Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Rantai makanan dan jaring-jaring (IPAS Kelas 5)

Pelajari arah panah, rantai makanan sawah, produsen, konsumen, dan pengurai melalui tabel, gambar sederhana, kuis, serta LKPD.

Fase C · SD kelas 5; Fase C · IPASFase C · SD kelas 5–6 · IPASFase D · SMP kelas 7; Fase D · IPA

Jawaban singkat

Inti materinya

Rantai makanan menunjukkan satu jalur perpindahan energi melalui makan dan dimakan. Panah menunjuk dari yang dimakan ke pemakannya. Beberapa jalur yang saling berhubungan membentuk jaring-jaring makanan.

  • Tumbuhan pada contoh ini menjadi produsen melalui fotosintesis.
  • Konsumen mendapat makanan dari organisme lain.
  • Panah padi → tikus berarti tikus memakan padi.
  • Tingkat konsumen bergantung pada jalur makanan yang dibaca.
  • Pengurai bekerja pada sisa organisme dari berbagai tingkat.
  • Gambar rantai makanan adalah model; setiap hubungan membutuhkan bukti.
Untuk guru: materi ini dilengkapi 10 latihan soal dengan pembahasan dan LKPD siap cetak dengan kunci jawaban. LKPD rantai makanan dengan kunci jawaban

Apa itu rantai makanan?

Rantai makanan adalah satu jalur perpindahan energi melalui hubungan makan dan dimakan dalam ekosistem.

Buku IPAS Kelas V menjelaskan bahwa satu makhluk hidup dapat menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lain. Tumbuhan menggunakan cahaya matahari untuk menghasilkan makanan melalui fotosintesis. Saat tumbuhan dimakan, sebagian energi dalam makanannya berpindah ke konsumen. Buku IPA Kelas VII menyebut hanya sekitar 10% energi yang berpindah dari satu tingkat trofik ke tingkat berikutnya; sebagian lainnya hilang sebagai panas atau tersimpan dalam feses. Kata "sekitar" menunjukkan bahwa angka ini adalah perkiraan. Pelajaran ini memakai contoh sederhana agar arah hubungan mudah dibaca, bukan untuk menyatakan bahwa seluruh kehidupan di sawah hanya terdiri atas beberapa organisme.

Bedakan daftar organisme dari rantai makanan. Menulis padi, tikus, dan ular hanya menghasilkan daftar. Untuk menjadi rantai, hubungan di antara keduanya harus dinyatakan dan didukung sumber. Siswa dapat menguji satu panah setiap kali membaca diagram: apa yang dimakan, siapa pemakannya, dan keterangan mana yang mendukung hubungan itu? Jika hubungan belum diketahui, sisakan ruang kosong. Diagram yang jujur tentang batas informasinya lebih mudah diperiksa dan diperbaiki daripada diagram yang menambahkan panah berdasarkan tebakan.

Dasar informasi: Kemendikbudristek — IPAS Kelas V (Edisi Revisi 2024), Bab 3 — hlm. 56 ↗ · Kemendikbudristek — IPA Kelas VII (Edisi Revisi 2023), Bab VI — hlm. 167 ↗

Ke mana arah panah pada gambar rantai makanan?

Panah rantai makanan menunjuk dari organisme yang dimakan menuju pemakannya, mengikuti arah perpindahan energi melalui makanan.

Bacalah padi → tikus sebagai padi dimakan tikus. Jangan membacanya sebagai padi memakan tikus. Untuk memeriksa gambar, mulai dari pangkal panah dan sebutkan nama makanannya, kemudian lihat ujung panah dan sebutkan penerimanya. Konvensi ini harus konsisten di seluruh diagram. Panah perkembangan hidup, arah perjalanan, atau lokasi tidak boleh dicampurkan dengan panah makan tanpa legenda yang jelas.

Sebagai latihan, tulis sebuah kalimat di bawah setiap pasangan kartu. Setelah itu, cocokkan kalimat dengan arah panah. Jika keduanya berbeda, perbaiki diagram. Gambar tumbuhan → kelinci → elang pada buku IPAS Kelas V memperlihatkan cara membaca tersebut. Namun, satu petunjuk tugas di buku yang sama (hlm. 60) menulis panah "mengarah ke makhluk hidup yang dimakan". Petunjuk itu berlawanan dengan gambar contohnya, jadi ikuti arah pada gambar contoh dan tulis legenda. Pada diagram sawah kita, gunakan logika yang sama tetapi tetap periksa jenis makanannya. Dua hewan yang berdekatan dalam foto belum tentu memiliki hubungan makan. Bukti kedekatan tempat tidak otomatis menjadi bukti perpindahan energi.

Dasar informasi: Kemendikbudristek — IPAS Kelas V (Edisi Revisi 2024), Bab 3 — hlm. 60 ↗ · Kemendikbudristek — IPA Kelas VII (Edisi Revisi 2023), Bab VI — hlm. 166 ↗

Apa perbedaan produsen, konsumen, dan pengurai?

Produsen menghasilkan makanan, konsumen memakan organisme lain, dan pengurai memecah sisa organisme menjadi bahan yang dapat kembali digunakan dalam ekosistem.

Pada contoh pelajaran ini, tumbuhan adalah produsen. Hewan yang memakan tumbuhan berperan sebagai konsumen pertama dalam jalur tersebut. Pemakannya berada pada tingkat konsumen berikutnya. Label tingkat perlu dibaca bersama panah: jangan memberikan nomor tetap kepada satu hewan tanpa mengetahui makanan yang ditunjukkan pada diagram.

Istilah herbivora, karnivora, dan omnivora membedakan jenis makanan. Istilah konsumen pertama atau kedua menjelaskan posisi pada jalur tertentu. Keduanya berhubungan, tetapi menjawab pertanyaan berbeda. Gunakan tabel perbandingan untuk memisahkan tugas masing-masing istilah. Bakteri dan jamur merupakan contoh pengurai dalam buku. Mereka tidak perlu digambar hanya setelah pemangsa terakhir. Sisa tumbuhan maupun hewan dari tingkat lain juga dapat masuk ke proses penguraian. Jangan menempatkan cahaya matahari sebagai hewan atau produsen; cahaya adalah sumber energi pada model fotosintesis yang sedang dibahas.

Peran dalam diagram
PeranCara memperoleh bahan makananContoh
ProdusenMenghasilkan makanan melalui fotosintesisPadi
Konsumen pertamaMemakan produsen pada jalur yang dibacaTikus yang memakan padi
Konsumen berikutnyaMemakan konsumen pada jalur ituUlar yang memakan tikus
PenguraiMenguraikan sisa organisme dari berbagai tingkatBakteri dan jamur

Dasar informasi: Kemendikbudristek — IPAS Kelas V (Edisi Revisi 2024), Bab 3 — hlm. 56 ↗ · Kemendikbudristek — IPA Kelas VII (Edisi Revisi 2023), Bab VI — hlm. 167 ↗

Bagaimana contoh rantai makanan di sawah?

Model sawah dapat disusun sebagai padi → tikus → ular → elang, atau padi → belalang → katak → elang.

Dua jalur ini adalah rangkaian pembelajaran yang menggabungkan hubungan makan dari sumber; bukan hasil pengamatan satu sawah tertentu. Dinas pertanian Kabupaten Buleleng menyebut tikus sawah memakan bulir padi dan ular sawah sebagai pemangsa tikus yang andal. Balai Kementerian Pertanian di Medan juga mencatat ular dan burung elang sebagai predator alami tikus. Sumber kementerian tentang Oxya menyebut belalang ini memakan daun padi. Buku IPAS Kelas V memakai contoh sawi → belalang → katak → elang, sedangkan buku IPA Kelas VII menempatkan ular sebagai mangsa elang.

Tabel menampilkan setiap hubungan agar sumbernya dapat diperiksa. Nama umum seperti elang dan ular tidak berarti semua spesies memiliki makanan yang sama. Elang ular bido pada contoh di bawah menunjukkan bahwa ada elang yang terutama memangsa ular, tetapi tidak membuktikan bahwa jenis ini hidup di setiap sawah. Pengurai menerima sisa dari semua tingkat, sehingga buat cabang dari padi dan setiap hewan menuju kotak pengurai. Hubungan penguraian diberi keterangan tersendiri; diagram tidak menyatakan bahwa hewan harus menunggu dimakan pemangsa sebelum sisa tubuhnya dapat terurai.

Urutan dan sumber setiap hubungan pada model sawah
UrutanHubunganDasar sumber
1APadi → tikus sawahDinas Pertanian Buleleng: tikus memakan bulir padi
2ATikus → ularDinas Pertanian Buleleng; BBPPTP Medan (Kementan): ular pemangsa tikus
3AUlar → elangIPA VII revisi, hlm. 166–167; ADW: elang ular bido memangsa ular
1BPadi → belalang OxyaKementan: Oxya memakan daun padi
2BBelalang → katakIPAS V revisi, contoh rantai, hlm. 55; IPA VII revisi, hlm. 167
3BKatak → elangIPAS V revisi, contoh rantai, hlm. 55
CabangSisa padi dan hewan → penguraiIPAS V revisi, hlm. 56; IPA VII revisi, hlm. 167

Dasar informasi: Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng — Waspada Hama Tikus! Musuh Utama Tanaman Padi yang Sering Diabaikan (2026) ↗ · Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng — Tikus dan Pengendaliannya (2022) ↗ · BBPPTP Medan (Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian) — Pengembangan Burung Hantu dalam Pengendalian Hama Tikus ↗ · Kementerian Pertanian — Oxya spp., Hama Eksotik Tanaman Padi ↗ · Kemendikbudristek — IPAS Kelas V (Edisi Revisi 2024), Bab 3 — hlm. 55 ↗ · Kemendikbudristek — IPA Kelas VII (Edisi Revisi 2023), Bab VI — hlm. 167 ↗ · University of Michigan, Animal Diversity Web — Spilornis cheela ↗

Apa bedanya rantai makanan dan jaring-jaring makanan?

Rantai makanan memperlihatkan satu jalur, sedangkan jaring-jaring makanan menghubungkan beberapa jalur dalam ekosistem.

Untuk mengubah latihan sawah menjadi jaring-jaring sederhana, letakkan kartu padi sekali saja dan buat dua panah menuju tikus dan belalang. Lanjutkan masing-masing jalur berdasarkan tabel. Kartu yang dipakai beberapa jalur cukup digambar satu kali. Dengan demikian, elang dapat menerima lebih dari satu panah pada model. Setiap panah tetap membutuhkan dasar makanan, bukan hanya hubungan tempat tinggal.

Pilih satu jalur dari jaring-jaring, lalu baca tingkat konsumennya dari awal. Ulangi untuk jalur lain. Perbandingan ini menjelaskan mengapa posisi suatu organisme dapat bergantung pada jalur yang dipilih. Jangan menyimpulkan bahwa diagram dengan garis paling banyak pasti paling akurat. Ketepatan diagram bergantung pada sumber dan tujuan pembahasannya. Bila data hanya mendukung dua jalur, dua jalur itulah yang ditampilkan. Catat hubungan yang ingin diperiksa sebagai pertanyaan lanjutan, bukan sebagai panah yang sudah dianggap benar.

Dasar informasi: Kemendikbudristek — IPA Kelas VII (Edisi Revisi 2023), Bab VI ↗

Hewan Indonesia apa yang dapat menjadi contoh konsumen?

Serak jawa, dugong, dan kuntul kerbau dapat menjadi contoh konsumen dengan jenis makanan yang berbeda.

Sumber Kementerian Pertanian menyebut serak jawa sebagai pemangsa tikus. Animal Diversity Web menjelaskan bahwa dugong memakan lamun, sementara kuntul kerbau memperoleh serangga yang terusik oleh hewan yang merumput. Ketiga contoh membantu memisahkan pemakan tumbuhan dari pemakan hewan. Contoh-contoh ini berasal dari konteks berbeda dan tidak disambungkan menjadi satu rantai.

Saat memakai tautan panduan spesies, baca bagian makanan terlebih dahulu. Tulislah hubungan yang benar-benar didukung sumber. Nama populer dapat mencakup beberapa jenis hewan, sehingga nama ilmiah membantu memperjelas contoh. Namun, penamaan yang rinci tidak menggantikan bukti makanan. Untuk latihan, bandingkan lamun → dugong dengan tikus → serak jawa. Keduanya menunjukkan perpindahan energi, tetapi posisi konsumennya berbeda. Jangan menambahkan hubungan dugong dengan serak jawa hanya agar semua kartu tersambung. Sebuah diagram boleh mempunyai beberapa bagian bila sumber memang membahas ekosistem yang berbeda.

Dasar informasi: BBPPTP Medan (Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian) — Pengembangan Burung Hantu dalam Pengendalian Hama Tikus ↗ · University of Michigan, Animal Diversity Web — Dugong dugon ↗ · University of Michigan, Animal Diversity Web — Bubulcus ibis ↗

Apa yang dapat diprediksi jika satu komponen berkurang?

Berkurangnya satu komponen dapat memengaruhi komponen lain, tetapi diagram sederhana tidak cukup untuk memastikan besar perubahan populasi.

Buku IPAS mengajak siswa memikirkan dampak hilangnya komponen ekosistem. Mulailah dengan hubungan langsung pada diagram: organisme mana yang kehilangan sumber makanan, dan organisme mana yang mungkin mengalami perubahan tekanan pemangsaan? Gunakan kata dapat atau mungkin. Model menunjukkan hubungan yang perlu dipertimbangkan, bukan angka pasti tentang hasil di lapangan.

Tuliskan asumsi sebelum membuat prediksi. Misalnya, latihan dapat meminta siswa membahas satu jalur seolah-olah tidak ada makanan alternatif. Nyatakan batasan itu dengan jelas. Setelah membaca jaring-jaring, diskusikan apakah jalur lain mengubah jawaban. Pertanyaan ilmiah berikutnya adalah data apa yang diperlukan untuk memeriksa prediksi. Siswa dapat menggunakan diagram, bacaan, dan pengamatan dari jarak aman. Tidak diperlukan percobaan mengurangi hewan di lingkungan. Tujuan pembelajaran adalah memahami hubungan dan memeriksa alasan, bukan mengubah populasi makhluk hidup untuk memperoleh jawaban.

Dasar informasi: Kemendikbudristek — IPAS Kelas V (Edisi Revisi 2024), Bab 3 — hlm. 60 ↗ · Kemendikbudristek — IPA Kelas VII (Edisi Revisi 2023), Bab VI ↗

Miskonsepsi yang sering muncul

Anggapan: Panah menunjuk dari pemangsa ke makanan.

Faktanya: Dalam konvensi pelajaran ini, panah mengikuti energi dari makanan ke pemakannya. sumber ↗

Anggapan: Pengurai hanya bekerja pada pemangsa puncak.

Faktanya: Sisa organisme dari berbagai tingkat dapat diuraikan. sumber ↗

Anggapan: Semua hewan besar adalah konsumen puncak.

Faktanya: Peran ditentukan oleh makanan pada jalur, bukan ukuran; dugong memakan lamun. sumber ↗

Anggapan: Daftar hewan sudah merupakan rantai makanan.

Faktanya: Rantai perlu menunjukkan hubungan makan yang didukung sumber. sumber ↗

Latihan soal rantai makanan dan pembahasannya

Pilih jawabanmu, lalu buka “Lihat jawaban” untuk memeriksanya.

  1. Apa arti padi → tikus?

    • A Padi memakan tikus
    • B Tikus memakan padi
    • C Padi berubah menjadi tikus
    • D Tikus menghasilkan padi
    Lihat jawaban

    Jawaban: B. Tikus memakan padi. Panah menuju penerima energi dari makanan.

  2. Produsen pada model sawah adalah …

    • A padi
    • B ular
    • C elang
    • D tikus
    Lihat jawaban

    Jawaban: A. padi. Padi membuat makanan melalui fotosintesis.

  3. Dalam padi → tikus → ular, ular menjadi …

    • A produsen
    • B pengurai
    • C konsumen pertama
    • D konsumen kedua
    Lihat jawaban

    Jawaban: D. konsumen kedua. Ular memakan konsumen pertama pada jalur ini.

  4. Jaring-jaring makanan adalah …

    • A satu daftar hewan
    • B urutan pertumbuhan
    • C beberapa jalur makan yang terhubung
    • D peta perjalanan hewan
    Lihat jawaban

    Jawaban: C. beberapa jalur makan yang terhubung. Jaring-jaring menghubungkan beberapa rantai.

  5. Contoh pengurai dalam buku adalah …

    • A bakteri dan jamur
    • B padi dan tikus
    • C elang dan ular
    • D matahari dan air
    Lihat jawaban

    Jawaban: A. bakteri dan jamur. Bakteri dan jamur menguraikan sisa organisme.

  6. Lamun → dugong menunjukkan dugong sebagai …

    • A produsen
    • B konsumen pemakan tumbuhan
    • C sumber cahaya
    • D pengurai
    Lihat jawaban

    Jawaban: B. konsumen pemakan tumbuhan. Dugong memperoleh makanan dari lamun.

  7. Sebelum menambah panah, apa yang diperiksa?

    • A Warna kartu
    • B Ukuran gambar
    • C Jumlah kaki saja
    • D Bukti hubungan makanan
    Lihat jawaban

    Jawaban: D. Bukti hubungan makanan. Satu panah menyatakan hubungan yang perlu didukung sumber.

  8. Mengapa pengurai dibuat bercabang dari berbagai tingkat?

    • A Pengurai selalu pemangsa
    • B Semua hewan memakan jamur
    • C Sisa berbagai organisme dapat diuraikan
    • D Energi selalu kembali utuh
    Lihat jawaban

    Jawaban: C. Sisa berbagai organisme dapat diuraikan. Penguraian tidak hanya terjadi setelah konsumen terakhir.

  9. Prediksi berdasarkan diagram sebaiknya …

    • A menjelaskan asumsi dan memakai kata dapat
    • B memberi angka pasti tanpa data
    • C dianggap selalu benar
    • D mengabaikan jalur lain
    Lihat jawaban

    Jawaban: A. menjelaskan asumsi dan memakai kata dapat. Model sederhana mempunyai batas informasi.

  10. Kegiatan kelas yang sesuai adalah …

    • A Memindahkan hewan untuk membentuk rantai
    • B Menyusun kartu dan menjelaskan panah
    • C Mengurangi pemangsa di taman
    • D Memberi makan hewan liar untuk menguji diagram
    Lihat jawaban

    Jawaban: B. Menyusun kartu dan menjelaskan panah. Kartu dan diagram cukup untuk memeriksa pemahaman.

Untuk guru: tujuan dan kegiatan pembelajaran

Tujuan pembelajaran

  • Peserta didik dapat menjelaskan arah panah sebagai perpindahan energi.
  • Peserta didik dapat membandingkan produsen, konsumen, dan pengurai.
  • Peserta didik dapat menyusun dua jalur sawah dengan sumber setiap hubungan.
  • Peserta didik dapat menyatakan prediksi secara bersyarat.

Ide kegiatan kelas (sekitar 70 menit)

  1. Susun kartu padi, tikus, belalang, katak, ular, elang, dan pengurai berdasarkan tabel sumber.
  2. Buat dua diagram di kertas dan beri penjelasan pada setiap panah.
  3. Tukar satu kartu pada diagram; diskusikan sumber yang dibutuhkan sebelum menerima hubungan baru.
  4. Kerjakan LKPD dan bandingkan alasan dengan kunci jawaban.

Bahan: Kartu nama atau gambar organisme, Kertas dan pensil, Tabel sumber yang dicetak guru.

Kaitan kurikulum dan buku teks

Boleh dicetak dan diperbanyak untuk pembelajaran nonkomersial dengan menyebut PanduanHewan.org sebagai sumber.

Pertanyaan umum

Apakah rantai makanan selalu dimulai dari padi?

Tidak. Padi hanya produsen pada contoh sawah; contoh lain memakai tumbuhan atau organisme produsen yang berbeda.

Apa arti panah pada gambar?

Panah makan menunjuk dari yang dimakan ke pemakannya.

Apakah semua elang memakan ular?

Tidak boleh disimpulkan dari diagram umum. Makanan harus diperiksa untuk spesies yang dibahas.

Apakah energi berputar seperti bahan penyusun tubuh?

Tidak. Energi berpindah melalui rantai, dan hanya sekitar 10% yang diteruskan ke tingkat berikutnya. Sebagian energi dilepas sebagai panas, sedangkan pengurai membantu mendaur ulang bahan.

Contoh hewan dalam materi ini

Tersebar luas di Indonesia, termasuk Sumatera dan Jawa
Tyto alba

Serak Jawa (Tyto alba) adalah burung hantu berwajah putih berbentuk hati yang memangsa tikus di sawah, kebun sawit, dan permukiman.

Perairan pesisir berlamun di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua
Dugong dugon

Mamalia laut pemakan lamun yang membutuhkan perairan pesisir sehat. Kehidupan dugong menghubungkan padang lamun, teluk terlindung, dan kegiatan manusia di laut dangkal.

Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan
Spilornis cheela

Elang ular bido (Spilornis cheela) adalah elang berjambul pemangsa ular di tepi hutan Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Jenis ini dilindungi di Indonesia.

Sumber dan referensi

  1. Kemendikbudristek — IPAS Kelas V (Edisi Revisi 2024), Bab 3 ↗
  2. Keputusan Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025, CP IPA Fase D ↗
  3. Kemendikbudristek — IPA Kelas VII (Edisi Revisi 2023), Bab VI — hlm. 167 ↗
  4. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng — Waspada Hama Tikus! Musuh Utama Tanaman Padi yang Sering Diabaikan (2026) ↗
  5. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng — Tikus dan Pengendaliannya (2022) ↗
  6. BBPPTP Medan (Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian) — Pengembangan Burung Hantu dalam Pengendalian Hama Tikus ↗
  7. Kementerian Pertanian — Oxya spp., Hama Eksotik Tanaman Padi ↗
  8. University of Michigan, Animal Diversity Web — Spilornis cheela ↗
  9. University of Michigan, Animal Diversity Web — Dugong dugon ↗
  10. University of Michigan, Animal Diversity Web — Bubulcus ibis ↗

Diperiksa 2026-10-02. Kirim koreksi

Materi lainnya