Jawaban singkat
Status IUCN: Kurang dataSekilas tentang kelinci sumatera
Kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) adalah mamalia dari famili Leporidae. Wilayahnya di Indonesia: Sumatera (Pegunungan Bukit Barisan). Pola makannya: tumbuhan bawah hutan, misalnya Cyrtandra. Status Daftar Merah IUCN: Kurang data (Data Deficient).
| Nama ilmiah | Nesolagus netscheri |
|---|---|
| Nama Inggris | Sumatran striped rabbit |
| Kelompok | Mamalia |
| Famili | Leporidae |
| Wilayah di Indonesia | Sumatera (Pegunungan Bukit Barisan) |
| Habitat terkait | Hutan Hujan Tropis |
| Makanan | Tumbuhan bawah hutan, misalnya Cyrtandra |
| Sebaran di Indonesia | Bukit Barisan, terutama TN Kerinci Seblat dan Bukit Barisan Selatan |
| Ciri utama | Belang hitam-cokelat, ekor kemerahan, telinga pendek, panjang diperkirakan 40 cm |
| Aktivitas | Terutama aktif pada malam hari |
| Nama lain | Kelinci belang sumatera, Sumatran rabbit, Sumatran short-eared rabbit |
| Status perlindungan di Indonesia | Dilindungi menurut Permen LHK P.106/2018 (lampiran no. 72) |
| Status IUCN | Kurang data (Data Deficient) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 14 Oktober 2026 |
Dalam panduan ini (12)
Apa itu kelinci sumatera?
Kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) adalah kelinci belang endemik Sumatera dan salah satu kelinci yang paling jarang terlihat. Panjangnya diperkirakan sekitar 40 cm, bulunya abu-abu dengan garis hitam dan cokelat, ekornya kemerahan, perutnya putih, dan telinganya pendek (Sintas Indonesia; Mongabay Indonesia).
Jenis ini dideskripsikan pada 1880 dari spesimen yang dikumpulkan E. Netscher di Dataran Tinggi Padang, Sumatera Barat (IUCN). Satu-satunya jenis lain yang masih ada dalam genus Nesolagus adalah kelinci belang annam (Nesolagus timminsi) dari Pegunungan Annam di Laos dan Vietnam (IUCN; Sintas Indonesia).
Dasar informasi: IUCN Red List — Nesolagus netscheri, Sumatran Striped Rabbit (McCarthy et al. 2019) ↗ · Sintas Indonesia (2023) — Paling Misteri: Kelinci Belang Sumatera, Si Paling Langka di Dunia ↗ · Mongabay Indonesia (2021) — Kelinci Sumatera, Si Belang yang Begitu Sulit Ditemukan di Hutan ↗
Di mana kelinci sumatera hidup?
Kelinci sumatera hanya hidup di hutan Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera. Menurut IUCN, sebagian besar catatan berasal dari Sumatera Barat dan Sumatera Selatan, dan laporan terbaru hampir seluruhnya dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Kerinci Seblat. Jenis ini paling sering ditemukan di hutan primer pegunungan di atas 600 meter dan sangat bergantung pada hutan.
McCarthy dan rekan (2012) juga mencatat dua laporan dari hutan dataran rendah: satu pengamatan pada 1997 di luar Pemerihan, Lampung, dan satu foto kamera jebak pada 2011 di ketinggian 544 meter di Ipuh, Bengkulu (Mongabay Indonesia, 2021).
Dasar informasi: IUCN Red List — Nesolagus netscheri, Sumatran Striped Rabbit (McCarthy et al. 2019) ↗ · Oryx — McCarthy et al. (2012), Using camera trap photos and direct sightings to identify possible refugia for the Vulnerable Sumatran striped rabbit Nesolagus netscheri ↗ · Mongabay Indonesia (2021) — Kelinci Sumatera, Si Belang yang Begitu Sulit Ditemukan di Hutan ↗
Kelinci sumatera makan apa?
Kelinci sumatera memakan tumbuhan bawah di lantai hutan, tetapi menurut IUCN belum ada analisis pakannya di alam. Menurut catatan dari 1919 dan 1921 yang dikutip IUCN, seekor kelinci di penangkaran lebih menyukai beberapa jenis Cyrtandra, tumbuhan umum di bawah tajuk hutan tropis; tumbuhan talas-talasan (Araceae) juga dimakan, tetapi sayuran dan buah budi daya dihindari.
Video kamera jebak di Taman Nasional Kerinci Seblat memperlihatkan seekor kelinci bergerak pelan sambil memakan beberapa jenis tumbuhan bawah. Warga setempat melaporkan kelinci ini memakan buah yang jatuh, dan IUCN mencatat ia hanya mencari makan di dalam hutan, tidak di area terbuka.
Dasar informasi: IUCN Red List — Nesolagus netscheri, Sumatran Striped Rabbit (McCarthy et al. 2019) ↗
Bagaimana perilaku kelinci sumatera?
Kelinci sumatera terutama aktif pada malam hari. Menurut IUCN, semua spesimen museum ditangkap pada malam hari, kelinci di penangkaran paling aktif di malam hari, dan semua foto kamera jebak terbaru juga diambil di malam hari. Meski begitu, ada laporan kelinci terlihat memakan buah yang jatuh pada siang hari.
Jenis ini sangat jarang terlihat. Foto kamera jebak pertamanya diambil Fauna & Flora International di Taman Nasional Kerinci Seblat pada akhir 1990-an. Sintas Indonesia menulis bahwa informasi yang ada menyebut kelinci ini menghabiskan siang hari di dalam lubang.
Dasar informasi: IUCN Red List — Nesolagus netscheri, Sumatran Striped Rabbit (McCarthy et al. 2019) ↗ · Oryx — McCarthy et al. (2012), Using camera trap photos and direct sightings to identify possible refugia for the Vulnerable Sumatran striped rabbit Nesolagus netscheri ↗ · Sintas Indonesia (2023) — Paling Misteri: Kelinci Belang Sumatera, Si Paling Langka di Dunia ↗
Mengapa kelinci sumatera terancam?
Ancaman terbesar bagi kelinci sumatera adalah hilangnya hutan di Sumatera. IUCN mencatat Taman Nasional Kerinci Seblat dan Bukit Barisan Selatan, yang mungkin menjadi tempat perlindungan terakhirnya, kehilangan 258 km² dan 143 km² hutan pada 2000–2015. Statusnya kini Kurang Data (Data Deficient) karena informasinya sangat sedikit; penilaian sebelumnya menyebutnya Rentan (2008) dan Kritis (1996).
Penilaian IUCN yang terbit 2019 tidak menemukan bukti bahwa perburuan atau perdagangan satwa peliharaan menjadi ancaman besar, meski jerat untuk satwa lain tetap berbahaya. Kini perdagangannya mulai terungkap: Yayasan Scents mencatat tiga kasus penyelundupan, dengan total enam kelinci, di India dan Thailand pada April dan Juni 2025 (Mongabay Indonesia).
Dasar informasi: IUCN Red List — Nesolagus netscheri, Sumatran Striped Rabbit (McCarthy et al. 2019) ↗ · Mongabay Indonesia (2026) — Minim Penelitian, Kelinci Belang Sumatera Antara Ada dan Tiada ↗
Apa yang harus dilakukan jika menemukan kelinci sumatera?
Jangan menangkap, memelihara, atau menjual kelinci sumatera. Nesolagus netscheri tercantum sebagai satwa dilindungi pada nomor 72 lampiran Permen LHK P.106/2018. Jika menemukannya, misalnya anak kelinci di kebun dekat hutan, biarkan di tempatnya atau laporkan ke BKSDA atau balai taman nasional terdekat.
Pada April 2026, dua anak kelinci sumatera yang ditemukan warga di kebun dekat Taman Nasional Kerinci Seblat diunggah ke Facebook. Setelah tim Scents menjelaskan status perlindungannya kepada penemunya, keduanya dikembalikan ke habitatnya (Mongabay Indonesia). Foto kamera jebak atau ponsel, disertai lokasi, sangat berharga karena catatan jenis ini masih sangat sedikit.
Dasar informasi: JDIH Kementerian Kehutanan — Lampiran Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗ · Mongabay Indonesia (2026) — Minim Penelitian, Kelinci Belang Sumatera Antara Ada dan Tiada ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Klasifikasi ilmiah Kelinci sumatera
| Kingdom | Animalia |
|---|---|
| Filum | Chordata |
| Kelas | Mammalia |
| Ordo | Lagomorpha |
| Famili | Leporidae |
| Genus | Nesolagus |
| Spesies | Nesolagus netscheri |
Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).
Pertanyaan umum tentang kelinci sumatera
Apa nama latin dan nama Inggris kelinci sumatera?
Nama latin atau nama ilmiah kelinci sumatera adalah Nesolagus netscheri, dari famili Leporidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Sumatran striped rabbit.
Kelinci sumatera berasal dari mana dan di mana habitatnya?
Di Indonesia, panduan ini mencatat kelinci sumatera di wilayah berikut: Sumatera (Pegunungan Bukit Barisan).
Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.
Kelinci sumatera makan apa?
Pola makan kelinci sumatera: tumbuhan bawah hutan, misalnya Cyrtandra.
Apa ciri-ciri kelinci sumatera?
Ciri-ciri kelinci sumatera menurut sumber panduan ini: Ciri utama: belang hitam-cokelat, ekor kemerahan, telinga pendek, panjang diperkirakan 40 cm.
Bagaimana klasifikasi kelinci sumatera?
Klasifikasi ilmiah kelinci sumatera: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Mammalia, ordo Lagomorpha, famili Leporidae, genus Nesolagus, spesies Nesolagus netscheri.
Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.
Apakah kelinci sumatera terancam punah?
Belum dapat dipastikan karena datanya kurang. Dalam Daftar Merah IUCN, kelinci sumatera masuk kategori Kurang data (Data Deficient): spesies ini informasinya belum cukup untuk menilai risiko kepunahan. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 14 Oktober 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah kelinci sumatera termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- Oryx — McCarthy et al. (2012), Using camera trap photos and direct sightings to identify possible refugia for the Vulnerable Sumatran striped rabbit Nesolagus netscheri ↗
- Sintas Indonesia (2023) — Paling Misteri: Kelinci Belang Sumatera, Si Paling Langka di Dunia ↗
- Mongabay Indonesia (2021) — Kelinci Sumatera, Si Belang yang Begitu Sulit Ditemukan di Hutan ↗
- Mongabay Indonesia (2026) — Minim Penelitian, Kelinci Belang Sumatera Antara Ada dan Tiada ↗
- IUCN Red List — Nesolagus netscheri, Sumatran Striped Rabbit (McCarthy et al. 2019) ↗
- JDIH Kementerian Kehutanan — Lampiran Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
- GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →
Rujuk halaman ini
Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.
PanduanHewan. Kelinci sumatera (Nesolagus netscheri). Pembaruan substansial terakhir: 14 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/spesies/kelinci-sumatera/