Untuk semua hewan. Untuk masa depan bersama.Sebuah inisiatif nirlaba

PANDUANHEWAN · INDONESIA

Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk Aedes aegypti adalah nyamuk hitam belang putih yang aktif siang hari dan menjadi penular utama virus dengue penyebab DBD di Indonesia.

Jawaban singkat

Sekilas tentang nyamuk aedes aegypti

Nyamuk aedes aegypti (Aedes aegypti) adalah hewan invertebrata dari famili Culicidae.

Fakta singkat: Nyamuk Aedes aegypti
Nama ilmiahAedes aegypti
Nama InggrisYellow fever mosquito
KelompokInvertebrata
FamiliCulicidae
Wilayah di IndonesiaSeluruh Nusantara, dari Aceh hingga Papua
Habitat terkaitHabitat Perkotaan
MakananBetina mengisap darah; jantan dan betina minum nektar
Sebaran di IndonesiaSeluruh Nusantara, dari Aceh hingga Papua
Ciri utamaTubuh hitam, pola putih berbentuk lira di punggung, kaki belang putih
Nama lainNyamuk DBD, nyamuk penular DBD, yellow fever mosquito
Bahaya bagi manusiaMenularkan virus dengue, Zika, chikungunya, dan demam kuning
Dalam panduan ini (10)
Foto Nyamuk Aedes aegypti.
(c) Sandra H Statner, some rights reserved (CC BY) · CC BY 4.0 · Foto dipotong untuk tata letak.
Tentang panduan iniDisusun dan diperiksa terhadap sumber tercantum; belum ditinjau pakar.

Apa itu nyamuk Aedes aegypti?

Aedes aegypti adalah nyamuk kecil berwarna hitam dengan belang putih yang menjadi penular utama virus dengue, penyebab demam berdarah dengue (DBD), di Indonesia. Kementerian Kesehatan menggambarkannya bertubuh hitam pekat dengan dua garis putih vertikal di punggung dan garis-garis putih melintang pada kaki. Menurut University of Florida, sisik putih di punggungnya membentuk pola seperti alat musik lira.

Nyamuk ini mudah tertukar dengan nyamuk harimau Asia (Aedes albopictus), yang juga dapat menularkan dengue tetapi hanya memiliki satu garis putih di tengah punggung. Tidak seperti banyak nyamuk lain yang menggigit pada malam hari, Aedes aegypti aktif terutama pada pagi hingga sore hari.

Dasar informasi: Ayo Sehat Kemenkes — Demam Berdarah Dengue ↗ · University of Florida IFAS — Yellow Fever Mosquito, Aedes aegypti (EENY-434/IN792) ↗ · Frontiers in Cellular and Infection Microbiology — Garjito et al. (2021), Homogeneity and possible replacement of populations of the dengue vectors Aedes aegypti and Aedes albopictus in Indonesia ↗

Di mana nyamuk Aedes aegypti hidup?

Aedes aegypti kini tersebar di seluruh Nusantara dan terutama hidup di sekitar rumah, baik di kota maupun di desa. Nyamuk ini berasal dari Afrika dan resmi tercatat di Indonesia sejak 1908, menurut tim peneliti Kementerian Kesehatan dalam jurnal Frontiers (2021). Pada 2016–2017 tim tersebut mengumpulkan nyamuk ini di 43 lokasi di 25 provinsi, dari Aceh hingga Papua Barat.

Menurut CDC, Aedes aegypti hidup di dalam dan di luar rumah dan lebih suka tinggal di dekat manusia. Kementerian Kesehatan mencatat nyamuk ini lebih sering ditemukan di dalam rumah yang gelap dan sejuk daripada di luar rumah yang panas. Para peneliti menilai kemampuannya beradaptasi di lingkungan perkotaan dan permukiman membuatnya menyebar luas.

Dasar informasi: Frontiers in Cellular and Infection Microbiology — Garjito et al. (2021), Homogeneity and possible replacement of populations of the dengue vectors Aedes aegypti and Aedes albopictus in Indonesia ↗ · CDC — Life Cycle of Aedes Mosquitoes ↗ · Ayo Sehat Kemenkes — Demam Berdarah Dengue ↗

Nyamuk Aedes aegypti makan apa?

Nyamuk Aedes aegypti dewasa, baik jantan maupun betina, makan nektar tumbuhan, tetapi hanya betina yang mengisap darah. Betina membutuhkan darah untuk menghasilkan telur, dan menurut University of Florida sasarannya terutama manusia. Peneliti Kementerian Kesehatan dalam jurnal Frontiers menyebut spesies ini sebagai nyamuk yang paling menyukai manusia dan mampu mengisap darah berulang kali, hampir setiap hari.

Jentiknya hidup di air dan memakan partikel organik, seperti alga dan mikroorganisme lain. Saat mengisap darah orang yang sedang terinfeksi, nyamuk betina dapat tertular virus dengue. Kementerian Kesehatan menjelaskan nyamuk itu menjadi infektif 8–12 hari kemudian dan tetap infektif seumur hidupnya.

Dasar informasi: University of Florida IFAS — Yellow Fever Mosquito, Aedes aegypti (EENY-434/IN792) ↗ · Frontiers in Cellular and Infection Microbiology — Garjito et al. (2021), Homogeneity and possible replacement of populations of the dengue vectors Aedes aegypti and Aedes albopictus in Indonesia ↗ · Kementerian Kesehatan RI — Nyamuk DBD Mudah Menyerang ↗

Bagaimana nyamuk Aedes aegypti berkembang biak?

Nyamuk Aedes aegypti bertelur di dinding bagian dalam wadah berisi air, sedikit di atas permukaan air. Menurut CDC, telurnya menempel kuat, dapat bertahan kering hingga delapan bulan, lalu menetas ketika terendam air hujan. Bak mandi, ember, drum, vas bunga, ban bekas, dan barang bekas yang menampung air hujan dapat menjadi tempat berkembang biaknya.

Dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa hanya butuh 7–10 hari, menurut CDC. University of Florida mencatat seekor betina bertelur rata-rata 100–200 butir sekali bertelur dan dapat bertelur hingga lima kali. Nyamuk ini tidak terbang jauh; seumur hidupnya biasanya hanya berpindah beberapa blok dari tempatnya menetas.

Dasar informasi: CDC — Life Cycle of Aedes Mosquitoes ↗ · University of Florida IFAS — Yellow Fever Mosquito, Aedes aegypti (EENY-434/IN792) ↗ · Kementerian Kesehatan RI — Kendalikan DBD dengan PSN 3M Plus ↗

Mengapa nyamuk Aedes aegypti berbahaya?

Aedes aegypti berbahaya karena gigitan betina yang terinfeksi menularkan virus dengue, penyebab DBD. Nyamuk ini juga menjadi vektor virus Zika, chikungunya, dan demam kuning. WHO memperkirakan sekitar separuh penduduk dunia berisiko terkena dengue, dan Kementerian Kesehatan menyebut tingkat penyebaran DBD di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara.

Menurut WHO, gejala biasanya muncul 4–10 hari setelah infeksi, antara lain demam tinggi hingga 40°C, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, serta nyeri otot dan sendi. Tanda bahaya sering muncul saat demam turun, seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, gusi atau hidung berdarah, napas cepat, serta kulit pucat dan dingin. Bila muncul, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Dasar informasi: WHO — Dengue and severe dengue (fact sheet) ↗ · Ayo Sehat Kemenkes — Demam Berdarah Dengue ↗ · Frontiers in Cellular and Infection Microbiology — Garjito et al. (2021), Homogeneity and possible replacement of populations of the dengue vectors Aedes aegypti and Aedes albopictus in Indonesia ↗

Bagaimana mencegah nyamuk Aedes aegypti dengan 3M Plus?

Cara utama mencegah nyamuk Aedes aegypti adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dari Kementerian Kesehatan. 3M berarti menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air. Kemenkes meminta PSN dilakukan sepanjang tahun, terutama pada musim hujan.

“Plus” mencakup menaburkan larvasida pada penampungan yang sulit dikuras, memelihara ikan pemakan jentik, memakai kelambu dan obat antinyamuk, memasang kawat kasa pada jendela, serta tidak menggantung pakaian di dalam rumah. Sejak 2015 Kemenkes juga mengajak setiap keluarga memantau jentik lewat gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Kemenkes pun menerapkan teknologi nyamuk ber-Wolbachia di lima kota, antara lain Semarang, Bandung, dan Kupang.

Dasar informasi: Kementerian Kesehatan RI — Kendalikan DBD dengan PSN 3M Plus ↗ · Ayo Sehat Kemenkes — Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus ↗ · Ayo Sehat Kemenkes — Teknologi Wolbachia dalam Pengendalian Demam Berdarah di Indonesia ↗

Jelajahi habitat terkait

Hubungan berikut didukung sumber spesies dalam panduan ini. Daftar ini bukan peta sebaran lengkap.

Pertanyaan umum tentang nyamuk aedes aegypti

Apa nama latin nyamuk aedes aegypti?

Nama latin atau nama ilmiah nyamuk aedes aegypti adalah Aedes aegypti, dari famili Culicidae. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Yellow fever mosquito.

Di mana nyamuk aedes aegypti dapat ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, panduan ini mencatat nyamuk aedes aegypti di wilayah berikut: Seluruh Nusantara, dari Aceh hingga Papua.

Habitat terkait yang didukung sumber: Habitat Perkotaan.

Nyamuk aedes aegypti makan apa?

Pola makan nyamuk aedes aegypti: betina mengisap darah; jantan dan betina minum nektar.

Sumber & referensi

  1. WHO — Dengue and severe dengue (fact sheet) ↗
  2. CDC — Life Cycle of Aedes Mosquitoes ↗
  3. University of Florida IFAS — Yellow Fever Mosquito, Aedes aegypti (EENY-434/IN792) ↗
  4. Frontiers in Cellular and Infection Microbiology — Garjito et al. (2021), Homogeneity and possible replacement of populations of the dengue vectors Aedes aegypti and Aedes albopictus in Indonesia ↗
  5. Ayo Sehat Kemenkes — Demam Berdarah Dengue ↗
  6. Kementerian Kesehatan RI — Nyamuk DBD Mudah Menyerang ↗
  7. Kementerian Kesehatan RI — Kendalikan DBD dengan PSN 3M Plus ↗
  8. Ayo Sehat Kemenkes — Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus ↗
  9. Ayo Sehat Kemenkes — Teknologi Wolbachia dalam Pengendalian Demam Berdarah di Indonesia ↗

Rujukan dapat berubah. Periksa tanggal dan konteks pada sumber asli.

Kutip halaman ini

PanduanHewan. (2026, 25 September). Nyamuk Aedes aegypti (Aedes aegypti). PanduanHewan.org. https://panduanhewan.org/id/spesies/nyamuk-aedes-aegypti/