-kangaroo (Dendrolagus: Marsupialia) from Irian Jaya, Indonesia, with notes on ethnography and the evolution of tree-kangaroos, 59(1): 65–84 (Macquarie University research portal) ↗ · Australian Museum — Tree Kangaroo from New Guinea ↗

Bagaimana melindungi dingiso?

Dingiso dilindungi undang-undang: lampiran Permen LHK P.106/2018 mencantumkannya pada nomor 79 dengan nama kangguru pohon mbaiso. Karena itu, dingiso tidak boleh diburu, ditangkap, dipelihara, atau diperdagangkan, termasuk bagian tubuhnya.

Larangan adat masyarakat Moni terbukti membantu kelangsungan hidup dingiso, sehingga menghormati dan memperkuat aturan adat seperti ini penting bagi pelestariannya. HMW menyebut perlunya riset tentang sebaran, kelimpahan, ekologi, dan dampak ancaman. Pendaki dan peneliti di Pegunungan Sudirman sebaiknya tidak mengganggu satwa ini, dan perburuan atau perdagangan kanguru pohon dapat dilaporkan kepada Balai Besar KSDA Papua.

Dasar informasi: JDIH Kementerian Kehutanan — Lampiran Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗ · Handbook of the Mammals of the World vol. 5 (Mittermeier & Wilson 2015), Macropodidae — Dingiso Dendrolagus mbaiso, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗ · Mammalia — Flannery, Boeadi & Szalay (1995), A new tree-kangaroo (Dendrolagus: Marsupialia) from Irian Jaya, Indonesia, with notes on ethnography and the evolution of tree-kangaroos, 59(1): 65–84 (Macquarie University research portal) ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Kanguru pohon dingiso

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasMammalia
OrdoDiprotodontia
FamiliMacropodidae
GenusDendrolagus
SpesiesDendrolagus mbaiso

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang kanguru pohon dingiso

Apa nama latin dan nama Inggris kanguru pohon dingiso?

Nama latin atau nama ilmiah kanguru pohon dingiso adalah Dendrolagus mbaiso, dari famili Macropodidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Dingiso.

Kanguru pohon dingiso termasuk hewan apa?

Kanguru pohon dingiso termasuk hewan mamalia dari famili Macropodidae. Berdasarkan jenis makanannya, kanguru pohon dingiso termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan), yaitu pemakan daun tumbuhan bawah, termasuk paku-pakuan (pakannya belum banyak diketahui). Kanguru pohon dingiso juga termasuk hewan endemik Indonesia.

Kanguru pohon dingiso berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat kanguru pohon dingiso di wilayah berikut: Pegunungan Sudirman, Papua.

Kanguru pohon dingiso adalah hewan endemik Indonesia yang hanya hidup secara alami di Pegunungan Sudirman, Papua (sekitar Tembagapura dan Kwiyawagi), pada ketinggian 2.700–3.500 m. Sumber: Handbook of the Mammals of the World (via Zenodo).

Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.

Kanguru pohon dingiso makan apa?

Pola makan kanguru pohon dingiso: daun tumbuhan bawah, termasuk paku-pakuan. Karena itu kanguru pohon dingiso termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Sumber: Handbook of the Mammals of the World (via Zenodo).

Kanguru pohon dingiso berkembang biak dengan cara apa?

Kanguru pohon dingiso berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Hewan berkantung (marsupial): anak lahir sangat kecil dan belum berkembang, lalu melanjutkan pertumbuhan di dalam kantung induk. Sumber: Animal Diversity Web.

Apa ciri-ciri kanguru pohon dingiso?

Ciri-ciri kanguru pohon dingiso menurut sumber panduan ini: Ciri utama: bulu hitam tebal dengan garis putih dari dagu ke perut.

Bagaimana klasifikasi kanguru pohon dingiso?

Klasifikasi ilmiah kanguru pohon dingiso: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Mammalia, ordo Diprotodontia, famili Macropodidae, genus Dendrolagus, spesies Dendrolagus mbaiso.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah kanguru pohon dingiso terancam punah?

Ya. Dalam Daftar Merah IUCN, kanguru pohon dingiso masuk kategori Genting (Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 1 Oktober 2026.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah kanguru pohon dingiso dilindungi?

Apakah kanguru pohon dingiso dilindungi?

Ya. Kanguru pohon dingiso (Dendrolagus mbaiso) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 79).

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara kanguru pohon dingiso?

Tidak. Karena kanguru pohon dingiso termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. Handbook of the Mammals of the World vol. 5 (Mittermeier & Wilson 2015), Macropodidae — Dingiso Dendrolagus mbaiso, taxonomic treatment via Plazi/Zenodo ↗
  2. Mammalia — Flannery, Boeadi & Szalay (1995), A new tree-kangaroo (Dendrolagus: Marsupialia) from Irian Jaya, Indonesia, with notes on ethnography and the evolution of tree-kangaroos, 59(1): 65–84 (Macquarie University research portal) ↗
  3. Australian Museum — Tree Kangaroo from New Guinea ↗
  4. JDIH Kementerian Kehutanan — Lampiran Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  5. Animal Diversity Web ↗
  6. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  7. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 1 Oktober). Kanguru pohon dingiso (Dendrolagus mbaiso). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/kanguru-pohon-dingiso/