Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Laut · Jawa · Nusa Tenggara

Penyu sisik

Penyu berparuh runcing yang erat terkait terumbu karang. Perdagangan karapas, tangkapan sampingan, dan hilangnya habitat menghubungkan pilihan manusia dengan masa depannya.

Disusun dari sumber tercantum dengan bantuan AI. Cara penyusunan dan batas tinjauan

Foto Penyu sisik (Eretmochelys imbricata).
(c) Daniel Benák, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Gambar dipotong untuk tata letak.

Jawaban singkat

Status IUCN: Kritis

Sekilas tentang penyu sisik

Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) adalah satwa laut dari famili Cheloniidae. Wilayahnya di Indonesia: Perairan karang di Indonesia, terutama di sekitar pulau-pulau kecil di Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, dan Selat Karimata. Pola makannya: spons laut; termasuk hewan karnivora. Status Daftar Merah IUCN: Kritis (Critically Endangered). Penyu sisik termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Penyu sisik
Nama ilmiahEretmochelys imbricata
Nama InggrisHawksbill turtle
KelompokLaut
FamiliCheloniidae
Wilayah di IndonesiaPerairan karang di Indonesia, terutama di sekitar pulau-pulau kecil di Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, dan Selat Karimata
Habitat terkaitTerumbu Karang
CiriParuh runcing; sisik karapas bertumpuk
Makanan pentingSpons laut
PerkembangbiakanBertelur di pantai
Status IUCNKritis (Critically Endangered) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 1 Oktober 2026
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 702
Panjang karapasHingga sekitar 1 m · KKP — Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 (lampiran deskripsi)
Kedalaman habitat dewasaUmumnya di terumbu karang yang tidak lebih dalam dari 18 m · KKP — Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 (lampiran deskripsi)
Jenis pemakanKarnivora (pemakan daging) — terutama pemakan spons laut (spongivora) · SeaLifeBase
Cara berkembang biakBertelur (ovipar) · Reptile Database
Bisa atau racunTidak berbisa, tetapi dapat menyebabkan keracunan bila dimakan · Pavlin et al. 2015, Mass poisoning after consumption of a hawksbill turtle, Federated States of Micronesia, 2010 (Western Pac Surveill Response J)
Hari peringatanHari Kura-kura Sedunia (23 Mei)
Waktu aktifDiurnal (aktif pada siang hari) — Studi penyu muda di terumbu Mona, Puerto Riko, mengaitkan penyelaman siang dengan mencari makan dan penyelaman malam dengan istirahat; bukan jadwal seluruh populasi Indonesia. · van Dam & Diez (1997) — Diving behaviour of immature hawksbills at Mona Island, Puerto Rico
Dalam panduan ini (11)
Tentang panduan iniDisetujui oleh tim pada 2026-10-07. Persetujuan mencakup narasi, fakta, jawaban ringkas, dan lokasi tercatat dalam kedua bahasa pada versi ini.

Ciri penyu sisik

Paruh yang meruncing dan lempeng karapas yang saling menutupi merupakan ciri penting penyu sisik. Warna serta pola dapat bervariasi. Identifikasi sebaiknya memakai gabungan ciri dari jarak aman, bukan mengangkat penyu untuk memeriksa bagian tubuhnya.

Dasar informasi: NOAA Fisheries — Hawksbill turtle ↗

Hubungan dengan spons dan terumbu

Spons merupakan makanan penting di banyak wilayah, tetapi penyu sisik juga memakan organisme lain. NOAA mencatat variasi makanan antarwilayah; pola di Hawaii tidak otomatis sama dengan Indonesia. WWF menjelaskan hubungan pemakanan spons dengan organisme terumbu, sehingga perlindungan tempat makan perlu memperhatikan komunitas terumbu secara utuh.

Dasar informasi: NOAA Fisheries — Hawksbill turtle ↗ · WWF — Hawksbill turtle ↗

Perlindungan melampaui pantai sarang

Penyu sisik memakai habitat berbeda sepanjang hidup dan dapat berpindah antara tempat makan serta pantai peneluran. Perlindungan pantai penting, tetapi tidak menggantikan upaya mengurangi tangkapan sampingan dan menjaga perairan tempat penyu tumbuh serta mencari makanan.

Dasar informasi: NOAA Fisheries — Hawksbill turtle ↗ · KKP — RAN Konservasi Penyu 2022–2024, Table 3 (distribution records) ↗

Suvenir karapas memiliki asal-usul

Kampanye Too Rare To Wear membahas perdagangan produk karapas penyu. Jangan menganggap corak cantik pada sisir atau perhiasan membuktikan bahan sintetis. Pilih produk yang bahan dan asalnya jelas, serta hindari produk yang diklaim berasal dari penyu.

Dasar informasi: SEE Turtles — Too Rare To Wear ↗

Mendukung pantai yang tetap tenang

NOAA menjelaskan gangguan cahaya pada pantai peneluran dan menyarankan pengunjung menjaga jarak. Ini prinsip kesejahteraan satwa, bukan penerapan hukum Amerika Serikat di Indonesia. Ikuti pengelola setempat; jangan menyentuh penyu, memindahkan telur, atau menahan tukik demi foto. Tanyakan perlindungan habitat dan pemantauan yang dilakukan program.

Dasar informasi: NOAA Fisheries — Hawksbill turtle ↗ · NOAA Fisheries — Viewing marine life ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Penyu sisik

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasReptilia
OrdoTestudines
FamiliCheloniidae
GenusEretmochelys
SpesiesEretmochelys imbricata

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang penyu sisik

Apa nama latin dan nama Inggris penyu sisik?

Nama latin atau nama ilmiah penyu sisik adalah Eretmochelys imbricata, dari famili Cheloniidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Hawksbill turtle.

Penyu sisik termasuk hewan apa?

Penyu sisik termasuk hewan satwa laut dari famili Cheloniidae. Berdasarkan jenis makanannya, penyu sisik termasuk hewan karnivora (pemakan daging), yaitu terutama pemakan spons laut (spongivora).

Penyu sisik berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat penyu sisik di wilayah berikut: Perairan karang di Indonesia, terutama di sekitar pulau-pulau kecil di Laut Jawa, Laut Flores, Selat Makassar, dan Selat Karimata.

Habitat terkait yang didukung sumber: Terumbu Karang.

Penyu sisik makan apa?

Pola makan penyu sisik (makanan penting): spons laut. Karena itu penyu sisik termasuk hewan karnivora (pemakan daging). Sumber: SeaLifeBase.

Penyu sisik berkembang biak dengan cara apa?

Penyu sisik berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Sumber: Reptile Database.

Apakah penyu sisik beracun?

Bila dimakan, bisa. Tidak berbisa, tetapi daging penyu sisik pernah menyebabkan keracunan massal dengan korban jiwa, termasuk anak-anak. Sumber: Pavlin et al. 2015, Mass poisoning after consumption of a hawksbill turtle, Federated States of Micronesia, 2010 (Western Pac Surveill Response J).

Jangan menangkap, memegang, atau mengganggu satwa liar. Bila tergigit, tersengat, atau terkena racunnya, segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Apakah penyu sisik termasuk hewan nokturnal?

Sumber yang dirujuk mencatat pola aktivitas penyu sisik sebagai diurnal (aktif pada siang hari). Studi penyu muda di terumbu Mona, Puerto Riko, mengaitkan penyelaman siang dengan mencari makan dan penyelaman malam dengan istirahat; bukan jadwal seluruh populasi Indonesia. Sumber: van Dam & Diez (1997) — Diving behaviour of immature hawksbills at Mona Island, Puerto Rico.

Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.

Apa ciri-ciri penyu sisik?

Ciri-ciri penyu sisik menurut sumber panduan ini: Ciri: paruh runcing; sisik karapas bertumpuk.

Seberapa besar penyu sisik?

Panjang karapas: Hingga sekitar 1 m. Sumber: KKP — Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 (lampiran deskripsi).

Bagaimana klasifikasi penyu sisik?

Klasifikasi ilmiah penyu sisik: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Reptilia, ordo Testudines, famili Cheloniidae, genus Eretmochelys, spesies Eretmochelys imbricata.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah penyu sisik terancam punah?

Ya. Dalam Daftar Merah IUCN, penyu sisik masuk kategori Kritis (Critically Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang ekstrem tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 1 Oktober 2026.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah penyu sisik dilindungi?

Apakah penyu sisik dilindungi?

Ya. Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 702).

Jenis ini juga dilindungi penuh oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi (diktum KESATU nomor 40).

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara penyu sisik?

Tidak. Karena penyu sisik termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. NOAA Fisheries — Hawksbill turtle ↗
  2. WWF — Hawksbill turtle ↗
  3. SEE Turtles — Too Rare To Wear ↗
  4. NOAA Fisheries — Viewing marine life ↗
  5. KKP — RAN Konservasi Penyu 2022–2024, Table 3 (distribution records) ↗
  6. Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi ↗
  7. KKP — Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 (lampiran deskripsi) ↗
  8. SeaLifeBase ↗
  9. Reptile Database ↗
  10. van Dam & Diez (1997) — Diving behaviour of immature hawksbills at Mona Island, Puerto Rico ↗
  11. Pavlin et al. 2015, Mass poisoning after consumption of a hawksbill turtle, Federated States of Micronesia, 2010 (Western Pac Surveill Response J) ↗
  12. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  13. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli. Cara kami menggunakan sumber dan data →

Taman nasional tempat hewan ini tercatat

Menurut profil resmi taman nasional dari Direktorat Jenderal KSDAE. Hewan ini juga bisa hidup di kawasan lain.

Isu dan berita terkait

Bacaan lanjutan

Hawksbill sea turtle: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris).

Situs terkait: pemrakarsa PanduanHewan juga menjabat sebagai direktur World Animal Rescue Network.

Rujuk halaman ini

Cantumkan PanduanHewan saat merujuk halaman ini. Periksa sumber bukti asli sebelum menggunakan kembali suatu klaim.

PanduanHewan. Penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Pembaruan substansial terakhir: 7 Oktober 2026. https://panduanhewan.org/id/spesies/penyu-sisik/