Jawaban singkat
Status IUCN: GentingSekilas tentang kakatua Maluku
Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) adalah burung dari famili Psittacidae. Dalam Daftar Merah IUCN, statusnya Genting (Endangered).
| Nama ilmiah | Cacatua moluccensis |
|---|---|
| Nama Inggris | Salmon-crested cockatoo |
| Kelompok | Burung |
| Famili | Psittacidae |
| Wilayah di Indonesia | Pulau Seram dan Ambon, Maluku |
| Habitat terkait | Hutan Hujan Tropis |
| Makanan | Buah beri, kacang, biji, kelapa, serangga dan larvanya |
| Sebaran di Indonesia | Seram dan Ambon; hilang dari Saparua dan Haruku |
| Ciri utama | Bulu putih kemerahmudaan, jambul salem melengkung ke belakang |
| Nama lain | Kakatua seram, Moluccan cockatoo |
| Status IUCN | Genting (Endangered), penilaian 2024 |
| Status perlindungan di Indonesia | Dilindungi menurut Permen LHK P.106/2018 |
| Status IUCN | Genting (Endangered) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 25 September 2026 |
Dalam panduan ini (10)

Apa itu kakatua Maluku?
Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) adalah kakatua besar berbulu putih kemerahmudaan dengan jambul panjang berwarna salem yang melengkung ke belakang. Mongabay Indonesia dan Burung Indonesia menyebut panjangnya sekitar 46–52 cm. Sisi bawah sayap dan ekornya jingga kekuningan, paruhnya hitam keabu-abuan, dan lingkar matanya putih kebiruan.
BirdLife International mencatat kakatua ini berkerabat dekat dengan kakatua putih (Cacatua alba) dan tidak memiliki anak jenis. Menurut World Parrot Trust, mata jantan berwarna hitam, sedangkan mata betina cokelat gelap.
Dasar informasi: Mongabay Indonesia — Si Burung Cantik yang Terus Diburu (2015) ↗ · BirdLife International (DataZone) — Salmon-crested Cockatoo Cacatua moluccensis species factsheet ↗ · World Parrot Trust — Salmon-crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) ↗
Di mana kakatua Maluku hidup?
Kakatua Maluku hanya hidup di Maluku bagian selatan: di Pulau Seram, Ambon, dan dulu juga Saparua serta Haruku. BirdLife mencatat tidak ada catatan baru dari Saparua dan Haruku, dan populasi di Ambon kini kecil, sehingga hampir seluruh populasinya tersisa di Seram, termasuk di Taman Nasional Manusela.
Burung ini hidup di hutan hujan dataran rendah hingga ketinggian 1.400 m. Kepadatan tertingginya tercatat di hutan primer yang belum ditebang di bawah 180 m, dan jumlahnya berkaitan dengan keberadaan ara pencekik serta pohon besar untuk bersarang. Di daerah penyangga TN Manusela, kakatua juga mencari makan di kebun buah warga.
Dasar informasi: BirdLife International (DataZone) — Salmon-crested Cockatoo Cacatua moluccensis species factsheet ↗ · IPB University Repository — Pengelolaan Daerah Penyangga Taman Nasional Manusela untuk Konservasi Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) ↗
Kakatua Maluku makan apa?
Kakatua Maluku memakan buah beri, kacang, biji-bijian, kelapa, serta serangga dan larvanya, menurut BirdLife International. World Parrot Trust secara khusus menyebut kelapa muda (Cocos nucifera) sebagai salah satu pakannya.
Sebagian besar pakannya berasal dari hutan dataran rendah, tetapi burung ini juga mendatangi kebun buah warga yang berbatasan langsung dengan TN Manusela. Menurut penelitian IPB, kebiasaan ini membuat kakatua di daerah penyangga rentan diburu, karena pengawasan di luar kawasan taman nasional belum berjalan baik.
Dasar informasi: BirdLife International (DataZone) — Salmon-crested Cockatoo Cacatua moluccensis species factsheet ↗ · World Parrot Trust — Salmon-crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) ↗ · IPB University Repository — Pengelolaan Daerah Penyangga Taman Nasional Manusela untuk Konservasi Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) ↗
Bagaimana kakatua Maluku berkembang biak?
Kakatua Maluku bersarang di lubang pohon yang tinggi dan bertelur dua butir, dengan musim berbiak mulai sekitar Juli–Agustus, menurut World Parrot Trust. Di daerah penyangga TN Manusela, peneliti IPB menemukan sarang di empat jenis pohon besar, antara lain Pometia pinnata dan Octomeles sumatrana, yang berdiameter lebih dari 50 cm dan tinggi lebih dari 15 m.
Di luar musim berbiak, kakatua ini bisa berkelompok hingga 16 ekor; saat berbiak biasanya terlihat sendiri atau berpasangan. Seperti kakatua lain, jenis ini berumur panjang dan lambat berbiak. BirdLife memperkirakan panjang satu generasinya 21,4 tahun, sehingga pemulihan populasi bisa memakan waktu puluhan tahun.
Dasar informasi: World Parrot Trust — Salmon-crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) ↗ · IPB University Repository — Pengelolaan Daerah Penyangga Taman Nasional Manusela untuk Konservasi Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) ↗ · BirdLife International (DataZone) — Salmon-crested Cockatoo Cacatua moluccensis species factsheet ↗
Mengapa kakatua Maluku terancam punah?
Kakatua Maluku terancam terutama karena penangkapan besar-besaran untuk perdagangan burung peliharaan, diperparah penebangan dan pembukaan hutan dataran rendah. BirdLife memperkirakan populasinya turun 50–79% sejak 1959. Pada 1981–1990 diperkirakan 74.509 ekor diekspor dari Indonesia, dan pada 1980-an sedikitnya 10.000 ekor diambil dari Seram setiap tahun.
Perdagangan internasional yang dilaporkan turun ke nol pada 1990-an, dan kini jenis ini masuk Apendiks I CITES, tetapi penangkapan untuk pasar dalam negeri, terutama ke Jawa, masih berlangsung. BirdLife memperkirakan tersisa 20.000–62.000 individu dewasa (2023). Di sebagian TN Manusela, kepadatannya anjlok menjadi 1,6 ekor/km², dibanding 15,28 ekor/km² di lokasi yang dijaga ketat.
Dasar informasi: BirdLife International (DataZone) — Salmon-crested Cockatoo Cacatua moluccensis species factsheet ↗ · World Parrot Trust — Salmon-crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) ↗ · Mongabay — On an Indonesian island, an ancient ritual evolves to protect an endangered cockatoo (2026) ↗
Bagaimana melindungi kakatua Maluku?
Kakatua Maluku adalah satwa dilindungi menurut Permen LHK P.106/2018, dan hukum konservasi Indonesia melarang menangkap atau membunuhnya. Masyarakat bisa membantu dengan tidak membeli kakatua maupun bulunya, yang pada 2024 bahkan ditemukan dijual daring, serta melaporkan perdagangan ke BKSDA. BKSDA Maluku melepasliarkan burung sitaan, misalnya tujuh ekor di kawasan Tanjung Sial, Seram Bagian Barat, pada 2021.
Upaya berbasis masyarakat juga penting. Masyarakat adat Huaulu di Seram kini memakai bulu yang rontok alami dari pusat rehabilitasi dan kebun binatang untuk ritual Cidaku, alih-alih memburu kakatua. Burung Indonesia mengingatkan bahwa perdagangan satwa dan hilangnya habitat harus ditangani bersamaan.
Dasar informasi: JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗ · Mongabay — On an Indonesian island, an ancient ritual evolves to protect an endangered cockatoo (2026) ↗ · Mongabay Indonesia — Satwa-satwa Ini Kembali Hidup Bebas di Pulau Seram (2021) ↗
Jelajahi habitat terkait
Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.
Pertanyaan umum tentang kakatua Maluku
Apa nama latin kakatua Maluku?
Nama latin atau nama ilmiah kakatua Maluku adalah Cacatua moluccensis, dari famili Psittacidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Salmon-crested cockatoo.
Di mana kakatua Maluku dapat ditemukan di Indonesia?
Di Indonesia, panduan ini mencatat kakatua Maluku di wilayah berikut: Pulau Seram dan Ambon, Maluku.
Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.
Kakatua Maluku makan apa?
Pola makan kakatua Maluku: buah beri, kacang, biji, kelapa, serangga dan larvanya.
Apa status konservasi kakatua Maluku?
Dalam Daftar Merah IUCN, kakatua Maluku masuk kategori Genting (Endangered): spesies ini dinilai menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 25 September 2026.
Status global ini berbeda dari status perlindungan hukum di Indonesia. Untuk memastikan apakah kakatua Maluku termasuk satwa dilindungi, periksa daftar jenis satwa dilindungi yang berlaku atau hubungi BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.
Sumber & referensi
- BirdLife International (DataZone) — Salmon-crested Cockatoo Cacatua moluccensis species factsheet ↗
- Mongabay Indonesia — Si Burung Cantik yang Terus Diburu (2015) ↗
- World Parrot Trust — Salmon-crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) ↗
- IPB University Repository — Pengelolaan Daerah Penyangga Taman Nasional Manusela untuk Konservasi Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) ↗
- Mongabay — On an Indonesian island, an ancient ritual evolves to protect an endangered cockatoo (2026) ↗
- Mongabay Indonesia — Satwa-satwa Ini Kembali Hidup Bebas di Pulau Seram (2021) ↗
- JDIH Kemenko Infrastruktur — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF) ↗
- IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗
Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.
Bacaan lanjutan
Cockatoo: facts, threats and conservation ↗ — World Animal Rescue Network (dalam bahasa Inggris). Ikhtisar yang lebih luas dan mencakup hewan ini.
Kutip halaman ini
PanduanHewan. (2026, 25 September). Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/kakatua-maluku/