Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Perbedaan kakatua kecil jambul kuning dan kakatua Maluku

Apa bedanya kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea) dan kakatua Maluku (Cacatua moluccensis)? Perbandingan klasifikasi, ciri, sebaran, makanan, ukuran, status IUCN, dan perlindungan hukum dari sumber tercantum.

Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea) dan kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) adalah dua spesies berbeda dalam genus yang sama, Cacatua. Wilayah di Indonesia — kakatua kecil jambul kuning: Pulau-pulau tertentu di Indonesia, termasuk Sulawesi dan Nusa Tenggara; kakatua Maluku: Pulau Seram dan Ambon, Maluku.

Pulau-pulau tertentu di Indonesia, termasuk Sulawesi dan Nusa Tenggara
Cacatua sulphurea

Kakatua putih berjambul kuning dengan populasi pulau yang perlu dibedakan secara cermat. Pohon pakan, sarang, tempat tidur, dan pencegahan perdagangan saling melengkapi perlindungannya.

Pulau Seram dan Ambon, Maluku
Cacatua moluccensis

Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) adalah kakatua besar berjambul salem, endemik Seram dan Ambon, yang berstatus Genting akibat perburuan untuk perdagangan.

Tabel perbedaan Kakatua kecil jambul kuning dan Kakatua Maluku

Perbandingan dua hewan
AspekKakatua kecil jambul kuningKakatua Maluku
Nama ilmiahCacatua sulphureaCacatua moluccensis
Nama InggrisYellow-crested cockatooSalmon-crested cockatoo
KelasAvesAves
OrdoPsittaciformesPsittaciformes
FamiliCacatuidaeCacatuidae
Wilayah di IndonesiaPulau-pulau tertentu di Indonesia, termasuk Sulawesi dan Nusa TenggaraPulau Seram dan Ambon, Maluku
Endemik IndonesiaTidakYa
Ciri utamaTubuh putih dan jambul kuningBulu putih kemerahmudaan, jambul salem melengkung ke belakang
Ukuran—Berat tubuh: 775–935 g
Makanan—Buah beri, kacang, biji, kelapa, serangga dan larvanya
Jenis pemakanherbivora (pemakan tumbuhan)—
Cara berkembang biakbertelur (ovipar)bertelur (ovipar)
Status IUCNKritis (Critically Endangered)Genting (Endangered)
Perlindungan hukumDilindungi (Permen LHK P.106/2018)Dilindungi (Permen LHK P.106/2018)

Setiap sel berasal dari data bersumber di halaman masing-masing hewan; sel kosong berarti data itu belum tersedia, bukan berarti sama atau tidak ada.

Cara membedakan

Sumber

  1. Cornell Lab eBird — Yellow-crested cockatoo ↗
  2. BBKSDA Jawa Timur — Habitat and monitoring, 2024 (archived) ↗
  3. KSDAE — Masakambing population monitoring, April 2026 ↗
  4. TRAFFIC — Restore Species trade work ↗
  5. JDIH Kementerian Kehutanan — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (PDF, dengan lampiran) ↗
  6. BirdLife International DataZone — Yellow-crested Cockatoo species factsheet ↗
  7. Vigie-Nature École (MNHN) ↗
  8. EltonTraits 1.0 (Wilman et al. 2014, Ecology 95:2027), BirdFuncDat.txt ↗
  9. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  10. BirdLife International (DataZone) — Salmon-crested Cockatoo Cacatua moluccensis species factsheet ↗
  11. Mongabay Indonesia — Si Burung Cantik yang Terus Diburu (2015) ↗
  12. World Parrot Trust — Salmon-crested Cockatoo (Cacatua moluccensis) ↗
  13. IPB University Repository — Pengelolaan Daerah Penyangga Taman Nasional Manusela untuk Konservasi Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) ↗
  14. Mongabay — On an Indonesian island, an ancient ritual evolves to protect an endangered cockatoo (2026) ↗
  15. Mongabay Indonesia — Satwa-satwa Ini Kembali Hidup Bebas di Pulau Seram (2021) ↗

Ingin melihat semua hewan?

Cari berdasarkan nama, habitat, atau pulau di direktori hewan.

Buka direktori hewan