Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

Burung · Maluku

Bidadari halmahera

Bidadari halmahera (Semioptera wallacii) adalah cenderawasih endemik Maluku Utara yang jantannya menari dengan bulu putih panjang; fauna identitas Maluku Utara.

Foto Bidadari halmahera (Semioptera wallacii).
(c) Jason Alexander, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Foto dipotong untuk tata letak.

Jawaban singkat

Status IUCN: Risiko rendah

Sekilas tentang bidadari halmahera

Bidadari halmahera (Semioptera wallacii) adalah burung dari famili Paradisaeidae. Wilayahnya di Indonesia: Halmahera, Bacan, dan Kasiruta, Maluku Utara. Hewan ini endemik Indonesia: hanya hidup secara alami di Halmahera, Bacan, dan Kasiruta (Maluku Utara). Pola makannya: buah, serangga, dan artropoda lain; termasuk hewan omnivora. Status Daftar Merah IUCN: Risiko rendah (Least Concern). Bidadari halmahera termasuk satwa dilindungi di Indonesia (Permen LHK P.106/2018).

Fakta singkat: Bidadari halmahera
Nama ilmiahSemioptera wallacii
Nama InggrisStandardwing bird-of-paradise
KelompokBurung
FamiliParadisaeidae
Wilayah di IndonesiaHalmahera, Bacan, dan Kasiruta, Maluku Utara
Habitat terkaitHutan Hujan Tropis
MakananBuah, serangga, dan artropoda lain
Sebaran di IndonesiaEndemik Halmahera, Bacan, dan Kasiruta (Maluku Utara)
Ciri utamaJantan: dua pasang bulu putih panjang, perisai dada hijau
Fauna identitasProvinsi Maluku Utara
Nama lainBurung bidadari; Wallace's standardwing
Status IUCNRisiko rendah (Least Concern) · IUCN Red List (via GBIF) · diperiksa 1 Oktober 2026
Perlindungan hukum di IndonesiaDilindungi · Permen LHK P.106/2018 · lampiran no. 457
Jenis pemakanOmnivora (pemakan tumbuhan dan hewan) — pemakan buah, serangga, dan artropoda lain · Mongabay Indonesia
Cara berkembang biakBertelur (ovipar) · Vigie-Nature École (MNHN)
Waktu aktifDiurnal (aktif pada siang hari) · Oiseaux.net (AVONET/Birds of the World traits)
Endemik IndonesiaYa — Halmahera, Bacan, dan Kasiruta (Maluku Utara) · BirdLife DataZone
Dalam panduan ini (11)
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu burung bidadari halmahera?

Bidadari halmahera (Semioptera wallacii) adalah cenderawasih (suku Paradisaeidae) endemik Maluku Utara, salah satu dari sedikit cenderawasih yang hidup di luar kawasan Papua. Menurut Mongabay Indonesia, ciri paling menonjol jantannya adalah dua pasang bulu putih panjang yang mencuat dari sayap dan dapat ditegakkan atau diturunkan.

Panjang tubuhnya 23–26 cm menurut Oiseaux.net. Nama ilmiahnya menghormati Alfred Russel Wallace, naturalis Inggris yang memperoleh burung ini dari asistennya, Ali, di Pulau Bacan pada 1858. Mongabay mencatat bahwa genus Semioptera hanya berisi satu spesies ini. Kompas mencatat bidadari halmahera sebagai fauna identitas Provinsi Maluku Utara, bersama cengkeh sebagai flora identitasnya.

Dasar informasi: Mongabay Indonesia (2021) — Bidadari Halmahera, Burung Cendrawasih di Luar Papua ↗ · Oiseaux.net — Standardwing, Semioptera wallacii ↗ · Kompas.com (2023) — Flora dan Fauna Identitas Maluku Utara (Wayback Machine copy) ↗

Di mana bidadari halmahera hidup?

Bidadari halmahera hanya hidup di Pulau Halmahera, Kasiruta, dan Bacan di Maluku Utara. Menurut BirdLife International, burung ini menghuni hutan hujan primer, hutan sekunder, dan hutan bekas tebangan di dataran rendah dan perbukitan, dari permukaan laut hingga 1.000–1.200 m.

Meski bisa ditemukan di hutan sekunder, tempat jantan menari (lek) sejauh ini hanya ditemukan di hutan primer, di sekitar pohon-pohon besar seperti matoa (Pometia pinnata), kenari (Canarium), dan pala hutan (Myristica). Mongabay Indonesia menyebut lokasi pengamatannya antara lain Tayawi, Gunung Tanah Putih di Halmahera Barat, Binagara di Halmahera Timur, dan Gunung Uni-uni.

Dasar informasi: BirdLife DataZone — Standardwing Bird-of-paradise Semioptera wallacii species factsheet ↗ · Mongabay Indonesia (2021) — Bidadari Halmahera, Burung Cendrawasih di Luar Papua ↗

Bidadari halmahera makan apa?

Bidadari halmahera memakan buah, serangga, dan artropoda lain. Mongabay Indonesia mencatat serangga, artropoda, dan buah-buahan sebagai pakannya, sedangkan basis data sifat burung yang dikutip Oiseaux.net (Pigot dkk. 2020; Tobias dkk. 2021) menggolongkannya sebagai pemakan buah.

Karena hidup di tajuk hutan dan sangat peka terhadap gangguan, bidadari halmahera memerlukan hutan yang masih kaya pohon berbuah. Peneliti Supratman Tabba dan Lis Nurrani, yang dikutip Mongabay, menyebut burung ini bergerak sangat cepat dan tidak akan muncul di kawasan yang sudah terganggu. Karena itu, kehadirannya bisa menjadi tanda bahwa kualitas hutan masih baik.

Dasar informasi: Mongabay Indonesia (2021) — Bidadari Halmahera, Burung Cendrawasih di Luar Papua ↗ · Oiseaux.net — Standardwing, Semioptera wallacii ↗

Bagaimana tarian bidadari halmahera jantan?

Bidadari halmahera jantan menari di tempat khusus (lek) pada pagi atau sore hari untuk menarik betina. Menurut kajian Hanom Bashari (2011) yang dikutip Mongabay Indonesia, jantan mencengkeram dahan kecil, membuka sayapnya sebagian, lalu mengibaskannya dengan cepat dan berulang tanpa terlepas dari dahan.

Garda Animalia menggambarkan tarian udaranya: jantan memekik, terbang dari dahan, lalu melayang turun kembali sambil sedikit berputar. Saat itu perisai dadanya yang hijau zamrud terbentang dan bulu putih di sayapnya berkibar. Jantan bermahkota ungu mengilap, sedangkan betina cokelat zaitun. Sarangnya sulit ditemukan; Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, dikutip Mongabay, menyebut pencarian berulang belum menemukannya.

Dasar informasi: Mongabay Indonesia (2021) — Bidadari Halmahera, Burung Cendrawasih di Luar Papua ↗ · Garda Animalia (2020) — Bidadari Halmahera, Penari Selendang Putih di Hutan Maluku Utara ↗

Apakah bidadari halmahera terancam punah?

Bidadari halmahera tidak tergolong terancam punah secara global: BirdLife International menilainya Risiko Rendah dan menyebutnya relatif umum di Halmahera. BirdLife mengutip perkiraan Bashari (2012) sebanyak 24.128–61.553 ekor di Taman Nasional Aketajawe Lolobata saja.

Meski begitu, populasinya diduga menurun. Ancaman utamanya adalah hilangnya hutan akibat pembalakan komersial, ladang berpindah, pertambangan, permukiman, dan kebun kelapa, cengkeh, pala, serta kayu. Kebakaran hutan juga berpotensi mengancam, terutama di hutan yang sudah terbuka. Menurut BirdLife, beberapa lokasi lek bisa terganggu oleh kegiatan wisata yang tidak diatur.

Dasar informasi: BirdLife DataZone — Standardwing Bird-of-paradise Semioptera wallacii species factsheet ↗

Bagaimana melindungi bidadari halmahera?

Bidadari halmahera dilindungi dengan menjaga hutan primer Halmahera dan Bacan, terutama lokasi lek dan pohon-pohon besar di sekitarnya. Semioptera wallacii tercantum sebagai satwa dilindungi dalam lampiran Permen LHK P.106/2018 (nomor 457, bidadari halmahera).

Menurut BirdLife International, Taman Nasional Aketajawe Lolobata menjadikan burung ini spesies andalan serta memantau dan memulihkan lokasi lek. Pengamat burung sebaiknya datang bersama pemandu atau petugas, menjaga jarak, dan tidak membuat keributan di lokasi lek. Jangan membeli burung atau bulunya, dan laporkan perburuan atau perdagangan kepada BKSDA atau petugas taman nasional. Sebagai fauna identitas Maluku Utara, burung ini layak dikenal warganya sendiri.

Dasar informasi: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran) ↗ · BirdLife DataZone — Standardwing Bird-of-paradise Semioptera wallacii species factsheet ↗ · Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Humas, 2017) — Fauna Sekaligus Maskot Prov. Sumbar ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Klasifikasi ilmiah Bidadari halmahera

Klasifikasi ilmiah dari kingdom sampai spesies
KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
FamiliParadisaeidae
GenusSemioptera
SpesiesSemioptera wallacii

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi (misalnya kelas Reptilia).

Pertanyaan umum tentang bidadari halmahera

Apa nama latin dan nama Inggris bidadari halmahera?

Nama latin atau nama ilmiah bidadari halmahera adalah Semioptera wallacii, dari famili Paradisaeidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Standardwing bird-of-paradise.

Bidadari halmahera termasuk hewan apa?

Bidadari halmahera termasuk hewan burung dari famili Paradisaeidae. Berdasarkan jenis makanannya, bidadari halmahera termasuk hewan omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan), yaitu pemakan buah, serangga, dan artropoda lain. Bidadari halmahera juga termasuk hewan endemik Indonesia.

Bidadari halmahera berasal dari mana dan di mana habitatnya?

Di Indonesia, panduan ini mencatat bidadari halmahera di wilayah berikut: Halmahera, Bacan, dan Kasiruta, Maluku Utara.

Bidadari halmahera adalah hewan endemik Indonesia yang hanya hidup secara alami di Halmahera, Bacan, dan Kasiruta (Maluku Utara). Sumber: BirdLife DataZone.

Habitat terkait yang didukung sumber: Hutan Hujan Tropis.

Bidadari halmahera makan apa?

Pola makan bidadari halmahera: buah, serangga, dan artropoda lain. Karena itu bidadari halmahera termasuk hewan omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan). Sumber: Mongabay Indonesia.

Bidadari halmahera berkembang biak dengan cara apa?

Bidadari halmahera berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Sumber: Vigie-Nature École (MNHN).

Apakah bidadari halmahera termasuk hewan nokturnal?

Tidak. Bidadari halmahera termasuk hewan diurnal (aktif pada siang hari). Sumber: Oiseaux.net (AVONET/Birds of the World traits).

Lihat juga daftar hewan nokturnal dan diurnal di Indonesia.

Apa ciri-ciri bidadari halmahera?

Ciri-ciri bidadari halmahera menurut sumber panduan ini: Ciri utama: jantan: dua pasang bulu putih panjang, perisai dada hijau.

Bagaimana klasifikasi bidadari halmahera?

Klasifikasi ilmiah bidadari halmahera: kingdom Animalia, filum Chordata, kelas Aves, ordo Passeriformes, famili Paradisaeidae, genus Semioptera, spesies Semioptera wallacii.

Sumber: GBIF Backbone Taxonomy, disesuaikan dengan peringkat yang umum dipakai dalam pelajaran biologi.

Apakah bidadari halmahera terancam punah?

Tidak, menurut penilaian global IUCN. Dalam Daftar Merah IUCN, bidadari halmahera masuk kategori Risiko rendah (Least Concern): spesies ini tidak memenuhi kriteria kategori terancam maupun Hampir Terancam pada penilaian global. Sumber: IUCN Red List (via GBIF), diperiksa 1 Oktober 2026.

Status global ini berbeda dari perlindungan hukum nasional. Apakah bidadari halmahera dilindungi?

Apakah bidadari halmahera dilindungi?

Ya. Bidadari halmahera (Semioptera wallacii) termasuk jenis satwa dilindungi di Indonesia menurut Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran, nomor 457).

Pasal 21 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 sebagaimana diubah UU No. 32 Tahun 2024 melarang setiap orang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkan satwa dilindungi, baik hidup maupun mati, termasuk bagian tubuh, telur, dan sarangnya.

Jika menemukan satwa ini diperdagangkan, dipelihara, atau terluka, hubungi BKSDA setempat.

Bolehkah memelihara bidadari halmahera?

Tidak. Karena bidadari halmahera termasuk satwa dilindungi, menangkap, memiliki, memelihara, mengangkut, atau memperdagangkannya tanpa izin dilarang oleh undang-undang. Perdagangan tanpa izin melalui media elektronik juga dilarang.

Jika Anda melihat satwa ini dijual atau dipelihara, laporkan ke BKSDA setempat.

Sumber & referensi

  1. BirdLife DataZone — Standardwing Bird-of-paradise Semioptera wallacii species factsheet ↗
  2. Mongabay Indonesia (2021) — Bidadari Halmahera, Burung Cendrawasih di Luar Papua ↗
  3. Garda Animalia (2020) — Bidadari Halmahera, Penari Selendang Putih di Hutan Maluku Utara ↗
  4. Oiseaux.net — Standardwing, Semioptera wallacii ↗
  5. Kompas.com (2023) — Flora dan Fauna Identitas Maluku Utara (Wayback Machine copy) ↗
  6. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Humas, 2017) — Fauna Sekaligus Maskot Prov. Sumbar ↗
  7. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan — Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi (lampiran) ↗
  8. Vigie-Nature École (MNHN) ↗
  9. GBIF Backbone Taxonomy (GBIF) ↗
  10. IUCN Red List of Threatened Species, versi 2026-1, melalui GBIF (CC BY 4.0) ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 1 Oktober). Bidadari halmahera (Semioptera wallacii). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/bidadari-halmahera/