Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Cekakak sungai

Cekakak biru kehijauan dengan kerah putih yang sering terlihat di mangrove dan pesisir. Keragaman subspesies menuntut kehati-hatian saat memakai nama dari sumber lama.

Tentang panduan iniDisusun dari sumber spesies yang tercantum; belum ditinjau pakar burung.
Foto Cekakak sungai (Todiramphus chloris).
no rights reserved · CC0 1.0 · Foto dipotong untuk tata letak.

Mengenali cekakak berkerah

Cekakak sungai mempunyai bagian atas biru kehijauan, bagian bawah putih, topeng gelap di sekitar mata, dan kerah putih di tengkuk. Corak dapat berbeda antarwilayah dan umur. Pengamatan yang baik mencatat bentuk paruh, kerah, dan habitat sekaligus, bukan hanya warna biru yang juga dimiliki cekakak lain.

Mangrove dan alur pasang surut

Sumber burung dan lembaga taman Singapura menempatkan spesies ini di mangrove serta alur air pasang surut, walau beberapa populasi memakai kebun atau lahan lain. Keterkaitan tersebut membuat vegetasi dan tepi perairan relevan dalam pengamatan. Satu burung di kabel listrik tidak berarti habitat mangrovenya tidak diperlukan.

Mangsa berbeda menurut tempat

Penelitian pada populasi Arabian menemukan kepiting sebagai mangsa penting, disusul ikan dan hewan kecil lain. Hasil itu menggambarkan populasi yang diteliti, bukan menu pasti semua cekakak di Indonesia. Burung juga dapat mengambil serangga dan mangsa darat; amati perilaku sebenarnya sebelum menyimpulkan apa yang dimakannya.

Klasifikasi yang pernah berubah

Sejumlah kelompok yang dahulu digabung dalam Todiramphus chloris telah dipisahkan sebagai spesies lain oleh daftar burung modern. Karena itu, nama pada foto atau artikel lama perlu diperiksa terhadap wilayah serta versi taksonomi yang digunakan. Nama ilmiah di halaman ini mengikuti takson katalog, bukan klaim bahwa seluruh populasi berpenampilan identik.

Mencatat tanpa mendekati sarang

Catat tempat bertengger, perilaku mencari makan, dan kondisi pasang surut dari jarak yang tidak mengusik burung. Jangan menerobos akar mangrove atau mengejar burung untuk foto. Catatan GBIF mengonfirmasi pengamatan berlabel Indonesia, tetapi banyaknya catatan dipengaruhi akses manusia dan bukan perkiraan populasi atau status konservasi.

Sumber & referensi

  1. eBird — Collared Kingfisher identification ↗
  2. Singapore NParks — Todiramphus chloris ↗
  3. Diet study of Arabian collared kingfisher ↗
  4. eBird — taxonomic splits of Collared Kingfisher ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.