Jawaban singkat
Status IUCN: RentanSekilas tentang tarsius selayar
Tarsius selayar (Tarsius tarsier) adalah mamalia dari famili Tarsiidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Rentan (Vulnerable).
| Nama ilmiah | Tarsius tarsier |
|---|---|
| Nama Inggris | Selayar tarsier |
| Kelompok | Mamalia |
| Famili | Tarsiidae |
| Wilayah di Indonesia | Pulau Selayar, Sulawesi Selatan |
| Makanan | Terutama serangga yang diburu pada malam hari |
| Sebaran di Indonesia | Hanya Pulau Selayar, Sulawesi Selatan |
| Ciri utama | Bulu cokelat terang, rambut ekor tipis dan jarang |
| Nama lain | Spectral tarsier; podi (nama lokal di Selayar) |
| Status perlindungan di Indonesia | Dilindungi menurut Permen LHK P.106/2018 |
| Status IUCN | Rentan (Vulnerable) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026 |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu tarsius Selayar?
Tarsius Selayar (Tarsius tarsier) adalah primata malam bertubuh mungil yang hanya hidup di Pulau Selayar, di lepas ujung selatan Sulawesi. Basis data mamalia MDD menyebutnya Selayar tarsier atau spectral tarsier dan mencatat statusnya Rentan (Vulnerable) dalam Daftar Merah IUCN.
Peneliti LIPI Wirdateti dan Dahrudin (2008) mencatat bahwa tarsius Selayar berbulu cokelat lebih terang, dengan rambut ekor yang lebih tipis dan jarang dibandingkan tarsius dari Patunuang, Maros. Ia dapat memutar kepala hingga 180 derajat. Warga Selayar menyebutnya podi, yang berarti berwajah seperti monyet dan menakutkan; sebagian warga menganggapnya sejenis tikus, bukan primata.
Dasar informasi: Mammal Diversity Database (ASM) — Tarsius tarsier, Selayar Tarsier ↗ · Biodiversitas — Wirdateti & Dahrudin (2008), Pengamatan habitat, pakan dan distribusi Tarsius tarsier di Pulau Selayar dan TWA Patunuang, Sulawesi Selatan (PDF) ↗
Di mana tarsius Selayar hidup?
Tarsius Selayar hanya hidup di Pulau Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pada 2010, Groves dan Shekelle menetapkan Selayar sebagai lokasi tipe Tarsius tarsier. Dalam survei Juli 2006, tarsius ditemukan di bagian tengah pulau, pantai timur, dan sebagian pantai selatan, dari hutan pantai hingga ketinggian 250 m.
Habitatnya berupa hutan sekunder dan hutan kebun yang ditanami jagung, pisang, dan kelapa. Warga juga melaporkan tarsius di Pulau Jampea, tetapi survei tersebut hanya dilakukan di Selayar. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Selayar menyebut tarsius dapat dijumpai di pantai timur, seperti Pantai Bonetappalang dan Pantai Pinang, dengan pemandu berpengalaman.
Dasar informasi: Mammal Diversity Database (ASM) — Tarsius tarsier, Selayar Tarsier ↗ · Biodiversitas — Wirdateti & Dahrudin (2008), Pengamatan habitat, pakan dan distribusi Tarsius tarsier di Pulau Selayar dan TWA Patunuang, Sulawesi Selatan (PDF) ↗ · Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar — Tarsius, Hewan Unik dan Langka ini ada di Selayar (2017) ↗
Tarsius Selayar makan apa?
Tarsius Selayar terutama memakan serangga yang diburu pada malam hari. Peneliti mengamati seekor tarsius memperhatikan kumbang di batang pohon dari jarak sekitar 6 meter, lalu meloncat menangkapnya dan kembali ke tempat semula untuk memakannya. Tarsius juga menyambar mangsa dengan cepat ke kiri dan kanan.
Petani di Selayar menganggap tarsius memakan jagung muda, biji kenari, dan buah-buahan, sehingga sebagian menyebutnya hama jagung. Wirdateti dan Dahrudin menilai anggapan itu perlu dibuktikan secara ilmiah; mereka menduga tarsius datang ke kebun jagung untuk memangsa serangga. Menurut dinas pariwisata setempat, tarsius umumnya memangsa kecoak dan jangkrik, dan kadang reptil kecil, burung, serta kelelawar.
Dasar informasi: Biodiversitas — Wirdateti & Dahrudin (2008), Pengamatan habitat, pakan dan distribusi Tarsius tarsier di Pulau Selayar dan TWA Patunuang, Sulawesi Selatan (PDF) ↗ · Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar — Tarsius, Hewan Unik dan Langka ini ada di Selayar (2017) ↗
Bagaimana perilaku tarsius Selayar?
Tarsius Selayar aktif pada malam hari dan hidup dalam kelompok keluarga. Dalam survei 2006, setiap sarang dihuni tiga sampai enam ekor, terdiri atas anak, remaja, dan induk, dengan jarak antarsarang 200–500 meter. Sarangnya kebanyakan berada di rumpun bambu berduri (Bambusa multiflex) yang rapat, sekitar 2–3 meter dari tanah, sehingga sulit didekati pemangsa.
Tarsius bersuara pada jam-jam tertentu, sekitar pukul 18.00, 20.00, dan 22.00, serta pukul 04.00–05.00 menjelang masuk sarang. Uniknya, tarsius Selayar terlihat bermain di pohon sarangnya hingga pukul 10.00 pagi, perilaku yang tidak dijumpai peneliti pada tarsius lain yang mereka amati. Shekelle dan rekan (2010) juga mencatat suara duet tarsius Selayar yang khas.
Dasar informasi: Biodiversitas — Wirdateti & Dahrudin (2008), Pengamatan habitat, pakan dan distribusi Tarsius tarsier di Pulau Selayar dan TWA Patunuang, Sulawesi Selatan (PDF) ↗ · International Journal of Primatology — Shekelle et al. (2010), Molecular phylogenetics and chronometrics of Tarsiidae based on 12S mtDNA haplotypes (PDF) ↗
Apa bedanya tarsius Selayar dengan tarsius Tangkoko?
Tarsius Selayar dan tarsius Tangkoko di Sulawesi Utara kini dianggap spesies berbeda; tarsius Tangkoko bernama Tarsius spectrumgurskyae. Dulu, tarsius Sulawesi digolongkan sebagai satu spesies, T. spectrum, yang kemudian disatukan dengan T. tarsier. Karena spesimen tipe Tarsius tarsier kemungkinan berasal dari Selayar, nama T. tarsier kini hanya dipakai untuk tarsius Selayar, dan T. spectrum menjadi sinonimnya.
Pada 2017, Shekelle dan rekan menamai tarsius Tangkoko T. spectrumgurskyae untuk menghormati Sharon Gursky, yang lama meneliti populasi itu dengan nama T. spectrum. Jadi, buku lama yang membahas spectral tarsier dari Tangkoko sebenarnya membicarakan spesies lain. Tarsius di sekitar Makassar juga dipisahkan sebagai T. fuscus.
Dasar informasi: International Journal of Primatology — Shekelle et al. (2010), Molecular phylogenetics and chronometrics of Tarsiidae based on 12S mtDNA haplotypes (PDF) ↗ · Sci.News — Two new species of tarsiers discovered in Indonesia (2017) ↗ · Mammal Diversity Database (ASM) — Tarsius fuscus, Makassar Tarsier ↗
Bagaimana melindungi tarsius Selayar?
Tarsius Selayar dilindungi: lampiran Permen LHK P.106/2018 mencantumkan Tarsius tarsier sebagai satwa dilindungi, dengan nama Indonesia krabuku tangkasi. Dalam survei 2006, Wirdateti dan Dahrudin tidak menemukan perdagangan atau penangkapan tarsius dan menilai populasinya di lokasi survei stabil.
Namun, tarsius Selayar bergantung pada rumpun bambu dan hutan kebun yang berdampingan dengan lahan pertanian, dan sebagian petani menganggapnya hama. Pengunjung sebaiknya mengamati tarsius pada malam hari bersama pemandu, tanpa menangkap, memegang, atau memeliharanya. Warga dapat membantu dengan mempertahankan rumpun bambu tempat tarsius tidur.
Dasar informasi: JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗ · Biodiversitas — Wirdateti & Dahrudin (2008), Pengamatan habitat, pakan dan distribusi Tarsius tarsier di Pulau Selayar dan TWA Patunuang, Sulawesi Selatan (PDF) ↗ · Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar — Tarsius, Hewan Unik dan Langka ini ada di Selayar (2017) ↗
Pertanyaan umum tentang tarsius selayar
Apa nama latin tarsius selayar?
Nama latin atau nama ilmiah tarsius selayar adalah Tarsius tarsier, dari famili Tarsiidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Selayar tarsier.
Di mana tarsius selayar dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat tarsius selayar di wilayah berikut: Pulau Selayar, Sulawesi Selatan.
Tarsius selayar makan apa?
Pola makan tarsius selayar: terutama serangga yang diburu pada malam hari.
Apa status konservasi tarsius selayar?
Dalam Daftar Merah IUCN, tarsius selayar masuk kategori Rentan (Vulnerable): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah tarsius selayar termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- Mammal Diversity Database (ASM) — Tarsius tarsier, Selayar Tarsier ↗
- Biodiversitas — Wirdateti & Dahrudin (2008), Pengamatan habitat, pakan dan distribusi Tarsius tarsier di Pulau Selayar dan TWA Patunuang, Sulawesi Selatan (PDF) ↗
- International Journal of Primatology — Shekelle et al. (2010), Molecular phylogenetics and chronometrics of Tarsiidae based on 12S mtDNA haplotypes (PDF) ↗
- Sci.News — Two new species of tarsiers discovered in Indonesia (2017) ↗
- Mammal Diversity Database (ASM) — Tarsius fuscus, Makassar Tarsier ↗
- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar — Tarsius, Hewan Unik dan Langka ini ada di Selayar (2017) ↗
- JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Bacaan lanjutan
Tarsier: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris). Ikhtisar yang lebih luas dan mencakup hewan ini.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Tarsius Selayar (Tarsius tarsier). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/tarsius-selayar/