Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Perbedaan badak Jawa dan badak Sumatera

Apa bedanya badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)? Perbandingan klasifikasi, ciri, sebaran, makanan, ukuran, status IUCN, dan perlindungan hukum dari sumber tercantum.

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) sama-sama termasuk famili Rhinocerotidae, tetapi berbeda genus: badak Jawa termasuk genus Rhinoceros, sedangkan badak Sumatera genus Dicerorhinus. Wilayah di Indonesia — badak Jawa: Taman Nasional Ujung Kulon, Banten; badak Sumatera: Kantong habitat tersisa di Indonesia: Sumatera dan Kalimantan.

Taman Nasional Ujung Kulon, Banten
Rhinoceros sondaicus

Badak bercula satu dengan satu populasi liar yang tersisa di Ujung Kulon. Perlindungan ketat dan pemeliharaan habitat menjadi penopang masa depannya.

Kantong habitat tersisa di Indonesia: Sumatera dan Kalimantan
Dicerorhinus sumatrensis

Badak Asia bercula dua yang ukurannya paling kecil di antara badak hidup. Populasi yang terpisah membuat pertemuan pasangan dan perlindungan habitat menjadi tantangan.

Tabel perbedaan Badak Jawa dan Badak Sumatera

Perbandingan dua hewan
AspekBadak JawaBadak Sumatera
Nama ilmiahRhinoceros sondaicusDicerorhinus sumatrensis
Nama InggrisJavan rhinocerosSumatran rhinoceros
KelasMammaliaMammalia
OrdoPerissodactylaPerissodactyla
FamiliRhinocerotidaeRhinocerotidae
Wilayah di IndonesiaTaman Nasional Ujung Kulon, BantenKantong habitat tersisa di Indonesia: Sumatera dan Kalimantan
Endemik IndonesiaYaYa
Ciri utama—Rambut lebih nyata daripada badak lain
UkuranBerat tubuh: 900–2.300 kg; tinggi bahu 1,5–1,7 mBerat tubuh: 600–950 kg; tinggi bahu 1,0–1,5 m
MakananDaun, pucuk, dan tumbuhan hutanTumbuhan hutan
Jenis pemakanherbivora (pemakan tumbuhan)herbivora (pemakan tumbuhan)
Cara berkembang biakmelahirkan (vivipar)melahirkan (vivipar)
Status IUCNKritis (Critically Endangered)Kritis (Critically Endangered)
Perlindungan hukumDilindungi (Permen LHK P.106/2018)Dilindungi (Permen LHK P.106/2018)

Setiap sel berasal dari data bersumber di halaman masing-masing hewan; sel kosong berarti data itu belum tersedia, bukan berarti sama atau tidak ada.

Cara membedakan

Sumber

  1. International Rhino Foundation — Javan rhino ↗
  2. International Rhino Foundation — Arenga palm and rhino habitat ↗
  3. International Rhino Foundation — State of the Rhino 2024 ↗
  4. Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  5. Animal Diversity Web ↗
  6. Animal Diversity Web ↗
  7. IUCN Red List ↗
  8. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  9. International Rhino Foundation — Sumatran rhino ↗
  10. WWF — Sumatran rhino ↗
  11. International Rhino Foundation — Rhino science ↗
  12. Animal Diversity Web ↗
  13. IUCN Red List ↗
  14. Handbook of the Mammals of the World, Vol. 2 Hoofed Mammals (Wilson & Mittermeier eds., Lynx Edicions 2011), Rhinocerotidae: Dicerorhinus sumatrensis account (Plazi treatment) ↗

Ingin melihat semua hewan?

Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.

Buka direktori hewan